Penghuni Kamar Nomor 7

Penghuni Kamar Nomor 7
Part 10 [End]


__ADS_3

Keesokan harinya diruang depan lantai bawah, Teh Siska membuka cerita lama yang tersembunyi di kosan itu kepada para penghuni baru. Karena cerita tersebut sudah pernah ia ceritakan kepada Teh Ayu dan Teh Ratna.


Meski begitu, selama tinggal di kosan itu, Teh Ayu dan Teh Ratna hampir tidak pernah mendapatkan gangguan. Maka dari itu, Teh Ayu dan Teh Ratna menjadi penghuni terlama yang cukup betah tinggal di kosan itu.


"Aku sebetulnya sudah merasakan, hantu itu muncul lagi setelah kalian tiba disini beberapa bulan lalu. Tapi akun percaya, hantu itu tidak sejahat itu, kalau kalian tidak melakukan ulah yang fatal"


"Ulah apa teh?" tanyaku.


"Anggi, Anggi lah yang berulah memasukkan laki-laki ke kosan ini" kata Teh Siska.


Ternyata, hantu itu tidak suka dengan keberadaan laki-laki di kosan itu. Sementara mengenai kemunculannya dihari pertama aku dan Santi menghuni kosan itu, menurut Teh Siska hantu itu hanyalah ingin berkenalan saja. Dulu, hampir rata-rata penghuni kosan juga mengalami hal yang serupa. Namun, hampir semua yang pernah mengebor di kosan itu tidak betah dan akhirnya pindah. Menyisakan Teh Ratna dan Teh Ayu.


"Memang hantu ini bisa meniru wajah siapa saja. Karena banyak dari pengakuan penghuni kosan dulu, hantu ini menampakkan dengan wajah para penghuni kosan" katanya.


"Lalu apa hubungannya dengan Novi?" tanyaku.


"Novi adalah sahabatku yang meninggal tujuh tahun lalu karena terpeleset jatuh ditangga itu setelah Shalat Subuh. Kepalanya terbentur lantai yang menyebabkan Novi mengalami luka dalam di kepalanya"


Menurut Teh Siska, Novi sempat koma selama seminggu saat menjalani perawatan disalah satu rumah sakit di kota Bandung sebelum akhirnya meninggal dunia. Novi terjatuh saat berlari turun kebawah dengan masih mengenakan mukena. Sebelum kejadian itu, Novi Shalat Subuh berjamaah dengan penghuni kosan lainnya. Ia memang terbiasa menjadi makmum.

__ADS_1


"Jadi sebenarnya itu hantu Teh Novi atau..." tanya Fitri.


"Kemungkinan seperti itu Fit. Tapi entahlah. Oiya, Novi ini putri kedua dari Bu Linda. Pemilik kosan ini. Dan dia dulu tidurnya dikamar nomor 7 yang pernah ditempati sama Santi sebelum pindah" katanya.


"Pantes waktu Santi Shalat Subuh, Santi ngerasa ada yang jadi makmum. Tapi pas selesai, Santi gak liat siapa-siapa dibelakangnya. Iya kan Ti?" kataku. Santi hanya mengangguk.


"Nah Santi, kejadian kemarin sore sampai malem kamu inget gak? Kamu nangis-nangis sampai histeris dan kamu sempat kesurupan" tanya Teh Siska.


Santi pun hanya menggelengkan kepalanya sana. Seingatnya, ia hanya tidur terlalu lama hingga dibangunkan tengah malam oleh Teh Siska.


"Lalu apa hubungannya dengan membawa laki-laki ke kosan Teh?" tanya Anggi penasaran.


"Maka dari itu, setelah kepergian Novi teteh lah yang diamanati untuk menjaga kosan ini. Karena Bu Linda tau kalau teteh sahabat Novi. Kalau ada apa-apa, teteh wajib melapor ke Bu Linda" sambung Teh Siska.


Teh Siska kemudian menceritakan kronologi detail penyebab Novi meninggal karena terjatuh dari tangga kosan. Sekitar seminggu sebelum kejadian itu, Novi sempat bertengkar hebat dengan pacarnya. Novi lantas mencurahkan kesedihannya kepada Teh Siska. Pertengkaran itu dipicu karena Novi sering kali melarang pacarnya untuk datang ke kosannya.


Pacar Novi pun mencurigai jika Novi berseling karena selalu melarang pacarnya datang ke kosan. Karena itulah, Novi dan pacarnya akhirnya putus. Novi lantas mencoret-coret dinding kamarnya untuk meluapkan kekesalannya.


"Kebayangkan? Kalau misal Novi mengizinkan pacarnya datang, penghuni kosan lain bakal berpikiran seperti apa? Karena dia yang diwanti-wanti ibunya sendiri agar kosan steril dari laki-laki"

__ADS_1


Namun setelah Shalat Subuh, tiba-tiba Novi mendapat telepon dari pacarnya. Mantan pacarnya sudah berada didepan kosan. Niatnya ingin meminta maaf kepada Novi dan mengajak balikan. Karena tak ingin terlihat oleh penghuni kosan lain, makanya Novi diam-diam lari turun ke bawah. Tapi Tuhan berkehendak lain. Novi yang Cerdas, periang, dan mandiri itu harus meninggal di usia 21 tahun. Karena jatuh dari tangga.


"Sejak saat itulah, kalau ada penghuni kosan bawa teman lawan jenis pasti kosan ini akan gaduh. Ada yang kesurupan lah, itu lah, ini lah. 1,5 tahun lalu juga sama kejadian seperti kemarin. Tanya saja ke Ayu atau Ratna. Ada penghuni kosan yang nekat bawa teman laki-lakinya masuk kedalam rumah ini" kata Teh Siska.


Setia terungkap siapa hantu yang menghuni kosan itu dari cerita Teh Siska, maka semua penghuni baru semakin percaya tentang adanya larangan membawa lawan jenis masuk kedalam kosan. Sejak saat itulah, para penghuni kosan menghormati adanya aturan di kosan itu hingga tak pernah ada yang mengalami kesurupan lagi.


Meski begitu, bantu Novi memang terkadang sering muncul disaat-saat tertentu. Seperti ikut menjadi makmum saat pelaksanaan Shalat atau seliweran seperti ingin menyapa para penghuni kosan. Dan pada akhirnya seluruh penghuni kosan menjadi terbiasa dengan kemunculan hantu Novi.


Jika saat Shalat berjamaah, para penghuni kosan tak pernah ketinggalan untuk mengirimkan doa kepada dia. Sementara kamar nomor 7 itu, tidak pernah diisi oleh siapapun hingga aku dan Santi lulus kuliah.


...---oOo---...


**Makasih buat yang udah baca sampe part ini, walau ceritanya gajelas wkwk. btw ayo moost tiktok sama instagram.


tiktok:@callme.arin


instagram:@arinzzxy_


kalo mau fb DM yah. See you next story**.

__ADS_1


__ADS_2