
Aku dan Siska yang menemani Bi Asih di teras sekaligus ingin bertanya tentang adanya hantu dikosan itu. Tapi, karena tak ingin menyinggung perasaan, akhirnya kamu urungkan pembicaraannya. Hanya saja, Santi meminta izin untuk pindah kamar.
"Bi, bila gak kalau Santi pindah kamar?"
"Kok tiba-tiba? Baru juga sehari disini"
"Gak papa Bi, cuma pengen pindah aja"
"Yaudah, Bibi coba telfon Bu Linda"
Bi Asih kemudian mengeluarkan ponsel kecilnya dari saku celana. Ia kemudian meminta izin kepada Bu Linda untuk memberitahukan tentang niat Santi yang ingin pindah kamar. Ternyata Bu Linda mengizinkan. Santi diminta untuk pindah ke kamar yang ada dilantai bawah.
Kebetulan, kamar nomor 6, 9 dan 10 sudah ada yang memesan. Rencananya penghuninya akan menempati kamar itu sebulan lagi. Mereka juga seorang mahasiswa baru, sama seperti kami.
__ADS_1
Santi hari itu juga pindah ke kamar dilantai bawah, bersebelahan dengan kamar Teh Siska. Aku menjadi satu-satunya penunggu kamar diatas. Setelah kejadian itu, aku beruntung tidak ada gangguan yang begitu menyeramkan yang menimpaku.
Hanya suara-suara aneh yang sering aku dengar dimalam hari. Itu pun hanya beberapa kali, tidak terus menerus. Dan itu tidak begitu membuatku takut. Kami juga masih menutup rapat-rapat kejadian janggal yang kami alami saat pertama kali mengekos dikosan itu.
Kami tidak bercerita kepada Teh Siska dan juga Bi Asih, hingga waktu dimana hari tes tertulis SNMPTN tiba.
Hasil pengumuman SNMPTN, ternyata Santi menjadi salah satu orang yang cukup beruntung. Ia masuk ke PTN itu. Sementara aku tersingkir, dan harus berlapang dada.
Seminggu sebelum kuliah perdana dimulai, kosan mendadak ramai. Teh Ratna dan Teh Ayu kembali dari liburannya. Kedua perempuan ini ternyata berkuliah di perguruan tinggi yang sama denganku.
Kesedihanku karena gagal masuk di PTN terbayarkan, karena aku tak menyangka akan satu atap dengan seniorku. Apalagi kedua perempuan ini terbilang cukup baik dan ramah. Perkenalan kami dengan Teh Ratna dan Teh Ayu cukup berkesan sekaligus membuatku penasaran.
"Mira kamarnya dilantai atas? Wih berani yah" ucap Teh Ayu.
__ADS_1
"Iya teh, emangnya dilantai atas apa apa?" tanyaku.
"Gak ada apa-apa sih. Cuma kan sendirian" jawab Teh Ayu seperti menyembunyikan sesuatu.
"Kan katanya hari ini bakal ada tiga penghuni baru masuk juga teh. Jadi nanti Mira ada temen" kataku.
"Bagus deh, makin rame kosannya" sahut Teh Ratna.
Sebelum waktu Ashar, ketiga penghuni baru itu berdatangan. Aku cukup terkesima melihat kedatangan mereka. Berbusana fashionable, terbilang sangat gaul, dibandingkan aku dan penghuni kosan lainnya. Karena pada dasarnya, kami semua berhijab.
Bi Asih menyambut kedatangan mereka dan langsung memberikan kunci kamar ke masing-masing penghuni baru itu. Mereka bertiga yaitu Anggi, Eki, dan Fitri. Mereka ternyata berasal dari daerah yang sama, Jakarta. Dan berkuliah di kampus yang sama didaerah Tamansari.
Lengkap sudah formasi penghuni kos. Hanya saja menyisakan dua kamar kos yang kosong. Kamar nomor 5 dan 7. Kamar nomor 5 digunakan untuk gudang, sementara kamar nomor 7 bekas dihuni oleh Santi, dibiarkan kosong begitu saja.
__ADS_1