
Long Xitian sekembalinya dari hutan larangan bersama elang emas , Long Xitian di bantu Xiao Me kini mereka sedang membersikan rumah .
Klan Lin
Di Aula Klan Lin sedang diadakan rapat persiapan untuk acara besok , meskipun itu hanya perekrutan murid tapi mereka begitu serius menanggapinya .
Dan di rapat tersebut juga dibahas mengenai Long Xitian yang hingga hari ini belum memunculkan batang hidungnya " Patriak bagaimana tentang Long xitian , apakah sudah ada kabar " tanya tetua Agung
Mendengar itu Lin Mo selaku patriak sekte menghela nafas " hufff , untuk saat ini belum ada kabar dari Long Xitian , mungkin dia akan datang besok pagi sekalian berangkat ke ibukota"
"tapi Patriak , bagaimana Long Xitian tidak hadir " kini tetua kedua yang bertanya , karena jika Long Xitian tidak hadir maka ada kemungkinan anaknya maju menggantikan Long Xitian .
" em kalo besok dia tidak datang maka terpaksa kita menggatinya dengan yang lain , tapi aku berharap dia datang karena akan sangat disayangkan kalo dia mendaftar dengan jalur kultivator bebas " jawab Lin Mo
"iya bener apa kata Patriak , Long Xitian bisa mendaftar lewat jalur kultivator bebas dan dengan kemampuanya akan sangat disayangkan kalo kita sampe membuangnya , apalagi kita sudah bersyukur dia mau menggunakan nama Klan kita ini " jawab tetua Agung
Dan para tetua menganggukan kepala kecuali tetua kedua yang masih menyimpan pertanyaan " tapi seandainya Long Xitian tidak hadir bagaimana , dan siapa yang akan menggantikanya Patriak"
" hmm , memang aku juga tidak begitu yakin akan ke hadiranya besok , bagaimanapun dia pergi ke hutan larangan dan selama ini tidak ada yang kembali dengan selamat setelah memasuki hutan itu tapi itu belum pasti dan hasilnya liat besok apakah dia hadir atau tidaknya , dan kalo pengganti itu bisa di tentukan mendadak karena besok seluruh murid juga akan berkumpul mengantar kepergian mereka , dan itu juga supaya tidak memberi harapan palsu adai kata Long Xitian datang " jawab Patriak.
" ya terima kasih Patriak " tetua kedua menimpali dan meskipun dirinya tak puas dengan jawaban patriak tapi itu masih hasil yang sama jika Long Xitian tidak datang maka anaknya lah yang mengganti .
"baiklah pembahasan hari ini saya rasa cukup sampai disini , dan silakan kembali ketempat kalian masing masing , jangan lupa besok kita berkumpul di halaman klan " ucap Patriak
Dengan itu juga para tetua membubarkan diri kembali melanjutkan rutinitas mereka .
Waktu terus berlalu dan matahari sudah tenggelam , seorang wanita cantik sedang tersenyum sambil rebahan di kamarnya "hm besok aku akan bertemu dengan Long Xitian , sudah lama aku merindukanya meskipun hubunganku denganya hanya sebatas teman , apakah Long Xitian juga merindukanku yah , tidak sabar untuk hari esok " batin Lin Xuen sambil membayangkan pertemuan mereka sebelumnya dan membuatnya tersenyum sendiri .
......................
__ADS_1
Ke esokan paginya di Klan Lin terlihat sangat ramai , karena hari ini akan ada 5 murid yang mencoba peruntunganya menjadi murid Sekte Super Benua Tengah , .
Di rumah Long Xitian terlihat dia telah selesei membersihkan diri dan bersiap menuju kota Anggrek lebih tepatnya Klan Lin "hm sudah waktunya berangkat , bagaimana kabarmu Lin Xuen , apakah kamu merindukanku " monolog Long Xitian
Setelah selesai Long Xitian keluar dari rumahnya dan memandangi rumah yang kenangan bersama kakek angkatnya , setelah puas memandangi rumahnya Long xitian segera memangil Xiao Me untuk mengantarnya ke kota Anggrek demi menyingkat waktu dan menyembunyikan kemampuanya , karena kalo sampe ada yang melihatnya terbang orang akan dapat menyimpulkan tingkatanya paling rendah di alam langit dan itu bukan lah hal baik.
"Xiao Me bawa aku ke kota Anggrek " ucap Long Xitian
"baik tuan" Xiao Me
Sementara itu di kediaman Patriak terlihat mereka sedang sarapan disana ada Lin Mo ,Lin Yu ,dan Lin Xuen yang terlihat sangat bersemangat .
" ayo ayah cepat makanya nanti aku telat " ucap Lin Xuen yang sudah tidak sabaran.
Lin Yu melihat kelakuan putrinya tersenyum dan berkata " apa kamu lupa kalo ayahmu Patriak Klan , mana mungkin telat kalo ayahmu saja masih disini, atau kamu khawatir dengan Long Xitian yang duluan sampe dan dikerumuni para wanita di sana " goda Lin Yu
Lin Mo melihat tingkah putrinya pun tak kuasa menahan tawanya " ha ha baiklah baiklah mari berangkat , dan ibu jangan menggoda putri kita terus kasian ,apa ibu tidak melihat wajahnya udah semerah itu , kalo keterusan ibu goda takutnya wajah cantik putri kita akan jadi gosong ha ha ha " Lin Mo terbahak melihat wajah putrinya.
Mendengar ledekan ayahnya Lin Xuen mendengus dan berkata "huhh apa apa kalian selalu saja menertawaiku . kalo ayah tidak mau berangkat sekarang biar saja aku pergi sendiri " Lin Xuen bangkit dan berjalan keluar dengan wajah menunduk malu.
"ha ha putri ayah ngambek tuh bu , kalo gitu ayah juga pamit bu " ucap Lin Mo
"iya hati hati di jalan , semoga juga putri kita dapat di terima di sekte super itu ayah " Lin Yu mencium punggung tangan suaminya setelah sampai di halaman
...****************...
Kembali ke Long Xitian yang sudah mendarat di luar gerbang kota , dan menyuruh Xiao Me kembali ke dunia liontinya .
Long Xitian berjalan menuju gerbang kota Anggrek dan ikut mengantri memasuki kota ,
__ADS_1
Tibalah giliran Long Xitian untuk masuk , untuk biaya masuk kota di kenakan tarif 10 koin perak ,setelah masuk kota Long Xitian berjalah menuju Klan Lin dia melihat kanan kiri jalanan penuh dengan orang orang menjajakan daganganya .
Dan sampailah di kediaman Klan Lin , kali ini Long Xitian masuk tanpa hambatan tidak seperti pertama kali datang , setelah masuk Long Xitian langsung mendapat tatapan dari para wanita yang mengagumi ketampananya itu .
dia melihat sekeliling mencari keberadaan Lin Xuen tapi tak kunjung menemukanya , .
Di sisi lain juga Lin Xuen baru tiba di halaman Klan bersama ayahnya , matanya terus berkeliaran mencari sosok yang di rindukanya dan terhenti ketika melihat sosok yang di carinya . Setelah menemukanya diapun tanpa ragu berjalan menghampiri sosok itu yang tidak lain adalah Long Xitian .
Lin Mo melihat putrinya berjalan ke arah lain pun mengarahkan pandanganya ketempat yang dituju putrinya. Dan benar saja kalo putrinya berjalan menghampiri sosok pemuda yang tidak lain adalah Long Xitian , Lin Mo pun bersyukur karena Long Xitian hadir saat ini tanpa memikirkan bagaimana dia bisa selamat dari hutan larangan , setelah melihat Long Xitian hadir Lin Mo pun segera berjalan ke arah panggung dan tidak lagi melihat ke arah putrinya .
melihat Long Xitian yang sedang mengarahkan padanganya ke berbagai arah seperti mencari sesuatu Lin Xuen pun berkata " apakah kamu sedang mencariku"
Long Xitian mendengar suara di belakangnya diapun berbalik dan melihat sosok yang dicarinya dibelakangnya " he he kenapa kamu begitu pedenya mengatakan itu , aku hanya sedang mencari dewiku, apakah kamu dewiku " goda Long Xitian
Mendengar itu Lin Xuen tau kalau Long Xitian berniat menggodanya " hm jadi seperti itu , baiklah aku akan pergi " Lin Xuen pura pura kecewa dan berniat pergi tapi sebelum pergi ada tangan yang memegang tanganya dan menghentikanya .
"iya iya maafkan aku dewiku yang menggodamu , aku memang mencarimu , tetap disini ya aku merindukanmu " ucap pelan Long Xitian di telinga Lin Xuen ,yang membuat Lin Xuen menunduk malu dan bahagia .
Sementara yang lain ketika melihat nona muda Klan Lin di pegang tanganya dan yang aneh nona muda terlihat tidak melawan membuat mereka penasaran siapa pemuda itu , karena kebanyaka dari mereka belum pernah melihat Long Xitian . hanya Lin tian yang melihat itu dengan tatapan membunuhnya , karena dia sudah lama mencintai Lin Xuen dan sudah pernah membuat peringatan kepada Long Xitian agar menjaui Lin Xuen , tapi nampaknya tidak didengarkan .
" awas saja kau , tunggu waktunya aku akan membunuhmu dan berbahagialah hingga saatnha tiba " monolog Lin Tian
Di panggung terlihat Patriak Klan Lin " ehmm .. Semuanya hari ini klan lin kita akan mengirim lima murid terbaik untuk mengikuti ujian perekrutan murid sekte Gunung Salju dan kita semua akan mendoakan yang terbaik untuk mereka agar dapat di terima di sekte gunung salju , tepat 1 minggu dari sekarang akan diadakanya ujian tersebut , dikarekan jarak dari sini ke ibukota membutuhkan waktu 5 hari perjalanan menggunakan kereta kuda "
"dan untuk kelima murid silakan naik ke kereta kuda yang sudah di sediakan , kalian akan ditemani oleh tetua ke lima dan tetua ketujuh untuk sampai disana " ucap Patriak
Kelima murid dan kedua tetua berjalan menuju kereta kuda yang sudah di siapkan oleh Klan Lin untuk keberangkatan mereka .
Patriak di ikuti semua tetua dan juga para murid mendekat ke arah kereta kuda untuk nengantar kepergian mereka " hati hati dijalan " ucap mereka serempak .
__ADS_1