
" sungguh menyedihkan ! Pemburu yang di buru " slasshh .. Pedang emas memotong tanganya "arghh" teriakan kesakitan Gou Nam . Long Xitian mengambil cincin penyimpanan dari jari tangan yang sudah putus itu . Slaahhh .. Kembali pedang emas memotong satu tanganya lagi " arghhhh ... Bunuh aku ... Bunuh aku ... Aku mohon bunuh aku " teriaknya meminta kematian .
" hahaha ... Apakah kamu begitu menginginkan kematian ? tenang saja akan ku kabulkan , tapi setelah aku puas menyiksamu hahaha ... Aku masih ingat jelas bagaimana kalian membunuh orang orang dari luar di depan mataku " lalu slaasshh .. Slassshhh .. Kembali Long Xitian mengayunkan pedangnya memotong kedua kakinya .
Tubuh Gou Nam mengejang merasakan sakit yang teramat .
Semua mata yang melihat bagaimana Long Xitian tanpa belas kasih menyiksa musuhnya hanya menelan ludah dan bergidik ngeri " sungguh penyiksaan yang begitu kejam . . Haha tapi aku suka saudara Long " ucap Mo Ya sambil tersenyum menyaksikan penyiksaan itu .
" haha .. Kamu benar saudara Mo Ya , aku juga menyukainya " ucap Fu Zha lalu berjalan menghampiri Long Xitian " saudara Long , aku juga ingin menyiksanya " ucap Fu Zha , lalu dirinya mengeluarkan tombak emas yang di dapatnya waktu pertama kali masuk kota Naga .
Cruukk.. Crukkk .. Mata tombak itu berhasil menusuk kedua bola mata Gou Nam " argghhh... Argghhh .. Bunuh aku ... Tidak argghh.. Bunuh aku " teriak Gou Nam memilukan .
Long Xitian dan Fu Zha meninggalkan tubuh Gou Nam setelah puas menyiksanya dan berjalan menghampiri Ning Bo " saudara Ning Bo , waktunya bersenang senang " ucap Long Xitian sambil melirik ke arah Ma Ho .
" tidak ... Tidak .. Aku mohon .. Jangan lakukan itu padaku " ucap Ma Ho sudah ketakutan " pemimpin Ning Bo tidak bisakah ini kita bicarakan . Aku bersedia menyerahkan seluruh sumber daya yang suku ku miliki sebagai ganti nyawaku " ucap Ma Ho memohon , karena menurutnya lebih baik miskin asalkan dia masih bisa hidup .
" haha .. Apakah kamu serius ? Bisa kamu tunjukan lokasi harta yang sukumu miliki itu " tanya Long Xitian yang sebenarnya dia sudah memiliki gambaran tentang lokasi harta mereka berada , tapi dia lebih memilih memastikanya terlebih dulu .
" baik baik akan aku tunjukan , disana .. Di sana ... " ucap Mo Ha sambil menunjuk ke arah lorong yang mengarah ke bawah istana .
" prajurit cepat periksa ! Apakah benar benar ada harta di sana " titah pemimpin Ning Bo . Segera , beberapa prajurit menuju tempat yang telah di tunjukan Ma Ho .
selang beberapa saat salah satu prajurit itu kembali " pemimpin , ada banyak harta di dalam " ucapnya .
" Bagus .. Segera kuras semuanya " ucap pemimpin Ning Bo .
" baik " ucap prajurit , lalu kembali masuk ke dalam lorong bawah tanah .
__ADS_1
" emm .. Pemimpin Ning Bo aku sudah berkata jujur , jadi apakah aku sekarang bisa pergi " tanya Ma Ho penuh harap .
" hah apa ? Pergi , jangan bermimpi !! Prajurit tangkap dia " ucap Ning Bo. Segera sepuluh prajurit tombak emas mendekat dan menangkap Ma Ho lalu mengikatnya .
Ma Ho yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa mengutuk dan berharap semoga nasibnya tak seburuk Gou Nam .
Long Xitian lalu berjalan ke arah Ma Ho yang sekarang sudah terikat , membuat Ma Ho kembali mengingat nasib Gou Nam dan membuatnya bergidik ketakutan .
" hmm .. Apa kamu mencoba menipu kami " tanya Long Xitian sambil melayangkan tendangan mengarah ke kepala Ma Ho .
Bamm .. Tendangan itu berhasil melempar tubuh Ma Ho beberapa meter , dan darah segar keluar dari bibirnya .
" pendekar muda , sungguh aku tidak menipu " ucapnya sambil menyeka darah di sudut bibirnya .
kembali Long Xitian mendekat dan sekali lagi melayangkan tendangan ke arah Ma Ho . Bamm.. " jika kau tidak ingin bernasib sama dengan Gou Nam. Maka cepat tunjukan lokasi gudang harta lainya " ancam Long Xitian .
" terus di mana lagi kau simpan " tanya Long Xitian yang kini sudah kembali berada di depan Ma Ho , dan kini di tanganya sudah ada pedang emas " di .. Di .. di sana " ucap Ma Ho , kini dia menunjuk arah istana barat .
Para prajurit yang di tugaskan untuk mengecek dua tempat itu , beehasil menemukan banyak harta .
Slaaasshh ... Long Xitian memotong tangan kananya dan mengambil cincin penyimpananya " arghhh .. kenapa kau memotong tanganku .. Ahh .. Aku sudah memberitahukanya " ucap Ma Ho sambil manahan sakit , darah keluar dengan deras dari tangan kananya yang sudah terpotong .
" haha.. Apakah menurutmu aku mudah kau tipu . Ribuan tahun kau hidup dalam kejayaan , apakah hanya segitu harta yang kamu miliki " ucap Long Xitian sambil bersiap kembali mengayunkan pedangnya .
" di .. Di . Istana tua .. Semua harta ada di sana tuan " ucap Ma Ho cepat , sebelum dirinya mendapat siksaan yang lebih parah lagi .
Segera, prajurit bergegas menuju ke istana tua sesuai apa yang di katakan Ma Ho .
__ADS_1
" Bagus .. dan kurasa sudah semua harta kau tunjukan . Jadi kau sudah tidak ada harganya lagi bukan " ucap Long Xitian sambil menyeringai dan menebas kaki Ma Ho .
Slassshhh..
" argghhhh.. Kenapa ? .. Aku sudah memberitahukanya " ucap Ma Ho menahan sakit .
" memang kau sudah memberitahukanya , lalu kenapa ? " ucap Long Xxitian kembali menebaskan pedangnya .
Slaaassshh ..
" arghhb . . Bunuh saja aku !! Ning Bo tolong bunuh aku , aku mohon " ucap Ma Ho berganti memohon kepada Ning Bo .
" hoho .. Apakah kamu yakin ingin mati ? " tanya Ning Bo .
" iyaa iyaa. .. Tolong bunuh saja aku " ucap Ma Ho sambil menahan rasa sakit .
" haha .. Ma Ho , permusuhan di antara kita memang tidak akan pernah bisa di damaikan , apakah kau tau rasanya hidup dalam pengasingan ? Apakah kau tau hidup dalam kekhawatiran ? Apakah kau tau bagaimana kami berjuang untuk bertahan hidup ? . Ketahuilah , jika hanya membunuhmu saja aku rasa itu tidaklah sepadan dengan apa yang selama ini kami derita . Jadi bersabarlah , akan ada waktunya kamu dan Gou Ma mati . prajurit ! Lakukan apapun pada mereka tapi jangan sampai mati terlalu cepat " ucap Ning Bo .
" baik pemimpin" jawab prajurit bersemangat . Dan segera prajurit berbondong bondong untuk andil , memberikan berbagai siksaan . Ada yang menguliti , ada yang memotong telinga , lidah dan lainya . Ma Ho dan Gou Ma benar benar merasakan apa itu siksaan yang sebenarnya , sampai sampai mereka berdua hanya menginginkan kematian sebagai berkah terindah .
Para prajurit terus menyiksa mereka berdua sampai mereka mati , kemudian memenggal kedua kepala mereka . " bawa kepala mereka , dan pajang di pintu masuk kota sebagai peringatan untuk suku suku lainya " ucap pemimpin Ning Bo .
" baik pemimpin " ucap prajurit dan bergegas membawa kedua kepala itu .
Long Xitian bersama kelompoknya dan pemimpin Ning Bo bersama tujuh tetua memasuki istana Air Hitam. Begitu tiba Di aula , mereka melihat harta jarahan yang menggunung .
" saudara Long , sesuai perjanjian harta rampasan kita bagi dua . " ucap Ning Bo . Lalu bergegas membagi sama rata harta rampasan .
__ADS_1
Setelah selesai pembagianya " silakan saudara Long , ini bagianmu . Silakan ambil dan bagi sendiri dengan kelompokmu " ucapnya .