
" aku ingin kalian semua merahasiakan pembataian yang kalian lihat !! Jika sampai berita ini tersebar maka hubungan antara sekte Gunung Salju dengan sekte Jiwa Abadi tidak lagi sama " ucap Long Xitian memecah kesunyian mereka.
"yakinlah , kami akan menjaga rahasia ini dengan nyawa kami saudara Long ." ucap salah satu murid Sekte Jiwa Abadi gugup .
"Baiklah , mari jelajahi istana dan kuras harta yang ada " ucapnya .
...****************...
Di luar dunia kecil .
Tiba tiba salah satu tetua sekte Teratai hitam meraung . Para tetua yang bersamanya tidak tau menau apa yang membuat tetua itu meraung marah dan tak terkendali .
" Tetua Ze Ma apa yang membuatmu begitu marah? " tanya tetua yang ada di sampingnya .
Urat urat di kepalanya tampak menonjol , dan dengan tubuh gemetar tetua Ze Ma membuka genggaman tanganya . Begitu genggaman tanganya terbuka nampak krital giok jiwa telah hancur .
" arghhhh.... Ze Yu " teriak frustasi dari tetua Ze Ma yang tidak bisa melindungi anak kesayanganya itu .
...****************...
Di dunia kecil .
Long Xitian dan yang lainya bergerak menuju pintu istana .
Sesampainya di depan pintu istana , Long Xitian dan yang lainya mencoba membuka pintu tersebut , namun selalu gagal .
" huhh .. Saudara Long mengapa pintu ini begitu sulit dibuka " tanya Fu Kang yang sudah kelelahan .
Long Xitian mengamati pintu istana hingga akhirnya menemukan alasan mengapa begitu sulit membuka paksa pintu tersebut .
"sepertinya di dalam ada banyak harta berharga , sehingga pintu ini di lapisi tiga mantra formasi pelindung sekaligus " ucapnya .
__ADS_1
Yang lain mendengar harta berharga menjadi berbinar , yang tadinya mereka kelelahan sekarang sudah kembali bersemangat .
" gege berhati hati lah , kata gege setiap ada harta pasti ada bahaya . Jangan terlalu memaksakan gege" Ling Qingli mengingatkan .
" Tenanglah Qing'er , aku akan hati hati . kalian mundur dulu " ucapnya .
Setelah memastikan semua sudah mundur , Long Xitian membuat gerakan tangan dan seketika tanganya berubah warna ke'emasan dan di pupil matanya sudah berwarna merah .
Setelah berhasil menemukan titik lemah formasi , Long Xitian lalu mengarahkan telapak tanganya yang sudah di lapisi cahaya ke'emasan itu bergerak dan di saat telapak tanganya bersentuhan dengan titik lemah formasi itu . Bommm... Ledakan terjadi , dan seketika itu setelah ledakan terjadi perlahan pintu perlahan terbuka .
Begitu pintu terbuka ,seketika pula Long Xitian dan lainya merasa heran karena dari dalam ruangan itu mereka dapat merasakan aura kehidupan " ini aneh, mengapa ada aura kehidupan sementara di seluruh kota yang ada hanya aura kematian yang begitu pekat " ucap Fu Kang .
" kita akan tau begitu kita masuk " ucap Long Xitian lalu bergegas masuk sambil menggenggam tangan Ling Qingli untuk memberikan ketenangan , di ikuti Fu Zha Fu Kang dan Mo Ya .
Begitu mereka masuk , mereka si suguhi begitu banyak harta di dalam peti yang berjejer rapi dan juga banyak kitab yang juga tersusun rapi di sebuah rak .
" haha Saudara Long memang paling tau lokasi harta berada , sungguh ini adalah gudang harta " ucap Mo Ya . Sementara Long Xitian hanya tersenyum sebagai tanggapan .
" iya kamu benar , telur ini memang bukan telur biasa . Tapi di bandingkan darah kita , darah yang ada di dalam telur ini masih di bawah kita bocah " ucap Hua Yin yang hanya bisa di dengar oleh Long Xitian .
Sebenarnya mereka sering berkomunikasi lewat pesan jiwa , karena jiwa mereka memang saling terhubung semenjak Long Xitian menanam mantra jiwa kepada Hua Yin . Hua Yin juga sering andil dalam memberikan saran kepada Long Xitian dalam mengambil keputusan .
" Baiklah telur itu aku percayakan padamu " ucap Long Xitian .
"Bocah kau tenang saja , tapi telur ini juga memerlukan energi kehidupan darimu . Jika ada waktu kamu berikan energi kehidupan pada telur ini karena aku hanya sebatas jiwa , dan sisanya akan aku urus " ucap Hua Yin dengan bangga .
" Saudara Long "
" hahh , iya ada apa saudara Fu " ucap Long Xitian kaget karena dia sedang berkomunikasi dengan Hua Yin sehingga tidak mendengar apa yang di bicarakan Fu Zha .
" Saudara Long benda apa ini ? " tanya Fu Zha , sambil menunjukan sebuah sisik yang ada di dalam peti . Dan sisik tersebut menyerupai sebuah perisai .
__ADS_1
Long Xitian mendekat dan melihat benda yang ditunjuk Fu Zha . Dan sebelum Long Xitian melihat dengan jelas , Fu Zha lebih dulu terlempar di saat menyentuh sisik itu . buggg ... Banggg Fu Zha terlempat seperti tekena sebuah serangan bola energi .
Segera Long Xitian dan lainya mendekat ke arah Fu Zha dan menolongnya " aahhhhh" teriaknya kesakitan , seperti banyak tulangnya yang patah akibat serangan dari sisik berbentuk perisai itu .
Long Xitian membantunya duduk dan menyadarkan tubuh Fu Zha kesebuah dinding ruangan itu " segera pulihkan dirimu dulu " ucapnya . Dengan segera Fu Zha memulihkan dirinya sambil duduk menyenderkan badanya kedinding .
Long Xitian kembali mendekat ke arah di mana sisik itu berada " hmm ini memang sisik , tapi hewan apa yang memiliki sisik sebesar ini sehingga satu sisik saja sudah menyerupai sebuah perisai " ucap Long Xitian sambil mencoba meraihnya .
" gege .. Bagaimana sisik itu tidak melukai gege" ucap Ling Qingli yang selalu membututi Long Xitian .
" Aku pun tak mengerti akan hal itu , mungkin sisik ini merasa cocok denganku atau kekuatanya sudah habis saat menyerang saudara Mo Ya " ucap Long Xitian berbohong , sebenarnya dia masih dapat merasakan kekuatan di dalam sisik itu , tapi kekuatan itu sama sekali tak berpengaruh terhadapnya sesuai dengan apa yang dikatakan Hua Ying padanya.
" Gege coba perhatikan ini " ucap Ling Qingli sambil menunjukan sebuah catatan kuno kepadanya . Dalam catatan kuno itu terdapat sejarah kota ini dan kota ini bernama kota naga .
" Hm .. Jadi dengan ini dapat di pastikan bahwa sisik ini adalah sisik naga , dan kenapa kota ini menjadi kota kematian . Hal itulah yang harus kita cari tau " ucap Long Xitian .
" kenapa perasaanku tidak enak setelah membaca catatan itu . Segera kumpulkan semua harta yang ada disini dan segera tinggalkan tempat ini , kita akan memeriksanya nanti kalau masih ada waktu " ucap Long Xitian .
" Saudara Fu Kang kirim pesan Jiwa kepada seluruh murid untuk meninggalkan tempat ini , karena aku merasakan bahaya yang tidak akan bisa kita tangani " Ucap Long Xitian Memberi perintah .
Dan setelah semua harta telah mereka kuras , segera mereka bergegas meninggalkan tempat itu , dan begitu mereka keluar dan melihat di halaman istana , mereka melihat semua murid sekte Jiwa Abadi terlihat ketakutan .
Mereka melihat semua murid sekte Jiwa Abadi temgah di kepung oleh ratusan pasukan bertombak dengan ranah Raja dan sepuluh pendekar tingkat ilahi .
" Saudara Long lihat tombak yang ada di tangan mereka " ucap Fu Kang .
" iya aku tau " ucap Long Xitian
"Siapa Kalian " tanya Long Xitian.
" kami penguasa kota ini , dari suku Naga Air "
__ADS_1