
Setelah melakakun salam perpisahan semua peserta yang telah menjadi murid Sekte Gunung Salju ,mereka berkumpul dengan Duta perwakilan Sekte Gunung Salju dan bersiap menuju Benua Tengah memggunakan gerbang teleport antar Benua yang ada di ibukota .
Para keluarga dari peserta yang telah resmi menjadi murid Sekte ikut berkumpul di tempat gerbang teleport berada untuk mengantar kepergian anaknya . Dan tak terkecuali Lin Mo yang juga berada disitu mengantar anaknya .
Long Xitian yang melihat keluarga dari para murid lainya datang hanya bisa melihat dengan iri ,karena hanya dialah sendiri yang tidak diantar oleh keluarganya .
"huhh , alangkah bahagianya bila orang tua ku juga ada disini , hmm sudahlah aku yang akan mendatangi mereka bila sudah menjadi kuat " batin Long Xitian
Lin Xuen yang melihat kesedihan di mata Long Xitian berkata " kakak Long kamu tidak apa apa kan "
" ehh tidak apa apa Xu'er , aku hanya bahagia bisa masuk ke Sekte Gunung Salju " jawab Long Xitian yang sebenernya di iri dengan yang lainya yang mendapat kasih sayang dan perhatian orang tua mereka.
" nak , aku titip Xu'er padamu yah , jaga dia disana dengan baik " ucap Lin Mo pada Long Xitian .
" baaik paman , aku akan selalu menjaga nona Lin " ucap Long Xitian sambil tersenyum
" kenapa kamu selalu memanggil nona , apa kamu mau di pukul " ucap Lin Xuen sambil melotot.
Lin Mo yang melihat kelakuan putri nya hanya bisa geleng geleng kepala , dan berpikir anaknya itu sudah mulai dewasa ternyata.
"baiklah kalian jaga diri baik baik disana " ucap Lin Mo
" baik paman , paman juga jaga kesehatan " ucap Long Xitian
" ayah juga jaga diri , jaga juga ibu , aku pamit ayah " Lin Xuen berjalan meninggalkan ayahnya meskipun berat tapi dia juga harus melangkah kedepan
__ADS_1
Long Xitian dan juga rombongan lainya berbaris di depan gerbang teleport yang sudah di siapkan oleh pihak Kekaisaran Xin .
Perlahan gerbang teleport berdengung dan gelombang pusaran hitam terlihat dengan itu satu persatu masuk di mulai dari Tetua Sun Ho dan di lanjutkan 10 murid baru terakhir murid inti menyusul .
Perjalanan yang harusnya memakan waktu 1 bulan jika tidak ada halangan di singkat hanya beberapa jam perjalanan saja . Sungguh kemudahan yang nyata dengan adanya gerbang teleport ini.
Di Sekte Gunung Saju tepatnya di tempat gerbang teleport berada terlihat beberapa murid dan tetua yang di khusus kan menjaga gerbang telport sedang berbincang bincang di kagetkan dengan kemunculan Tetua Sun Ho dan yang lainya .
Para murid yang berjaga memberi salam begitu melihat Tetua Sun Ho keluar dari gerbang teleport . "salam Tetua Sun Ho" hormat murid penjaga gerbang teleport
Sementara tetua yang menjaga juga tak luput memberi salam " salam senor " ucap tetua itu.
" salam diterima , hm apakah Patriak ada di tempatnya ? " tanya Tetua Sun Ho .
" ya begitulah dan kalian bawa murid baru ketempat sementara sebelum menentukan mereka hendak di tempatkan di paviliun mana , apa kalian mengerti " ucap Tetua pada ke empat murid inti.
"mengerti tetua " jawab ke empatnya
Tetua Sun Ho berjalan meninggalkan para murid dan menuju tempat Patriak Sekte berada .
"mari saya antar kalian ke tempat sementara kalian , dan beristirahatlah besok baru saya ajak kalian berkeliling Sekte " ucap He Zhang
" Terima kasih senior " jawab 10 murid baru dan mereka mengikuti para murid inti dengan patuh sesekali mereka bertanya tentang segala seuatu yang membuat mereka penasaran .
Dan di ruang tempat Patriak Sekte berada terlihat Tetua Sun Ho sedang menghadap melaporkan misi untuk merekrut murid dari Benua Barat .
__ADS_1
" lapor Patriak perekrutan murid di Benua Barat melebihi expetasi kita Patriak " ucap Tetua Sun Ho
"melebihi ekpetasi , coba jelaskan" ucap Patriak
"ya seperti yang kita semua tau bahwa Benua Barat adalah yang terbelakang tentang kemajuan kultivasinya , jadi dari awal kita hanya menganggap peserta dari sana paling paling hanya di tingkat alam tempering tubuh itu pun kita kira paling banter di tingkat 5 -6 . Dan ternyata ada dua murid yang berasal dari Klan kecil tapi sudah mampu mencapai alam Bumi , yang lebih salah satu diantaranya aku pun tidak tau tingkatanya dan bahkan saya tidak merasakan jika dirinya seorang kultivator , itu yang saya maksud Patriak " Tetua Sun Ho menjelaskan .
" ho ho ho bukankah itu keberuntungan kita dan kenapa jenius seperti mereka yang bahkan di Benua Tengah pun untuk umur di bawah 18 tahun sudah masuk alam Bumi itu masih langka dan termasuk jenius tapi mengapa Sekte Sekte di sana tidak lebih dulu menariknya , emm apa maksud tetua dengan tidak merasakan jika dia seorang kultivator tapi tetua dapat menyimpulkan dia berada di alam Bumi sementara tetua tidak merasakanya coba jelaskan " ucap Patriak di sertai anggukan para Tetua yang ada di ruangan itu.
" kalo soal Sekte Sekte di sana kemungkinan besar mereka tidak mengetaui nya di karenakan 2 murid itu tidak menonjol atau bisa dikatakan mereka tidak pernah mengungkapkan kekuatanya sebelum perekrutan di laksanakan dan itu penjelasan dari kemungkinan itu bahkan pihak Kerajaan disana tidak mengetahui perihal jenius itu" ucap Tetua Sin Ho lalu menyeruput kopi nya dan melanjutkan menjaskan .
"dan kenapa bisa saya menyimpulkan bahwa dia sudah berada di alam bumi itu karena 1 dia mendapat posisi pertama dalam ujian itu bahkan artefak tangga yang menjadi ujian sama sekali tidak berefek padanya , 2 dia memiliki pasangan yang sudah berada di alam bumi jadi mana ada wanita yang mau sama lelaki yang bahkan lebih lemah darinya , dan 3 soal saya tidak melihat bukan berati bukan kultivator karena jika bukan kultivator mana mungkin Klan akan mengirimkanya mewakili Klan mereka yang bahkan dirinya tidak memiliki status apapun di Klan itu huhh" menghela nafas setelah menjelaskan panjang lebar situasi itu pada Patriak .
Mata Patriak dan Tetua yang hadir yang mendengar penjelasan Tetua Sun Ho penuh bintang dan memiliki pemikiran yang sama yaitu "menjadikan murid itu menjadi muridnya "
" ha ha kenapa wajah kalian semua seperti melihat harta karun dan seolah olah mau memangsa aku yah " ucap Tetua Sun Ho dengan wajah bingungnya
" ehm Tetua Sun Ho , siapa nama pasangan itu dan bagaiman kalo besok anda membawanya ketempatku siapa tau mereka memiliki kecocokan dengan ajaran ku haha " ucap Patriak
Para tetua yang mendengar itu sedikit kecewa karena saingan mereka sang Patriak jadi mereka hanya mengeluh dalam hati sebelum mereka mendengar ucapan Tetua Sun Ho dan menjadi penuh harap kembali.
"bukanya saya menolak tapi alangkah baiknya kita coba tanyakan pada mereka atau kita liat potensi terbesar mereka dimana dan setelah itu baru kita memilih guru yang cocok dengan potensi mereka Patriak , bagaimana " ucap Tetua Sun Ho yang sebernya juga ingin melatih mereka .
Patriak yang mendengar itupun hanya bisa setuju karena memang usulan yang di berikan Tetua Sun Ho tidak memihak siapa pun dan memberi keuntungan pada murid tersebut .
"baiklah jika itu demi kebaikan bersama "
__ADS_1