
*bila ada salah kata di cerita ini mohon di maafkan.
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah, setiap murid sedang berlarian ke lapangan sekolah untuk mengikuti upacara bendera hari pertama dan penerimaan. Junku adalah murid yang datang dari desa, dia sudah berdiri di belakang papan nama kelasnya sebelum murid yang lain berdatangan.
persepsi Junku
'Hari ini adalah hari besar, aku harus bisa menggapai mimpiku agar kedua orang tua ku bisa bangga kepada ku' itulah yang di katakan Junku saat ia berangkat ke sekolah.
Saat Junku telah sampai di sekolah ia memarkirkan sepedanya di tempat parkir dan berjalan menuju lapangan sekolahnya untuk mengikuti upacara bendera. 'Semoga hari ini menjadi hari terbaik.' 'Dan ini masih jam 6.15 menit masih ada 45 menit lagi, ternyata para siswa yang bertugas sudah di tempatnya masing-masing. Heh, aku kalah cepat dari mereka.' sudah kebiasaan Junku dari kecil, ia selalu datang 45 menit lebih awal. karena dia takut sekalih dengan hukuman yang akan di berikan oleh guru kedisiplinan.
'Baiklah sembari menunggu yang lain, aku berdiri saja di belakang papan kelas ku. semoga teman sekelas ku tidak membully ku.' Sambil menunggu dia menoleh ke kanan dan ke kiri dari barisannya, dia melihat ada seorang murid perempuan yang datang menghampirinya. 'Ada dengannya? Kenapa dia kelihatan terkejut?'
persepsi Akira
'hari ini hari pertama masuk sekolah dan aku harus jadi yang pertama datang di kel....' dalam hatinya ia berkata. Namun ternyata telah ada yang mendahuluinya.
'siapa dia?' tanyanya, "Hei siapa kamu?" tanya Akira. "N-nama ku Junku. Kamu?" "Nama ku Akira. salam kenal.(sambil menyodorkan tangannya)". 'kenapa dia diam saja? Ah biarlah toh nanti di kelas berkenalan lagi.'
*di dalam kelas
Setelah selesai upacara, para murid baru di giring menuju kelas masing-masing. Kelas ini mereka saling berkenalan dan mencari teman yang cocok. Dan mencari tempat duduk yang sesuai dengan keinginan mereka.
__ADS_1
Hanya ada dua murid yang kelihatan janggal di kelas itu, yaitu Junku dan Akira. Mereka duduk bersebelahan dan mereka tidak berbicara sepatah kata pun.
Akira membuka percakapan di antara mereka. "Hei Junku, apakah kamu merasa ada hal yang aneh?"
Junku yang sedang membaca novelnya pun terganggu dengan pertanyaan Akira. "Ke-kenapa memangnya? Aneh dari mana?" "Hmm... Itu lihat yang lainnya, mereka sibuk mengobrol dengan teman sebangku mereka, tapi kita?"
Junku tidak membalas pertanyaan Akira karena wali kelas sudah datang dan siap untuk meng-absen para siswanya. 'Heh anak ini selalu saja menghindar dari pertanyaan ku' kata Akira dalam hati.
"Baik anak-anak. Dengarkan Ibu sebentar, perkenalkan saya adalah Ibu wali kelas kalian, nama saya adalah Bu Jia." "Selamat pagi Bu Jia"(jawab murid-murid dengan serentak)
"Untuk hari ini kita perkenalan dulu dan nanti saya lanjutkan dengan materi pembelajaran dan tugas hari pertama masuk sekolah. Baik kita mulai dulu dari belakang. Siapa nama kamu nak?" sambil menunjuk Junku.
"N-nama saya adalah Junku, Joe Junku. Saya berasal dari desa, hobby saya membaca, menulis, mendengarkan musik, bernyanyi, dan olahraga. Salam kenal semuanya." 'Dia dari desa. Hmm pantas saja dia agak mau saat aku tanya tadi.'
Setelah semua memperkenalkan diri akhirnya kelas di mulai. Ibu Jia memberikan semua muridnya jadwal pembelajaran selama lima hari, dan hari ini mata pelajaran yang akan di mulai pertama adalah mata pelajaran bahasa.
"Baiklah semua sekarang adalah mata pelajaran bahasa, materi untuk pertemuan kali ini adalah puisi dan nanti sebelum pembelajaran selesai ibu akan memberikan tugas kepada kalian. Apa kalian paham?" "Paham Bu."
"Baiklah anak-anak sekarang Ibu akan memberikan tugas bagi kalian, tugasnya adalah membuat puisi, dengan peraturan:
__ADS_1
dilarang mencontek di internet
dilarang mencontek di buku/novel/komik
dilarang mencontek milik teman sendiri
Pengumpulan tugas Minggu depan ya.
Apakah kalian kurang jelas?" "Jelas Bu." "Kalau begitu Ibu akhiri pembelajaran pada pertemuan kali ini."
'Akhirnya aku bisa menunjukan bakat ku yang sebenarnya.' kata Junku dalam hati.
"Kau kenapa Jun?" tanya Akira
"Ti-tidak apa-apa." balas Junku
/satu minggu setelahnya
"Baiklah anak-anak. Saya ingin kalian mengumpulkan tugas yang saya berikan Minggu lalu." setelah Bu Jia berkata seperti itu semua murid langsung mengumpulkan tugas tersebut.
__ADS_1
* bila para pembaca yang terhormat memiliki pendapat atau terjadi kesalahan kata mohon tinggalkan pesan di komentar