
/satu minggu setelahnya
"Baiklah anak-anak. Saya ingin kalian mengumpulkan tugas yang saya berikan Minggu lalu." setelah Bu Jia berkata seperti itu semua murid langsung mengumpulkan tugas tersebut.
Junku dan Akira mengumpulkan paling akhir karena pengumpulan di lakukan berdasarkan urutan meja para murid. Jadi Bu Jia bisa mengetahui siapa yang tidak mengerjakan tugasnya kemarin.
"Baiklah, karena semua sudah mengumpulkan sekarang saya ingin kalian membacakan puisi yang kalian buat di depan kelas." "Ibu akan panggil nama kalian secara acak. Jika ada yang ketahuan mencontek dari internet maka akan ibu hukum."
"Yang permata membacakan puisi hari ini adalah.... Akira. Akira silahkan maju ke depan." "Ba-baik Bu." "Judul dari puisi saya adalah 'SAJAK SANG EMBUN'."
"SAJAK SANG EMBUN"
Aku bukan sosok yang sempurna
Karena yang ku lakukan
Selalu salah di hadapanmu
Selalu salah di hatimu
Aku hanyalah embun
Terbentuk dari uap air
Tangisan mata ini
Hanya saat pagi
Tak kan ku menyakiti
Aku di samping mu
Ingin melihatmu bahagia
Tak ingin kamu terluka
Jika kamu bahagia
Biarkan aku pergi
Tuk jadi pelampiasan orang lain
Dan ku akan kembali
Tuk jadi penghangat mu
__ADS_1
Kala hujan mengguyur hati mu
"Sekian terimakasih."
Persepsi Junku
'Saat Akira membacakan puisinya, kenapa aku bisa merasakan sesuatu yang sangat sakit?' tanyanya dalam hati. 'Saat Akira kembali duduk, akan kutanyakan kenapa begitu mendalam puisinya.'
"Akira, puisi kamu tadi kok kelihatan sedikit bawa perasaan kamu?" tanya Junku setelah Akira kembali duduk di sampingnya. "Eh, gak kok. Cuman....rahasia." jawabnya. "Ok lah klo gitu.". 'Ternyata benar, ada yang dia sembunyikan tapi dia tidak sadar menampilkannya saat dia membaca puisinya tadi.'
Setelah semua murid dipanggil hanya tersisa Junku yang belum membacakan puisinya. "Baiklah, puisi yang belum terbaca kan adalah milik Junku. Junku silakan maju dan bacakan puisi kamu." "Baik Bu."
"Puisi yang akan saya bacakan berjudul 'SANG PENA' semoga kalian terhibur."
"SANG PENA"
Malam kembali
Mengajak ku berimajinasi
Tanpa takut dan lelah
Setiap goresan tercipta
Melihat mu tertawa
Dalam gelap jiwa
Karena hati terluka
Namun di sisi lain
Bulan murung melihatku
Karena siksaan ini
Melihat kepergian hati mu
Bintang temani malam gelap ku
Suara angin malam bagai melodi hati
Menggoyang pena menjadi indah
Membentuk suatu karya
__ADS_1
Dalam gelap damai ini
Tersimpan selembar kenangan
Dalam ikatan sebuah hati
Tak terdapat gangguan
Angin malam semakin kencang
Membuat guratan pena bertambah
Dalam keheningan malam ini
Sang pena berimajinasi lagi
Dengan cahayanya bulan tersenyum
Melihat semangat sang pena
Yang menambahkan suatu karya
Bintang terpengaruh oleh pena itu
Selesai sudah pena berkarya
Karya untuk pujaan hatinya
Dalam lembaran suci ini
Menyatu sebagian rasa hati
"Sekian terimakasih." semua murid wanita di kelas itu sampai menitikkan air mata karena puisinya, bahkan Bu Jia juga sampai menitikkan air mata. Tidak terkecuali para murid laki-laki, mereka hanya melongo karena tidak menyangka, di kelas merek ada seorang yang sangat berbakat.
"Junku, apakah puisi kamu itu kamu buat sendiri?" tanya Bu Jia. "Iya bu, puisi saya buat sendiri dengan batuan sang malam dan bintang bulan. Hanya mereka yang bisa menerima saya, dalam pergaulan saya di dunia." Bu Jia bahkan terkejut dengan apa yang Junku paparkan.
Persepsi Akira
'Kenapa puisi Junku sangat menyentuh? Bagai mana dia melakukannya?' tanya Akira dalam pikirannya. "Hei Akira, kamu tidak apa-apa kan? Kenapa kamu bengong terus?" tanya Junku yang sudah duduk di bangkunya kembali.
"Aku tidak apa-apa." jawab Akira sekenanya. 'Kenapa aku begitu peduli dengan dia beberapa hari ini? Apa mungkin aku suka dengan dia? Ahh, tidak mungkin aku suka dengan dia.' tanya Akira dalam hatinya.
Saat bel istirahat berbunyi, semua orang pergi ke kantin ataupun berkumpul di depan kelas untuk mengobrol. Namun tidak bagi Junku, ia berjalan dengan membawa buku menuju perpustakaan sekolahnya. Tempat paling sepi saat istirahat berlangsung.
*kelanjutan kisah ini akan di update jika saya sudah suntuk. bila ada kesalahan ejaan ataupun kata, mohon beritahu di kolom komentar
__ADS_1
*terimakasih sudah mau membaca novel saya ini