Penulis Puisi Rahasia

Penulis Puisi Rahasia
eps 4. salah faham


__ADS_3

'Kenapa ia berbicara seperti itu?' tanya ku dalam hati. Karena perutku yang mulai lapar ini tidak bisa di ajak berkompromi, akhirnya aku memutuskan untuk ke kantin dan langsung kembali ke kelas ku.


Di lain tempat seseorang sedang memasuki kelas Akira dan Junku. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Karena seluruh kelas kosong, dia pun melanjutkan kegiatannya.


Ia meletakkan secarik kertas di laci meja milik Akira. Kemudian dia pergi meninggalkan kelas tersebut. 'Semoga dia membacanya.' katanya dalam hati


perspektif Akira


"Akhirnya kenyang juga. Balik ke kelas lagi lah, udah mau masuk juga." 'Apakah ada secarik kertas lagi di laci mejaku?' tanya ku saat berjalan kembali ke kelas.


Sebelum masuk kelas aku melihat Junku yang sudah duduk manis di bangkunya. 'Dia cepat sekali sudah sampai di kelas lebih dulu.' "Hai Junku, kamu dari mana saja tadi?" tanya ku ke Junku.


"Aku dari perpustakaan, lalu kembali ke kelas." jawabnya santai. Setelah itu aku duduk di bangku ku, kemudian aku melihat ke laci mejaku. Ada secarik kertas berisi puisi lagi.


'Kenapa ada ini lagi? Pasti Junku pelakunya.'


Perspektif Junku


" Hah.... seperti biasanya. Sangat sepi sekalih perpustakaan ini. Kenapa banyak murid yang membenci tempat ini? Apakah tempat ini memiliki kutukan?" Seperti biasanya, waktu istirahat aku habiskan di perpustakaan. tempat yang memberikan aku kebebasan ketika di sekolah.


Saat aku memasuki ruangan perpustakaan, aku menyadari keberadaan seseorang yang sudah aku kenal siapa itu. "Apakah tempat ini memiliki kutukan Bu?" tanya ku ke penjaga perpustakaan.


Penjaga perpustakaan ini bernama Bu Sianji. Dia memang bertugas menjaga perpustakaan sekolah ini. "Hahaha.... apa yang kamu katakan Junku." jawabnya sambil tertawa. "Sebenarnya tidak ada kutukan yang berlaku di perpustakaan ini. Hanya saja, mereka tidak mau membawa ataupun meminjam buku yang bagus bagus dan keren ini."


"Baiklah Bu. seperti biasanya Bu, saya akan membaca di meja kesukaan saya. Permisi Bu." "Silakan Junku." jawabnya. Lalu aku memilih buku yang ingin aku baca di rak. Lalu mengambil buku tersebut.

__ADS_1


Sebenarnya aku benci berada di luar perpustakaan ataupun ke kantin sekolah. Karena keadaannya yang ramai dan tidak tenang.


*10 menit kemudian


Setelah selesai membaca buku yang berjumlah 200 halaman tadi aku kembali ke kelas. Karena masih ada waktu 15 menit untuk istirahat, keadaan kelas masih sepi. Aku kemudian duduk di bangku ku dan merasakan ketenangan kelas ini beberapa saat.


"Hai Junku, kamu dari mana saja tadi?" tanya Akira pada ku. "Aku dari perpustakaan, lalu kembali ke kelas." jawabku santai. Kemudian ia duduk di bangkunya yang bersebelahan di samping ku.


Aku hanya melihat ke langit-langit kelas, sembari menunggu bel masuk kelas. Aku melirik Akira yang duduk di bangkunya. Ekspresi Akira yang terkejut membuatku penasaran.


"Ada apa Akira?" tanya ku pada nya. "Kenapa kamu melakukan ini pada ku?!" tanyanya balik kepada ku dengan nada tinggi. "Aku tak tahu apa-apa. Kenapa kamu marah padaku?" tanya ku kembali.


"Ini ulah mu bukan?!" jawabnya sambil menuduhku. "Apa?" tanya ku dengan nada menenangkan. Dia menunjukkan secarik kertas yang tertulis puisi di sana.


"Bunga Bintang Malam"


Bersanding dengan bahagia


Tersaji dalam hati


Mewarnai hati ini


Bintang pelengkap mu


Muncul gantikan senja

__ADS_1


Menari dalam hatiku


Melihat senyum merekah


Malam hadirkan rindu


Dalam jiwa rasa sendu


Tak kuasa lihat senyum mu


Bingkaian hati ku


Tertanda "J "


Setelah aku membaca puisi tersebut aku merasa Akira menyangka puisi itu buatan ku. "Jadi kamu pikir puisi ini aku yang buat?"


"Lalu siapa lagi? Kamu yang selalu di kelas sebelum waktu masuk kelas." jawabnya masih dengan nada marah.


"Dengarkan baik-baik, bukan aku yang membuat ini. Karena aku selalu di perpustakaan dan tidak akan mengganggu orang lain. Jadi bukan aku yang melakukannya.'


"Kamu bohong. Aku tidak percaya pada mu."


"Jika kamu tidak percaya pada ku tidak apa-apa." "Tapi kamu akan menyesali perkataan mu. Karena telah menuduh ku yang tidak-tidak."


Setelah berkata itu aku kembali ke kebiasaan ku, duduk santai sambil memandang langit-langit kelas ini. Sambil sesekali melirik Akira yang masih marah padaku. 'Aku ingin tau siapa "J " ini. besok akan aku cari tau siapa dia.

__ADS_1


*maaf ya pada nunggu lama. karena author baru ada ujian jadi author sedikit sibuk. udah update lagi nih. jangan lupa jika ada kesalahan ejaan atau kata tolong nanti komen ok.


*makasih sudah baca😊


__ADS_2