
# NOTE AUTHOR
Hai all, ada yang rindu dengan saya?? saya kira tidak ada. hahaha, maaf saya terlalu sibuk dengan kegiatan saya sampai lupa akan kalian yang selalu menanti karya lanjutan dari novel ini. Maafkan saya jika saya terlalu lama membuat kalian menunggu. Saya juga berterima kasih atas doa kalian dan dukungan kalian, akhirnya saya bisa naik ke kelas XII. Sebagai obat kerinduan kalian saya akan update novel saya ini dalam waktu dekat maaf jika masih terlalu lama. Apakah kalian penasaran apa yang akan terjadi di kehidupan Junku dan Akira? Silahkan menuju TKP.
* Perspektif Junku
Sudah 10 menit berlalu dan tidak ada murid lain masuk ke kelasnya. 'Kenapa belum ada orang yang masuk?' tanya ku. 'Ya sudah lah, aku menunggu saja sampai bel masuk kelas berbunyi.'
Setelah menunggu begitu lama tetap tidak ada yang masuk kelas, 'Aku rasa dia tidak akan datang. Lebih baik aku pergi dulu dan kembali secepatnya, agar aku tau siapa yang menulis puisi-puisi itu ke Akira.'
Namun Junku tidak menyadari bahwa ada yang menunggu di balik tembok kelasnya dan mengintipnya. 'Sebaiknya kau lekas pergi, biar aku bisa memberikan puisi kepada nona cantik.' katanya dalam hati.
__ADS_1
'Aku akan tetap tinggal di kelas saja sudah tanggung, tinggal 4 menit lagi.' Junku berkata dalam hati sambil berfikir dengan melihat jam yang ada di kelas.
'Sial tinggal 4 menit lagi. Sebaiknya aku kembali ke kelas, sebelum ada yang mengetahui keberadaan ku mengintip di kelas ini.' dengan terburu-buru dia lari dan meninggalkan kelas Junku.
Junku yang mendengar suara langkah kaki yang sangat jelas tadi hampir berdiri dari bangkunya dan mengecek siapa yang berlari tadi, tapi langkahnya terhenti ketika Akira sudah ada di ambang pintu kelas.
*Perspektif Akira
'Aku masih penasaran siapa yang menaruh puisi itu ke laci meja ku?' dalam hati dia bertanya seperti itu. 'Tidak mungkin juga itu Junku, karena dia anak baik-baik dari desa. Aku akan menyelidiki nanti saat waktu istirahat.'
'Akhirnya waktunya makan, aku akan pergi menelusuri perpustakaan dulu, aku tetap curiga itu adalah Junku. Namun dia tidak berani mengakuinya. Baiklah waktu istirahat aku akan bertanya kepada penjaga perpustakaan sekolah ini.'
__ADS_1
(Perpustakaan sekolah)
'Akhirnya aku sampai juga.' "Selamat datang di perpustakaan sekolah, ada yang bisa saya bantu?" tanya Bu Sianji kepada Akira. "Maaf Bu, perkenalkan saya Akira, ini pertama kali saya datang ke perpustakaan sekolah." (jawab Akira sambil tersenyum ramah). "Tidak apa-apa, karena tidak ada murid lain yang datang selain kamu dan seseorang yang gemar membaca buku. Perkenalkan saya adalah Bu Sianji. Ada yang bisa saya bantu Akira?" "Owh apakah betul itu Bu? saya adalah orang ke 2 yang datang ke perpustakaan sekolah ini? lalu siapa yang pertama?"
"Iya kamu adalah orang ke dua yang datang ke perpustakaan ini, orang yang pertama datang ke perpustakaan ini adalah seorang anak laki-laki dari desa dan dia gemar sekali membaca." 'Apakah yang di maksud adalah Junku?'(tanya Akira dalam hati) "Namun dia hari ini tidak datang karena dia ada urusan di kelasnya. Semoga dia baik-baik saja."
"Maaf Bu jika boleh tau siapa nama anak itu?" "Owh dia adalah anak kelas X sama seperti kamu dan namanya adalah Junku. Apakah kamu mengenal dia nak?" "Iya Bu, dia adalah teman sekelas ku yang selalu diam dan suka membaca buku di kelas."
"Apakah dia baru ada masalah nak? Karena belakangan ini dia selalu membaca buku tentang misteri dan detektif." "Saya kurang tau Bu, kedatangan saya kesini ingin menanyakan kebiasaan Junku selama di perpustakaan. Apakah boleh Bu jika saya tau tentang kebiasaan Junku selama di perpustakaan?" (tanya ku dengan penuh harap)
#note author
__ADS_1
Yo apa kabar semua para pembaca? huahahaha, kalian menunggu jawaban dari Ibu Sianji kan? hahahaha, ini akan saya jadikan misteri di eps selanjutnya. Makanya stay tune di novel ini biar tau bagaimana jawaban dari Bu Sianji, lalu apakah Junku dan Akira akan menemukan siapa yang mengirim puisi rahasia tersebut? Dan apakah Junku dan Akira akan menjadi sepasang kekasih?
Wait sabar bro/sis, waktunya masih lama jangan khawatir saya akan update secepatnya. Terima kasih atas kunjungan dan pendapat kalian di novel saya, jika kalian menemukan kesalahan dalam novel ini saya harap kerja samanya. Jika ada kesalahan penulisan kata ataupun kalimat di novel ini saya mohon maaf.