
Saat bel istirahat berbunyi, semua orang pergi ke kantin ataupun berkumpul di depan kelas untuk mengobrol. Namun tidak bagi Junku, ia berjalan dengan membawa buku menuju perpustakaan sekolahnya. Tempat paling sepi saat istirahat berlangsung.
Perspektif Akira
'Eh.. kemana Junku pergi? Perasaan di tadi masih di dalam kelas.' aku bertanya kepada diri sendiri. 'Coba aku tanyakan pada teman-teman apakah ada yang melihat Junku.' Aku menghampiri ketua kelasku untuk bertanya kemanakah Junku pergi.
"Ketua kelas, kau lihat Junku tidak?" tanya ku sedikit berteriak. "Tidak, kenapa kau mencarinya?" "Tidak apa-apa." 'Kemana kamu pergi Junku?'
Setelah itu aku pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman, 'Untunglah saat ini kantin sepi jadi aku bisa mencari Junku di sekitar kantin.' Setelah hampir dua menit memperhatikan sekeliling kantin aku masih tidak menemukan Junku.
Akhirnya aku menyerah dan kembali ke kelasku untuk makan. Saat aku kembali duduk di meja ku ada secarik kertas yang menarik perhatian ku. kertas itu berisi puisi namun aku tidak mengenal siapa penulis puisi itu.
"BUNGA HUJAN"
Semalam hujan turun
Menggenang di pelupuk mata
Terjatuh mengenai hati
Terluka dalam sunyi
Tak ku sangka hati ini
Kembali melihat sang dewi
Jatuh tepat dalam hati
Tuk penuhi lubang ini
__ADS_1
tertanda J
'J? Siapa J ini, apakah itu mungkin Junku?' saat membaca puisi itu aku tak tahu kalau ternyata Junku sudah duduk di sebelah ku.
"Cantik sekalih. Dari siapa puisi itu Akira?" "Hah... Junku kamu bikin kaget orang saja. Aku tidak tau dari siapa tapi dia meninggalkan sesuatu "J" hanya itu. Apa mungkin itu kamu?" tanya ku penuh selidik.
"Kenapa kamu berfikir itu aku?" "Karena inisial ini yang membuat ku yakin itu adalah kamu." "Lalu kamu pikir 'J' itu hanya aku saja?" tanyanya balik.
Saat dia bertanya seperti itu pada ku, aku hanya bisa diam. Tapi aku tetap mempunyai firasat bahwa pelakunya adalah Junku.
/ke esokan hari
'Aku masih penasaran siapa yang menaruh puisi itu ke mejaku. Aku yakin pasti adalah satu orang yang ada di kelas, tapi siapa?' tanyaku dalam hati ketika berjalan menuju kelasku.
Sesampainya di kelas
'Junku juga belum masuk kelas? Biasanya dia yang selalu pertama masuk.' saat aku mau duduk di bangku ku. Ada secarik kertas yang sudah menunggu di laci ku. Aku menariknya dan mulai membacanya.
"KEPERGIAN SANG HARAPAN"
Malam telah merenggutnya
Kedalam sebuah asa
Menyatu dengan mimpi
Membalikkan keadaan hati
Kau yang ku cari
__ADS_1
Namun menghilang kembali
Harapan ku sirna
Tuk bersama mu Senja
tertanda J
'Ha.. J lagi, siapa sih si J ini.' setelah aku selesai membaca puisi tersebut, ternyata kelas sudah mulai ramai murid yang berdatangan. Namun aku tak kunjung melihat Junku.
Ketika hampir waktu masuk jam pelajaran pertama, aku baru melihat Junku yang berlari masuk ke kelas. Seisi kelas langsung menatapnya penuh tanya. Namun Junku hanya melewati mereka dan duduk di kursinya yang berada di samping ku.
"Kamu dari mana saja?" tanyaku ke dia.
"Kamu.... tidak akan..... merasakannya, karena ini..... benar-benar...... melelahkan." jawabnya sambil mengatur nafasnya yang memburu. "Ya sudah lah."
Pelajaran jam pertama telah usai, dan waktunya istirahat, awalnya aku ingin pergi ke kantin, tapi karena penasaran dengan Junku akhirnya aku membuntutinya.
'Bukankah ini jalan menuju perpustakaan sekolah? kenapa dia berjalan kesana? bukankah perpustakaan itu tempat yang membosankan?' tanya ku dalam hati.
Begitu sampai di lobby perpustakaan Junku langsung absen dan meletakkan beberapa barangnya di loker penyimpanan lalu berjalan ke atas untuk masuk ke dalam perpustakaan.
"Hah.... seperti biasanya. Sangat sepi sekalih perpustakaan ini. Kenapa banyak murid yang membenci tempat ini? Apakah tempat ini memiliki kutukan?" tanya Junku ketika akan memasuki ruangan perpustakaan.
'Kenapa ia berbicara seperti itu?' tanya ku dalam hati. Karena perutku yang mulai lapar ini tidak bisa di ajak berkompromi, akhirnya aku memutuskan untuk ke kantin dan langsung kembali ke kelas ku.
*para pembaca novel yang terhormat. terimakasih atas dukungan kalian, karena telah bersedia membaca novel ini.
*Apa bila kalian menemukan kesalahan ketik pada eps di atas mohon memberitahu di kolom komentar
__ADS_1