Penyihir Cantik

Penyihir Cantik
1 Monica


__ADS_3

Namaku Monica, aku hidup sebatang kara, orang tua ku tidak di ketahui.



dulu aku punya keluarga, meski bukan keluarga asli ku, tapi dia merawat ku dengan penuh kasih sayang.


dia adalah kakek Riwert.


dia bekerja di kebun orang untuk menghidupi kami berdua.


aku kira aku hanya gadis biasa saat itu.


hingga...



suatu hari aku merasa sudah cukup besar, karena tidak mau membebankan kakek, aku pamit untuk pergi.


sebelum aku pergi kakek menahan ku.


"Nak Tunggu Dulu, Kamu serius ingin pergi?" tanya kakek.


"Iyah kek, saya tidak mau membebankan orang" kata ku dengan keputusan bulat.


"kakek ingin bilang..." kata kakek terputus.


"Ada apa kek?" tanya ku penasaran.


"tidak, kakek ingin bilang jaga kesehatan, jangan terlalu bekerja keras, nanti kamu sakit" kata kakek.


"Ohhh, iyah kek, tentu, monica akan rajin menjenguk kakek" kata ku.



aku pun pergi, padahal tadi aku berharap kakek akan menceritakan tentang orang tua ku.



5 bulan sudah aku pergi sendiri, aku bekerja menjaga toko roti di kota, ketika punya uang lebih aku akan pergi mengunjungi kakek dan membawakan makanan enak.



suatu hari kakek jatuh sakit, aku kembali ke rumah kakek untuk mengurus nya.



hingga ketika saat itu kakek berkata bahwa dia tidak bisa bertahan.


"Nak, kakek tidak bisa bertahan, kamu hidup yg baik yah, terus ini, ini adalah kalung peninggalan orang tua mu, dan ini surat untuk kamu, baca lah ketika kakek sudah tiada yah" kata kakek.



aku hanya mengangguk saja sambil menangis, aku mengambil kalung yg berliontin bentuk bintang itu.



lalu kakek bilang "Ketika kamu tau segala nya, jangan marah yah, maaf kan kakek" kata kakek.


"kek, tenang aja, monica nggak bakalan marah sama kakek, kakek pergi dengan tenang yah" kata mengelus wajah kakek.



kakek pun menutup mata nya, dan memghembuskan nafas terakhir nya.



aku pun mengangkat jasad kakek dengan gerobak dan mengubur nya di sebuah bukit di tempat yg tenang.


"Beristirahat lah dengan tenang kek" kata ku di batu nisan kakek.



aku pulang ke rumah kakek mengambil surat itu lalu membaca nya.



"Nak, maaf kakek baru bilang sekarang, kakek pertama ingin memberi tahu mu, bahwa nama mu Monica Howard, ayah mu adalah steven Howard, dan ibu mu bernama Zeren.


satu hal yg sangat perlu kamu ketahui, kamu bukan manusia biasa nak, kamu Adalah penyihir, Kalung yg ku berikan pada mu adalah kalung peninggalan Orang tua mu. itu adalah kalung pertanda identitas mu, semua penyihir yg melihat kakung itu akan tau bahwa kau penyihir. sementara manusia yg melihat nya hanya akan seperti kalung biasa.


maaf jika kakek selama ini menyembunyikan nya, orang tua mu menitip mu kepada kakek tepat ketika kamu lahir, mereka pergi berperang melawan seorang penyihir jahat, dan mereka menghilang selama nya,


jika kamu ingin mengetahui banyak hal pergilah ke kota penyihir, untuk itu kamu perlu buku petunjuk sihir milik orang tua mu, ambilah dan bawa, aku sembunyi kan di bawa kasir ku, gali dan kau akan temu kan"



setiap Kata dari dalam surat itu membuat ku menangis dan kaget.



aku? seorang penyihir?


seketika tangis ku pecah ketika teringat bahwa orang tua ku menghilang dan hingga kini belum kembali.


aku pun memutus kan untuk pergi ke kota penyihir untuk menemukan kebenaran nya. aku pun melakukan apa yg di kata kan kakek untuk menggali di bawah kasur kakek dan mengambil buku penuntun sihir itu.



setelah menggali beberapa kali, aku pun menemukan buku penuntun sihir itu.


bukunya cukup tebal dan tetlihat usang juga kuno.


ketika ku buka ternyata di dalam nya sudah ada peta menuju kota sihir dan ada 2 foto, di salah satu foto ada 2 orang pria, di balik foto ada tulisan nama "Steven Howard & Guru Kei" "aku yakin itu adalah ayah ku dan guru nya. mungkin aku bisa bertemu dengan nya di kota sihir nanti dan membantu ku melatih sihir ku" kata ku pada diri sendiri.



lalu di foto yg satu ada foto seorang wanita dan di balik nya tertulis nama "Zeren" dan yah aku yakin itu ibu ku, lalu kalung yg di guna kan nya pun sama seperti kalung yg ku pakai.



aku pun pulang ke rumah ku dan mempersiap kan segala kebutuhan untuk menuju kota sihir, lalu aku berpikir "Mungkin akan lebih cepat jika aku menggunakan kuda" kata ku.


aku pun mengambil uang yg ku tabung sebagian dari bekerja dan membeli kuda.


kuda itu ku beri nama Alfa.



malam nya aku ber istirahat karena besok aku akan langsung pergi ke kota sihir.



besok nya aku bangun pagi pagi dan bersiap siap, aku memakai jubah ku dan syal karena cuaca pagi itu sangat dingin.

__ADS_1



aku menggunakan peta yg ada di sana, di peta itu menunjukan untuk pergi ke kota sihir kita harus menuju selatan,


aku pun berjalan menuju selatan.


ketika hari mulai gelap aku menemu kan sebuah kota.



"Mungkin aku bisa menemukan tempat ber istirahat di sana" kataku.



aku pergi ke kota itu, ketika sampai di sana aku langsung mencari tempat penginapan,



tapi aku tidak punya cukup uang, tiba tiba aku melihat seorang nenek yg kesulitan membawa barang nya.


"Nek, sini saya bantu" kata ku menawar kan.


"Terima kasih nak, seperti nya kamu salah satu anggota klan penyihir" kata nenek itu.


"Nenek tau dari mana?" tanya ku heran


"Aku juga seorang penyihir, lihat? ini identitas ku" kata nenek itu menunjukan sebuah gelang.


"Wahhh gelang milik nenek berkilau" kata ku kagum.


"Kamu seperti nya baru melihat hal ini?" tanya nenek tersebut.


"Aku baru tahu bahwa diri ku adalah penyihir nek, sekarang aku sedang menuju kota sihir untuk berlatih sihir ku" kata ku menjelas kan.


"Kalau begitu malam ini ber istirahat lah di rumah ku nak," tawar nenek itu,


"Terima kasih nek, tapi apa kah tidak merepot kan?" tanya ku.


"Tidak, nenek hidup sendiri, anak ku pergi merantau, mereka biasa nya datang ketika liburan saja, mereka bekerja sebagai peramal" kata nenek itu.



aku hanya mengangguk. sesampai nya di rumah nenek itu, aku mengikat kuda ku di halaman belakang rumah nenek. aku memberi nya makan, lalu aku masuk ke rumah nenek.



nenek pun memberi ku makanan dan ruang untuk beristirahat.


nenek pun bercerita bahwa dulu ada perang antara penyihir jahat dan baik.



"Dulu aku adalah salah satu penyihir yg membantu perang, para penyihir jahat menangkap anak bayi yg baru lahir untuk di ambil sihir nya, karena pada saat masih bayi kekuatan sihir bayi masih murni dan mudah di gunakan para penyihir jahat, pada saat itu banyak bayi yg tertangkap." kata nenek.



aku pun penasaran mungkin saja orang tua ku ada pada saat perang itu.


"Nek apakah nenek kenal steven howard & Nona Zeran? mereka adalah salah satu penyihir yg hilang saat perang" tanya ku.


"Mereka? mereka adalah pemimpin perang pada saat itu, mereka memang benar menghilang" kata nenek.


"Bagaiamana bisa?" tanya ku.


"Mereka memancing para penyihir itu, mereka menggunakan portal dimensi lain untuk, tapi setelah mereka masuk ke portal itu, mereka tidak pernah kembali, dan kami berpikir mungkin mereka memang sudah tiada" kata nenek itu.


"Apa hubungan mu dengan mereka nak?" tanya nenek.


"Mereka orang tua ku, aku lahir tepat saat perang itu, orang tua ku menitip kan diri ku di seseorang dan pergi menyelamat kan perang" kata ku.



nenek tampak tidak percaya dengan yg ku kata kan.


"Berarti kau memikiki kekuatan hebat sama seperti mereka, mungkin kau bisa membuka portal dimensi itu" kata nenek.


"Bagaimana cara nya nek?" tanya ku.


"Itu akan sulit, karena kau juga baru mengetahui diri mu itu penyihir, kau tidak punya pengalaman dalam sihir, dan sihir itu sangat besar" kata nenek.


"aku akan pergi ke kota sihir untuk melatih sihir ku" kata ku.


"Kalau begitu berjuang lah, maaf nenek tidak bisa banyak membantu, nenek akan menyiap kan kebutuhan mu, orang tua mu sangat membantu pada saat perang itu, mereka adalah pahlawan yg menyelamatkan dunia sihir" kata nenek.


"Terima kasih nek, saya istirahat dulu besok saya mau melanjutkan perjalanan" kata ku.



aku pun ber istirahat untuk melanjut kan perjalanan besok,


ke esok kan hari nya aku bangun dan nenek menyiap kan ku sarapan. selesai sarapan dan bersiap siap aku pamit kepada nenek.


"Nek, saya Pamit dulu, terima kasih untuk tumpangan dan makanan nya" kata ku.


"Iyah, berjati hati lah, jalan menuju kota sihir banyak kendala, ini ada beberapa uang, makanan, dan pakaian ganti untuk mu." kata nenek memberikan uang, makanan dan pakaian pada ku.


"Terima kasih nek, ini sangat membantu" kata ku.



aku pun pergi menunggangi kuda ku kembali ke araj selatan.



"Perjalanan ku di mulai, aku akan mengungkap semua misteri orang tua ku dan menemukan jati diri ku" kata ku.



aku berhenti beberapa kali untuk beristirahat mengisi tenaga kuda ku dan aku.



hari semakin larut, aku pun Melihat pohon besar dan beristirahat di bawah nya.



"Malam ini kita ber istirahat di luar yah, semoga tidak hujan agar kita tidak kebasahan" kata ku berbicara pada alfa kuda ku.



aku mungkin sudah gila berbicara dengan seekor kuda. tapi hanya dia teman bicara ku sekarang.


__ADS_1


aku pun tertidur pulas di bawah pohon itu.



pagi nya aku terbangun dan makan makanan bekal yg di berikan oleh nenek. aku juga memberikan apel kepada alfa untuk makanan nya.


setelah mengisi tenaga, kami kembali berjalan ke tujuan.



tidak lama berjalan kami menemukan sebuah kota, aku rasa di sana kita bisa mencari beberapa makanan.



tapi ketika sampai di sana, kondisi desa itu seperti nya sedang dalam masalah.


"Permisi, apa yg terjadi di sini?" kata ku bertanya pada seorang penduduk.


"kemarin malam ada seekor naga meyerang desa kami" kata penduduk itu.



aku pun bingung, naga? selama hidup ku aku belum pernah melihat naga.


"Permisi, apa itu naga?" tanya ku lagi.


"naga adalah makhluk kuno legendaris, itu adalah peliharaan para penyihir pada masa itu, dan hanya penyihir yg bisa mengendalikan naga, mereka punya sihir komunikasi dengan hewan itu" kata penduduk itu.


"kenapa tidak mencari penyihir saja untuk itu?" tanya ku.


"Identitas penyihir sekarang sama seperti manusia biasa mereka menyembunyikan identitas mereka karena dulu ada perang besar yg terjadi, untuk itu mereka menhindari perang dengan menyembunyikan identitas" jelas penduduk itu lagi.



aku pun mengangguk paham, aku segera pergi dari kerumunan warga itu.


aku diam diam membuka buku sihir ku, dan mencari sihir mantra pengendali naga.



aku pun menemukan nya. dan membaca mantra sihir itu tiba tiba kalung ku berkilau.


aku pun mencoba nya sekali lagi. dan itu terjadi lagi, aku pikir itu terjadi ketika setiap aku menggunakan sihir atau membaca mantra.



aku pun mencari penginapan untuk istirahat beberapa hari, dan memberi makan kuda ku.



setelah selesai, aku pun tidur.


besok pagi aku bangun dengan suara gemuruh.


ada suara auman hewan buas besar di langit. aku pun segera keluar dari penginapan dan melihat seekor hewan terbang besar di langit,


tubuh nya bersisik dan kepala nya menyeramkan, kuku nya tajam, dan ekor nya panjang, sayap nya besar.



"Pasti itu adalah naga" kata ku dalam hati.


aku pun segera membaca mantra yg ku baca semalam.


ketika kalungku berkilau. aku segera bertanya.


"Wahai naga, kenapa kau menyerang kota ini?" tanya ku pada naga itu.



naga itu nampak kaget, di langsung turun ke darat dan menemui ku.


"Apakah kau bisa berbicara dengan ku?" tanya naga itu.


aku yg ketakutan melihat rupa nya dari dekat berkata dengan gugup.


" i iya, saya adalah penyihir," kata ku.


"Aku tau, identitas mu terlihat dari kalung yg kau kena kan" kata naga itu.


"Baiklah, aku ingin bertanya, kenapa kau menyerang kota ini?" tanya ku.


"Para penduduk menebang pohon di hutan tapi tidak menanam nya lagi, mereka bahkan membelok kan aliran air sungai sehingga aliran sungai di kawasan ku terhenti, aku haus" kata naga itu.


"Jika mereka menanam kembali pohon pohon itu, dan mengembalikan aliran sungai, maka kau tidak akan menyerang kota ini lagi?" tanya ku.


"Tentu saja" kata naga itu.


"Baiklah aku akan memberi tahu penduduk tentang ini" kata ku.



naga itu pun langsung pergi, sebelum pergi dia sempat berkata. "Berjanjilah" lalu pergi.



semua penduduk yg melihat ku dan naga itu langsung kaget.


"Jadi kamu adalah penyihir?" tanya seorang penduduk.


"iyah, saya seorang penyihir" kata ku.


"Kalau begitu, apa yg di katakan naga tadi?" kata penduduk desa bertanya.


"Dia marah karena kalian menebang pohon tapi tidak bertanggung jawab, dia juga marah kalian membelokan aliran air sungai" kata ku.


"Jadi kami harus bagaimana?" tanya penduduk desa.


"kalian harus bertanggung jawab, kalian harus mengembalikan semua nya" kata ku.


"Bagaimana cara nya?" tanya penduduk desa.


"Kalian bisa menanam bibit pohon di area penebangan, dan mengembalikan aliran air sungai" kata ku.



mereka pun mengerti dan mulai melakukan nya.


"Terima kasih, atas bantuan mu" kata seorang.


"Sama sama" kata ku.


"ini ucapan terima kasih dari saya dan penduduk kota, saya adalah wali kota ini" kata orang itu yg ternyata adalah wali kota.

__ADS_1


"Terima kasih banyak" kata ku.


mereka memberi kan ku uang, kebetulan juga aku sangat membutuhkan uang ketika perjalanan.


__ADS_2