Penyihir Cantik

Penyihir Cantik
7 Monica


__ADS_3

"Dasarrrrr kauu... aku tadi diam diam saja dan sekarang kau memancing ku, dasar iblis" kata chris.


"huh, kau diam itu karena kau marah, bukan sedang tenang" kata ku.


di tengah kami sedang berdebat, tiba tiba ada sebuah tembakan sihir ke arah kami, ledakan itu sangat besar sehingga kami terhempas.


"Uhuk uhuk, chris kamu nggak papa?" tanya ku setelah bangun dan melihat chris yg terbaring di tanah.


"Monica awas!!" kata chris menunjuk di belakang ku.


Aku merasakan tubuhku di dorong dan di hempas sangat kuat oleh angin.


ketika aku buka mata ku.


"Wah wah, seperti nya pangeran ini sedang berkencan dengan seorang gadis kecil" kata penyihir jahat itu.


itu bukan penyihir yg kemarin.


"Siapa kalian?" tanya chris.


"Lusia & dia lesia, kami saudara kembar" kata nya.


Ku lihat seperti nya mereka pengendali elemen, yg satu Angin dan 1 api, sama seperti dori.


mereka berdua seperti nya saudara kembar. hanya yg membedakan mereka adalah warna rambut mereka, aku yakin yg berambut merah adalah api & yg berambut putih adalah angin.


"Lesia, kita habisi saja mereka? bagaimana?" tanya pengendali api yg yg bernama lusia.


"Kak Lusi, seperti nya itu tidak Menyenang kan" kata lesi.


"Huh, jadi bagaimana?" tanya lusi.


Mereka memiliki kepribadian yg berbeda, lusia terlihat bernafsuh untuk membantai, sedang kan Lesia tetlihat dingin namun menakut kan dengan tatapan nya.


ku lihat chris juga terluka, aku terluka.


di sekitar sini daerah sepi, tidak ada yg mendengar kami.


huh, kenapa tempat latihan juga sangat terpencil begini..


aku berpikir, aku setidak nya harus melawan,


tapi sihir apa yg aku bisa saat ini?


ketika aku sedang berpikir tiba tiba chris menyerang mereka.


"Hiaaaaa," teriak chris.


"Monic, pergi" kata nya.


"Tidak bisa, aku takut" kata ku.


"Tenang saja, aku bisa beberapa sihir dan elemen, mereka hanya penyihir 1 elemen" kata chris.


memang benar mereka hanya sihir 1 elemen, tapi serangan mereka kuat.


aku pun berpikir aku juga harus melawan.


aku pun langsung melakukan sihir Elektron ku yaitu Listrik.


aku melawan bersama chris,


"Monic, pergi cari bantuan, kau masih Penyihir Baru, energi tidak besar" kata chris.


"Huh, energi ku memang tidak besar, tapi ingat, nyali dan tekad ku besar" kata ku.


"Baiklah, anggap saja latihan" kata chris.


kami melawan, cukup lama kami bertarung seperti nya kami cukup lelah, apa yg harus kami lakukan?.


tiba tiba penyihir itu seperti saling berkomunikasi lewat pikiran, mereka seperti sedang menerima sebuah panggilan.


"Huh, kami rasa waktu untuk melawan kalian ada banyak" kata lusia.


"Hanya tikus kecil saja, nanti kita ladeni lain hari" kata lesia.


mereka pergi, menggunakan sihir teleportasi.


"Huh, kita harus melapor akan hal ini" kata chris.


"Iyah," kata ku setujuh.


Aku dan chris segera kembali ke kota untuk memberita kan hal ini.


"Kau jadi saksi akan hal ini, kita akan melapor pada ayah ku yang mulia" kata chris.


kami memasuki istana dan menuju aula kerajaan.


Kami berdua pun memberi hormat lalu menceritakan kejadian nya.


"Yang mulia, sore ini, kami berdua di serang oleh para penyihir jahat, dan penyihir itu lain dari yg kemarin" kata chris.


"Yang mulia, mereka memiliki sihir 1 elemen, walau hanya itu saja, serangan mereka cukup kuat" kata ku.


"Bagaiamana chris kamu bisa kalah?" kata sang raja.


"Saat itu saya tidak bersiap siap dan tidak membawa senjata" kata chris.


"Baiklah laporan kalian sudah cukup" kata raja.


"Kalau begitu yang mulia saya pamit" kata ku.


"Tunggu dulu, siapa kamu?" tanya raja.


"Saya adalah Monica Howard" kata ku.


Sang raja nampak terkejut,

__ADS_1


"Howard? apakah ayahmu Steven howard?" tanya sang raja.


"Iyah ayah, dia anak nya" kata chris


"Ini menakjub kan!! salah satu klan penyihir hebat," kata raja.


"Anda punya hubungan apa dengan keluarga saya?" tanya ku.


sang raja menjelas kan, "Aku dan ayah mu kami adalah petarung pada masa lalu kami bertarung bersama, pada saat perang kami tidak berada di area yg sama, aku bertarung di wilayah lain, pada saat aku akan kembali setelah perang, terdengar kabar bahwa..." kata raja.


"Bahwa mereka menghilang dan kalian berpikir mereka sudah meninggal?" tanya ku.


"Tidak, saya yakin mereka masih hidup, saya menganggap mereka berdua adalah kakak saya, itu sebab nya ketika ada kabar bahwa mereka mempunyai seorang keturunan tapi juga tidak di ketahui keberadaannya saya berjanji akan bertanggung jawab pada anak itu" kata raja.


Ketika kami tengah berbincang di aula, seorang wanita yg seperti nya adalah ratu dia datang.


"Seperti nya aku mendengar sebuah pembicaraan yg bercerita tentang kk Steven & kk Zeren, tentang keturunan nya" kata sang ratu.


"Salam yang mulia, saya monica howard" kata ku memberi hormat.


"cantik seperti ibu nya, tegas seperti ayah nya" kata sang ratu.


Setelah menceritakan semua perjalanan ku kemari dan kehidupan lama ku.


"Kalau Begitu tinggal lah di istana ini, kami akan merawat mu, sekaligus menjadi kan mu seorang petarung penyihir hebat, kalian bisa berlatih bersama" kata sang ratu.


mereka semua baik pada ku, tapi aku takut akan merepotkan mereka.


"Kalian baik, tapi saya tidak bisa menerima, karena saya mempunyai 2 orang adik di rumah" kata ku.


"Kami bisa menjaga mereka, banyak pelayan di sini" kata sang raja.


"Tidak Perlu, yang mulia aku akan merepotkan" kata ku.


"panggil saja kami, paman herdy, dan bibi eliz" kata yang mulia.


"Baik, tapi saya tetap tidak bisa tinggal di sini" kata ku.


paman herdy dan bibi eliz hanya mengangguk paham tentang apa yg aku rasa kan, aku hanya tidak mau merepotkan saja.


"Kalau begitu saya pamit, hari telah gelap" kata ku.


aku pulang dan ketika aku sampai di rumah.


"Kak? hiks hiks," kata dori sambil menangis.


"tadi kami di kota di serang oleh penyihir, kaki cherry terluka" kata dori.


"Apa? seperti apa ciri ciri mereka?" tanya ku.


"Dia laki laki" kata dori.


"Apa? lalu sekarang cherry di mana?" tanya ku.


"Dia di tempat pengobatan" kata dori,


"Paman? adik saya bagaimana?" tanya ku.


"gadis kecil yg terserang tadi? dia masih belum siuman, kaki nya seperti nya patah, tapi akan sembuh, hanya saja akan perlu waktu lama" kata paman itu.


"Terima kasih" kata ku,


aku menangis di dalam kamar tempat cherry di rawat, dori pun berkata, "Kak, aku minta maaf, gara gara aku, cherry jadi begini, padahal kk sudah menyuruh ku untuk menjaga cherry" kata dori.


"tidak papa, kamu juga masih kecil, maksud ku pada saat itu adalah mungkin jika ada. orang yg mengganggu, aku tidak meminta mu melawan penyihir" kata ku.


"Maaf kak" kata dori.


seperti nya dori juga merasa sedih, aku memutus kan untuk menenangkan nya, aku pun membawa nya pulang ke rumah, aku menidur kan nya dan kembali ke tempat pengobatan untuk menemani cherry.


pagi nya aku membawa cherry pulang, untung saja aku masih memiliki beberapa uang untuk membayar biaya pengobatan.


"Cherry, untuk saat ini, lain kali kamu dan dori tenang dulu di rumah yah" kata ku.


"baik, kk latihan saja" kata cherry.


aku mengatakan kepada mereka bahwa aku akan pergi agak lama, untuk itu aku menyarankan jika mereka lapar mereka bisa memasak daging simpanan ku.


sesampai nya di tempat latihan aku memberi tahu chris bahwa bukan hanya kita yg di serang, tetapi kota juga.


"Chris, ternyata kemarin bukan hanya kita yg di serang, tapi kota juga, sampai cherry pun terluka" kata ku.


"Apa? si nakal itu terluka oleh penyihir jahat itu? awas saja aku akan membunuh mereka" kata chris marah.


"Sebaik nya kita latihan dulu untuk melawan mereka pasti tidak mudah untuk itu kita harus latihan" kata ku.


aku dan chris pun berlatih, guru kei pun bertanya pada ku.


"Kita belum mengetahui sihir mu" kata guru.


"Memang nya sihir chris itu apa?" tanya ku.


"Oh dia? sihir nya adalah senjata, dia bisa mengendalikan senjata jenis apapun, memang dia bisa sihir elemen, tapi fokus nya hanya pada senjata" kata guru.


"Kita perlu tau kau itu bisa sihir apa, jangan jangan kau hanya bisa sihir menindas" kata chris mengejek.


"Jadi? kau ingin ku injak yah?" kata ku marah.


"guruuuuu, seperti nya sihir nya memang menindas" kata chris.


"Kalian ini sudah besar, dewasa lah, chris kau hanya tau menggoda nya saja yah?" kata guru.


kami hanya terdiam dan guru menceramahi kami.


"Baik lah, besok kita akan berangkat ke bukit untuk bertapa di sana" kata guru kei.


"Jadi kita bermalam?" tanya ku... "tentu saja, perjalanan itu sangat jauh, harus mendaki" kata guru.

__ADS_1


aku pun sedikit khawatir, di perjalanan pulang dengan chris aku tidak bisa berhenti berpikir, jika aku pergi siapa yg akan menjaga dori dan cherry?


ketika sampai di rumah, aku membuka pintu dan aku tertegun.


"Di di di... di mana? di mana semua nya orang?" kata ku terkejut.


"Cherryy? dorii? chucky? di mana kalian?" teriak ku panik.


"Doriiiii, cherryyy, hiks hiks, di mana kalian?" aku pun menangis.


"Hei tidak usah sedih, kita ke istana saja" kata chris.


bagaimana bisa dia sangat tenang? aku pun memutus kan mengikuti nya, mungkin dia berpikir untuk melapor yang mulia.


ketika sampai di istana...


"Kakakkkk, kk sudah datang?" kata cherry.


apa apaan ini? bagaimana bisa mereka ada di sini? aku melihat cherry memakai tongkat,


"Monica, kamu sudah pulang?" tanya paman herdy.


"Monica, ayo masuk" kata bibi eliz.


aku hanya menurut, mungkin mereka akan menjelaskan nya.


"Kami yg memindah kan mereka kemari, karena chris bilang kalian akan pergi bertapa nanti di gunung, untuk pergi ke air terjun, dan kami yakin pasti akan bermalam, lalu kami jiga dengar bahwa para penyihir juga mulai menyerang dan cherry juga kemarin terkena serangan, dan kamk rasa dia akan aman jika tinggal di sini" kata bibi eliz.


"Bibi, saya... " kata ku terputus.


"Monica, kami tidak punya pilihan lain, kamu harus tau ini yg terbaik" kata paman herdy.


"Baik, saya terima, tapi saya ingin bertanya satu hal" kata ku.


"Ada apa?" tanya chris.


"Apakah kalian juga membawa buku dan pedang milik orang tua ku?" tanya ku.


"Tentu saja, ada di kamar mu" kata bibi eliz.


"Terima kasih bi, saya akan ke sana" kata ku.


aku pun berniat pergi ke kamar ku untuk memeriksa keadaan benda benda milik ku.


sesampai nya di sana, aku melihat semua nya baik baik saja.


tiba tiba seseorang datang ke kamarku.


"Nona, saya adalah pelayan anda, anda bisa memanggil saya Lili, yang mulia ratu ingin anda bersiap siap dan makan malam bersama" kata pelayan itu bernama lili.


"Baik," Kata ku.


"Nona, ini Pakaian Anda" kata nya,


aku pun berterima kasih pada Lili dan segera mandi untuk bersiap siap.


setelah mandi.


"Apa apaan ini? gaun mewah? aku pakai gaun ini?" kata ku kaget.


"Huh, apakah tidak ada pakaian yg tidak terlalu mewah? pakaian biasa?" kata ku pada diri sendiri.


"Nonaa, anda di minta untuk turun" kata Lili.


"Baik, huh, ini karena terpaksa" kataku.


aku memakai gaun itu gaun yg membuat ku susah bergerak, apakah keluarga kerajaan semua nya memakai ini? huh menyebal kan.


ketika aku turun untuk ke meja makan, di sana aku melihat dori dan cherry.


"Astagaaaaa, kalian imut sekali memakai gaun itu, oh yah tuhannnn, kalian membuat ku tidak bisa tenang" kata ku salah tingkah.


jujur mereka berdua gadis yg imut memakai gaun itu.


"Kakak, tenang lah, kau kelihatan cantik memakai gaun itu juga" kata cherry.


aku tersipu malu, aku pun duduk di kursi dan para Pelayan mulai membawa makanan. kami bercerita sambil makan.


"Nanti kami akan perkenal kan pada mu petarung hebat dari kerajaan kami" kata paman herdy.


"Terima kasih paman" kata ku


"Kemungkinan suatu hari akan ada perang, kalian berlatih lah yg baik" kata Paman herdy lagi.


"Seperti nya tujuan awal mu yg hanya ingin mencari orang tua mu saja kini harus melewati Peperangan" kata bibi eliz.


"Yah, untuk sebuah tujuan kita harus melewati rintangan" kata ku.


"Gadis yg baik, jadilah kuat" kata bibi eliz.


"Yah jadilah kuat dan aku akan menjadi kan mu istri ku" kata chris.


"Heiii, tidak boleh, kau tidak boleh mengambil kk monica" kata cherry.


"Heiii, gadis nakal, aku akan menjaga nya" kata chris.


"Tidak boleh, aku akan membakar mu nanti" kata dori juga.


"Seperti nya kau dapat banyak perlawanan dari pihak monica" kata bibi eliz.


aku hanya tertawa melihat candaan ini, aku merasa punya keluarga kembali setelah sekian lama, aku seperti merasa kan memiliki ibu dan ayah, aku merasa mulai tidak kesepian.


untuk mereka aku akan lakukan segala cara untuk itu, aku akan membuat kedamaian.


aku ingin melindungi mereka apapun cara nya.


"Bibi dan paman , aku sudah selesai, aku akan ber istirahat untuk besok akan berangkat" kata ku.

__ADS_1


"Baiklah, kami juga sudah selesai" kata paman herdy.


__ADS_2