
setelah menerima uang dari wali kota, aku juga ikut membantu para penduduk bekerja.
para warga membuka kembali aliran sungai yg mereka sumbat untuk membelok kan arus dengan cara menarik tali pemyumbat nya.
ketika semua selesai para penduduk ber istirahat dan mengisi tenaga mereka, mereka sangat ramah.
aku hanya diam melihat mereka bercengkrama.
"Kak, kk penyihir yah?" tanya seorang gadis kecil.
"Iyah dek, kk baru tau kalo kk penyihir" kata sambil membungkuk untuk lebih dekat dengan gadis kecil itu.
"Kak, bisa buat sihir ada pelangi nggak?" tanya gadis itu.
"Maaf yah dek, perlu energi untuk membuat sihir, kk ini penyihir baru, masih belum jago, kk janji nanti kalo kk udah jadi penyihir jago, kk buat pelangi" kata ku lembut.
"oke kak, janji yah" kata gadis itu sambil mengangkat jari kelingking nya.
"Iyah janji" balasku mengaitkan jari kelingking ku.
gadis itu pun pergi kembali ke orang tua nya.
aku kembali ber istirahat di penginapan.
2 hari berlalu tidak ada lagi gangguan naga itu, aku rasa sudah saat nya aku pergi.
aku berpamitan dengan warga di sana. mereka mendoakan agar aku selamat di perjalanan.
aku menunggangi kuda ku kembali ke arah yg ku tujuh, selama di perjalanan aku terus memikirkan cara cara untuk bagaimana aku menjadi penyihir hebat.
ketika di perjalanan aku bertemu dengan penyihir lain.
"Permisi, apakah kamu dari kota sihir?" tanya ku.
"Iya, kamu mau ke sana?" tanya orang itu.
"Iyah, saya memiliki tujuan di sana" kata ku.
"Setelah sampai di sana tunjuka identitas penyihir mu, untuk masuk ke sana harus menggunakan identitas" kata orang itu memberi tahu.
"Terima kasih saya akan ingat," kata ku.
"perlu 3 hari untuk sampai di sana, itu jika kamu tidak ber istirahat, jika kamu bersinggah singgah di kota kota, akan bisa sampai 1 minggu, harap kamu punya banyak persediaan" kata orang itu lagi.
"Baik terima kasi" kata ku.
"sebagai sesama penyihir, saya akan memberi kamu bantuan kecil untuk perjalanan mu" kata penyihir itu.
"Ini adalah labu ajaib, kamu bisa mengguna kan nya sebagai rumah, dan tempat tinggal. kamu tidak perlu mencari penginapan untuk mengeluarkan uang. cukup cari tanah kosong lalu letak kan labu ini di tanah dan ucap kan mantra ini" kata penyihir itu memberi tahu mantra nya.
"Baik terima kasih, ini akan sangat membantu, bagaimana cara saya membalas kamu" kata ku.
"Sama sama, tidak perlu, ini hanyalah kewajiban bagi sesama penyihir" kata orang itu.
aku pun berpisah dengan orang itu untuk melanjutkan perjalanan ku.
di perjalanan aku melewati hutan, gunung, lembah yg Curam.
aku pun berhenti di tengah hutan untuk beristirahat dan makan.
ketika tengah beristirahat dengan kuda ku. tiba tiba ada seorang anak kecil berlari di hadapan ku.
"Bagaimana bisa di tengah hutan Lebat seperti ini ada seorang gadis kecil berkeliaran?" kata ku bergumam.
aku pun mengejar anak itu, dan menemukan rumah pohon, aku memanjat nya dan melihat ke dalam, rupa nya ada anka yg tadi,
anak itu kaget melihat ku, dia langsung melempar ku dengan kayu, beruntung aku tidak jatuh.
"Hei hentikan, saya bukan orang jahat" kata ku.
"Tidak, semua orang itu jahat, mereka tidak punya belas kasih pada orang terdampar seperti ku" kata nya.
"Aku peduli, aku berjanji tidak akan menyakiti mu" kata ku.
anak itu pun diam, lalu aku mendekat.
"hai nama ku monica, siapa nama mu?" tanya ku pada nya.
"aku tidak punya nama" kata gadis itu dingin.
"kau ingat siapa orang tua mu?" tanya ku.
"Aku tidak ingat apa apa, yg ku tau suatu hari aku bangun tanpa nama, tanpa ingatan apapun, semua orang menjauhi ku, itu sebeb nya aku lari ke hutan dan tinggal di sini, aku bisa mencari makan dengan memakan buah buahan" kata Anak itu.
miris mendengar kisah seorang gadis yg sendirian, lebih buruk dari aku, dia bahkan tidak punya apa apa atau siapapun.
"Bagaimana jika ku beri kau nama, Cherry? itu nama yg manis bukan?" kata ku.
"siapa kamu berhak memberi ku nama" kata nya.
"Agar aku bisa gampang memanggil mu, Cherry" kata ku.
gadis itu hanya diam membisu.
aku pun mengambil sebuah roti di tas ku, dan memberikan nya pada gadis itu.
"Ini untuk mu," kata ku.
gadis itu mengambil roti yg ku beri dan makan dengan lahap.
aku mengambil sebuah kain yg ku punya, jarum dan benang.
aku pun menjahit sebuah baju.
anak itu hanya melihat ku.
hingga malam, akhir nya pakaian yg ku buat jadi juga.
__ADS_1
"Ini Untuk mu, ganti lah pakaian mu," kata ku.
Dia mengambil nya pergi mengganti pakaian nya.
setelah dia mengganti nya aku pamit untuk pergi.
"Aku pergi dulu" kata ku.
"Tunggu ini sudah malam, banyak hewan buas di hutan, istirahat lah di sini" kata anak itu.
"baiklah, terima kasih" kataku.
untung nya aku sudah mengikat kuda ku agar tdk lari.
setelah itu aku juga tidak perlu mengeluarkan energi untuk rumah labu itu.
aku pun ber istirahat di rumah pohon itu, dan pagi nya aku bangun dan ingin bersiap siap.
ketika aku melihat anak itu, seperti nya dia akan kesepian.
aku pun berkata.
"Bagaimana jika kau ikut dengan ku?" tanya ku.
"Benarkah? apakah kau tidak keberatan?" tanya gadis itu bersemangat.
"Tentu tidak, aku bahkan sangat kesepian di perjalanan ku" kata ku.
anak itu pun senang dan memeluk ku.
"Terima kasih" kata nya senang.
"tapi sekarang aku panggil kau Cherry yah?" kata ku.
"Baik" kata anak itu.
aku pun menaiki kuda ku bersama cherry.
kami menuju sebuah kota, hanya sekedar untuk membeli kebutuhan di perjalanan.
aku juga membeli kan Cherry sebuah mainan kincir angin.
kami pun melanjut kan perjalanan kami.
cherry sangat baik, dan dia tidak rewel.
aku belum memberi tahu nya bahwa aku adalah penyihir.
kami pun tiba lagi di sebuah kota, karena hari sudah gelap kami berniat untuk beristirahat di sini.
aku mencari tanah kosong untuk membuat rumah labu ini.
aku pun meletak kan nya di tanah, lalu membaca mantra.
cherry yg melihat kejadian itu terkejut.
"Kk seorang penyihir?" tanya cherry ketakutan.
"Kamu tidak akan menyakiti ku dengan sihir mu kan? kamu tidak akan memantrai ku dan mengendalikan pikiran ku?" tanya cherry lagi.
"Tenang saja, kk tidak akan melakukan nya" kata ku.
anak itu pun percaya dan tenang,
"Aku sudah ribuan kali di lukai" kata anak itu sambil menangis.
"kakak tidak akan melukai mu, jika ada orang yg menyakiti mu, kk akan menghadapi nya" kata ku meyakinkan.
cherry berlari dan memeluk ku.
"Sudah gelap, ayo kita makan malam dan istirahat" kata ku sambil mengelus kepala cherry.
Kami pun makan malam dan beristirahat, ketika tengah malam tiba tiba cherry mengigau.
"Tidak, tidak, jangan, pergi, jangan pukul saya" kata cherry berteriak.
"Cherry bangun" kata ku sambil mengguncang tubuh cherry.
"Kak?, maaf cherry mimpi buruk tadi" kata cherry murung.
"Sudah, di sini ada kk, nggak bakalan ada yang Nyakitin kamu" kata ku menenangkan nya.
dia pun kembali tidur, aku memeluk nya dan seperti nya dia nyaman.
"kk janji bakalan jagain kamu" kata ku berbisik.
pagi nya kami bangun dan berjalan jalan di kota.
kami menemukan hal yg aneh, ada para penduduk berunding.
aku dan cherry pergi mendekat untuk mendengar apa yg mereka runding kan.
"Bagaimana ini? cadangan air di kota ini sudah hampir habis, sudah 3 minggu tidak turun hujan" kata seorang warga.
"Seperti nya kita harus mengungsi" kata seorang warga.
"Tidak mungkin, tanah ini adalah warisan nenek moyang kita, kita tidak bisa meninggalkan nya begitu saja" kata seorang warga lagi.
"Kalau begitu, apa yg harus. kita lakukan?" kata seorang warga lain.
aku pun pergi pukang ke rumah labu ku.
"kak, apa yg ingin kk lakukan?" tanya cherry melihat ku mengeluar kan sebuah buku tebal.
itu adalah buku penuntun sihir ku.
"Kk mau membantu warga itu" kata ku.
__ADS_1
"Tapi kk, bagaimana?" tanya cherry.
"Sihir pengendali cuaca" kata ku.
aku pun mencari mantra nya, dan ketika aku baca kalungku bercahaya, aku pun yakin kalau itu adalah tanda bahwa mantra nya bekerja.
aku pun keluar dan melihat da banyak awan mengepul, aku merasa seperti bisa menarik awan itu, aku satukan awan awan tebal itu hingga menjadi awan hitam.
ketika awan itu menjadi awan hitam yg mengepul di atas tanah kota ini, tiba tiba guntur berbunyi dan hujan pun turun, Beberapa warga yg melihat ku terkejut dan bertanya.
"Apa kah kau penyihir?" kata orang itu.
"Iyah, tapi tenang saja, saya bukan orang jahat" kata ku.
"Terima kasih, akhir nya hujan pun berhenti, terima kasih tuhan telah mengirim mu kepada tanah kami" kata orang itu.
"Mari kita bawah kamu ke wali kota" kata seorang warga lain nya.
mereka pun membawa ku ke wali kota mereka dan di sana mereka menyambut ku.
ketika aku masuk wali kota berkata "Terima kasih nak, saya ibu wali kota, saya ingin mengucap kan terima kasih kepada mu, beberapa hari ini kota ini sudah di landa kekeringan" kata ibu wali kota.
"Sama sama bu, tapi saya tidak bisa lama lama di sini, jadi saya harus pergi, selanjut nya saya tidak bisa membuat hujan untuk kota ini" kata ku.
"lalu kami harus bagaimana?" tanya wali kota itu.
"kalau begitu kalian buat lah sebuah bendungan/waduk, ketika selesai saya akan menurun kan hujan untuk kalian mengisi bendungan itu" kata ku menyaran kan.
"Ide yang bagus, baik lah besok kita akan bekerja, kalian bisa tinggal di rumah saya selama berada di desa ini" kata wali kota menawar kan.
"tidak usah bu, saya punya Tempat tinggal sendiri, ini adik saya cherry, dia agak rewel dengan orang banyak" kata ku.
"ohh, iyah sudah, kalau begitu kami akan memnuhi semua kebutuhan kalian selama di kota ini" kata ibu wali kota.
"baik, terima kasih, kami pamit" kata ku.
aku dan cherry pulang ke rumah untuk meberi makan alfa dan memandi kan nya,
"sudah berapa lama kau tidak mandi alfa?" kata ku berbicara pada nya sambil memandikan nya.
"Kk, tadi ada warga yg datang dan memberikan makanan pada kita" kata cherry.
"Baiklah, selesai memandikan alfa kita makan yah" kata ku.
cherry hanya mengangguk dan masuk ke dalam rumah.
setelah makan aku menyuruh cherry untuk mandi dan tidur,
sementara aku, aku membaca dan mempelajari beberapa mantar, siapa tau ketika di perjalanan berguna.
stelah cukup membaca mantra, aku pergi tidur di samping cherry.
besok kita akan bangun untuk bekerja.
besok nya ada seorang warga yg menjemput kami. kami pun datang ke tempat pembuatan bendungan itu, para warga sudah ada yg mulai menggali.
para pria mengerjakan bendungan sementara wanita menyiapnkan makan untuk para pekerja.
aku dan cherry pergi membantu untuk memasak.
pembuatan bendungan berlangsung 4 hari.
"Akhir nya selesai juga, bekat kerja sama kalian semua bendungan nya jadi, sekarang tinggal di isi air" kata ibu wali kota.
aku pun membaca mantra dan mulai mengerjakan mengisi air bendungan.
ketika awan sudah mulai mengeluarkan suara guntur, para warga segera berteduh. aku menyuruh mereka untuk menjaga cherry.
proses pengisian berlangsung 5 Jam, karena bendungan yg sangat besar.
aku cukup basah karena terkena air hujan, para warga memberi ku pakaian ganti dan berterima kasih pada ku.
"Sekarang semua nya sudah selesai, jika kalian kekeringan air, sekarang sudah ada bendungan, tapi harus ingat untuk jangan boros" kata ku.
besok aku akan pergi, sebagai imbalan nya mereka memberi ku sedikit uang dan beberapa cadangan makanan.
pagi nya aku langsung mengembali kan labu itu seperti bentuk semua dan menaruh nya di tas ku,
kami pun melanjut kan perjalanan menuju kota selanjut nya.
"Kak, mereka baik yah, tidak seperti warga di kota ku dulu, mereka mencaci bocah miskin seperti ku, mereka bahkan tak segan segan memukul ku" kata cherry.
"setiap orang itu berbeda, kita bisa melihat wujud mereka tapi tidak bisa melihat dan menilai apa yg ada di dalam diri mereka" kata ku.
di perjalanan aku dan cherry bercerita banyak hal.
"Kak kenapa kk ingin melakukan perjalanan ini?" tanya cherry.
"Karena ada suatu misteri, orang tua kk menghilang di suatu dimensi dan belum kembali, kk ingin menjadi penyihir hebat untuk bisa menemukan mereka" kata ku.
"Kalau begitu aku ikut kemanapun kk pergi, karena kk sudah membawa ku, aku janji akan membantu kk" kata cherry.
"itu tidak perlu, kk janji akan melindungi kamu, jadi kamu tidak usah repot repot yah" kata ku.
"Jangan meremehkan ku kak, aku sudah hidup sendiri dari kecil, hingga hari ini aku baik baik saja" kata cherry.
"Yah sudah, kamu boleh bantu, tapi jangan yg bahaya yah" kata memperingati.
"Siapp kak" kata cherry.
wajah nya sangat imut dan polos. aku tidak tega jika suatu saat dia terluka karena aku.
Aku janji akan melindungi mu dek. kata ku dalam hati.
__ADS_1