
seharian penuh kami berjalan, kami tiba di sebuah gurun pasir, gurun itu sangat luas. kami tidak ingin berhenti di sana, sebab jika ada badai pasir urusan nya akan rumit.
"Kak, apa kah tidak ada sihir untuk menghilang atau teleportasi?" tanya cherry.
"Kk tidak tau dek, jika ada mungkin perlu banyak sekali energi mungkin, tunggu saja yah. kita pasti bakalan tiba di sebuah kota, setelah itu kita istirahat" kata ku menenangkan cherry
untung saja aku membawa banyak cadangan air, jika tidak kita akan mati kehausan nanti.
2 Jam Lebih berjalan kita akhir nya tiba di sebuah kota, mereka menggunakan batu baru besar untuk membuat rumah.
aku pun memutus kan untuk singgah dan beristirahat di sana.
"Di kota ini seperti nya tidak ada masalah, kalau begitu kita bisa langsung berangkat besok" kata ku.
"Iyah kak, malam ini kita istirahat saja di sini" kata cherry.
aku pun membuat rumah labu itu. setelah selesai aku Memberi makan alfa kuda ku dan mengikat nya.
setelah itu akau dan Cherry tidur,
pagi nya kami bersiap siap untuk berangkat. tapi tiba tiba ada badai pasir dan di sertai dengan gempa.
aku dan cherry yg panik kami saling berpegangan agar tidak terpencar.
setelah badai pasir itu lewat tiba tiba muncul seekor kalajengking raksasa.
para warga panik dan berlari.
aku segera membuat sebuah bola Perlindungan untuk cherry dan aku, aku mempelajari bola itu dari mantra yg ku baca.
setelah cukup lama bertahan di bola itu, kalajengking itu pergi lagi dengan gempa dan badai pasir.
aku pun pergi ke pusat kota ini, dan di sana begitu kacau, banyak sekali warga yg terluka. beruntung nya tidak ada yg meninggal.
seperti nya hari ini kita tidak bisa berangkat dulu cherry, kita harus mengurus masalah ini dulu.
takut nya ketika di perjalanan dia akan datang dan itu sangat berbahaya.
"Bagaimana ini? jika kalajengking itu terus datang, kita semua akan musnah" kata warga panik.
"Saya bisa membantu" tawar ku.
semua warga terdiam, apa yang mereka pikir kan tentang ku? karena aku sorang gadis kecil? jadi mereka pikir aku tidak bisa apa apa.
"Nak kami sangat ketakutan, jangan bercanda" kata seorang warga.
"Saya tidak bercanda, saya seorang penyihir" kata ku.
"Jadi kamu bisa membantu?" tanya warga itu.
"saya bisa tapi kalian juga harus membantu" kata ku.
"Bagaimana cara nya? kami hanya manusia, kau penyihir" kata orang itu.
"kita akan lumpuh kan kalajengking itu, dengan cara kalian buat lah jaring yg besar sisa nya aku yg urus" kata ku.
semua warga mengerja kan apa yg ku kata kan.
hari ini mereka bekerja, sementara aku sibuk mempelajari mantra yg akan ku gunakan.
besok nya pun semua telah siap, aku pun segera mengambil jaring yg di buat oleh warga itu.
aku juga menyiap kan sebuah rencana.
"Sekarang semua berkumpul, begini rencana nya" kata ku
aku juga tidak lupa menyuruh mereka menjaga cherry.
kami pun menunggu di tempat masing masing.
tiba tiba kota ini berguncang dan badai pasir datang.
tanda nya bahwa kalajengking itu sudah datang, ketika akhir nya dia muncul aku pun berteriak.
"Sekarang!!" kata ku.
beberapa warga langsung melempar tali dan pengait di kaki dan ekor kalajengking itu agar dia tidak bisa menyerang, kemudian mengikat kalajengking itu, beberapa warga melemparkan jaring dati gedung tinggi, ketika kalajengking itu tidak dapat bergerak, aku langsung membaca mantra Sihir, sihir yg dapat mengeluarkan Listri untuk melumpuhkan kalajengking itu.
ketika kalajengking itu tidak sadar kan diri, aku menyuruh semua warga untuk mengambil Racun Bissa dari kalajengking itu agar ketika dia bangun tidak dapat menyerang.
__ADS_1
warga pun menambah tali ikatan kalajengking itu.
ketika kalajengking itu bangun, aku langsung membaca mantra untuk dapat berkomunikasi dengan binatang.
"Kenapa kamu menyerang?" tanya ku.
"aku merasa kesakitan di punggung ku, itu sebabnya aku mengamuk" kata nya.
"Tunggu biar ku periksa" kata ku.
aku pun memanjat dengan aman di atas punggung kalajengking itu, di atas nya ada sebuah pedang tertancap di cangkang nya yg keras itu, mungkin dulu dia bertemu dengan seseorang yg melewati gurun dan bertemu dengan nya dan melawan nya.
"Tahan sebentar, rasa nya mungkin sakit" kata ku.
aku pun mencabut pedang itu, kalajengking itu mengamuk untung sudah di ikat, jadi aku aman.
ketika pedang itu tercabut, aku melihat ada sebuah nama di ganggang pedang itu, "Steven Howard" itu nama ayah ku!
"dari mana kamu dapat kan pedang itu?" tanya ku ketika turun dari punggung kalajengking itu.
"Pedang itu milik Seorang penyihir baik, dulu aku bersekutu dengan penyihir jahat, penyihir pemilik pedang itu menyerang ku, namun pedang nya tertinggal di sana, itu sudah 19 tahun yg lalu, dan selama itu juga aku sangat kesakitan, pedang itu sangat tajam, sehingga bisa menembus cangkang keras ku, sementara dia tidak sempat mencabut nya, dia pergi melawan penyihir jahat dan menghilang selama nya" jelas kalajengking itu.
apa? ayah ku pernah bertemu dengan nya? , ini adalah sebuah petunjuk, aku bisa bertanya pada nya.
"Apakah kamu tau, tempat menghilang nya penyihir pemilik pedang ini?" tanya ku.
"aku tidak tau, yg aku tau mereka adalah penyihir hebat, mereka tinggal di kota sihir, mungkin kau bisa dapat informasi dari sana" kata kalajengking itu.
"Baiklah terima kasih" kata ku.
"Baiklah, terima kasih kembali, bisa kah kau lepas kan aku, aku tidak akan kembali Lagi, dan jika kau butuh bantuan ku ketika saat mendesak, sebutkan mantra ini, maka aku akan muncul di hadapan mu, ku lihat kau sedang melakukan perjalanan" kata kalajengking itu.
aku pun melepas kan ikatan tali para warga, dan kemudian dia pun menggali masuk ke dalam tanah dan menghilang.
ku rasa semua sudah selesai, besok aku akan pergi dari kota ini.
"Kakak, kk hebat bisa ngusir kalajengking raksasa itu" kata cherry berlari kepada ku.
"Iyah dek, ini semua juga berkat bantuan para warga" kata ku.
mereka menyambut ku dengan senang, di sana tidak ada wali kota, para warga hidup secara bebas tanpa pimpinan siapapun, mereka hidup sangat damai.
para warga memberi ku 4 botol air untuk di perjalanan dan beberapa uang.
aku sangat berterima kasih.
besok nya aku dan cherry langsung berangkat.
mereka mengantar kepergian kami hingga di perbatasan.
"Kak, kenapa kk tidak menetap dan tinggal di sebuah kota saja?" tanya cherry.
"Karena kk punya tujuan, kk ingin mengungkap semua misteri orang tua kk, kk merindukan mereka" kata ku.
"kak, jika suatu saat nanti kk gagal, jangan khawatir, ada aku di sini" kata cherry menghibur.
"Terima kasih, kk tetap akan berusaha" kata ku.
"Kak, jika kk temukan orang tua kk, kk tidak akan meninggalkan ku kan?" tanya nya.
"Tidak, aku akan mengangkat mu menjadi adik ku, dan menjadi kan mu keluarga ku, kita akan hidup bahagia bersama" kata ku.
cherry sangat senang, dia tersenyum sangat lebar, sangat cantik dan sangat imut.
"Kk, kk itu penyihir paling Cantik yg pernah ku temui, aku yakin kk akan jadi seorang Ratu" kata cherry menghibur ku.
"Hahaha, kalau kk adalah ratu, kamu adalah putri" kata ku balik pada nya.
"Hhaaha, kita akan menjadi ratu dan putri yg hebat, kk akan menjadi penyihir agung" kata cherry.
"Apa iti penyihir agung?" tanya ku.
"Aku Pernah dengar cerita kak, kalau penyihir agung itu, adalah penyihir terkuat, penyihir agung yg paling kuat akan menjadi pemimpin raja atau ratu" kata cherry.
"Kamu tau dari mana?" tanya ku.
"Aku pernah dengar kak" kata cherry.
aku hanya mengangguk,
"Siapa penyihir agung yg sekarang?" tanya ku.
"Entah lah, mereka bilang, penyihir agung tinggal di kota sihir, kota sihir di pimpin oleh seorang raja dan ratu, mereka memiliki seorang anak laki laki, yaitu pangeran" jelas cherry.
"baiklah, kita akan lihat apakah mereka akan selama nya menjadi penyihir agung" kata ku.
"baiklah ayo kita kalah kan mereka" kata cherry.
__ADS_1
kami pun menyusuri jalan seperti yg di tunjuk peta. selama di perjalanan kami hanya memperhatikan jalan.
kami pun keluar dari area gurun pasir.
kami tiba di sebuah sungai dan ber istirahat untuk membersih kan diri di sana.
cherry berlari dan memanjat sebuah pohon.
"Kak, di sana ada kota, kita ke sana yuk" kata cherry memberi tahu ku.
"baiklah, tapi kamu mandi dulu, nanti para warga pingsan lagi ketika mencium kamu" kata ku meledek.
"Ihhh kk ini gangguin aja deh" kata cherry.
aku hanya tertawa melihat reaksi anak ini yg cemberut,
setelah mandi kami meninggal kan sungai itu dan melanjutkan perjalanan ke kota.
ketika sampai di kota itu, terlihat keadaan kota itu sedang kacau, kota itu sepi.
aku pun bertanya, "ke mana semua penduduk?"
"Beberapa ada yg pergi, lebih baik kamu juga segera pergi, di sini sedang ada wabah penyakit" kata warga itu.
"Kalau boleh ku tau, wabah semacam apa itu?" tanya ku.
"Itu adalah wabah yg membuat tubuh penderita mengalami penurunan energi sehingga mudah terserang Penyakit, karena takut terkena mereka semua pergi dari kota ini" kata warga itu.
"Saya seorang penyihir, mungkin saya bisa membantu kalian" kata ku.
semua warga kaget, mereka tiba tiba memarahi ku, aku pun bingung dan segera pergi dari tempat itu.
"Kenapa mereka membenci kita kak?" tanya cherry.
"Mereka takut kita terkena wabah, makanya mereka menyuruh kita pergi" Kata ku berbohong, aku tidak ingin cherry mengalami pembulian lagi.
aku pun membangun rumah nanas itu, setelah selesai aku langsung menyuruh cherry beristirahat selesai makan karena sudah sore. aku mengikat alfa dan masuk untuk tidur juga.
ketika pagi aku bangun, para warga sudah berkerumun di deoan rumah kami.
"ada apa ini?" tanya ku tak mengerti.
"Kamu penyihir, pergi dari sini, kamu membawa kutukan bagi tanah kami" kata salah seorang.
"Saya tidak mengerti, tolong jelas kan" kata ku tak paham.
"Dulu kalian membuat Perang, lalu kota kami ikut menjadi korban kehancuran dari perang antar sihir kalian, lalu kalian pergi menghilang dan tidak bertanggung jawab, sekarang kamu datang dan kota kami mengalami musibah wabah" Jelas seorang warga.
"Saya tidak tau akan hal itu Pernah terjadi, jika begitu ijinkan saya membantu" tawar ku.
"Kami tidak ingin di bantu oleh mu, pergi dari sini" kata mereka.
tiba tiba mereka melempar kan ku batu, aku segera lari dan masuk ke dalam rumah ku, aku memikir kan cara bagaimana bisa mengatasi masalah ini.
semua warga tadi pun pergi, aku segera masuk dan mengeluarkan buku petunjuk sihir ku, ku cari mantra yg dapat membuat obat obatan herbal untuk penyakit. akhir nya ku temuka.
untuk membuat ramuan obat itu, aku harus membaca sebuah mantra untuk melihat gejala penyakit itu, dari situ aku bisa mebgetahui penyakit apa itu dan obat apa yg bisa mengatasi nya. tapi untuk itu di perlukan tanaman obat, dan sangat sulit keluar jika para warga melihat ku, mereka akan memukul ku habis habisan.
tiba tiba cherry bangun. "Kak, ku dengar tadi ada banyak sekali keributan, ada apa kak?" tanya cherry,
"oh itu, para warga tadi melakukan acara adat, itu sebab nya agak ribut" kata ku berbohong.
cherry hanya mengangguk, aku pun menyuruh nya untuk sarapan dahulu. dia hanya menurut. sementara aku hanya sibuk mempelajari mantra mantra ku.
aku harus menyelesaikan kesalahan pahaman ini, jika tidak akan ada manusia yg membenci Pneyihir dan itu sangat berbahaya.
aku pun menyuruh cherry untuk tetap tenang di rumah dan aku ber alasan pergi berbelanja, cherry hanya menurut lagi lagi.
aku takut jika aku membawa Cherry dan para warga mengamuk, mereka juga mungkin akan melukai cherry.
aku pun segera menuju pusat kota, dan di sana ada banyak warga. ketika aku datang mereka terlihat geram dan kemudian mereka mencaci ku.
"Ada apa kamu datang kemari? kamu hanya pembawa sial kemarin kami sudah menyuruh mu pergi, kenapa tidak pergi? kamu mau terus membawa sial untuk kami?" bentak seorang warga.
"Maaf, saya hanya ingin mengatakan sesuatu, Bahwa saya yakin wabah ini di sebabkan bukan karena kesialan yg saya buat terhadap kalian, dan jika masalah tentang kehancuran 19 tahun yg lalu, saya ingin bilang, saya akan bertanggung jawab" kata ku.
"Bagaimana mungkin? ketika kamu datang,wabah di kota ini sangat meluap, kami yakin itu adalah kutukan dari penyihir, mengenai kehancuran 19 tahun yg lalu, bagaimana kamu bertanggung jawab?" Kata seorang warga.
"Itu tidak mungkin sebelum sebelum nya saya juga melewati beberapa kota, dan kota itu tidak mengalami hal ini, saya juga telah beberapa kali membantu kota kota yg mengalami musibah, mungkin saja saya dapat membantu" kata ku.
"Baiklah, bagaimana kamu akan membantu? jika kamu gagal dan ini semakin parah, kamu mati sebagai bayaran tanggung jawab 19 tahun yg lalu" ancam seseorang.
jujur aku merinding dengan kata kata orang itu.
tapi aku sudah mengatakan nya, jadi itu tidak bisa di tarik kembali.
__ADS_1
aku pun menerima syarat itu.