
"Menyerahlah Alan, lalu serahkan mahkota kastil kematian kepadaku", Ucap Asep
"Apa maksudmu kau Ingin menjadi raja ?", Ucap Un yang bersimbah darah,
"Tentu saja temanku, tapi sebelumnya kalian harus menjadi budakku", Ucap asep
Un yang tak bisa bergerak kemudian berteriak,
"SEMUA PASUKAN SERAAAAAAANG !!!",
Eko yang mulai berdiri setelah mengisi sedikit tenaganya mulai membantu serangan bersama semua pasukan NPC milik Un, sementara disisi lain Un membantu dari kejauhan dengan Skill perisai sihir miliknya.
Pertarungan tak terelakkan terjadi, satu-persatu pasukan NPC terhempas dan mati ditangan Asep, pedang miliknya membunuh para NPC semudah merobek kertas, setelah semuanya terjatuh, hanya tersisa para NPC Terkuat milik Un yang masih bisa berdiri, disaat Asep ingin membunuh Helljing dengan pedangnya kemudian datanglah Green yang menghalangi serangan milik Asep.
Green yang menahan serangan Asep lalu terpental namun tubuhnya ditahan oleh Un dengan pelindung sihirnya.
Asep yang terkejut dengan Green yang membantu Alan bukan dirinya lalu berkata,
"mahkota itu, aku semakin menginginkannya Alan, bahkan NPC ciptaanku memihak padamu",
Green yang mulai berdiri lalu berkata,
"Tuanku Asep, berhentilah membuat kekacauan, bukankah mereka adalah temanmu ?, lalu mengapa kau mau merebut semua milik temanmu ?",
"Milik alan adalah milikku, dari awal aku ingin menguasai semuanya bahkan teman-temanku harus patuh kepadaku", Balas Asep,
Tembakan Bola Api Ungu menghujam kearah Asep dan,
BUUUM, Skiil lemah tersebut ia tangkis dengan mudahnya, Asep yang tersenyum melihat serangan dari Drago lalu berkata,
"Bahkan sang naga ungu membantu dirimu",
dengan bantuan drago dan green, alan dan yang lainnya mulai maju dan menyerang secara bersamaan, setiap pukulan, tembakan, sihir, maupun penyergapan ditangkis dan dipantulkan kembali oleh Asep ke arah alan hingga alan akhirnya terkapar lemah tak berdaya, hingga Asep berkata,
"Apapun yang terjadi, kau tetaplah seorang Mage Alan, tidak ada satupun mage yang dapat mengalahkan seorang fighter seperti aku".
__ADS_1
"apakah kau tau apa yang membuat aku kesal asep ?, yang membuatku kesal adalah kenapa kau melawan temanmu sendiri dan bahkan ingin mengambil mahkota ini ?", Ucap Un
dengan menunjuk kan wajah seramnya Asep berkata,
"di luar benua ini, tidak hanya ada 4 benua, melainkan 4 benua yang kita sebut itu adalah satu benua yang disebut benua Underworld,
masih ada 4 benua lainnya didunia ini dengan total sebanyak 5 benua dikeseluruhan bumi ini", balas Asep
dengan penasaran Un bertanya,
"Lalu apa alasanmu menumpahkan darah yang begitu banyak ini ?, bukankah lebih baik dua kerajaan kita bersekutu, karna itu jumlah prajurit yang banyak tak akan berguguran".
sedikit tersenyum lalu Asep berkata,
"diluar sana, ditiap benua setidaknya ada 5 sampai 6 negara yang berkuasa, namun diantara mereka sering kali berselisih dan melakukan perang kecil, dan juga banyak dari mereka yang beraliansi satu sama lain baik dengan negara satu benua maupun negara diluar benuanya, negara kita sudah terkenal akan kehebatan makhluk monsternya dan dianggap sebagai benua baru, dikarnakan benua kita baru ditemukan sekitar 4 tahun yang lalu, manusia yang berada didunia luar ini semuanya adalah mantan player Underworld semua, levelnya setara dengan kita berdua Alan",
setelah mendengar penjelasan dari Asep, Un akhirnya mengulang pertanyaannya,
"lalu apa alasanmu ingin merebut mahkota ku ?",
"Tentu saja menyatukan benua ini dan memusatkan kekuatan tempur tanpa adanya negosiasi dan takut akan serangan dari sekutu yang memanfaatkan situasi perang, bukankah dalam peperangan kita harus terlebih dahulu mengamankan punggung kita dari serangan kawan ?,
maka dari itu hanya penyatuanlah yang menjadi solusinya",
"Mari kita lihat sejauh mana kau bisa memimpin Asep, sepertinya aku kalah lagi kali ini, mari kita bangun ulang guild kita tidak, maksudku negara baru kita",.
Sesaat setelah Asep mendekati mahkota yang dilempar Un, Asep yang terfokus mengambil mahkota dan berbincang dengan Un tidak menyadari bahwa Un telah diam-diam menyelesaikan Skill pamungkasnya yaitu pemanggilan Iblis dan....
BOOOOMM, Asep yang twrlambat menyadari serangan pamungkas Alan mulai menahan serangan maha dasyat itu dengan bermodalkan pedangnya saja lalu, dikarnakan perbedaan kekuatan yang dahsyat Asep terpental dan meledak di dalam serangan laser tersebut,
DOOOOOOMMMMM !!!!!!!!!!
padang rumput yang luas seketika menjadi gurun Lava akibat serangan dari summonan Un tersebut,
Un yang kehabisan mana lalu terkapar dan menutup matanya karna mengetahui bahwa tidak ada tanda-tanda kehidupan dari Asep yang telah terkena serangannya,
asap yang menutupi padang lava itu sedikit demi sedikit menghilang dan menyisakan Asep yang berdiri setengah sadar sambil menatap Un dari kejauhan.
__ADS_1
Un yang merasa lega tiba-tiba membuka matanya, pupil matanya membesar dan keringat kekalahan mengalir ditubuhnya mengetahui bahwa Asep masih hidup bahkan setelah terkena serangan summon raja iblis miliknya, yang bahkan Un sendiri tidak mampu menahannya.
Raja Iblis yang dipanggil Un berkata,
"b****erikan aku tangan kanan yang telah kau janjikan kepadaku ALAN",
Alan dengan tubuh tak berdayanya lalu berkata,
"Bunuh dia, maka kau boleh mengambil tangan, kaki, bahkan mataku untukmu",
Iblis yang dioanggil Un menyeringai dan berkata,
"berikan nyawamu, maka akan kupastikan bahwa aku akan membunuh musuhmu itu",
dengan senyum lemahnya Un berkata,
"bunuh dia, dan lakukan semaumu terhadap tubuhku",
Raja Iblis itu mulai menyusutkan tubuhnya sampai berbentuk manusia guna mempermudah gerakannya, tubuh besarnya tidak efisien bila bertarung dengan seorang setengah dewa (Asep).
Asep yang berdiri tegap mulai berlari mendekati si Iblis dengan kekuatan penuh seolah iya tak merasakan sakit setelah serangan kejutan Iblis itu melukai 10% tubuhnya,
TRAAANG, TRIIIIING !!!
ADU PUKULAN DAN TENDANGAN DILANCARKAN KEDUANYA DITAMBAH DENGAN SUARA RIUH ADUAN PEDANG MEREKA, TRAAANG, TRIIING !!!!!,
sang Raja Iblia terbang keangkasa dan disusul oleh Asep yang mengejarnya dengan niat membunuh yang kuat, mereka saling tabrak dan saling membenturkan serangan magic pedang mereka yang sama-sama beratribut api tersebut.
langit memerah dengan bercampur awan hitam yang menghiasi langit, drago, green, helljing, lizariski, wolferdi, dan braga yang telah sekarat diteleportasi oleh Un secara diam-diam kedalam peti altar untuk memulihkan kekuatan mereka, setelah mengirim Mereka tubuh milik Un semakin melemah, mengisyaratkan bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi,
Raja Iblis yang mengetahui bahwa Un akan mati lalu melemparkan sedikit nyawa api kiliknya kedalam jantung milik Un, karna bagi sang raja Iblis nyawa Un sangat berharga untuk menjadi wadah yang bagus untuk dia rasuki.
Asep yang sedikit demi sedikit mulai memojokkan Sang Iblis akhirnya dapat menebas bahu sang Iblis,
ZRAAASSHHHH,
KEKUATAN SANG Iblis menurun akibat memberikan api kehidupan guna menolong Un agar tidak mati,
__ADS_1
Asep yang tersenyum jahat akhirnya berkata,
"DASAR IBLIS BODOH",