
setelah pemberantasan pengintai, Un merasakan kekuatannya telah berkurang sebanyak 50% akhirnya memanggil pasukannya untuk beristirahat memulihkan diri, dilain sisi para jendral miliknya ditarik kemarkas pusat untuk beristirahat sembari merencanakan pondasi pertahanan negara mereka tersebut, lalu Wolferdi berkata,
"Tuanku, yang aku takutkan kita tidak dapat menahan serangan dari seluruh kerajaan dibenua ini",
"aku juga berpikir seperti itu yang mulia", (Drago)
"aku mengerti kecemasan kalian, maka dari itu aku memerintahkan helljing pergi keberbagai negara untuk mencegah mereka menyerang kita secara bersamaan", (Un)
"maaf yang mulia, Tapi apa maksud dari mengirim helljing ke negara-negara tersebut ?", (Lizariski)
"hahaha, tentu saja kita akan memberikan dukungan bagi negara tetangga yg berada didekat negara silver dan yang lainnya, hal ini dilakukan agar musuh kita berhati-hati pada negara tetangga mereka, sehingga kita dapat mengurangi musuh yang menginvasi benua milikku", (Un)
"hohoho, seperti yang aku duga, tuan Un memang sangat bijaksana, bahkan kami tidak berfikir sampai kesana", (Braga)
"mari kita menunggu kabar dari helljing, tapi selagi kita memulihkan mana, mari kita menonton pertarungan Eko dan penyusup tersebut", (Un)
"baik yang mulia", (ucap semua)
Un kemudian membuka cermin nyata miliknya dan menonton pertarungan yang dilakukan oleh Eko.
Sebelumnya,
"apakah kau yang membunuh Wyvern milikku ?", (Eko)
"Rupanya sang tuan rumah akhirnya datang, terima kasih atas EXP yang diberikan pasukanmu padaku", (Tono)
"hahaha maaf saja, tapi EXP itu tidak bisa kau ambil sebab benua ini adalah benua terkutuk, dan bila aku melihat namamu, sepertinya kau orang jawa ya hahahaha", (Eko)
"Cih, sepertinya kau adalah lawan yang sulit, tapi kau cukup bodoh karna disini ada negara silver dan putih yang menyerang benua ini", (Tono)
"jangan banyak omong kau !!", (Eko)
Eko mengeluarkan pedangnya sembari menggunakan skill tebasan angin dan BRAAASS, Tebasan itu membelah tanah namun Tono sang vampire itu menghindarinya karna iya merupakan seorang Asassin.
"kau kuat untuk seekor hama dibenua pemula ini", (Tono)
"melihat dari ketololan milikmu, sepertinya kau juga tidak bisa pulang kedunia nyata", (Eko)
Tono berubah kemode God Vampire dan menyerang menggunakan tangan nya yang memiliki mulut, ZRAAASSSS, Eko berhasil menghindar namun ia tetap terluka akibat angin dari serangan Tono, lalu Tono berucap,
__ADS_1
"ada cara untuk kembali, saat ini kami telah berhasil mengirim 1568 player kembali ke dunia nyata, namun ada syarat tertentu yang diperlukan agar dapat kembali",
"apa syaratnya ?, tentu saja aku akan membantumu begitu pula dengan temanku", (Eko)
dan dari kejauhan Un mengirim pesan suara kepada Eko,
"bila memang bisa kembali, lalu untuk apa ia bersusah payah menyerang kita, bukankah lebih baik kita langsung pulang kedunia asal kita, benarkan Eko",
Eko yang mendengarkan pesan dari Un mengabaikan sejenak perkataan darinya lalu berbicara kembali kepada Tono,
"Bagaimana bukankah menguntungkan buatmu mendapat sekutu yang kuat ?, dan juga kau tak mungkin dapat mengalahkan aku, atau kau ingin aku serius melawanmu ?", (Eko)
dalam diamnya Tono berfikir sejenak lalu ia akhirnya berkata,
"Baiklah aku akan memberitahukanmu tahap pertama untuk kembali ke dunia asal kita, semuanya memiliki setidaknya 5 tahap untuk menjadi syarat agar kita bisa kembali ke dunia nyata, bahkan aku baru saja menyelesaikan 3 tahapannya, tahap pertama adalah kau harus membasmi setidaknya 400.000 pasukan NPC, dan untuk mengetahuinya kau akan mendapatkan gelar sang pembunuh bila telah menyelesaikan tahap pertama",
"Apakah hanya semudah itu ?, bahkan aku telah membunuh lebih dari 400.000 NPC namun aku tidak mendapatkan gelar tersebut, dasar pembohong mati kau !!", (Eko)
Eko yang merasa dibohongi akhirnya berubah kebentuk terakhirnya yaitu God Warrior danenyerang dengan membabi buta kearah Tono dan adu serangan terjadi antar keduanya, Tono menggunakan lidah ditangannya untuk melancarkan serangan jarak jauh, sedangkan Eko menhan serangan tersebut menggunakan perisai miliknya,
dengan Aura membunuh Eko melancarkan serangan pedang kegilaan miliknya dengan sangat brutal hingga akhirnya mereka berdua mengalami keadaan kehabisan mana.
Mata Un membesar, mengetahui bahwa ada musuh yang dapat membuka portal sama seperti dirinya, hal ini sangat berbahaya mengingat Un tidak sempat membuat pasukan pertahanan untul menyerbu musuh yang menyerang.
dengan kesal Un berkata,
"Sialan !, sepertinya aku terlalu meremehkan tingkat kekuatan musuh, tak ku sangka akan jadi seperti ini, portal adalah item cash yang sangat mahal, bahkan untukku sangat sulit untuk mendapatkannya, Player macam apa sang raja tersebut ?",
Green yang belum bertarung akhirnya berdiri dan berkata,
"Izinkan hamba yang mulia",
dengan ekspresi yang masih sedikit kesal Un berkata,
"tahan mereka untuk sementara Green, nakan aku kirim pasukan untukmu, aku perlu sedikit waktu untuk mengatur pasukan",
"Baik yang mulia", (Green)
pasukan dari negara golden menyerang mulai dari pinggiran pantai, dengan cepat dan teratur formasi bertarung musuh memasuki kawasan hutan dan bergerak menuju ibukota kastil kematian tempat dimana Un berada.
__ADS_1
Dipertengahan jalan Green telah menunggu musuhnya seorang diri dengan sebuah kapak besar dipundaknya, lalu sang pangeran ke 2 kerajaan golden berteriak,
"SERAAAANG !, serang makhluk kotor tersebut",
gerombolan pasukan golden maju namun dengan senyuman meremehkan Green berucap,
"hempasan tanah",
DRRRRUUUUUMMMM
tanah terbelah dan menewaskan ratusan prajurit golden, seketika para pasukan itu mundur satu langkah dan membuat formasi baru, dan dengan perlahan mereka mendekati Green.
dari kejauhan Green berkata kepada sang pemimpin musuh,
"pergilah kalian, ini tanah air kami, siapapun yang pulang akan aku ampuni nyawanya",
geram dan merasa terhina oleh perkataan Green, sang pangeran itu berkata,
"aku ucok sang Golden pangeran ke 2 dari kerajaan golden tidak pernah kalah dalam berperang, dan tak akan gentar oleh makhluk hina seperti dirimu, qpalagi kau cuma seorang diri, sampai berapa lama hingga mana milikmu habis wahai makhluk hina",
dengan gagah nya Green berlari mendekati pasukan musuh, Green kemudian tersenyum sambil berlari melihat banyak portal terbuka dan mengeluarkan banyak Ogre dari dalamnya untuk membantu Green.
Dengan kebanggaanya sebagai jendral, green berkata,
"habisi para penjajah tanah air",
"WAAAAAAAGHHHHHH", (Ucap seluruh pasukan)
cemas sirasakan oleh Ucok, namun dengan harga dirinya yang tinggi Ucok berteriak menyemangati pasukannya,
"SERAAAANG",
PERTEMPURAN SENGIT TAK TERELAKKAN,
kedua pasukan bertabrakan, nqmun manusia tak diunggulkan karna jumlah pasukan yang sama dan Ogre yang statistiknya jauh diatas para manusia,
sedangkan Green dengan niat membunuhnya dengan cepat berlari kearah pangeran tersebut dan....
__ADS_1