
Raja Iblis yang mulai terpojok semakin terluka dan kehilangan tangannya, dengan kekuatan yang semakin menurun Raja Iblis pun tetap menahan serangan demi serangan yang dilakukan oleh Asep,
Disisi lain Un yang telah pulih akibat Gift kekuatan dari raja Iblis akhirnya bangkit dan membantu raja iblis dari daratan dengan skill tembakan api nya,
BOOM BOOM BOOM, serangan demi serangan yang percuma itu ditertawakan Asep dari atas langit,
Raja Iblis yang geram akhirnya turun ke daratan mendekati Un seraya berkata,
"ini memang rendahan, tapi dari pada aku mati konyol oleh setengah dewa gila itu, lebih baik aku menyerahkan jiwaku padamu anak penyihir",
dengan kelelahan Un menjawab,
"apa itu berarti kau mau aku segel didalam tubuhku, dan menjadi bagian dari nafasku ?",
dengan tersenyum sang Raja Iblis menjawab,
"mari lakukan bocah tengik".
Un berdiri dan merapalkan mantra penggabungan diri, dan mantra penyegel jiwa, namun hal itu tak mungkin dibiarkan oleh Asep, dengan cepat Asep turun menuju kearah Un namun hal itu digagalkan oleh Raja Iblis dengan perisai mutlak miliknya, lalu kemudian,
BOOOOM,
Asep terpental akibat perisai mutlak itu, lalu sang Raja Iblis itu tiba-tiba tersedot kedalam tangan milik Un, Asep heran dengan seringai senyum mengejek dari diri Un kepadanya lalu Asep dengan sayapnya terbang menghampiri Un namun,
SSSATTTTTTT,
Un menghindar dan tanpa sadar Asep melihat Un telah berada di atas langit dengan sayap gelap miliknya.
__ADS_1
"Alaaaaaan, MATI KAAAUU", ucap Asep dan dalam hatinya iya berucap,
"perubahan terakhir Skill Malaikat kematian",
Sayap milik Asep berubah menjadi hitam dan dengan muka yang marah iya mendekati Un, Un yang tersenyum mengejek melempar bola api hitam kearah Asep namun bola api itu hanya menghancurkan baju milik Asep saja.
Un tiba-tiba berubah menjadi wujud malaikat berjubah iblis dan keduanya bertabrakan dan saling menyerang, yang mengejutkan asep bahwa Un yang seorang mage menggunakan pedang, dan benar saja Job Un yang mulanya Mage berubah menjadi Job Magic Swordman.
mereka mengadu pedangnya dan menggetarkan benua tersebut, hingga menyebabkan gempa yang berkepanjangan sepanjang pertarungan mereka,
TRRRAAAANG, TRIIIING,
Pedang keduanya saling bertemu dan menyombongkan teknik nya masing-masing, pertarungan berlangsung cukup lama, benua itu telah mengeluarlan lahar dari dalam perutnya serta kedua monster stengah dewa itu telah mencapai puncak kelelahannya.
Asep tersenyum karna Seorang magic Swordman hanyalah seorang bocah berpedang bila tanpa mana, namun Un membalas senyum Asep, dan Asep membesarkan matanya lalu menyadari bahwa ini adalah kekalahan dirinya, Helljing, drago, braga, lizariski, dan wolferdi menggabungkan mana mereka lalu ditransfer kepada Un dan dengan perkataan hinanya Un berkata,
"DASAR SAMPAH PENGGANGGU KEDAMAIAN",
"RASAKAN INI TEMBAKAN CAHAYA KETOLOLAN DARIKU !!!!",
DAN, SRIIIING
cahaya menembus badan dari Asep, tubuh asep terlubangi, namun yang mengejutkan Asep masihlah hidup dan mengejar Un yang telah kehabisan mana,
"KEMARI KAU ANAK HARAM !!", Ucap Asep,
Un yang cemas berlari ketakutan seperti anak anak anjing yang ***** setelah iya berucap sombong pada asep, Un yang sangat malu berlari menunjukkan ekor nya sambil menghindari tusukan-tusukan pedang dari Asep.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit darah Asep berkurang, dalam perhitungan Un yang sedang berlari terbirit-birit Asep dapat bertahan selama lima menit yang terasa panjang baginya,
Un berfikir keras, lalu dengan kelicikannya Un berputar kearah langit yang lebih tinggi dan berharap Asep tidak bisa mengejarnya akibat luka besar dari perutnya, dan benar luka Asep semakin membesar namun yang mengejutkan Asep dapat mengejar Un dan menancapkan pedangnya di perut Un yang telah menghindar.
Pedang itu tertusuk di perut Un, sakit namun bahagia karna setelah pedang itu tertancap Asep melepaskan gemgaman pedangnya lalu menjatuhkan dirinya ke bumi,
sorot matanya nampak buram, dan detak jantungnya berhenti lalu Un berkata,
"apakah kali ini dia benar-benar mati ?",
Dengan tubuh lemahnya Un berucap,
"sepertinya kali ini ia benar-benar mati",
Un turun kebawah dan melihat Asep yang menghilang menjado serbuk cahaya dan menyebar keseluruh dunia, Para pengikut Un yang mengikuti perang tersebut akhirnya mendapatkan gift berupa kenaikan level yang sangat drastis, begitu pula dengan Un yang telah mencapai level 367, Un yang merasakan kekuatan dari kenaikan level nya mulai mengangkat tangannya karna semua mana miliknya telah pulih lalu Un berucap,
"Skill Heal Area",
semua pasukan yang terluka parah dan kehilangan bagian tubuh mulai sembuh satu persatu, namun skill ini tidak dapat menyelamatkan mereka yang sudah mati, nampak air mata memenuhi wajah milik Un dan isak tangis memenuhi medan perang tersebut.
Helljing yang melihat Un sedih mendekati Un dan berkata,
"tenang saja tuanku, semua akan baik-baik saja, pasukan kita mempwrtaruhkan nyawa mereka dengan sangat berani demi melindungi tanah air yang telah engkau ciptakan tuan, berkat dirimu hutan kematian menjadi sangat damai",
Un yang mendengar kata-kata tulus dari helljing akhirnya berkata,
"aku akan melakukan yang terbaik kedepannya, dan tak akan ada lagi yang akan mati nantinya",
__ADS_1