
"Assalamualaikum mang Tedi" ucap Yunita memberi salam ke pada mang Tedi.
"Waalaikumsalam, ehk ada neng Yunita, mau pesen cendol mang ya?" jawab mang Tedi.
"Iya mang aku mau beli cendol mang Tedi yang spesial ya mang aku pesen dua" jawab Yunita.
"Mas Yuda sini duduk, jangan berdiri di situ kaya patung aja" ucap Yunita mengajak Yuda untuk duduk di sebelahnya, Yuda pun mengikuti perintah Yunita, entah sejak kapan dirinya mengikuti perintah Yunita dari tadi.
"Siap neng, neng Yunita tumben bawa laki-laki ke sini, biasanya juga sendiri kalau mau beli cendolnya kalau nggak sendiri paling sama neng amel, ouh mang ngerti itu pacarnya neng Yunita ya?" ucap mang Tedi sambil bikin minumannya.
"Hah..? bukan mang Tedi dia itu mas Yuda, temennya Yunita bukan pacar" jawab Yunita.
"Ya ampun neng Yunita gapapa temen juga nanti juga lama-lama jadi demen, lagian kalian berdua juga cocok sama-sama cakep, pokonya mang Tedi setuju pisan kalau neng Yunita sama den Yuda pacaran" goda mang Tedi.
" Ihk.. mang Tedi kalau ngomong suka ngaco, ouh ya mang Tedi Cahca mana? kok gak ada di sini biasanya jam segini Cahca udah ada di kedai ini" Tanya Yunita sambil mengalihkan pembicaraan mang Tedi.
" Ouh Cacha lagi ada kerja kelompok sama temen-temennya neng, bentar lagi juga pulang" jawab mang Tedi.
"Gitu ya mang, hm.. padahal aku kangen sama Cacha mang Tedi udah lama gak ketemu, tapi Cacha kabarnya baik kan mang Tedi?" Tanya Yunita kepada mang Tedi karena bagaimanapun selain tujuan Yunita membeli cendol mang Tedi ia juga ingin bertemu Cacha anak sulung nya mang Tedi.
"Baik kok neng Alhamdullilah, Cacha juga kangen sama neng, dari kemarin dia nanyain neng terus kenapa gak kesini" jawab mang Tedi.
__ADS_1
"Ouh gitu ya mang, jadi tambah kangen sama Cahca" ucap Yunita.
" Bentar lagi juga dateng ko neng, ouh ya ini cendol nya udah siap, silahkan di minum den Yuda neng Yunita" ucap mang Tedi sambil menyodorkan minumannya.
" Makasih mang Tedi, nih silahkan di minum mas Yuda di jamin deh mas Yuda nanti ketagihan kalau udah minum cendol mang Tedi ini" ucap Yunita.
Yuda pun menerima minuman tersebut, dia dari tadi hanya diam saja tidak mengeluarkan suara sedikitpun, dirinya hanya menjadi obat nyamuk diantara Yunita dengan mang Tedi.
" Mas Yuda kenapa gak ngomong-ngomong dari tadi, ini malah diem aja kenapa sariawan? atau kenapa?" tanya Yunita lagi dan lagi.
" Saya tidak apa-apa" jawab Yuda
"Gimana gak diem orang aku gak kenal kalian" gumam Yuda.
"Iya " jawab Yuda singkat.
"Pasti dong, lagian ya mas ngapain pergi ke restorant bintang lima atau apalah itu, kalau pedagang-pedagang kaki lima juga pada enak-enak makanan sama minumannya, selain hemat kita juga bisa membantu perekonomian mereka, kalau restorant atau cafe banyak orang kaya yang mampir makan dan minum di sana iya kan mang Tedi?" ucap Yunita lagi-lagi ceramah.
" iya neng mang Tedi mah setuju- setuju aja apa yang di katakan neng Yunita" jawab mang Tedi.
"Sederhana" gumam Yuda tanpa di sadari dirinyapun tersenyum, ya walapun tidak terlalu lebar senyumannya.
__ADS_1
Setelah itu merekapun menikmati minumannya sambil asyik mengobrol, meskipun yang asyik mengobrol adalah Yunita dengan mang Tedi Yuda tidak menghiraukannya, sesekali ia nyuri-nyuri pandang kepada Yunita entah kenapa dirinya begitu senang melihat Yunita, mungkin baru kali ini Yuda melihat seorang perempuan yang periang ramah dan mau berteman dengan siapapun.
Waktupun terus berjalan tidak terasa Yunita dan Yuda telah menghabiskan cendol mang Tedi tanpa sisa sedikitpun, Akhirnya mereka segera pulang masing-masing saat hendak pergi tiba-tiba ada yang memanggil Yunita,
suara tersebut tidak asing lagi bagi Yunita seperti dugaan nya kalau yang memanggil namanya itu adalah Cacha sahabat kecilnya Yunita, Yunita pun membalikan badannya.
SELAMAT MEMBACA SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA😊
SEPERTI BIASANYA KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA JANGAN LUPA
LIKE👍
COMENT💬
FAVORITE❤
TIP⭐
AND VOTE NYA YA😊
DAN SHARE JUGA😄
__ADS_1
MAAF KALAU AKU SUKA TYPO😅
LOVYOU😍😘😘