Perempuan Mandiri Adalah Pacarku

Perempuan Mandiri Adalah Pacarku
CACHA 3


__ADS_3

Di dalam mobil.


"Mm.. mobilnya wangi jeruk ya" Ucap Cacha.


"Jeruk apaan gak liat orang pengharumnya ada gambar lemon bukan jeruk, rabun kali ya ni anak" Ucap Yunita.


"Gapapa sama-sama jenis jeruk ini" Jawab Cacha santai.


"Iya juga ya, kok gak kepikiran sampai situ, ni aku yang oon apa si Cacha yang gak beres otaknya?" Ucap Yunita dalam hati.


"Iya iya terserah kamu aja biar gak ribet" Jawab Yunita.


Sedangkan di dalam mobil Cacha terus saja bicara gak ada henti-hentinya, sehingga orang yang berada di dekatnya merasa risih tak terkecuali Yunita, rasanya gendang telinganya seakan pecah mendengar celotehan Cacha yang suaranya nyaring itu, di sisi lain Yuda yang terus di ajak mengobrol sama Cacha hanya mengnganggukan kepalanya saja, meskipun ia tidak paham apa yang sedang di bicarakan gadis kecil itu.


"Cha bisa diem gak? dari tadi kamu ngoceh mulu, gak cape apa tu mulut?" Ucap Yunita.


"Emangnya kenapa? iri bilang bos" Jawab Cacha.


"Dasar gak ada ahlak tu orang yang bikin Cacha berubah 180derajat, awas aja kalau ketemu gue bikin jadi pecel biar tau rasa, bikin kesel aja heran gue" Ucap Yunita dalam hati.


"Ya ampun Cha gak sopan kamu, lagian gak minat aku iri sama bocah ingusan kaya kamu, dan ya gak sudi juga kalau punya karyawan kaya kamu Cha, bangkrut langsung perusahaannya" Jawab Yunita.


"Ya elah kak bercanda doang, ngomong-ngomong jawab nya pedes amat ya kaya cabe 1 ton" Ucap Cacha.


"Ha ha ha kakak juga bercanda Cha, tapi awas ya kamu kalau ngomong gitu sama yang lebih tua dari kamu! harus sopan" Jawab Yunita.


"Iya kak Yunita cantik seperti bidadari jatuh dari genteng" Jawab Cacha cengengesan.


"Ya ampun Cha gak ada yang bagusan gitu hah? masa jatuh dari genteng, dari kayangan aja biar kaya di dongeng" Ucap Yunita.

__ADS_1


"Ada" Jawab Cacha.


" Apa tu?" Ucap Yunita antusias.


"Mimi peri" Jawab Cacha sambil ketawa.


"Gak jadi deh, gapapa bidadari jatuh dari genteng juga selama gentengnya gak tinggi-tinggi amat, masih aman-aman ajalah, daripada mimi peri. Maafkan bidadari jatuh dari genteng ini ya mimi peri sumpah gak bermaksud" Jawab Yunita berigidik ngeri.


yang di balas Cacha ketawa.


"Ekhemm,, rumah kalian di mana, apa masih lama? saya tidak punya banyak waktu ada rapat penting hari ini" Ucap Yuda memotong pembicaraan antara Yunita dan Cahca sekarang gilliran Yuda merasakan gendang telinganya sakit.


"Ya elah rapat apaan, awas aja ya kalau rapatnya mau naikin biaya parkir yang tadinya 2000 ribu jadi 5000 ribu ku penjarakan dirimu bersama rekan-rekanmu" Ucap Yunita, sedangkan Cacha hanya menggeleng-geleng kepalanya tidak mengerti kenapa Yunita tidak bisa membedakan


mana tukang parkir dan mana seorang pengusaha.


" Ya ampun kakak ini gak bisa bedain mana tukang parkir sama seorang pengusaha ya? rabun apa gimana si, udahlah kak Yuda jangan di dengerin omonga kak Yunita, emang suka gitu jangan masukin ke hati ucapannya" Ucap Cacha.


" Ya elah kalau itu mah si iya, ya kali alien, tapi sifat orang itu beda-beda, jadi ada bedanya gak semua sama" Jawab Cacha.


"Iya iya kaka ngalah aja, susah ngomong sama kamu ujung-ujungnya kaka yang ngalah" Ucap Yunita.


"Ya harus ngalah lah kak Yunita kan lebih tua dari Cacha, jadi harus ngalah sama yang lebih kecil" Jawab Cacha sedangkan Yunita hanya memutarkan bola matanya malas.


Ekhemm...


"Eh iya lupa, kasian banget di kaka ipar jadi di kacangin, kak Yunita si ngajak Cacha debat terus, maaf ya kaka ipar nanti di depan belok kiri ya" Ucap Cacha sok manis.


" Hmm terus terus terus aja di salahin, salah apa coba, nasib-nasib punya adek angkat kaya punya musuh bebuyutan, untung sayang coba kalau enggak udah di karungin ni anak" Ucap Yunita dalam hati.

__ADS_1


"Belok kiri mau kemana kamu? ke rumah pak somad hah" Ucap Yunita.


" Eh iya lupa hehehe soalnya masih inget pas petik mangga di situ, mana enak lagi mangganya jadi pengen" Jawab Cacha sambil melamun dengan mulut terbuka dan mengeluarkan sedikit air liurnya.


"Ihhkk jorok banget si Cha, jangan ember mulutnya!" Ucap Yunita merasa geli melihat Cacha seperti itu.


"Hehehe habisnya kalau udah ngebayangin buah mangga punya pak somad itu mesti ngiler, lagian siapa juga yang mulutnya ember, ya kali ceritain aib sendiri malu-maluin diri sendiri aja" Jawab Cacha.


"Ya bagus deh kalau gitu, itu namanya kamu sadar diri" Ucap Yunita.


"Dari dulu juga udah sadar diri emgnya kak Yunita" gumam Cacha.


"Jadi di depan belok kanan?" Tanya Yuda.


"Iya kaka ipar" Jawab Cacha.


**SELAMAT MEMBACA SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA😊 SEPERTI BIASANYA KALAU KALIAN SUKA JANGAN LUPA


LIKE👍


KOMEN💬


FAVORITE❤


AND VOTE NYA YA😊


MAAF YA KALAU SUKA TYPO😅


DAN KALAU ADA KATA-KATA YANG KURANG PAS TOLONG DI MAKLUMI MASIH BELAJAR🙏:>

__ADS_1


Lovyou😘😂**


__ADS_2