
"Kamu boleh pesan apa saja yang kamu inginkan" ucap Yuda.
"Ya ampun ini gak salah! kok harganya pada mahal-mahal" ucap Yunita sambil memegang sebuah buku menu.
"Apa masalah nya? kamu tinggal pilih saja apa yang kamu mau, saya pasti akan membayarnya kamu tidak usah khawatir" jawab Yuda.
"Ya jelas ada masalahnya lah, masa minuman kaya gitu aja harganya mahal, di tempat biasa aku beli bisa dapet 3, lagian mas nya emang punya uang banyak?" jawab Yunita.
"Terus apa yang kamu inginkan? apakah saya tidak jadi mengganti minuman anda?" jawab Yuda.
"Enak aja, ya tetep harus ganti lah, ayo ikut aku aja kita beli minumannya di tempat biasa aku beli yang tak kalah jauh lebih enak dengan minuman yang ada di sini" jawab Yunita sambil menarik tangan Yuda dan berjalan ke arah tempat parkiran mobil.
"Apa-apaan ini, lepaskan saya! apakah kamu tidak waras? berani-beraninya menarik tangan saya" jawab Yuda dengan nada tidak bersahabat.
"Ya ampun mas ini bawel amat si, tadikan masnya bilang apa yang aku inginkan, ya udah aku ingin membeli minumannya di tempat biasa aku beli, lagian siapa yang gak berani narik tangan mas coba, kecuali kalau mas itu seorang pejabat, gubernur atau selebrity gitu baru aku gak berani" jawab Yunita.
"Panggi saya pak Yuda, saya tidak suka anda memanggil saya dengan sebutan mas"
__ADS_1
jawab Yuda.
"Apa, ha..ha..ha.. pengen banget ya di panggil pak Yuda, emangnya mas itu seorang bos apa? udahlah mas terima kenyataan aja gak usah mengada-ngada,
lakukan semua hal sesuai kemampuan syukuri apa yang kita punya di luar sana masih bayak yang lebih susah dari kita" ceramah Yunita.
"Saya tidak mengada-ngada kamu tidak tidak percaya kalau saya bukan tukang parkir? setidaknya kamu bisa lihat dari penampilan saya yang tidak mencirikan sedikitpun seorang tukang parkir" jawab Yuda kesal.
"Ya ampun mas semua orang juga bisa ngelakuin semua itu, bisa saja kan mas ini nyewa iya kan? di kampus ku banyak yang seperti itu mas yang rela uang buat kebutuhan mereka untuk kuliah malah di pakai buat nyewa begituan, mereka gak sadar kali kalau orang tuanya itu banting tulang buat bisa memenuhi kebutuhan mereka, maaf ya mas saya gak bermaksud untuk menghina atau menyinggung, cuma aku ikut prihatin aja" ceramah Yunita yang tidak ada henti-henti nya bicara di dalam mobil, mulutnya itu kaya gak ada rem nya wkwkwk.
" Terserah kamu saja, percuma saya menjelaskan kalau kamu tidak percaya perkataan saya" jawab Yuda.
Setelah Yunita selesai bicara seperti ceramah dia pun terus menunjukan jalan di mana tempat minuman langgananyaa itu, setelah beberapa menit kemudian Yunita dan Yuda pun sampai di sebuah kedai yang bernama CENDOL CINTA RASA dan penjualnya itu bernama mang Tedi.
Yunita sudah menganggap mang Tedi sebagai orang tuanya, hampir setiap hari Yunita selalu berkunjung ke tempat di mana mang Tedi jualan karena bagi Yunita pepatah dari mang Tedi itu sangat berarti baginya, ia melepas kerinduan pada orang tuanya melalui mang Tedi, mang Tedi juga sudah menganggap Yunita sebagai anak kandungnya sendiri, kedekatan mereka sudah seperti keluarga sungguhan.
**SELAMAT MEMBACA SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA😊
__ADS_1
SEPERTI BIASANYA KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA JANGAN LUPA
LIKE👍
COMENT💬
FAVORITE❤
TIP⭐
AND VOTE NYA YA😊
DAN SHARE JUGA
MAAF KALAU AKU SUKA TYPO SOALNYA KALAU AKU SELESAI NULIS LANGSUNG AKU UPDATE GK DI CEK DULU 😅
DAN UP NYA LAMA🙏
__ADS_1
LOVYOU 😍**