
" Pyuh... cape banget , mana tugas nambah numpuk lagi " Ucap yunita sambil berbaring di atas kasur.
" Sabar yunita namanya juga belajar" Jawab amel yang mendekati yunita.
"Lo ngomong kaya gitu juga pasti ada niat liat sama gue, iya kan?" Jawab yunita dengan sedikit meledek amel.
"Hehehe tau aja, lagian itu namanya ujian di mana-mana yang namanya ujian itu gak enak" Jawab amel dengan cengar cengir karena tau aja apa yang di maksud dirinya itu.
" Sudah aku duga, lagian kalau itu juga gue tau kali" Jawab yunita.
" Mel, lo mau makan apa? Tanya yunita.
"Mm.... mi instan aja lah biar cepet, sekalian tolong masakin ya hehe..." Jawab amel dengan melihatkan gigi gingsul nya itu.
"Sudah ku duga, ya ya ya gue masakin" Jawab yunita sambil berjalan ke arah dapur untuk memasak mi instan.
"Punya sahabat gitu amat ya, nasib-nasib" gumam yunita.
Meskipun amel sering menyusahkan yunita, tapi dirinya tidak mempersalahkan hal itu sebab dia sudah menganggap amel sebagai adik nya sendiri, bagaimana tidak yunita melepas semua kerinduan terhadap adiknya melalui amel yang tak jauh beda umurnya dengan adiknya yunita.
Beberapa menit kemudian!!
"Ni mi instan nya udah jadi" Ucap yunita dengan mengarahkan mie yang dia bawa ke arah amel.
"Wih... enak banget baunya, makasih ya yunita, lo emang sahabat terbaik di dunia.." Jawab amel dengan penuh senyuman.
"Iyaa iya udah cepet makan nanti keburu dingin gak enak" Jawab yunita.
"Iya" Jawab amel singkat.
Setelah itu mereka pun memakan mi instan yang di masak oleh yunita. setelah beberapa menit kemudian mereka sudah menghabiskan makanan nya.
__ADS_1
"Mel, emang ada ya tukang parkir pake baju setelan jas?" Tanya yunita.
"Hah.. apa!! tukang parkir pake setelan jas?" Jawab amel dengan nada heran.
"Iya, emang kenapa?" Jawab yunita.
"Wah gila lu ya, masa tukang parkir pake setelan jas, ngaco" Jawab amel
"Dih gue serius mel" Jawab yunita.
" Ya gak mungkin lah yun, kalaupun ada tu orang otaknya kurang satu ons" Jawab amel dengan ketawa.
"Ih..tau ahk pusing nanya sama lo, udah lah daripada ngomongin hal yang gak penting, meningan ngerjain tugas dari dosen tugas se abreg kaya gitu" Jawab yunita.
" Dih.. yang bahas duluan siapa coba" gumam amel.
"Iya iya bawel" Jawab amel.
KAMPUS.
"Yunita lo liat ikat rambut gue gak?" Tanya amel sambil berteriak kepada yunita yang sedang ada di dapur.
" Di dalem laci,coba liat!" Jawab yunita.
"oh.. ok, thanks" Jawab amel.
"Yunita?" Ucap amel sambil berjalan ke arah dapur.
"Apa" Jawab yunita singkat.
"Widih.. udah jadi aja sarapannya" Ucap amel.
__ADS_1
"Ya iyalah yunita gitu loh" Jawab yunita.
"Idih jawabnya gitu amat yun" Jawab amel.
"Ha ha ha.. biarin, udah-udah kita sarapan aja nanti telat" Jawab yunita yang duduk di sebelah amel.
"iya" Jawab amel singkat.
Setelah mereka selesai sarapan, mereka segera pergi ke kampus. sesampainya di kampus, mereka memasuki ruangan belajar.
Meskipum panggilan mereka agak kasar, tapi itu udah kebiasaan mereka memanggil dengan 'Lo' 'Gue', mereka pernah mencoba saling memanggil dengan sebutan 'Aku' 'Kamu', tapi itu merasa kurang nyaman bagi mereka, meskipum panggilan mereka 'Lo' 'Gue' tetap saja mereka memanggil orang-orang dengan sopan apalagi dengan yang lebih tua.
**SELAMAT MEMBACA SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA 😊
SEPERTI BIASANYA KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA JANGAN LUPA
LIKE👍
COMENT💬
FAVORITE❤
TIP⭐
AND VOTE NYA YA😊
DAN SHARE
MAAF KALAU AKU SUKA TYPO😅
LOVE YOU😘**
__ADS_1