Perempuan Mandiri Adalah Pacarku

Perempuan Mandiri Adalah Pacarku
CACHA


__ADS_3

"Kak Yunita" ucap Cahca anak sulungnya mang Tedi, Cahca pun melambaikan tangannya kepada Yunita, Yunita pun membalasa lambaian tangan Cacha.


"Cacha hey apa kabar sayang?" jawab Yunita lembut.


"Cacha baik kok kak, kaka juga apa kabar? udah lama kaka gak ke sini, padahal Cacha kangen banget sama kak Yunita" jawab Cacha, emang benar dirinya sudah hampir seminggu tidak bertemu Yunita, namun gadis kecil itu merasa kalau satu minggu itu cukup lama rasanya seperti ber bulan-bulan.


"Kaka juga baik sayang, apalagi kaka kangen banget sama cacha, maafin kaka ya karna gak kesini udah lama soalnya akhir-akhir ini kaka sibuk" jawab Yunita.


"Iya gapapa kok kak, Cacha ngerti ko kaka kan harus sekolah juga kaya Cacha biar bisa ngejar cita-cita kita setinggi langit, iya kan? jawab Cacha.


"Anak pintar" jawab Yunita tersenyum samabil mengelus-ngelus rambut Cacha.


"Itu siapa kak, pacar kaka ya?" Tanya Cacha, Yunita pun cuma bisa tersenyum mendengar omongan Cacha.


"Kamu ini masih kecil udah tau pacar-pacaran, dasar ganis nakal" ucap Yunita sambil mengacak-ngacak rambut Cacha.


"Iihk kak Yunita yang nakal tau, masa rambut aku di acak-acak, lagian ya kak Cacha itu udah besar bukan anak kecil lagi" jawab Cacha sebel sambil memanyunkan bibir mungil nya itu.


"Iya ya kaka minta maaf adek kecil" jawab Yunita meledek.


"Iihhkk kaka mulai deh, udah ahk aku mau nyamperin kaka ipar" jawab Cacha kezel.

__ADS_1


"Hee gadis kecil dia bukan pacar kaka" jawab Yunita sambil mengikuti Cacha yang sedang berjalan menuju Yuda.


"Biarin, aku gak percaya pasti kak Yunita ngibulin aku lagi kan? sekarang aku udah gede kak bukan anak kecil lagi" jawab Cacha sambil berjalan menuju Yuda, karena Yunita sering ngibulin Cacha akhirnya sekarang Cacha suka ragu kalau Yunita bicara, Takutnya dia di kibulin terus kaya waktu dulu dia pas kelas 5 SD, dirinya selalu di kerjain Yunita.


"Ya ampun anak ini susah bener di kasih tau, plis Cha jangan nanya yang aneh-aneh" gumam Yunita.


"Cha tunggu kaka" ucap Yunita yang masih mengikutin Cacha.


"Hai kaka ganteng, aku Cacha kak temen nya Kak Yunita.. ehk bukan deh tapi adiknya kak Yunita, Nama kaka siapa" Tanya Cacha sambil menjulurkan tangannya kepada Yuda, Yuda pun membalas juluran tangan Cacha, meskipun Yuda terkenal dengan sikapnya yang dingin dan cuek tapi dia sangat senang jika bermain bersama anak kecil sperti Cacha, apalagi Cacha terlihat sangat menggemaskan bagi Yuda.


"Halo juga adek kecil yang imut, nama kaka Yuda pratama kamu boleh manggil kaka, kak Yuda" jawab Yuda seraya tersenyum kepada Cacha.


" Ouh kak Yuda, pasti pacarnya kak Yunita ya? dia kan gak suka bawa laki-laki kesini, aku juga jarang liat kak Yunita jalan sama laki-laki, kak Yunita itu katro padahal dia cantik masa gak mau di ajak jalan doang" jawab Cacha panjang lebar.


"Iihkk kaka kaya kak Yunita aja deh sama-sama nyebelin sukanya ngacak-ngacak rambut ku ini, aku tuh gak bisa di giniin ehk.. tapi kalian berdua cocok sama-sama suka ngacak-ngacak rambut aku, cie cie" ucap Cacha sambil tertawa.


Yuda pun melirik Yunita yang berada di belakang Cacha, Yunita pun mengangkatkan bahunya tanda tidak mengerti kenapa Cacha bicara sperti itu, sedangkan Cacha memperhatikan Yuda dan Yunita yang saling berpandangan.


"Ehemm kalau mau saling tatap-tatapan jangan kaya gitu dong gak seru" ucap Cacha asal.


"Aishh anak ini, sejak kapan kamu jadi kaya gini Cha? bicara mu ituloh suka ngasal, udah kaka bilang kak Yuda itu bukan pacar kaka" ucap Yunita yang merasa heran, setahu dia Cahca itu orangnya tidak suka banyak bicara,

__ADS_1


tapi semenjak tadi dia dikagetkan tingkah Cacha yang aneh terkadang bicaranya sperti orang dewasa saja.


"Yang jelas semenjak Cacha udah gede kak, lagian udah deh jangan main ngibul-ngibulan gak seru tau, iyakan kaka ipar?" ucap Cacha, sedangkan Yuda hanya memnganguk saja ia tidak mengerti apa yang di bicarakn Cacha.


"Cacha, ya ampun apa yang terjadi pada anak ini selama aku tidak bertemunya ya allah" ucap Yunita sedih seraya mengangkat tangannya seperti sedang berdoa, sedangkan Cacha hanya tersenyum geli, Yuda pun ikut-ikutan tersenyum melihat tingkah mereka meskipun Yuda tidak mengerti apa yang mereka ributkan.


SELAMAT MEMBACA SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA😊


SEPERTI BIASANYA KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA JANGAN LUPA


LIKE👍


COMENT💬


FAVORITE❤


AND VOTE NYA YA😊


DAN SHARE JUGA😁


MAAF KALAU AKU SUKA TYPO😅

__ADS_1


APALAH DAYAKU YANG HANYA AUTHOR AMATIR😅YANG SEKEDAR MENYUMBANGKAN IMAJINASI NYA SAJA HEHEHE😁


LOVYOU😍😘


__ADS_2