
" klunting " suara ponsel ira tanda pesan masuk. Ira pun melihat ponselnya
" malem, aku Bakti yang di cafe tadi " Chat dari Bakti
" iya Kak gimana? " Balas Ira
" hehe, tak apa sih, iseng aja " balas Bakti
" maksudnya? " Ekspresi Ira yang muram
" Gabut aja ni aku " jelas Bakti kepada Ira
" o, hubungi aku cuma gara-gara iseng doang? " tanya ira melalui chat
" maaf aku hanya bercanda doang" jelas Bakti kepadanyanya
" aku mau tidur, ngantuk " jawab Ira kembali dan nampaknya ira capek
" oh okey, tapi maaf aku tadi bercanda lho" mengerutkan dahi dan memandangi ponselnya
Setelah 30 menit pun Bakti menunggu balasan dari Ira tetapi tetap tidak di balas olehnya.
" yah sepertinya antara capek dan tersinggung beda tipis " bakti pun murung atas bahasa yang dia chatkan kepada ira
" hey, maaf ya kalau kata-kata ku tadi membuat kamu tersinggung, maaf aku gak tau kalau kamu lagi capek atau moody" bakti pun chat kembali karna rasa gak enak kepadanya tetapi tak di balas oleh ira
" hmmm kayaknya udah tidur deh, besok pagi saja deh aku chat lagi " ucapnya salam hati
*
"kring.. Kring.. " ponsel bakti berbunyi
"siapa sih pagi amat " ia pun bangun dan mengambil ponselnya yang berada di meja samping
"asalamualaikum pak, selamat pagi" Anto telepon Bakti
" waalaikumsalam om, ada apakah ? " jawabnya sambil duduk di sofa samping bed
" maaf ganggu pak, aman gak pak? "tanya Anto kepadanya
" Alhamdulillah ini lagi baru bangun pak, nginep di hotel Aku, gimana Pak? " lanjut tanya
" Pak Saya barusan kirim email ke Bapak ya, surat Tugas Mobilisasi 10 unit motor sama 2 mobil ke purwokerto Pak, terus file pdf nya sampun saya kirim tinggal tanda tangan pak " jelas Anto
" oh, bentar Pak " sambil buka whatsap. Setelah itu di tandatangani file itu dan di kirim balik ke wa Anto. " Done ya om" ucapnya
" siap pak maaf ganggu ini, tapi njenengan jadi balik hari ini Pak ? " tanya lanjut Anto
" yoi, habis ini aye otw Om habis check out, kantor aman kan? " lanjut ucap bakti
" yes, mandali Pak, yowes ttdj ya Pak, kalau ada apa-apa kabari ya Pak "
" Siap Om, aku mau mandi dulu ini " pamit Bakti ke anto
" asiyap, lanjut pak, ijin dulu pak, asalamualaikum " ucap Anto
" yoi, waalaikumsalam " Panggilan berakhir dan menutup panggilan dari Anto
Bakti pun mandi. Setelah 20 menit selesai mandi ia bergegas rapikan barang di koper, setelah itu ia turun untuk breakfast. Ia pun Chat Ira tetapi tak di respon.
**
__ADS_1
Mataharipun menjulur setengah di atas kepala, waktu menunjukan 10.00. Ia pun memutuskan untuk checkout awal. Selesai check out ia pun ke Roxy square untuk beli produk tong tji.
Sembari menunggu pesanan, ia telepon Ira.
" iya halo " jawab ira melalui ponsel panggilan dari Bakti
" syukurlah di angkat " jawab bakti
" ada apa kak ? " tanya Ira
" aku minta maaf atas kesalahan tadi malam yang singgung kamu, mungkin " jelasnya ke Ira
" hm, iya " jawaban singkat terdengar seperti bete
" o iya aku balik habis ini lo " dengan intonasi ledekan ala Bakti
" terus " terdengar masih seperti orang bete
" bisa ketemu dulu sebelum aku otw ? " lanjutnya agak merayu
" permisi mas, ini pesananya " waiters datang antarkan pesanan bakti
" iya mbak makasih " jawab bakti
" jika ada pesanan lagi langsung panggil kami kembali ya mas " tambah waiters tersebut
" cukup mbak, makasih " jawab bakti yang sedang telepon dengan Ira
" baik mas, sama-sama" lalu waiters meninggalkan bakti
Obrolan Bakti dan Ira pun terpotong oleh waiters itu.
" buat ? " jawab singkat ira kembali
" permohonan maafku karna semalem" jelasnya ke Ira
" gak perlu, makasih, yaudah aku kerja dulu " jelaskan kembali kondisi dengan intonasi tegas
" yaudah, maafin aku ya " rayu Bakti kembali
" hmm " di tutuplah telepon Bakti oleh ira
Bakti pun kebingungan dengan sikap Ira yang bikin ia sedikit nyaman. " duh kenapa ya si Ira ini ? Yaelah salah lagi kan aku " ucap bakti dalam hati
Kemudian Bakti pun melanjutkan santap pesanan di tongji yang sudah ada di atas meja.
***
Setelah selesai dari tongji ia pun melanjutkan perjalanan ke Jogja. Keluar parkir Roxy dan berhenti di Indomaret dekat roxy di jalan satu arah ke jogja untuk isi etol.
" selamat datang di Indomaret, selamat berbelanja " sambut karyawan Indomaret itu sambil senyum
" iya " jawab bakti senyum. Bakti ambil keranjang warna biru dan ambil beberapa air mineral, camilan dan kopi serta rokok.
Setelah itu ia menuju ke kasier untuk bayar belanjaanya. " Mbak sama isi etol ya "
" loh Bakti ? Apa kabar? " di sapa oleh kasir misterius
"Wieka, aku baik kok ? kamu sendiri gimana kabarnya? " balas Bakti
" Alhamdulillah sama Beb, kamu gak pernah berubah ya " ucap Wieka
__ADS_1
" Alhamdulillah, hehe, kamu ngapain di sini ? " tanya lanjutan Bakti kepada wieka
" aku kebetulan ngecek barang dan karyawan di sini " jawab wieka
" idih, bos ya sekarang hehehe" sambil meledek wieka
" eh bentar ya " potong pembicaraan dan keluar dari ruang kasir
" ada apa wiek, ayo ini gimana pesananku oi " panik karna ada 2 orang yang antri di belakang Bakti
tiba-tiba wieka pegang dan tarik tangan Bakti. " ayo ke point coffee rooftop, ini urusanku " ucapnya
" eh jangan wiek " ucap bakti menolak ajakan wieka
" udah ayo beb ah " jawabnya tengil
Akhirnya Bakti pun berjalan mengikuti wieka naik ke point coffee. " duduk ganteng dulu beb " ucap wieka
" eh wiek tapi " ucap bakti tapi di potong wieka
" hus, diem . Ini kopi kamu ya minum, ini rokok, tunggu aku bentar " ucap wieka sambil meletakan rokok, kopi lalu ia bergegas turun ke bawah
" hmm " bakti pun terdiam dan menyalakan rokok lalu ngopi sepaket
Tak lama 10 menit berlalu wieka pun datang dan dudun di sebelah Bakti. " maaf lama, kamu mau ke jogja kan ? " ucapnya
" hmm terus ? " penasaran sambil mengerutkan dahi
" bentar diem dulu " wieka pun ambil ponsel dan telepon seseorang
" kamu kebiasaan wiek " protes Bakti sambil setengah muka masam
" halo pa, aku sore ini nebeng temen ke jogja ya, kerjaan beres, wieka ambil cuti 3 hari ya pa" ucapnya
" hm " sahut bakti di iringi hembusan nafas sedikit kesal
" oke pa makasih pa, wieka sayang papa " lalu menutuo teleponya.
" serius kamu ikut ke jogja ? " tanya bakti
" masak bercanda sih kamu gitu ya gak pernah berubah " ledek wieka
" kamu juga masih sama seenak jidat dari dulu sampai sekarang sakarepe dewe " jawaban tengil terlontarkan
" boleh kan beb? Yah boleh kan ? " tanya sambil merengek
" hmm iya boleh gak boleh udah terlanjut juga kamu telepon papa kamu" jawaban meledek
" yaudah hayuk mau sekarang ? " ucap wieka
" antar ke kos kamu ? " tanya bakti
" enak aja, rumah cuy, hayuk dah sekarang, sini kuncinya aku yang setir mobil kamu " ambil kunci mobil di atas meja
" hmm ayo dah, aku mau bayar dulu yang tadi " berdiri sembari jalan ke bawah menuju kasir
" udah gak usah, aman itu " ucap wieka
****
Akhirnya mereka berjalan menuju kediaman wieka mengendarai mobil Bakti
__ADS_1