
Malam pun berlalu
"waduh " (kaget) " jam berapa ini? " ucap Bakti. Lihat sekeliling ruangan. Sedangkan karien masih tidur nyenyak di sebelahnya.
" dek.. dek.. " tepuk halus pipi karien. (masih tidur nyenyak).
" yaelah ". Bangun dan ambil ponselnya. Dengan ekspresi kaget. " halo wiek, maaf aku ketiduran di hotelnya temenku. kemaren aku minum terus jackpot. Maaf 20 panggilan kamu tak terjawab. Udah jangan banyak tanya. Hari ini aku temuin kamu ya, entar aku chat lagi, aku mau mandi ". ( telepon wieka ). Ditutuplah teleponya
Karien pun bangun mendengar suara bakti yang telepon temanya. " mas udah bangun ?" tanya karien bermanja di atas kasur.
" dek aku mau mandi dulu ya, harus ngantor soalnya." jawab bakti terburu-buru. Ia ambil handuk dan berjalan ke kamar mandi.
" hmm dasar Bakti grusa grusu " ucap karien dalam hati. lalu ia pun telepon resepsionis untuk antarkan breakfast ke kamarnya.
Setelah baktiselesai mandi, gantian karien mndi. " mas karien mandi dulu ya, nanti kalau breakfastnya udah datang, bukain pintunya terus taro di atas meja ini saja" ucapnya
" iya dek, buruan " ucap bakti
" mas, pakai baju ini yah, semoga ukuranya pas " menyodorkan bag bertuliskan 3second ke bakti yang isinya pakaian 1 paket.
" apa ini dek, repot-repot kamu ini yah " sanggah bakti
" udah gak usah banyak komen ya, pakai saja, yang baju kemaren taro sini aja, entar bawa pulang " karien pun lanjut menuju kamar mandi.
20 menit kemudian
karien keluar dari kamar mandi. pemandangan makanan sudah lengkap di atas meja beserta kopi. " wah gantengnya mas bakti, jadi tambah sayang deh" ucap karien melihat bakti memakai baju yang ia belikan.
" thanks ya dek, hayuk kita breakfast dulu, mase mau ngopi bentar sama sebat" ucap bakti sambil tersenyum.
" oke mas " karien pun ganti pakaian, sedangkan bakti menikmati kopinya.
akhirnya mereka breakfast bersama di dalam kamar hotel sambil ngobrol kecil. " mas makasih ya udah ngasih waktu ke karien " ucapnya
" ah B aja keles, maaf hanya sekedarnya dek, gak bisa lebih ". Jawabnya sambil makan
" buat aku, mase punya waktu lebih sudah sangat istimewa dan berharga lo di hati karien" ( senyum menatap bakti )
" yah sebenarnya kalau kamu hanya ngobrol masalah ginian by phone bisa dek, gak harus extend sehari, kan sayang waktu sama biayanya dek " nasehat pagi dari seorang bakti
" lebih marem ketemu mase, bisa lihat cara mase ngobrol, senyumnya mase sama ekspresi mase juga" ( pipi memerah )
__ADS_1
" wow, gombalan pagi ala dek karien ya " ledek bakti
" hehehe, serius aku mase " senyum tipis dengan merah pipi
" dek habis ini mase pulang dulu ya naik ojol, kamu check outnya masih lama kan ? " ujar bakti kepadanya
" jangan mas, sekalian saja habis ini check out, urusan karien d jogja udah kelar kok jadi aman mas" jelas karien
" oke dek mase apa kata kamu aja deh " melanjutkan minum kopi.
*
Waktu menunjukan pukul 09.30, akhirnya mereka check out dari hotel satoria. Terlihat mobil karien di kemudikan oleh bakti menuju ke kantor kerja Bakti. Sampai di kantor, tampak karien mencium tangan Bakti sebelah kanan dan masuk ke kabin kemudi.
Mobil putih pun meninggalkan Kantor kerja Bakti, lalu ia masuk ke kantor di sambut oleh anto di ruang tamu. " siang Pak, sehat ? " sapa Anto dan menjabat tangan kanan
" Alhamdulillah Pak, sedikit waras juga ini ". Membalas jabatan tangan anto sambil duduk di kursi
" Hari ini jam 10 saya ijin ya Pak ke sekolah anak ambil rapot" ucapnya Anto
" siap Om bentar lagi jam 10, njenengan langsung aja berangkat Om, saya mau kerja dulu ini, karna banyak tanggungan " jawabnya sedikit panik
" oke Pak, entar ketemu sore ya Pak " ujar Anto sambil berdiri dan membawa tas slempang kecil.
Pemandangan kantor pun terdengar sunyi. Hanya bunyi kertas yang sesekali seperti bergesekan dengan kertas lain.
15 Menit berlalu
" kok Ira gak chat aku ya ? " cek ponsel
"waduh kok gak tau ya aku, ah bentar aku chat Ira dulu " ( panik )
" hey maaf aku kecapekan kemaren, habis perjalanan jauh dan baru sempat Buka ponsel " ( chat Bakti kepada Ira ) lalu ia melanjutkan beberapa pekerjaan.
" kring kring " suara ponsel Bakti tanda panggilan
" ah Ira mungkin " ( pegang ponsel ) " yah Wieka " ucapnya sedikit lemas
" hey " di angkatlah telepon dari wieka. " iya, wiek. Aku dah di kantor ini. Barusan aja sampai. Apaan sih ? . Iya entar malam ya jam 7 8 an lah aku otw. iya janji. kamu go food dulu aja yak. Banyak kerjaan aku. Yaelah, see you okey. bye " menutup telepon dari wieka
Selesai telepon wieka Bakti lanjut untuk kerja. mulai membuka kembali berkas demi berkas, email demi email, kertas demi kertas.
__ADS_1
sembari ia cek ponselnya. " kok belom di balas yak sama ira ? " dalam hati
" repot dah wanita cantik mah sakarepe dewe " ucapnya dalam hati. Setelah selesai kerja, bakti pun keluar naik sepeda motor untuk makan siang.
***
Langitpun semakin gelap. Di hiasi oleh matahari yang bertambah menit turun meninggalkan bumi. Bakti dan karyawan pun pulang ke rumah masing-masing.
Terlihat Mobil Bakti sudah parkir di garasi kediamanya. Ia keluar mobil dan masuk rumah.
waktu menunjukan pukul 20.00 wib
Tampak Wieka duduk di bed ngobrol dengan Bakti yang duduk di sofa biru. " cie yang tadi malam sama cewek cantik " ledek wieka
" apa sih, aku gak ngapa-ngapain kok, hanya ketiduran karna teler doang, suer " jelas Bakti
" ngapa-ngapain lo juga gak apa kok beb, pantes betah di Jogja ya" ledek wieka sambil senyum
" jadi keluar gak ni ? Kok jadi bahas yang gak penting sih " tegas Bakti protes
" hmm gak usah keluar beb, di sini aja yah soalnya tadi siang aku he heha sky view naik ojol " seru wieka
" yaudah kita beli makan sana minum saja ya " ucap bakti
" udah gak usah, habis ini makanan kesukaan kamu juga bakal datang, minuman ada di kulkas tuh bawah " sambil nunjuk kulkas di bawah meja tv
" hm, yaudah deh, terus kita ngapain di sini ? " jawab canggung bakti
" udah ngobrol santai saja deh beb " wieka pun berdiri dan berjalan menuju ke kulkas.
" minuman apaan tuh ? Gila semua udah di prepare ya ? " ucapnya bakti
" ambil London dan gelas kecil, terus kita mimik " berkata lirih dengan nada centil. Lalu wieka pun berjalan menuju ke bakti dan meletakan Minuman serta gelas di atas meja depan bakti.
" ampun dah, tadi malam aku puyeng gegara ini minuman, sekarang tambah lagi " ucap bakti sedikit menolak
" beb, sekali ini saja beb, kan entar ngobrolnya enak Beb, Los gitu " ucap wieka
" hmmm yaudah deh, gantinya gak bisa ajak kamu jalan " lirih terdengar
" angkat tuh telepon dari Ira " sambil melirik ponselnya sedikit centil dan jelous
__ADS_1
" apa ? "