
"kukkuruyuk "
Bunyi ayam di pagi hari di samping rumah kediaman Bakti. Terlihat ia sedang berbaring tidur di atas kasur sedang menikmati rehat sejenak.
" kring... Kring... " ponsel nya berbunyi tanda panggilan dari seseorang. " siapa sih pagi gini telepon " ucapnya sedikit terlihat ekspresi malas.
Ponsel pun di ambil dan " halo asalamualaikum". Di jawablah panggilan itu.
"Waalaikumsalam Pak, sampun tekan Jogja ? " nada khas dari Anto rekan kerja Bakti.
" sampun om, ini di kontrakan aku, gimana om ? " jawaban nada lemas terucap dari bibir Bakti.
" baru bangun Pak suhu ? Kalau capek rehat dulu Pak, kerjaan di kantor masih Mandali 86 Pak " ujar Anto yang kasihan mendengar suara Bakti yang terdengar capek
" Aman Om, entar Aku berangkat kerja kok " jawabnya
" Asiyap, di tunggu Pak suhu, nanti aku bawakan sarapan Pak, jadi njenengan ndak usah bawa Sarapan ya Pak " ucap Anto
" Makasih banyak lo Om, jadi enak ni Aku, hihihi " senyum sedikit meledek
" ya sudah Pak Ketemu di Kantor ya, ijin tutup teleponya, asalamualaikum " salam dari anto menutup telepon
" Oke Om waalaikumsalam" salam balik bakti
Ia Pun terdiam sejenak memikirkan Ira yang tak kunjung balas chatnya dia dari kemaren.
"hmmm, kemana ya? Coba aku chat dah " sedikit menggerutu di dalam hati
" asalamualaikum Ra, aku sudah sampai di Jogja ni " chat bakti ke Ira. Ia pun berdiri menuju Kamar mandi dan cuci muka. Kemudian di lanjut merebus air untuk bikin susu untuk sarapan awal.
Sedikit melirik ponsel yang nyala tanda ada pesan masuk. Di ambilah olehnya dan ternyata buka. balasan dari Ira. " hemm... Kirain dari Ira, ternyata dari iklan, masih pagi juga sih kayaknya masih tidur" dalam hati bakti
Alhasil Ia memasak air dan setelah panas bikinlah Susu putih. Selesai bikin susu, lanjut untuk Mandi.
*
15 menit berlalu tampak Bakti selesai mandi. Ia berdandan memakai seragam kerja. Selesai ambil tas laptop dan handbag dia mematikan lampu lalu berjalan menuju ruang tamu untuk menikmati susu yang ia bikin.
Sebatang rokok di ambil dari bungkus dan menyalakan dengan korek. " duh masak ia dia marah hanya gara-gara perkataanku yang sepele kek gitu " ucapnya dalam hati. Kemudian ia pun ambil ponsel dan mencoba cek ponsel.
Lagi-lagi dengan wajah muram karna belom di response oleh Ira. " ya tuhan, apa aku telpon saja ya ". Akhirnya ia memberanikan diri untuk telepon Ira.
3x tetap tak ada response sama sekali. Dan akhirnya ia memutuskan untuk menyudahi telepon untuk berbakat kerja.
Gelas kosong bekas susu pun di letakan di wastafel. Bakti lanjut berangkat kerja.
**
" tin tin " ( sampai di depan kantor kerjanya )
__ADS_1
kemudian terdengar suara langkah kaki berlari. " kreek.. Klik ceklik " pintu gerbang di buka oleh security yang berjaga saat itu
" Pagi Pak " salam dan senyum dari security yang bertugas
" Pagi mas Tri " balas Bakti. Lalu ia pun lanjut untuk parkir mobil di basement khusus.
" prit.. Prit.. Yak stop Pak " aba-aba terdengar dari samping mobil.
" makasih ya Mas Tri " sambil berjabat tangan
" siap pak, oh iya mau di bikinkan Kopi Pak ? " ucap Mas tri
" boleh mas, kopi item ya sekalian kalau ada berkas yang harus saya Tanda tangan " sahutnya sambil membawa tas laptop serta handbag
" baik Pak di tunggu ya, permisi ". Security lanjut berjalan ke pantry.
Bakti lanjut berjalan menuju ruangan officenya. Ia langsung duduk di ruangan santai sembari membuka laptopnya.
" tok tok tok, permisi pak " terdengar mas tri dari depan pintu membawa kopi hitam dan beberapa berkas.
" yak masuk mas " sahut dari bakti
" ini kopinya Pak, silahkan " sambil meletakan kopi di atas meja santai
" baik mas thanks ya " jawab bakti senyum
" o iya ini berkas yang harus di tanda tangan selama bapak Cuti " meletakan beberapa lembar berkas di sebelah laptop.
" baik Pak, saya ijin dulu Pak " berjalan keluar ruangan dan kembali ke basecamp.
suasana sunyi di ruangan Bakti pun hanya terdengar coretan kertas dan bunyi lampiran kertas yang di buka bertubi-tubi. Setelah selesai berkas itu di letakan di depan kopinya dengan rapi.
terdengar langkah berjalan dari depan menuju ruangan kerja. " asalamualaikum Pak Suhu selamat pagi " suara dari Anto yang baru datang dengan membawa tas slempang berisi laptop dan tangan kanan memegang 2 kotak berwarna putih.
" e Bapak, masuk Pak, ngopi pak " sahut Bakti ceria
" iya pak, terimakasih. Hayuk sarapan ini khusus dari ibu negara bawakan sarapan buat kita Pak " ucap Anto
" widih, ngeri . Makasih banyak lo pak " menerima kotak makan yang di berikan Anto.
Suasana kekeluargaan di dalam kantor pun terlihat harmonis. Makan bersama sembari ngobrol. Merekapun ngobrolin masalah pekerjaan. Sembari bersenda gurau.
Selesai ngobrol koordinasi, mereka pun kembali ke ruangan masih-masing.
Melihat pemandangan ada berkas yang berantakan, akhirnya Bakti pun sedikit merapikannya. Maklum karna di tinggal oleh penghungi 5 hari. Setelah selesai tiba-tiba layar ponsel bakti menyala.
" Wah akhirnya " Ekspresi senang karna chatnya di balas oleh ira
" iya " balas ira singkat
__ADS_1
" aku boleh telepon " ( bales bakti )
" bisa isikan shopee pay ku ?" chat lanjutan dari ira
" kirim nomor virtualnya " balas bakti
beberapa menit kemudian
" udah masuk ya, cek " chat bakti menginfokan ke ira
" makasih, aku mau kerja dulu entar selesai kerja aku chat lagi " balas Ira
" oke Ra, semangat ya ( emot senyum ) " balas dari Bakti sembari bersenyum ria.
Tak terasa waktu begitu cepat, Anto dan bakti keluar kantor untuk makan siang. Mereka sampai di Warung nasi padang di daerah jalan magelang. Selang beberapa waktu sajian nasi Padang pesanan mereka datang. Obrolan kecil pun terjadi.
" Pak Suhu, kemaren saya makan di sini Pak sendiri pas njenengan libur " ucapnya senyum
" terus Om ? " jawabnya penasaran
" aku ketemu si kariena pak " jawabnya
" ajakin makan dong, tapi dia kayaknya di purworkerto "jelasnya
" kemaren siang Pak, serius Saya tuh " ujar Anto sambil menikmati makanan
" oh iya kah ? Terus ? " muka penasaran
" dia tanya Mas Bakti kemana ? Ya aku jawab kalau njenengan di Banyuwangi cuti " jelasnya
" bagus Pak, biar dia gak nungguin saya " ucap Bakti sepontan.
" wah kasihan dia itu Pak, nungguin njenengan, tapi sekarang udah tambah keluhatan sehat Pak semenjak ia pensiun dari Lebah " analisa Anto
" kok bisa si Pak, ya syukur kalah sudah berubah Pak " lagi-lagi jawab dengan nada datar
" kurang apa coba pak dia itu? Sekarang udah berubah, cantik, kalem, terus murah senyum lagi, pembisnis, dan dari sorot matanya ia tuh gak bisa bohong kalau memendam rasa sama njenengan ". Ledeknya ke Bakti
" sama bapak aja lah, aku hanya anggap dia teman" jelas bakti singkat dan masih datar.
Tak lama kemudian ada wanita yang masuk ke warung nasi padang dengan memakai daster kuning, memakai masker putih dengan rambur lurus di ikat.
" Mase " melambaikan tangan ke Bakti dan Anto
" (senyum) " Bakti menganggukan kepala
Datanglah wanita itu ke mereka berdua. " halo apa kabar ? " mengulurkan tangan kanan ke Anto dan Bakti
" Alhamdulillah dek, silahkah duduk" jawab Bakti dan membalas jabat tangan wanita itu
__ADS_1
Kemudian wanita itu pun duduk di depan mereka berdua. " halo mas Anto " berganti menjabatkan tangan ke wanita itu
" halo mbak Karina " senyum