Periha Rasa Tak Pernah Berubah

Periha Rasa Tak Pernah Berubah
Bab 7 Nostalgia Wieka


__ADS_3

" hallo, maaf kemaren aku ketiduran. kamu lagi apa? Aku lagi nongkrong di tempat teman ini. udah makan belom ? Oh iya habis ini aku isi. Oke bye " jawab Bakti


" kenapa beb? " dengan raut muka penasaran


" yang di jember itu lo. Ira, bentar ta wiek " membuka mbanking


" oh kirim duit ? Mau amat baru kenal langsung di kasih duit" sanggah seorang wieka. Lalu wieka pun menuangkan minuman ke gelas kecil dan langsung ia minum.


chat bakti dengan Ira


" udah aku Tf ya, cek " (chat bakti)


" oke makasih " (balas Ira)


" cepat beli makan " ( chat bakti )


" iya entar aku chat lagi ya kalau gak ngantuk " ( balas nya )


" okey, have fun "


Bakti pun minum tuangan london di gelasnya. Lalu ia menyalakan rokok bersamaan dengan Wieka.


" beb, sesayang apa sih sama dia ? " tanya wieka


" em, belom bisa di jelaskan dengan kata " ucap bakti sambil pegang ponsel


" segitunya ya kamu, alasanmu apa beb sampai uang pun kamu TF " penasaran


" aku gak mau dan trauma di tinggal pasangan karna kekurangan materi " jawabnya senyum


" hm, salah besar kamu beb, harusnya kamu cari yang mengerti kondisi kamu, dulu kamu cerai kenapa " nasehat wieka


" bukan gitu wiek, udahlah jangan bahas itu ya " sambil makan kentang goreng yang di sajikan di meja


" yaudah lah beb, aku mau bahas kita aja " ucap wieka dengan memasang wajah serius


" apa tuh " penasaran


" kamu gak ada perasaan lagi ke aku ? " tanya wieka dengan


" mmm, aku udah anggap kamu teman wiek " ( senyum )


" aku tanya lagi, perasaan kamu gimana ke aku ? Jujur " intonasi wieka tegas


" mmm, gimana ya wiek, perasaan itu luntur dengan sendirinya. Di hati kecil emang masih ada sih tapi seiring berjalanya waktu kita lebih baik berteman deh kayaknya " jelas bakti

__ADS_1


" aku minta maaf ya atas kejadian dulu, aku ilang tiba-tiba di saat kamu sayang sama aku" nada lirih terucap di mulut wieka


" aku hanya penasaran dengan kenapa kamu dulu tega sama aku ? " tanya singkat bakti


" dulu pas terakhir kamu chat aku, ponselku aku letakan di atas meja belajar. Terus di baca sama mama aku" cerita nostalgia


" terus " wajah penasaran


" aku langsung di sidang, kamu yakin sama anak itu ( Bakti ) nduk? Kalau Mama gak setuju. Kamu harus konsentrasi sekolah. Cari jodoh yang sedikit mendekati level " jelasnya


" hmm terus kamu jawab gimana ? " tanya bakti penasaran


" aku diem saja, dan aku hanya bisa mikir, karna mama yang bilang ke aku seperti itu yang notabene orang tua ku " jelas wieka


" terus ? " ucap bakti penasaran


" aku di ajak ngobrol papa. Dan beliau bilang gini . Bakti itu bakal sukses dengan caranya sendiri. Dia ( Bakti ) punya potensi maju dengan waktu yang tak bisa di tentukan. dan jika waktunya sudah tiba, Papa siap menerimanya dalam bentuk dan kondisi serta status apapun " cerita wieka ke bakti


" om Martin emang gitu wiek, tapi apalah daya kondisi sudah kek gini " jawab bakti singkat


" yang aku malas itu Mama aku sekarang jodohin aku sama anaknya temanya dia, oke emang dia sudah Perfect dari segala hal, tapi aku tuh gak cocok sama dia di beberapa hal maupun prinsip hidup " jelasnya sembari menuangkat minuman ke gelas bakti yang kosong


" kenapa gak di coba dulu wiek ? Lambat laun namanya prinsip itu masih bisa berubah lo, kecuali watak " sembari minum


" iya itu dah wieka, sipaling prinsip tanpa nego , hahaha " ( ketawa puas )


" sedangkan sekarang kamu sudah berjuang di 1 wanita yang aku saja belum bisa yakin. Padahal dahulu pas kamu cerai, aku tuh sudah siap dengan segala aspek yang aku timbang dan uji banding " uraian wieka mengenai perasaannya kepada bakti


" wiek, udahlah wiek, aku udah ikhlas semua, kamu juga punya dan berhak bahagia. Dan yang jelas bukan dengan aku " sedikit nasehat bakti


" iya udah lah yang penting janji ya beb, jangan sampai pasangan kamu melarang hubungan kita di atas kewajaran " permintaan wieka


" iya insyaallah aku gak janji, tapi di usahakan " ( senyum )


" terus karien itu siapa ? " tanya Wieka penasaran


" dia temen kok " ucapan singkat


" serius aku tanya beb, kasih clue dong " desak wieka


" serius, dia hanya teman, kamu tau kan kalau aku anggap teman ya teman wiek " jelas bakti tegas


" iya paham aku, tapi sorot matanya dia lebih lo beb, lebih dari haraoan, segalanya deh " ( memandang bakti )


" itu urusan dia, aku gak mau tau. Karna awal mula sudah aku kasih batasan teman, gak lebih " bakti menyalakan rokok kembali

__ADS_1


" kamu jangan kasih harapan lebih beb, agar dia tau dan gak ngejar kamu gitu " saran wieka singkat


" aku gak pernah ngasih sesuatu yang lebih dari harapan maupun perlakuan, tapi dianya yang anggap lebih. Toh kita kenal udah lama harusnya dia paham dan peka dong wiek " ucapnya tegas


" aku hanya menilai dari sudut pandang mata dan tindakan lo beb, hanya saja kamu perlu tegesin lagi ke dia agar dia gak sakit ketika dia berhara, tetapi tak tercapai " ( sedikit mengerutkan dahi )


" aku paham, aku punya cara dan prinsip sendiri wiek. Sekiranya dia merasa lebih, aku stop dan hanya reminder dia lo " jawab bakti dengan segala keyakinan


" eits, tapi dia tau gak aku siapa nya kamu, terus kamu sekarang proses deketin Ira ? " ( ekspresi penasaran )


" aku hanya jawab kamu teman, bukan mantan, terus soal Ira aku gak pernah cerita " ujar bakti


" lah ? Pantes beb " nada kesal


" dia gak tanya, wajar doang aku gak jawab " jelas bakti


" yaelah, masih amatir banget sih loe, yaudah lah apa baiknya aja di hubungan kalian " sedikit kesal


" udah lah wiek, eh iya besok mau kemana acaranya ? " tanya bakti sedikit merayu


" besok aku balik, papa aku sampai yogya sekitar jam 1 jadi aku sekalian bareng beb " jawabnya


" oh, yasudah deh, aku habis ini pulang ya wiek " ucap bakti spontan


" mm eh angkat tu telepon dari siapa ? " nada menyuruh sambil sedikit melirik ponsel bakti


" iya dek. Udah sampai purwokerto? Syukurlah. Rehat dulu sana. Iya lagi sama wieka ini. Iya di hotelnya dia. Hmmm iya dek. Bye " (terdengar jawaban telepon dari Bakti ke karien ) ditutuplah teleponya


" siapa beb ? Karien ? " tanya wieka


" iya, dia udah sampai di purwokerto " jawab bakti singkat


" mmm kamu tidur sini saja ya beb, bahaya kamu lagi gak normal nih habis minum " saran wieka


" mmm iyaudah seh tapi besok pagi aku pulang ya soalnya harus kerja wiek. Di kantor udah aku tinggal 2 hari lo selama aku di jogja " jelas bakti


" oke deh beb, serah saja aku mau tidur dulu gak kuat ". Ujar wieka. Ia pun berdiri dan menuju ke bed


Bakti pun mencoba chat Ira. " hey udah tidur belom ? "


Chatnya tetap gak di balas oleh Ira. " apa dia udah tidur ya kekenyangan ? " ucap dalam hati


" ah yaudah deh aku pusing, mau tidur " ( perhataan batin bakti ).


Akhirnya mereka pun tidur

__ADS_1


__ADS_2