
Senyum masin sesosok karien duduk di depan Bakti. lalu karien melepas ikat rambut di biarkan terurai
" dari tadi kah mas ? " tanya karien kalem
" iya Dek lumayan ini " jawab Bakti
" Pak suhu saya Pamit naik ojol saja ya " sahut Anto sambil mengeluarkan ponsel untuk pesan Ojol
" Gak Usah lah mas, biar saya yang antar Mas Bakti saja, Karien bawa mobil kok " ujar karien
" mmmm " Bakti berpikir sejenak . " iya Om, bawa aja mobilnya, entar saya gampang Om " sedikit tersenyum terpaksa
" iya sudah Pak, lanjut dulu, bapak gak usah ke kantor dah, pokoknya kerjaan mandali " potong Anto
" ini kuncinya mobilnya " bakti mengulurkan Kunci mobil
" siap Pak, Mbak di lanjut ya, saya pamit dulu Pak " ucap Anto sembari berdiri
" iya Mas ttdj ya " balas karien.
" ( senyum ) tiati Om " Bakti.
" iya mbak, Pak mari asalamualaikum " berjalan keluar dari warung nasi padang
" waalaikumsalam " jawab mereka serentak
*
Berapa menit kemudian Menu makanan untuk karien sudah datang di atas meja. " aku makan dulu ya mase " ucap karien menawari Bakti
" iya dek monggo " sahut Bakti senyum
"oh iya mas, gimana kabar anaknya di rumah? " tanya karien sambil menikmati hidangan
"Alhamdulillah dek sehat dan perkembaganya juga sehat dek" jawab bakti kalem sambil menyalakan rokok
" syukurlah kalau begitu mas, oh ya mase karien pengen bilang sesuatu dan sekalian minta pendapat kepada mase, boleh kan mas ? Mumpung karien di yogya. " ( senyum sambil menatap wajah bakti ).
" emang apaan dek ? Terus kamu di sini sampai kapan? " tanya bakti penasaran
"karien di yogya ( terdiam ), angkat saja mas, pasti penting" (senyum)
" bentar ya dek " sahut Bakti angkat telepon
" iya wiek. Oh aku lagi makan ini di deket hotel kamu. jangan kesini, kamu pesen apa biar aku bungkusin. Oke 15 menit lagi aku sampai basement lotus ya. Oke bye " menutup telepon dari wieka
" siapa mas ? " ( sambil senyum )
" temen dek, bentar ya dek " melambaikan tangan ke pelayan.
Pelayan pun datang menghampiri bakti. Dan tampak menulis menu yang akan di bungkus titipan dari wieka.
" maaf ya dek, kamu di sini berapa hari emangnya? " tanya bakti
" sebenarnya hari ini udah harus pulang, tapi feelingku mase di jogja jadi tambah 1 malem mas " jelas karien
" wah seberapa penting yang harus di obrolin dek ? " tanya bakti
"ada 2 hal , tapi mase kayaknya sibuk janjian sama temanya, belum lagi pasti mase harus kerja lagi " ucap karien sedikit sedih
" mm gini aja deh, habis ini kita nongkrong ya, luapkan semua unek-unek kamu mumpung kita ketemu " saran bakti
" nongkrong dimana ya mas?, oh iya di rooftop satoria aja deh tempat karien nginep" ucap karien dan ia sudah selesai makan
" boleh habis ini aku antar makanan dulu ya ke temenku, terus gas. Mase mau bayar dulu ya ". Berdiri sambil ambil kunci mobil karien di atas meja.
" okey mas ". Karien pun berberes ponsel di masukan ke dalam tas, lalu ia juga menyusul bakti yang sedang bayar di kasir.
__ADS_1
15 menit kemudian
Mereka akhirnya sampai di basement lotus. " bentar ya dek ". Ambil ponsel dan telepon wieka
" iya mas " melihat ponselnya sendiri.
" halo, udah di bawah aku. Iya udah turun cepet . Aku pakai Brio Putih Plat R. Udah jangan banyak tanya " di tutuplah telepon dari wieka
Wieka tampak berjalan menuju mobil Karien menuju sebelah kanan kaca. " tok.. Tok.. " ketukan kaca
" ini pesanan mu wiek " menyodorkan plastik yang berisi titipan
" hey beb, wow sama yang bening2 nih " menerima nasi sambil pegang pundak bakti
" mbak " ( senyum ) sapa karien
" o pantes aku gak boleh nyusul makan, ternyata sama ceweknya ni beb " sahut wieka ketus
" hm ini temen, udah lah, entar malam aku samperin kok " jelas bakti
" ngaku aja gak apa kok, ya kan mbak " wieka menganggukan kepala
" mmm " karien hanya tersenyum
" please ya entar dulu wiek, aku mau ada urusan bentar " jelas bakti
" eh apa ini yang di jember itu beb? Jangan-jangan udah kamu suruh kesini " masih berbicara sedikit ketus
" hmm bukan wiek, udah ya aku berangkat dulu, waktunya mepet soalnya wiek " balas bakti sambil mendorong sedikit tangan wieka
" o gitu, yaudah have fun ya beb , muwach " wieka mencium pipi bakti sebelah kiri dan langsung berjalan kembali ke lift hotel
" eh apa-apaan sieh wiek, ah kamu ini " mengusap pipinya
" siapa mas ? " ucap Karien.
" siapa mas ? " tanya karien tegas
" temen sek, sumpah " balas bakti
" yakin mas ? " ucapan memaksa
" mmm, jadi gak ini? Kalau gak jadi aku order ojol aja dek ?" bakti menyerukan opsinya
" iya mas maaf, gitu saja marah, ayo dah " (senyum)
**
20 menit kemudian
Mereka pun akhirnya sampai di rooftop satoria hotel. Tampak duduk di sebelah kolam renang yang pemandanganya sangat indah nan damai. Terlihat kota jogja yang ramai di sore hari.
Pelayan pun datang ke tempat duduk mereka tampak sodorkan buku menu.
" bentar ya dek aku chat anto dulu masalah kerjaan, kamu yang pesan aja dek" bakti ambil ponsel di handbag nya
( chat whatsap )
" Om saya gak ke kantor kayaknya, kalau ada urgent telepon saja ya " chat dari bakti ke Anto
" siap pak, mandali 86 " balas Anto
tampak beberapa menu camilan, 2 botol minuman london, dan 2 gelas kosong telah di bawa oleh pelayan dan di hidangkan di atas meja mereka. pelayan pun kembali ke ruanganya
" dek Kamu beli London ? Serius ini ? " tanya bakti kaget
" please mas, sekali ini saja temenin karien minum " karien memohon
__ADS_1
" mmm iyaudah deh, ayo dah ngobrol " mwngeluarkan rokok dan menyalakanya
" mas, pertama terimakasih ya atas bantuan kamu dulu ke karien, usah ngasih modal karien dan nominalnya gak sedikit, mungkin kalau mase gak melakukan itu, aku masih berada di dunia sepertu itu mas " ucap karien
" udah dek itu rezeki kamu kok, mase iklas bantu kamu. usaha jualan kamu gimana? " bakti senyum
" Alhamdulillah mas lancar, orderan jalan terus, bulan kemaren omset karien udah 3 juta bersih mas" ngobrol sambil menuangkan minuman ke gelas bakti
" syukurlah, mase ikut seneng dek, semoga tambah lancar san besar ya dek" sambil minum
" iya mas, sekarang aku mau bangun ruko depan rumah, kan itu ada tanah kosong, udah ada bangunan cuma kecil, sekarang udah di bangun, 1 minggu lagi udah kelar mas " sambil minum
" ya Alhamdulillah dek, terus kamu di jogja ngapain dek ? " tanya bakti
" karien habis belanja sama cari vendor ekspedisi barang mas, jadi nanti karien udah gak perlu ke jogja lagi, paling di jadwalkan 1 bulan 2x ke jogja cari barang baru sama ketemu mase " karien pun ambil rokok di tasnya dan menyalakan rokok itu
" kalau gak perlu dan penting, kurangi perjalanan yang membuang uang dek, sayang kan dek harusnya untuk kebutuhan ini malah kepakai yang gak penting" nasehat bakti
" aman mas masalah itu udah karien hitung dan prediksi kok "
" dek kok mase pusing ya, mau muntah mase " penglihatan kabur
" mas, gak usah pulang mas, tidur sini saja mas. entar mase kenapa-kenapa di jalan lo " ucap karien sambil memegang tangan kiri bakti
" gak dek mase harus tetap pulang, ada janji juga sama teman yang tadi" ucap bakti
" mas serius kuat ? " tanya karien
" mmm kok tambah pusing ya dek " bakti sedikit kehilangan keseimbangan
" mas. Mas. " karien pun bergegas turun dari kursi dan menuju ke bakti sambil
" mm " ( bakti terdiam )
" pelayan" melambaikan tangan ke pelayan
Akhirnya bakti pun di bantu gendong ke kamar karien . Setelah itu oelayan keluar, bakti berbaring di atas kasur. Karien pun melepas sepatu dan kaos kaki bakti.
" mas. Mas. " sambil menggoyang dada bakti tapi masih tidak di response oleh bakti
Akhirnya karien hanya bisa memandang bakti yang merem tak sadarkan diri. Sesekali ia pegang pipi bakti.
***
Sedangkan karien tak bisa tidur. Ia hanya rebahan di sofa sebelah bed tempat bakti tidur. " padahal sudah jam 21.00 kok aku belum ngantuk ya" ucap karien dalam hati
Bakti pun bangun dan langsung lari ke kamar mandi.
" mas kenapa mas ? " karien mengikutinya dari belakang.
Bakti terdiam dan hanya muntah di wastafel hotel. Karien pun pegang leher bakti untuk membantu bakti yang muntah banyak. 5 menit berlalu
" udah dek, lama gak minum mase " sambil cuci muka
" iya mas wajar, ini handuknya " menyodorkan handuk
" mase harus pulang ini " keluar dari kamar mandi tetapi masih tetap dengan kondisi tak kuat berjalan.
" sini karien bantu mas jangan di paksa lo, udah tidur lagi gih " di bantulah bakti menuju ke bed
Sembari berbaring lemas, bakti mencari ponselnya. " mana dek ponsel ku?"
" mas, rehat aja, jangan mikir ponsel yak " ucap karien.
Akhirnya bakti tertidur kembali. Sedangkan karien duduk di sofa sambil main ponselnya. Tak lama ponsel bakti berbunyi. Lalu karien pun berjalan mengintipnya.
" ada panggilan dari wieka 8x, dan chat dari seseorang, tapi siapa ya ? " ucap karien dalam batin.
__ADS_1
" ah aku sillent aja deh, bukan dari rekan kerja kok " akhirnya ponsel bakti pun di sillent olehnya dan karien pun menyusul tidur di sebelah bakti.