
MENGANTUK (eli)
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Malam ini, rini menginap di rumahku. Dia ingin menemaniku, walau sudah ke bilang berkali kali bahwa aku baik baik saja, tapi dia sangat keras kepala. Hingga tak ada pilihan lain bagiku selain mengalah.
"el.. Mau nangis?" tanyanya
"udah tadi nangisnya. Jangan sering sering nanti air mataku kering" jawabku bercanda pada rini. Karena aku tau sekali rini saat ini sedang mengkhawatirkanku.
"ihh el.. Aku serius. Kalau mau nangis, nangis aja. Jangan di pendem."
"iya iya. Makasih ya selalu ada saat aku butuh seperti sekarang ini.."
"ihh kamu gimana sih el.. Kita kan sa.ha.bat. yang namanya sahabat itu selalu ada di saat susah dan senang.. El kan juga selalu ada saat aku butuh bantuan. Lagi pula kita udah kayak saudara kan.." jelas rini panjang lebar sambil menggerak gerakkan tangannya
"haha.. Iya rin." jawabku terkekeh kecil
"nah gini dong. Yang ini baru eli.." ucapnya saat melihatku tersenyum.
Aku sangat sangat bersyukur karena tuhan telah memberikan sahabat sebaik rini padaku. Yang selalu ada di kala suka dan duka ku, seperti saat ini.
Ayah, ibu, lihatlah aku dari sana. Lihatlah perkembanganku. Selalu awasilah aku. Kalian akan melihat betapa hebatnya putri kalian ini yang akan keluar dari kesedihannya dengan dorongan orang di sekitarnya. Aku akan selalu bersemangat melanjutkan hidupku walau kalian telah pergi jauh meninggalkanku.. Karena perjalananku masih panjang...
...***...
Tik
Tok
Tik
Tok
Suara detik jam memenuhi isi kamar.
Aku tidak bisa tidur. Saat memejamkan mataku, bayang bayang ibu dan ayah terus muncul. Yang membuat kesedihan itu terus datang padaku. Seolah menghantuiku.
Sementara di sebelahku rini sudah tertidur pulas masuk ke dalam dunia mimpinya.
Ohh ayolah diriku! Aku harus tidur... Ayah dan ibu pasti sudah berada di tempat yang indah sekarang..
Aku memutuskan untuk keluar rumah. Mencari angin segar. Siapa tau setalah itu aku bisa tidur..
Ahh.. Segar sekali udara di luar sini. Aroma tanah yang lembab karena hujan sangat menghipnotis diriku. Aku berjalan maju keluar.
__ADS_1
Eh? Aku melihat seorang lelaki sedang duduk di bangku depan rumahku dan nek ijah. Dari belakang sih... Seperti kak vero? Apa itu dia?
Aku mendekatinya. Dan duduk di sebalahnya.
Kak vero sedang apa? Melamun?
Matanya menatap lurus kedepan, wajahnya datar tanpa ekspresi. Bahkan dia tak menyadari kedatanganku.
"kak vero...?" suaraku membuatnya tersadar dari lamunannya.
"eli? Kamu.. Kapan kesini? Belum tidur? " tanya kak vero setengah terkejut setengah panik
"belum kak. Lagi pengen cari angin aja. Pas keluar ngeliat kakak lagi ngelamun. Mikirin apa sih kak? "
Jawabku dengan pertanyaan lagi.
Kak vero nampak diam sejenak. Menghela napasnya. Lalu tersenyum padaku dan berkata.
"gimana ya el? Kakak ngerasa ayah sama ibu itu cepet banget perginya... Dan ini sangat tiba tiba bagi kakak.."
Aku tau. Kak vero adalah yatim piatu sejak kecil. Dia hanya tinggal berdua dengan nek ijah, nenek kandungnya.
Ibu dari kak vero adalah sahabat ibuku, dan ibu kak vero telah memberikan amanat pada ibu untuk menjaga kak vero. Oleh karena itu, ibu telah mengasuh kak vero dari kecil.
Ibu dan ayah menyayangi kak vero seperti menyayangi anaknya sendiri. Begitu pula dengan kak vero.
Dan jangan lupakan nek ijah yang sangat menyayangi ku. Kami sudah seperti keluarga bahagia yang lengkap.
" yang berat bukan kakak aja, eli juga masih nggak percaya mereka ninggalin eli gitu aja, Tanpa perpisahan.. Padahal kemarin lusa mereka masih ada disini tersenyum ke eli, tapi sekarang mereka udah gak ada." ucapku dengan pandangan lurus kedepan.
Mataku berair ketika teringat kenyataan kejam ini. Kini kesedihan itu kembali merasuki diriku. Tanpa aba aba air mataku lolos begitu saja mengalir ke pipiku.
Kak vero menyeka air mataku. Dan tanpa sadar aku langsung menoleh ke arah kak vero.
Dalam hitungan detik pandangan kami saling bertemu. Kulihat mata kak veropun berkaca kaca, menahan tangisnya.
Ini pasti juga berat baginya. Dia kehilangan orang tua untuk kedua kalinya.. Tetapi dia masih harus menahan rasa sakitnya itu demi aku, agar aku tak ikut sedih..
"oh maaf el." ucap kak vero memalingkan wajahnya.
"iya kak"
Kami sama sama diam untuk beberapa saat. Canggung rasanya, sampai kak vero membuka suara
"kamu kenapa belum tidur el?" tanya kak vero.
__ADS_1
"ohh.. Ini.. Eli gak bisa tidur kak. Jadi keluar buat nyari angin. Eh ketemu kakak di luar. Hehehe" jawabku seadanya. padahal kan tadi udah nanya ya.. dasar kakak..
"hmm gitu." jeda kak vero
"kakak tau nih"
"tau apa kak?" tanyaku bingung.
"eli mikirin ibu sama ayahkan sampe gak bisa tidur gini.. "
"eh? I-iya sih kak"
"hemm ok. Kakak bantu kamu tidur gimana?"
"caranya?"
Kak vero tersenyum menatapku.
Dia mulai bernyayi. Lagu yang biasa ibu nyanyikan untuk menidurkanku dan kak vero saat kecil.
Dengan angin yang berhembus sepoi sepoi, aroma tanah lembab dan juga suara kakak yang indah, Mampu menyihirku. Aku seperti kembali menjadi anak kecil yang manja. Yang selalu di nyanyikan sebelum tidur. Aku mengantuk...
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
hai semua👋
terimakasih sudah baca karyaku ini..
jangan lupa like, komen, vote,
dan juga kritikan/sarannya yah..
agar saya bisa lebih baik lagi dari sebelumnya...
.
.
.
kita sama sama belajar..
saling mendukung..
__ADS_1
dan bersaing..
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃