Perjalanan

Perjalanan
#Episode 6


__ADS_3


...πŸƒHappy ReadingπŸƒ...


(pov Eli)


"el, kapan kapan kita main ke rumah kak nana yok.." ajak rini.


"iya.." jawabku


Aku dan rini sangat menikmati waktu mengobrol dengan kak nana. Bukan hanya cantik, baik, dan pintar, kak nana juga adalah pendengar yang baik. Dia selalu bisa memberikan masukan kepada kami tadi, dan tidak memaksakan pemikiran/kehendaknya pada kami.


.


.


Namanya adalah Uswatun Hasannah. Biasa di panggil Nana. 5 tahun lalu kak nana diterima beasiswa di salah satu universitas ternama cairo, mesir. Al Azhar University.


Kak Nana memilih jurusan pendidikan agama islam. Alasan utamanya adalah karena dia ingin memperdalam/mengetahui lebih dalam tentang agama islam. karena di Indonesia saat ini banyak yang mengaku islam tapi tidak tau apa itu islam.


Dan lagi informasi komunikasi pada saat ini masih dalam perkembangan, (1988). Sudah ada telepon, tapi hanya khusus para pembisnis/pejabat/orang orang terpandang saja yang punya. Kebetulan karena ayah punya bisnis kain songket, (dan bisa di bilang seorang pebisnis yang memperkenalkan songket pada dunia luar) maka di rumahku ada satu telepon...



Selain itu, kak Nana memiliki cita cita yang sangat mulia menurutku. Dia ingin mengajarkan 'islam' kepada seluruh warga yang ada di Indonesia. Yah walaupun kak nana harus memulai dari yang kecil dulu. Seperti lingkungan sekitar tempat tinggalnya, kota Palembang.


Seperti yang di katakan kak Nana tadi kepadaku dan rini...


.


.


.


( flashback )...


"ini... bener kak nana?"


"bener dong! Apa kabar el? Udah lama yaa" sapa kak nana memelukku


"baik kak, alhamdulillah.." jawabku mencium tangan kak nana


"alhamdulillah, oh ya, kakak udah denger kabar dari ummi dan abah, turut berduka ya el.."


"iya kak, terimakasih."

__ADS_1


"udah dong... Jangan sedih lagi.. Ulululu" hibur kak nana mencubit pipiku.


"ihh kak, eli bukan anak kecil agi"


"hahaha, iya iya. Eh rini mana el? Tumben tuh anak gak nongol nongol"


"ada kak, di dalem. Dia lagi masak kue. Eli panggil dulu ya, kakak duduk aja dulu" ucapku berlalu pergi.


"kak Nanaaaaa...." pekik rini berlari memeluk kak nana.


Kak nana dan rini memang sudah sangat akrab sedari dulu. Rini sangat menyayangi kak nana, dan begitu pula kak nana yang memang ingin memiliki adik, tapi tidak pernah kesampean. Karena kak nana anak tunggal.


"rini! Udah besar ya sekarang..." ucap kak nana di sela pelukan mereka


"iya dong!" jawab rini sangat bersemangat


"oh ya kak, rini buat kue tuh... Mau?" tanyanya


"mau dongg"


"yaudah, kakak sama eli tunggu aja di sini, rini balik ke dalem lagi" ucapnya langsung berlari.


Hanya aku dan kak nana di sana. Kami mengobrol seperti biasa. Hingga 15 menit kemudian, rini keluar dengan kue yang terlihat enak yang dia bawa. Tanpa menunggu lama, kami langsung menyantapnya.


"heemm, enak banget rin! Kamu buka aja toko kue, pasti laris!" komentar kak nana


"hehehe, siapa dulu... Rini gitulohh" jawabnya songong.


"eh iya kak, gimana sekolah kakak? Di mesir enak gak?" tanya rini antusias


"emm enak gak enak, kadang enak kadang enggak... Ya gitu deh rin"


"terus kak, eli mau tanya. Orang orang di sana emang suka pake baju panjang panjang ya kak? Kayak baju kakak sekarang ini... Soalnya kan kalau di Palembang panas kak..." tanyaku.


Aku sudah penasaran sedari tadi dengan gaya berpakaian kak nana. Kak nana memakai baju terusan yang memanjang sampai ke kaki. dan jilbab yang sedang, tidak terlalu panjang ataupun pendek, dengan kain yang menutup si bagian wajahnya. Dan kak nana juga memakai kaos kaki, sehingga hanya mata dan telapak tangannya saja yang terlihat.



"ohh, enggak semuanya el yang pakai gini... Ini sebenernya cara berpakaian yang benar bagi kita perempuan... Menutup aurat, tidak ketat, tidak transparan, dan tidak menyerupai lawan jenis.


'Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.'


Kata Allah dalam Al-qur'an surah Al A'raf [7]: 26.


Dari ayat ini Allah sudah benar benar menyerukan pada kita untuk menutup aurat. Aurat laki laki antara pusar dan lutut, dan kalau perempuan semua bagian tubuh kecuali muka dan telapak tangan...

__ADS_1


seperti kata Rasulullah : wahai Asma', sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah (sudah baligh), tidak mungkin terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua tangan itu sendiri. (Hadist riwayat Abu Daud no 41440). dan yang ini... ini namanya cadar.. "


Jelas kak Nana,


"ohh...kak... Aurat itu adalah bagian anggota badan yang tdk boleh di perlihatkan pada seseorang kan?.... Nah, kita boleh menunjukkan aurat itu ke siapa aja kak?" tanya rini.


"hemm. Gini rin... Kita boleh memperlihatkannya pada keluarga dan mahrom kita. Seperti misal, suami kamu nanti, anak-cicitmu, ayah-ibu-saudara, kakek-nenek, dan lain lain..."



"kalau begitu.. Berarti kami selama ini tidak berjilbab itu sama saja tidak menjaga aurat ya kak?" tanya rini lagi. Aku sendiri hanya diam mendengar penjelasn dari kak nana. Membahas soal agama cukup menarik bagiku..


"iya rin... Sebenernya sih begitu.."


"bentar kak.. berarti el sama kak vero, walau sudah seperti keluarga itu tetep bukan mahrom ya kak? Dan eli harus berjilbab di depan kak vero?" tanyaku.


"kalau eli dan vero sih tergantung ya... Karna kan Mahrom itu artinya laki laki yang tidak boleh kita nikahi sebab keturunan, persusuan, dan pernikahan dalam syariat islam...


Nahh eli sama vero saudara sepersusuan bukan? Kalau seinget kakak sih enggak ya.. Coba nanti eli tanya nek ijah aja"


"iya kak..."


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


hai semuaπŸ‘‹


terimakasih sudah baca karyaku ini..


jangan lupa like, komen, vote,


dan juga kritikan/sarannya yah..


agar saya bisa lebih baik lagi dari sebelumnya...


.


.


.


kita sama sama belajar..


saling mendukung..


dan bersaing..

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2