
dia itu rapuh (vero)
"duluan ya kak.. " teriak gadis dengan rambut coklat terurai dan mata hijaunya yang indah.
"iya el." jawabku
Gadis cantik itu adalah elina. Atau di kenal dengan panggilan eli. Aku dan dia di besarkan bersama-sama dan itu membuat kami cukup dekat. Dia sudah seperti adikku sendiri.
"adudududuhh.. Kasian di tinggal istri" ucap seseorang dari belakang, menepuk nepuk bahuku.
"jaga mulutmu!" jawabku, melotot padanya.
"serem amat sih ver.. " balasnya padaku dengan cengengesan.
Kalau sahabat eli adalah rini. Maka dia adalah sahabatku, Farhan. Orang yang ada di depanku sekarang.
Karakter Farhan ini mirip dengan rini, yang sama sama suka bercanda. Tapi terkadang candaannya itu kelewat batas, dan itu yang tak ku suka darinya.
"tapi bener loh ver. Kamu dan eli itu cocok banget. Pasangan serasi.. Yang satu ganteng yang satu cantik turunan bule.. Cocok banget udahh" oceh Farhan
Begini nih, Kalau farhan sudah ngoceh, maka ocehannya itu tidak ada habisnya. Hanya tinggal telingaku saja yang akan gatal mendengarkan semua ocehannya itu..
"dia adikku.." sahutku
"ver..ver.. Bener bener deh. Kamu itu cuman kakak angkatnya dia. Dan kalian juga gak ada hubungan darah. Lagian nih ya ver, kita gak tau masa depan itu gimana.. Siapa taukan eli emang jodohmu." jawab Farhan.
Aku dan eli memang tidak memiliki hubungan darah. Tapi bagiku hal itu tidak akan mengubah fakta bahwa eli adalah adikku. Selama ini aku selalu menjaga melindungi dan menyayanginya sebagai seorang kakak. Bukan sebagai lawan jenis.
...***...
Kelas tambahan selesai lebih cepat hari ini. Aku berpisah dari farhan dan langsung menuju ke rumah.
Saat kulihat, rumah eli penuh ramai dengan banyak orang. Dan aku juga melihat pamannya eli duduk di depan. Ada apa? Matanya sembab... Menangis?
"assalamualaikum, paman.. Ada apa ini? Kenapa ramai sekali?" tanyaku sesopan mungkin pada pamannya eli.
"oh, nak vero. Wa'alaikumussalam. Ini.. Orang tua eli meninggal" jawabnya
__ADS_1
meninggal? Tanpa berpikir aku berlari melihat ke dalam rumah eli. Disana aku melihat dua tubuh yang sudah di bungkus kain putih. Juga eli yang menangis sambil menguncang guncang tubuh di depannya.
Apa ini nyata? Kenapa mereka begitu cepat pergi? Apa mereka tak berpikir jika mereka meninggalkan kami seperti ini, bagaimana dengan nasib eli?
Aku tak berani melangkah masuk ke dalam sana. Aku hanya berdiri di depan dengan air mata yang terus mengalir ke pipiku. Sungguh, saat itu aku terlihat seperti orang bodoh.
Tak lama aku melihat rini membawa eli masuk. Aku pun pulang untuk membersihkan diriku.
Setelahnya aku membantu para bapak-bapak menggontong keranda mayat. Aku pula yang menyambut mereka di liang lahat.
.
.
Lima belas menit. Eli masih terjongkok diam di depan makam ibu dan ayahnya. Dia menangis tanpa suara dan air mata. Tak tega rasanya melihat eli yang seperti itu.
Aku akan membalas kalian dengan berjanji bahwa aku akan selalu menjaga putri kalian. Aku akan mejaganya, melindunginya, dan menyayanginya seperti halnya kalian yang menyayangiku.
Aku sudah bertekad.
...***...
Sudah jam 7 malam. Rini, aku dan nek ijah masih menemani eli di rumah. Kulihat dia diam seribu bahasa. Pandangannya lurus kedepan, menangis tanpa air mata dan suara.
Bodoh! Dengan kamu yang seperti ini malah tambah membuatku khawatir. Bagaimana bisa gadis sekecil dia sangat pandai menyembunyikan kesedihannya itu?
"el.. Jangan di pendem sendiri.. Kamu masih ada kami.. Apa kami tak berarti bagimu..?" rini berkata.
Dia memikirkan yang aku pikirkan, rini memang sahabat yang baik.
"b-bukan begitu.. "
"kalau mau nangis nangis aja. Gak bakal ada yang ngeledek kamu el.. "ucapku.
Seketika air matanya meledak. Rini dan nenek langsung memeluk eli.
Dasar.. Jangan terlalu memaksakan dirimu. Jangan mencoba terlihat kuat di hadapan kami. Karena kami tau kau saat ini sangat rapuh...
.
__ADS_1
.
.
visual eli
eli adalah blesteran. yang memiliki paras cantik mirip ibunya. dengan rambut coklat dan mata hijau bersinar.
eli bisa di bilang orang yang tidak terlalu banyak bicara, tapi sangat perhatian. dan dia juga selalu sok kuat, padahal dia sangat rapuh..
visual vero
vero tergolong dalam kategori lelaki tampan. dia juga memiliki sifat cuek terhadap para gadis yang mendekat padanya, dan selalu care pada eli..
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
hai semua👋
terimakasih sudah baca karyaku ini..
jangan lupa like, komen, vote,
dan juga kritikan/sarannya yah..
agar saya bisa lebih baik lagi dari sebelumnya...
.
.
.
kita sama sama belajar..
saling mendukung..
__ADS_1
dan bersaing..
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃