
" Rasanya pipi ku memanas aku harap pipi ku tidak memerah " Gumam clara menunduk agar tidak ada yang melihat wajahnya saat ini
Brian pun memperhatikan nya dan tersenyum jahil " Ada apa dengan pipi mu dokter cantik apa kau demam" Ucap Brian memegang jidat clara
" Tidak seperti nya kau tidak demam, tapi kenapa pipi mu merah " Ucap Brian seolah olah tidak mengetahui apa yang terjadi
" issh , singkirkan tangan mu ini a-aku baik baik saja dan aku tidak demam mungkin karena cuaca hari ini agak panas maka dari itu pipi ku jadi memerah!" Ucap Clara menepis tangan brian dari jidat nya
" Benarkah? " Ucap Brian tersenyum
" Ish berhenti menggoda ku atau tidak"
" Atau tidak apa?"
" Atau tidak aku akan mengusir mu dari rumah ini" Ucap Clara mengancam
kedua orang tua clara yang sedari tadi terus memperhatikan mereka yang seolah olah tidak menggap kehadiran mereka " hem" suara tersebut membuat mereka tersadar
" Brian berhenti menggoda anak ku atau tidak dia akan terbang " Ucap Rafael tertawa mengundang gelak tawa dari mereka kecuali clara yang sudah sangat malu rasanya saat ini ia ingin menghilang dari hadapan mereka semua
" Ayah..."
" Sudah, sudah ayo lanjutkan makan nya" Ucap Diana tersenyum
...🥀🥀🥀...
__ADS_1
" Ayah, ibu. Aku berangkat ke rumah sakit" ucap clara dan meraih tangan kedua orang tua nya dan mencium nya
" Saya juga berangkat kerja om tante, dan clara biar aku yang antar " Ucap Brian
" Tidak usah , aku bisa sendiri "
" Jangan keras kepala aku tidak ingin kamu kenapa napa "
" Kau khawatir terhadap aku?"
" Tidak" Ucap .Brian berdebat dengan clara
" hem, kalian masih ingin melanjutkan debat kalian?" Tanya Diana
" maaf tante"
" sudah kalian bisa terlambat kalau kalian terus terusan berdebat " Ucap Rafael menggelengkan kepala nya melihat tingkah mereka berdua
" Baiklah ayah, ibu aku berangkat kerja "
" Saya pamit tante paman "
" hati hati di jalan jangan ngebut ngebut bawa mobil nya brian tante tidak ingin anak tante kenapa napa"
...----------------...
__ADS_1
Dring.....
Dring.....
" Intan kenapa kamu gak jawab telpon saya sih, apa terjadi sesuatu dengan nya? tidak, tidak mungkin saja dia lagi sibuk dengan pekerjaan nya mungkin lagi banyak pasien " Gumam Evans berusaha untuk tidak cemas
...----------------...
" Al bagaimana hubungan luh dengan Kiara? " Tanya kevin kepada sahabat nya ini yang kini duduk di hadapannya dgn santai
" hmmm.... itu kami berdua sudah menjalin hubungan sudah resmi pacaran dan luh sendiri gimana apa luh udah bisa dapetin hati Laura?" Tanya balik Alvaz
" Gue udah lama gak dekatin dia, gue juga udah mutusin buat pergi dari kota ini negri ini!" Ucap Kevin Tersenyum pasrah dengan keadaan seperti ini
" Jadi luh beneran mau pergi, jadi luh udah terima untuk pindah tugas mengajar dong, dan luh juga bakalan ninggalin kami"
" Iya, tapi gue gak bakalan bisa lupain kalian dan juga kepada Laura " Ucap Kevin
" Apapun keputusan luh, gue sebagai sahabat luh dan ketua luh, akan selalu mendukung setiap langkah yang kamu ambil kecuali jalan sesad ya"
" Haha... makasih ya udah mau dukung gue"
" Iya gue juga doain semoga luh bisa dapat gadis yang jauh lebih baik dari si laura dan bisa terima luh apa adanya dengan ikhlas " Ucap Alvaz tersenyum mengejek
" Iya...." ucap Kevin datar
__ADS_1
...----------------...
" Clara..