
Kini Clara dan juga Brian berada dalam mobil kini mereka dalam perjalanan menuju rumah clara
" Apakah dia pacar mu? " Tanya Brian memecah keheningan
" Kami sudah putus" Jawab Clara menoleh melihat brian yang fokus mengendarai mobil
" Sepertinya dia masih mencintai mu " Ucap Brian
" Mungkin" Jawab Clara
" Apakah kau juga masih mencintai nya ?" Tanya Brian yang kini menoleh ke arah Clara yang juga kini menatap nya
" Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Clara
" Kenapa kau malah bertanya balik " Ucap Brian
" Saran ku kalau kau masih punya perasaan terhadap nya sebaik nya kau buang saja perasaan mu itu!" Ucap Brian kembali fokus kedepan
" Memang nya kenapa?" Tanya Clara
" Oh, atau jangan jangan kau mulai menyukai ku!" Ucap Clara
" Hei jangan terlalu percaya diri, aku memberikan saran seperti itu karna sebentar lagi kita akan bertunangan dan menikah, aku tidak mau orang orang bicara yang tidak tidak terhadap keluarga ku, lagipula mana mungkin aku menyukai mu, itu tidak akan pernah terjadi " Ucap Brian
" Oh begitu, kita lihat saja apakah yang kau katakan itu benar atau salah " Ucap Clara tersenyum mengejek
○ Rumah Brian
kini Azka sedang duduk berdua dengan istrinya Adelia
" Kau tau, aku sangat bahagia besok adalah hari pernikahan putra kita" Ucap Azka tersenyum senang
" Pernikahan? Besok? " Ucap Adelia bingung dengan ucapan suaminya ini
" Iya pernikahan putra kita kan besok " Ucap Azka menatap istrinya yang masih terlihat bingung
" Hei bodoh, pernikahan putra kita itu masih ada berapa bulan lagi, besok adalah hari pertunangan putra kita dasar kau ini memang sudah pikun " Ucap Adelia kesal
" Hei aku ini tidak pikun, hanya saja karena terlalu senang aku sampai lupa kalau besok bukannya hari pernikahan tapi pertunangan " Ucap Azka menepuk jidat nya
" Iya terserah kau saja" Ucap Adelia
" Astaga kau tau" Ucap Azka
" Tidak, karena kau belum memberi tau aku " Jawab Adelia
" Aku belum selesai bicara" kesal Azka
" Tadi di kantor, aku memberitahukan kepada orang kantor kalau besok pertunangan putra ku" Ucap Azka
" Terus apa permasalahan nya" Tanya Adelia
"Adel kau ini! nanti mereka anggap aku berbohong " Ucap Azka menatap adelia kesal
" Kau bisa kan memberitahu mereka di wa " Jawab Adelia tersenyum
" Iya juga " Ucap Azka
Kini Clara dan Brian sudah sampai di depan rumah Clara
__ADS_1
" Ayo masuk dulu " Ucap Clara menawarkan Brian masuk
" Tidak, tidak usah, aku titip salam saja sama paman dan tante!" Ucap Brian
" Baiklah, terimakasih makanan nya" Ujar Clara tersenyum dan berlalu masuk kedalam rumah nya
" Clara kau sudah pulang, di mana Brian? Tanya Diana mencari keberadaan Brian calon menantunya itu
" Dia sudah pulang, ini dia memberikan makanan ini, dan juga menitipkan salam kepada ibu dan ayah" Ucap Clara tersenyum
" Hmm, yah sudah lebih baik kau bersih bersih dulu, baru kita makan" Ucap Diana
" Iya ibu " Ucap Clara berjalan menaiki tangga dan berjalan kearah kamar nya
○RUMAH sakit ADMADIKA
Di rumah sakit ADMADIKA kini terlihat kiara yang keluar dari rumah sakit tersebut berjalan kearah mobil nya, kini mobilnya berjalan ke arah rumah nya namun dalam perjalan ada beberapa anggota geng motor yang menghalangi jalan nya dan salah satu anggota geng motor tersebut turun dan mengetuk jendela mobil kiara
" Hei ayo turun" Ucap kevin anggota geng motor THE BOYS
Kevin wijaya kusuma Pria berparas tampan Dan juga Blasteran Inggris dan bekerja sebagai dosen di salah satu universitas milik ayah nya yaitu universitas mitra pratama mempunyai status fakboy
Kiara pun turun dari mobil nya dengan rasa takut
" Iya ada apa ya? " Tanya Kiara takut melihat mereka yang menatap nya tajam
" Hei turunkan pandangan kalian, jangan membuat gadis ku takut!" Ucap seorang pria yang berjalan ke arah nya
kini tatapan anggota geng tersebut kini berbeda setelah ketua geng tersebut berkata
Alvaz Ganendra, si ketua geng motor THE BOYS pria berparas tampan dan juga seorang pengusaha sukses dan berwibawa.
Flashback on
kini Kiara terlihat ketakutan saat beberapa preman menghalangi mobil nya ia baru saja pulang dri rumah sakit ADMADIKA dan di perjalanan ia malah di hentikan oleh preman kini salah satu preman langsung membuka pintu mobil tersebut dan menarik paksa kiara untuk keluar dari mobil
" Tolong lepaskan" Mohon Kiara ketakutan
" Lepaskan? tidak akan, mari kita bersenang senang dulu hhh " Ucap preman tersebut tertawa melihat kiara yang menangis ketakutan
" Tolong...." Teriak Kiara meminta pertolongan
" Hhh teriak lah ini sudah larut malam dan sangat jarang ada pengendara lewat di larut malam begini " Ucap preman itu tertawa
Namun tiba tiba seorang pengendara motor berhenti
" Hei lepaskan dia" Ucap pemuda tersebut
" Hei jangan ikut campur lebih baik kau pulang saja" Ucap preman tersebut
namun salah satu dari mereka melihat jaket yang di kenakan pemuda tersebut sukses membuat nya ketakutan dan menyuruh teman nya untuk melepaskan kiara dan cabut dari tempat tersebut
" Lepaskan dia atau tidak nyawa kita yang akan lepas, lihat dia ketua geng motor THE BOYS " Ucap preman tersebut
" Ayo semua nya kita pergi " Ucap preman tersebut berlari meninggalkan kiara dan pemuda tersebut
Kiara berlari memeluk pemuda tersebut
" Terimakasih " Ucap Kiara sambil memeluk pemuda tersebut
__ADS_1
" Hmm " dehem pemuda itu
" Maaf " Ucap kiara
" Iya tidak papa sebaiknya kau naik kembali ke mobil mu aku akan menjaga mu dari belakang " Ucap pemuda itu
Flashback of
" Hai, kita bertemu lagi " Ucap Alvaz tersenyum menatap Kiara yang masih ketakutan
" Apa maksudmu? " Tanya Kiara bingung
" Hei tidak usah takut mereka tidak akan menyakiti mu, dan kau tak ingat aku rupanya " Ucap Alvaz
" Aku tidak ingat kau siapa, apakah kita pernah bertemu?" Tanya Kiara
" Iya saat kau di goda preman waktu itu" Jawap Alvaz
" Oh jadi kau pemuda yang baik itu" Ucap Kiara kini tersenyum senang
" Iya " Jawab Alvaz
" Aku sangat senang bertemu dengan mu lagi " Ucap Kiara refleks memeluk Alvaz dan di balas oleh alvaz
" Hmmm" Dehem anggota geng motor membuat mereka tersadar
" ee itu.. maaf" Ucap Kiara gugup
" Tidak papa , kalau kau mau peluk lagi juga tidak papa " Ucap Alvaz tersenyum
kini intan Sedang berada di rumahnya dia tidak masuk kerja karna hari ini dia begitu sibuk mempersiapkan keberangkatan nya ke amerika ia ingin ke rumah orang tua nya untuk beberapa bulan ini
ting
Intan pun mengambil hp nya itu saat mendengar nada pesan
《via cht》
" Kau serius akan berangkat besok? Tanya Evans
^^^" Iya aku serius!" jawab Intan^^^
" Apa kau sanggup jauh dari ku? " Tanya Evans
^^^" Vans aku hanya beberapa bulan di sana bukan untuk selamanya " Jawab Intan ^^^
" Tapi... kau tau aku tidak akan sanggup tidak bertemu dengan mu satu hari saja" Ucap Evans
^^^" Vanss cobalah mengerti!" Ucap Intan ^^^
" Kalau begitu biarkan aku ikut" Ucap Evans
^^^" Tidak" Balas Intan^^^
" Maka berjanji-lah, kau tidak akan tergoda dengan pria lain! " Ucap Evans
^^^" Iya aku janji" balas Intan ^^^
Vans begitu posesif yah dan bagaimana dengan kisah Clara dan Brian? apakah yang di ucapkan brian benar atau tidak
__ADS_1
Maaf Author baru update🙏 karena beberapa hari ini author sibuk .