
Hanya setelah melihatnya menghilang ke langit malam, Zhen Han akhirnya mendapat kesempatan untuk bertanya kepada Shen Ling,
"Nona Shen, sebelumnya ... Apakah Guru Besar Feng Zun yang membunuh semua pembudidaya Penjara Iblis Surgawi itu?"
Zhou Shen dan yang lainnya juga memandangnya.
Shen Ling mengangguk.
Kemudian, Li Shanglin melangkah maju dan menjelaskan pertempuran besar yang terjadi sebelumnya dengan sangat detail.
Setelah mendengar cerita lengkapnya, hati Shen Ling dan para tawanan yang baru dibebaskan membengkak karena gelombang emosi.
Mereka bertanya pada diri mereka sendiri, betapa menakjubkan kekuatan Feng Zun.
"Jika Yang Abadi benar-benar ada di dunia ini, maka Feng Zun pasti salah satunya!" gumam Zhou Shen.
Semua orang secara naluriah mengangguk setuju.
……
Di bawah langit malam.
Feng Zun menggunakan elemen angin untuk terus melesat ke depan, dia seperti seberkas cahaya yang melintasi kegelapan. Saat dia terbang menembus awan, sosoknya berkedip-kedip muncul dan menghilang dari pandangan.
"Sejak meninggalkan Dinasti Long, segala macam keterikatan karma telah menghalangi jalanku. Aku harus terburu-buru, dan aku belum mendapatkan kesempatan untuk kembali berkultivasi, bahkan aku juga tidak punya waktu senggang."
"Itu bahkan mengganggu rutinitas kultivasiku… Dan Yunmeng adalah alasan di balik itu semua!"
Hati Feng Zun melonjak dengan niat membunuh.
Dia pergi dari Dinasti Long dengan harapan mengunjungi kembali tanah lama, untuk menenangkan Jalan Dao dihatinya.
Munculnya Penjara Iblis Surgawi telah benar-benar mengganggu ritme kultivasinnya. Dia terseret ke dalam krisis yang muncul satu demi satu, dia bahkan harus berlari ke sana kemari.
Dia harus bepergian ke Ibukota Guanglun, Kota Guangling, Ibukota Zhou, dan dari Ibukota Zhou dia pergi lagi ke pegunungan Hutan Unreturn, lalu sekarang dia harus menuju ke Sungai Liangzhu Besar.
Feng Zun sama sekali tidak menyukai perasaan pasif ini.
Suatu hari, aku pasti akan meninggalkan Daratan Luo. Tapi sebelum aku melakukannya, aku harus menyelesaikan semua urusanku untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan, pikir Feng Zun.
Dia tidak kembali ke Alam Klan Tian untuk berkultivasi, dan dia ingin mengejar Dao dengan sepenuh hati. Tapi tidak mungkin dia tinggal di satu tempat untuk waktu yang lama.
__ADS_1
Jika suatu hari nanti Daratan Luo sudah tidak dapat lagi memenuhi tuntutan kultivasinya, dia secara alami akan memilih untuk melanjutkan perjalanannya ke tempat lain.
Selain itu, dia masih harus kembali memikirkan cara untuk menyelesaikan permusuhannya dengan Kaisar Iblis Damballa!
Perlu diketahui, bahwa Kaisar Iblis Damballa adalah eksistensi yang lebih kuat dari Penguasa Fantian Realm, Dewa Shang.
Ada dua hal yang harus dia lakukan terlebih dahulu.
Dia harus segera menjadi lebih kuat, dan dia juga harus mengatur tempat bagi orang-orang yang dia sayangi, untuk berlindung dari angin dan hujan.
Misalnya dia telah mengatur pertahanan di Alam Klan Tian menjadi jauh lebih kuat, dan membuat keluarga terdekatnya tinggal didalamnya dengan aman.
…..
Jauh di dalam wilayah Sungai Liangzhu Besar.
Perkemahan sementara berdiri di sebuah pulau terpencil.
Langit remang-remang, dan air sungai yang seperti laut bergolak di semua sisi. Ombak menghantam garis sungai, seperti gemuruh yang rendah.
Yunmeng berdiri di titik tertinggi pulau terpencil itu, berpakaian hitam.
Mata hijaunya yang menakutkan menatap ke kejauhan.
Perairan yang tak berujung lebih ganas dan lebih bergejolak dari sebelumnya. Selanjutnya, banyak reruntuhan kuno telah muncul kembali, menghasilkan banyak fenomena aneh di langit dan bumi.
Pusaran energi spiritual telah muncul di bentangan air tertentu, dan harta karun yang telah lama terkubur di dasar sungai melonjak kembali ke dunia.
Reruntuhan, harta karun, pemulihan energi spiritual…
Itu sudah cukup untuk membuat para kultivator ngiler, sehingga banyak orang datang dengan harapan keberuntungan.
Diantara mereka termasuk seniman bela diri dari kekaisaran lain, atau beberapa lainnya berasal dari dunia lain.
Ini membawa kekacauan ke seluruh wilayah Sungai Liangzhu Besar, dan pertumpahan darah mengalir tanpa akhir.
Yunmeng tidak peduli dengan semua ini.
Satu-satunya tujuannya di sini adalah menangkap mereka yang terkait dengan Feng Zun!
Saat pertama kali tiba di sini, dia mengikuti berbagai petunjuk dan memperoleh banyak informasi berguna.
__ADS_1
Misalnya, ketika Feng Zun tinggal di Dinasti Han, dia paling dekat dengan kelompok yang dipimpin oleh Chuyu dari Akademi Sky Mansion. Kelompok ini termasuk Weng Xue, Hua Jin, Lao Qingshuan, dan banyak teman kecilnya yang lain!
Selama dia berada di Sungai Liangzhu Besar, Yunmeng telah mencoba berkali-kali untuk masuk ke reruntuhan Istana Naga Abadi.
Tetapi setiap upayanya selalu berakhir dengan kegagalan.
Ada tiga alasan untuk ini,
Pertama, pintu gerbang reruntuhan Istana Naga Abadi diselimuti dengan formasi yang menakutkan.
Kedua, Ular Naga Hitam puncak Immortal mengintai di perairan ini!
Dan masalah ketiga dia tidak bisa menggunakan kekuatan Immortal God miliknya.
“Dengan pusaka yang kumiliki, menekan Ular Naga Hitam tidak akan sulit. Bagian yang sulit adalah membobol formasi di reruntuhan… Untungnya, begitu orang tua Weng Xue tiba di sini, aku mungkin bisa menggunakan mereka sebagai sandera, dan menciptakan sebuah kesempatan untuk masuk!”
Mata Yunmeng berkobar, “Ketika saatnya tiba, aku akan menangkap Chuyu dan yang lainnya. Mereka akan sangat berguna saat tiba waktunya untuk bertarung dengan Feng Zun!”
Dia sangat membenci Feng Zun.
Bahkan air dari seluruh samudera sekalipun, tidak akan bisa menghilangkan noda, akibat kebenciannya yang begitu kuat!
Tiba-tiba, suara hormat terdengar dari jauh. Seorang utusan sedang memberikan laporan, "Ketua Yunmeng, kami baru saja menerima kabar bahwa Weng Chatai dan Qing Ling akan sampai ke sini dalam waktu dua jam!"
Mata Yunmeng segera berbinar, lalu dia berkata, “Sampaikan perintahku. Saat para kedua sandera itu tiba di sini, kita akan segera memasuki reruntuhan Istana Naga Abadi!”
"Baik!" Utusan itu langsung melakukan perintahnya.
Ada empat pelindung dharma Alam Immortal, delapan belas diaken Alam Mortal, dan empat puluh sembilan pembudidaya Alam Nirwana yang ditempatkan dan berjaga di pulau kecil itu.
Yunmeng yakin, bahwa selama barisan itu bisa menekan Ular Naga Hitam, kemudian menggunakan nyawa Weng Chatai dan Qing Lin sebagai sandera untuk membuka jalan, kekuatan mereka akan sangat cukup untuk mengalahkan Chuyu dan sekutunya dengan mudah!
Saat itulah seseorang menghela nafas, “Berkelahi dan membunuh, berkelahi dan membunuh… Sungguh cara hidup yang membosankan!”
Yunmeng terkejut, lalu berbalik.
Dia tidak yakin kapan orang itu sampai di sana, tetapi sekarang seseorang telah berdiri di atas tebing terdekat. Orang itu berpakaian putih dan duduk dengan santai, kakinya menggantung ke udara. Dia sedang memancing dengan pancingan yang dibuat dari bambu.
Dia terlihat sangat puas.
Namun, Yunmeng dapat merasakan keringat dingin di punggungnya.
__ADS_1
"Sejak… Sejak kapan orang ini muncul?"