Perjalanan Feng Zun

Perjalanan Feng Zun
Ras Rubah Bulan Ungu


__ADS_3

Di bawah cahaya senja, pemuda itu bersandar di kursi anyaman, dengan mata terpejam seolah sedang istirahat. 


Ini hanya memberinya kesan lebih misterius.


Pria paruh baya itu memikirkannya, lalu berkata, “Saya tidak punya urusan lain di sini, Saya hanya ingin melihat sendiri tamu termasyhur kaisar dan mempelajari asal-usulnya, serta kekuatan kultivasinya.”


"Jadi begitu? Awalnya di sini aku pikir musuh telah muncul di depan pintu kediamanku.” 


Feng Zun berbaring di kursi anyamannya, lalu dengan lesu dia bangkit, “Kalau begitu, aku tidak akan mempersulitmu. Tinggalkan saja salah satu tanganmu, dan aku akan membiarkanmu pergi dari sini hidup-hidup.”


Pria paruh baya itu terperangah, sepertinya dia tidak berani mempercayai telinganya sendiri.


Kemudian, dia tidak bisa menahan tawa dan melambaikan kipas giok ditangannya. 


Seketika, api ungu yang aneh berkobar di matanya, “Aku khawatir… itu tergantung pada apakah kamu memiliki kekuatan untuk mendukung kata-kata sombongmu itu atau tidak.”


Setiap kata membawa ritme yang aneh, seperti gumaman hantu. 


Suara itu bergema di seluruh langit gelap di halaman.


Tumbuhan di dekatnya tiba-tiba bergetar.


Ikan mas yang berenang di kolam menjadi kaku dan membeku di tempatnya.


Bahkan arus udara seakan terhenti.


Keheningan yang aneh dan suasana menindas menyelimuti halaman.


"Apa kau melihatnya? Sekarang kamu tidak bisa bergerak. Pikiran dan jiwamu tidak lagi berada di bawah kendalimu. Bagiku, kamu tidak ada bedanya dengan anak domba yang bisa di sembelih kapan saja.” 


Pria paruh baya itu tersenyum tipis, "Tapi kamu bisa tenang, aku di sini bukan untuk membunuhmu. Namun, sikapmu sebelumnya sangat buruk sehingga aku akan memberikanmu sedikit hukuman sebagai pelajaran.”


Saat dia berbicara, dia mengangkat rahangnya, tatapannya lucu dan merendahkan, "Sekarang, berlututlah untukku, panggil aku ‘leluhur’, lalu bersujudlah tiga kali. Buatlah gerakan yang bagus dan suara yang nyaring.”


Feng Zun diam-diam berdiri di samping kursi anyamannya selama ini, tapi ketika dia mendengar itu, dia tidak bisa lagi menahan tawanya.


Pria paruh baya berjubah kuning seketika tertegun, dan pupil matanya mengerut. 


Seolah-olah dia sangat terkejut, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, “Kamu… Bagaimana kamu bisa bangun?”


“Teknik Penghisap Jiwa dari ras Rubah Bulan Ungu mungkin luar biasa, tapi kamu belum menguasai sepenuhnya. Aku sudah menyadarinya sejak awal.”


Pria paruh baya berjubah kuning itu menegang, dan ekspresinya berubah.


Dia berada di Alam Immortal tahap akhir. 

__ADS_1


Ketika dia tiba-tiba melepaskan Teknik Penghisap Jiwa, dia bahkan bisa membuat orang lain yang memiliki kultivasi yang sama menjadi lemah.


Melawan musuh yang kultivasinya lebih rendah, itu bahkan jauh lebih efektif. 


Dia bisa mengalahkan mereka dengan mudah, dan Teknik Penghisap Jiwanya selama ini tidak pernah mengecewakannya!


Swosh!


Sosok pria paruh baya itu kabur menjadi seberkas cahaya saat dia tiba-tiba melesat ke udara.


Tidak diragukan lagi bahwa pria paruh baya itu menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, dan dia segera memilih untuk melarikan diri.


Namun, dia masih berada di udara ketika suara tenang bergema di telinganya, “Kenapa kamu terburu-buru untuk pergi? Coba juga kemampuan Penghisap Jiwaku.”


Dengan itu, sebuah mantra bergema seperti lonceng dewa, meledak dan berdentang di dalam jiwa pria paruh baya itu.


Dia merasakan sakit yang menyayat jiwanya, dan segalanya menjadi gelap. 


Dia terhuyung mundur, lalu jatuh ke tanah dan mendarat dengan bunyi gedebuk.


"Sial!" 


Pria paruh baya itu masih sadar, tapi dia panik.


Saat dia hendak meronta, seseorang berkata, 


Itu hanya kalimat biasa dan sederhana, tapi ketika masuk ke telinga pria paruh baya itu, suaranya seperti perintah seorang dewa, membuatnya gemetar dari ujung kepala sampai ujung kaki. 


Seluruh pakaiannya bahkan basah oleh keringat dingin.


Tak lama kemudian, matanya menjadi linglung dan kosong, seolah dia adalah mayat yang berjalan. 


Lututnya terjatuh ke tanah.


Gedebuk! Gedebuk! Gedebuk!


Dia bersujud tiga kali dengan benturan yang sangat keras.


Sementara itu, Feng Zun sudah kembali ke kursi anyamannya. 


Dia menatap dengan dingin pada pria paruh baya berjubah kuning, "Siapa namamu?"


Pria paruh baya itu berlutut, matanya kosong dan ekspresinya kaku, “Yu Huai.”


"Siapa yang mengirimmu ke sini?"

__ADS_1


“Gadis Suci Yu Xiurong?”


"Siapa itu?"


“Gadis Suci Rubah Bulan Ungu generasi ketiga belas, dan adik perempuan pemimpin klan.”


“Mengapa dia mengirimmu ke sini?”


“Kaisar Long pada awalnya mempersiapkan kediaman ini untuk gadis suci kami, namun dia justru mengusirnya dua hari yang lalu karena ada tamu termasyhur. Hal ini membuatku tidak senang, jadi aku memutuskan untuk datang dan melihat apa yang istimewa dari tamu terhormat Kaisar.”


Ketika Feng Zun mendengarnya, dia samar-samar mengerti, “Yu Xiurong… Apakah dia ibu Long Qingyuan?”


“Long Qingyuan?” kata pria paruh baya berjubah kuning. “Tidak, putri gadis suci itu bernama Yu Qingyuan.”


"Oh?" kata Feng Zun. 


Dia tiba-tiba teringat sesuatu, lalu bertanya, “Apakah kamu kenal Ruo Yuan?”


Saat pertama kali memasuki Halaman Qinglong, dia mencium aroma samar yang familiar. 


Dia mengenalinya sebagai bau khas dari ras Rubah Bulan Ungu.


Sebelumnya, hal ini membuatnya berasumsi bahwa Ruo Yuan, yang pernah dia temui di Dinasti Tang, telah muncul di sini.


Sekarang, tampak jelas bahwa hal ini tidak sesederhana itu!


...


Pria paruh baya yang menyebut dirinya Yu Huai berkata dengan ekspresi hampa, “Ruo Yuan adalah jenius paling mempesona dari generasi muda Ras Rubah Bulan Ungu, serta merupakan salah satu kandidat yang paling kuat untuk menjadi gadis suci generasi berikutnya.


Feng Zun tampak berpikir.


Kembali ke Teras Konferensi Benua di Dinasti Tang, Putra Suci Qing Guan dari faksi Gua Darah Dewa muncul, ditemani oleh seorang gadis muda bernama Ruo Yuan.


Saat dia melihatnya, Feng Zun mengenalinya sebagai keturunan Ras Rubah Bulan Ungu. Dia memiliki bakat bawaan, Tulang Wangi Korosif yang sangat memabukkan.


Namun, dia sangat waspada, dan saat dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres, dia melarikan diri.


Feng Zun masih ingat, saat dia melarikan diri, dia berkata bahwa saat mereka bertemu lagi, mereka harus melihat siapa di antara mereka yang lebih unggul dalam hal penguasaan Grand Dao.


Baru sekarang dia menyadari bahwa Ruo Yuan berasal dari ras yang sama dengan ibu Long Qingyuan!


Ini menarik.


Tapi mengapa Ruo Yuan muncul di Dinasti Tang?

__ADS_1


Apakah mungkin dia sedang mengincarnya?


Feng Zun baru saja hendak bertanya tentang hal itu, namun tiba-tiba suara helaan nafas terdengar di halaman.


__ADS_2