
Puncak Gunung Teratai.
Dari sini, kabut berdarah yang melayang di langit dapat terlihat jelas, serta mayat bintang yang tak terhitung jumlahnya melayang-layang di dalamnya.
Tempat ini pernah menjadi lokasi terpenting dari Istana Naga Abadi. Sebuah istana yang luas pernah berdiri di sini, serta banyak paviliun, tempat ritual, dan bangunan megah serupa lainnya.
Namun sekarang, semuanya telah menjadi puing-puing reruntuhan!
Sekilas, hanya ada dinding yang rusak dan pecahan ubin sejauh mata memandang, itu pemandangan kehancuran yang benar-benar sunyi.
Feng Zun merasakan aura darah emas saat dia melihat lebih dalam ke reruntuhan.
Dia kemudian terus berjalan maju.
Jauh di dalam reruntuhan, ada sebuah altar yang telah hancur.
Di dekat altar, ada sebuah pintu masuk yang berupa terowongan, ada tangga batu di dalam terowongan, itu berkelok-kelok mengarah ke bawah tanah yang lebih dalam. Sepintas, itu seperti jalan gelap yang tak berujung.
Saat Feng Zun mendekati terowongan, dia merasakan aura dingin yang menerpa wajahnya, dan sedikit membuatnya terkejut.
Energi Yin yang mengejutkan !
Mungkinkah ada Meridian Spiritual Yin terkubur jauh di dalam terowongan ini?
Saat dia merenung, Feng Zun mengerahkan indra spiritualnya untuk menelusuri terowongan gelap itu.
Seribu kaki.
Sepuluh ribu kaki.
Tiga puluh ribu kaki.
….Ketika indera spiritualnya membentang sejauh enam puluh ribu kaki ke dalam terowongan, Feng Zun menarik kembali kekuatan jiwanya, karena dia masih tidak bisa merasakan ujung terowongan.
Namun, dia merasakan bahwa semakin jauh indra spiritualnya masuk, aura Yin di dalamnya semakin padat, itu seperti kabut biru pekat yang memenuhi kedalaman terowongan.
Swosh!
__ADS_1
Feng Zun menarik indra spiritualnya dan mengerutkan kening.
Tempat ini sangat tidak biasa!
Dia kemudian mengalihkan perhatiannya ke altar yang telah runtuh di sisi terowongan.
Awalnya altar ini setinggi sembilan puluh kaki, tetapi sekarang telah hancur menjadi puing-puing reruntuhan.
Setelah diperiksa lebih dekat, permukaan altar diukir dengan totem hewan iblis yang seolah hidup. Itu adalah kalajengking raksasa yang menelan matahari dan bulan, dia berjalan menginjak kekosongan di bawah langit berbintang.
Berikutnya ada totem burung vermilion yang bermandikan api, mengepakkan sayapnya dan terbang melintasi kubah langit, ada juga seekor semut perunggu raksasa yang membawa sebuah gunung …
Setiap totem mampu menghadirkan imajinasi yang liar dan kuno, mereka seolah-olah ingin mengingatkan kepada setiap orang, bahwa mereka adalah para sosok monster tertinggi di puncak masa kejayaannya.
Di bagian atas altar, ada satu-satunya ukiran yang menggambarkan sosok dengan jubah Taois.
Sosok ini mengenakan jubah Taois, membawa sebuah pedang kuno, dan sebuah sutra emas melingkar di pinggangnya, dia duduk bersila di atas sebuah awan ajaib.
Ketika dia melihatnya, Feng Zun segera teringat akan penampilan para sosok penguji yang dia temui di setiap level Tangga Ujian. Mereka hampir identik dengan sosok berjubah Taois yang diukir di sini.
Sedangkan di sini, wajahnya sangat jelas. Namun, ukiran wajah itu benar-benar di luar dugaan Feng Zun.
Karena sosok pria berjubah Taois itu, memiliki fitur wajah seperti kera!
Dengan kata lain, pria itu adalah seorang kultivator hewan iblis, dan tubuh aslinya adalah iblis kera!
Feng Zun tiba-tiba teringat sesuatu.
Sebelum berangkat ke Pulau Teratai Abadi, Feng Zun telah mendapatkan seluruh informasi tentang Istana Naga Abadi. Pendiri pertamanya bernama Mo Tianyuan, dan gelarnya adalah Kaisar Iblis Kera. Dia adalah eksistensi Immortal God Puncak yang legendaris, diantara semua pembudidaya hewan iblis.
Menurut legenda, dia adalah iblis kera berekor sembilan yang terlahir dari sebongkah batu emas. Ia terlahir cerdas, dan memiliki kekuatan bawaan dari Dao Agung.
Dia mengambil nama Mo Tianyuan, awalnya dia pertama kali berkultivasi di jalur Buddhis, kemudian dia juga berkultivasi di jalur pembudidaya hewan iblis, dan terakhir dia juga berkultivasi di jalur Konfusianisme.
Setelah seribu dua ratus tahun, dia berhasil memadukan kedalaman misterius dari tiga aliran kultivasi yang berbeda, menggabungkannya ke dalam pemikiran kultivasinya sendiri, dan membuktikan Jalan Dao-nya untuk menembus ranah tertinggi Alam Immortal God Puncak. Semua pencapaiannya itu, membuat namanya mengguncang dunia.
Setelah itu, Mo Tianyuan mengumpulkan pembudidaya hewan iblis dari seluruh dunia, menduduki Pulau Teratai Abadi, dia merekrut Raja Hantu Hun Long dan mendirikan ortodoksi baru di atas Gunung Teratai. Itu kemudian menjadi salah satu dari tiga sekte terbesar Daratan Luo, Istana Naga Abadi.
__ADS_1
Desas-desus mengatakan bahwa Kaisar Mo Tianyuan pernah memperoleh keberuntungan yang sangat besar, dan berhasil menyempurnakan sebuah pedang yang disebut "Guntur Biru".
Dia selalu membawa pedang itu bersamanya di sepanjang jalan, dan dikatakan bahwa pedang itu mampu menyerang seperti kilatan cahaya Guntur Biru, dan mampu membelah langit!
Karena itu, dia menyebutnya "Pedang Guntur Biru"
Sebagai Kaisar Hewan Iblis generasi pertama, Mu Tianyuan dan pedangnya, pernah menjadi figur tertinggi dari Dao Pedang. Dia adalah Kaisar Pedang Immortal God yang terkenal di seluruh dunia.
“Kitab Sutra Pedang Gunung Teratai” yang dia ciptakan dikenal sebagai Dao Pedang tertinggi.
"Ini pasti dia."
Feng Zun menatap sosok dalam jubah Taois dalam pola ukiran di atas altar, dan akhirnya berani memastikan bahwa itu adalah Kaisar Iblis Kera, Mo Tianyuan, pendiri pertama Istana Naga Abadi.
Sedangkan Raja Hantu Hun Long, kemungkinan besar adalah salah satu orang terdekatnya.
"Dia adalah seorang kultivator yang sangat berbakat, dia tidak hanya memperoleh warisan Buddhis, Iblis, dan Konfusianisme, dia juga akhirnya mengabdikan dirinya untuk mengejar Dao Pedang. Orang ini sedikit menarik."
Setiap ortodoksi memiliki aliran pemikiran jalan kultivasi mereka sendiri.
Mo Tianyuan telah menggabungkan tiga aliran berbeda ke dalam kultivasinnya sendiri, dan menggabungkannya ke dalam Dao Pedang. Bisa dibayangkan bahwa betapa luar biasanya kecerdasan dan keluasan pemikirannya.
Di Alam Klan Tian, dia akan menjadi tokoh penting bahkan di antara para pembudidaya Alam Immortal God.
Pada saat yang sama, Feng Zun akhirnya mengerti dari totem yang diukir di altar, bahwa betapa ambisiusnya seorang Mo Tianyuan ini.
Dia menempatkan gambarnya sendiri di sisi paling atas, seolah dia menekan burung vermilion, kalajengking raksasa, semut perunggu raksasa, dan binatang buas spiritual tak tertandingi lainnya. Dia secara sengaja memproklamirkan keunggulannya di atas semua pembudidaya hewan iblis, seolah-olah dia bermaksud untuk memberitahu dunia, bahwa dia memiliki kekuatan di atas segalanya.
"Sayangnya, meskipun ambisi anda jauh lebih besar, tapi apa bedanya? Energi Pembatas Kuno Kegelapan yang menimpa seluruh dunia, membuat Istana Naga Abadi anda menghilang ditelan waktu dan sejarah. Bahkan tanah leluhur kalian telah menjadi puing-puing, dan hanya sedikit orang di dunia ini yang mengingat nama Mo Tianyuan…"
Feng Zun menggelengkan kepalanya.
Perjalanan waktu di dunia kultivasi memang tidak berperasaan.
Energi Pembatas Kuno telah berlangsung selama lima puluh ribu tahun, itu adalah waktu yang cukup untuk membuat segalanya menghilang, seperti asap yang menyebar ke udara tipis.
Tatapan Feng Zun beralih, dan dia memeriksa pintu masuk terowongan sekali lagi. Setelah hening sejenak, dia akhirnya memutuskan untuk menunggu beberapa saat lagi sebelum masuk.
__ADS_1