Perjalanan Feng Zun

Perjalanan Feng Zun
Tanpa Bergerak


__ADS_3

"Tidak mungkin?" 


Feng Zun bertanya dengan dingin. “Sekitar dua bulan yang lalu, pedang jahat itu telah mencoba menerobos ke reruntuhan Istana Naga Abadi, dan melarikan diri setelah mengalami luka yang parah. Menurut pendapatku, dia tidak akan berani kembali dalam waktu dekat."


Tatapan tidak wajar dari wanita berambut putih itu langsung serius.


Setelah hening sejenak, dia berkata dengan jijik, “Mengingat kekuatan Qing Ruo, bahkan seorang kultivator Immortal tahap akhir manapun, tidak akan bisa menjadi tandingannya. Jadi bagaimana mungkin dia bisa terluka?”


Meskipun hati Chuyu penuh ketakutan saat melihat wanita itu, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, “Tidak masalah apakah Anda akan percaya atau tidak. Pedang itu benar-benar terluka dan kabur, sedangkan 'Qing Ruo' yang kamu bicarakan telah terbunuh!"


"Qing Ruo sudah mati?" Wanita berambut putih itu tertawa dingin. “Pernyataanmu ini bertentangan dengan kata-katamu sebelumnya. Jika Qing Ruo benar-benar melarikan diri seperti yang kamu katakan, bagaimana mungkin dia bisa terbunuh?"


Chuyu hanya bisa tercengang, tapi Feng Zun segera mengerti. “Jadi, Roh Primordial yang ada di dalam pedang jahat itu, menyebut dirinya Qing Ruo.”


Dengan kata lain, 'Bencana Surgawi' adalah nama dari pedang jahat itu. Pedang Penguasa adalah julukan, karena dia bisa menguasai pemiliknya. Sedangkan Qing Ruo adalah nama Roh Primordial di dalamnya!


“Tidak heran jika seseorang yang telah menjadi budak pedang, hanya ingat bahwa mereka bernama Qing Ruo, setelah ingatan mereka dihapus. Jelas kekuatan pedang itu telah mempengaruhi mereka…” Feng Zun akhirnya mengerti.


Kemudian, dia melihat lentera yang melayang di atas telapak tangan wanita berambut putih itu, lalu berkata,


“Jika aku tidak salah, ketika kamu dan Qing Ruo bekerja sama untuk membunuh Bai Chen, kamu juga terluka parah, dan kamu disegel di dalam lentera itu, sehingga kamu tidak dapat melarikan diri... Apakah aku benar?"


Wanita berambut putih itu berkata dengan dingin, "Aku tidak membunuh Bai Chen!"


Feng Zun tertawa. “Bai Chen terbunuh, saat kamu disegel di dalam lentera itu. Ketika Roh Primordial dari Pedang Bencana Surgawi, Qing Ruo, melarikan diri, dia pasti telah berjanji akan segera kembali untukmu. Aku yakin bahwa dia telah berjanji untuk membebaskanmu dari lentera itu, dan membawamu pergi dari Tempat Peristirahatan Terakhir yang sepi ini ... Apakah ini juga benar?"


Wanita berambut putih itu tidak mengatakan apa-apa.


Namun, Chuyu memperhatikan bahwa tangan kiri wanita itu bergetar saat Feng Zun mengatakan ini. 

__ADS_1


Secara alami hal ini adalah petunjuk halus, yang tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa wanita itu, tidak setenang yang terlihat di permukaan!


"Tuan Muda, bukankah Anda mengatakan bahwa dengan kekuatannya, dia bisa saja meninggalkan tempat ini sejak lama?" tanya Chuyu.


"Meninggalkan tidak berarti dia dapat melarikan diri dari kurungan," kata Feng Zun. “Apakah anda melihat lentera di tangannya? Jika aku tidak salah, itu adalah Lentera Pembelenggu Jiwa Immortal God. Dengan kekuatan dari lentera itu, kecuali seseorang membantunya, tidak mungkin dia bisa lepas dari belenggunya.”


Saat dia mendengar ini, ekspresi wanita berambut putih itu akhirnya berubah, dan auranya menjadi jauh lebih ganas. "Bahkan jika aku terkurung, aku cukup kuat untuk membunuh kalian berdua!"


Tatapan Feng Zun bersinar dengan sedikit penghinaan. "Jika kamu memang benar-benar bisa melakukan itu, mengapa kamu menunggu selama ini untuk menyerangku?"


"Jadi kamu benar-benar bersikeras untuk mencari kematian?" Niat membunuh yang dingin muncul di wajah cantik wanita itu, dan dia melambaikan tangannya.


Swosh!


Pedang qi seputih salju yang menyilaukan keluar dari telapak tangannya yang seperti batu giok putih. Pedang qi itu memancarkan gumpalan kilau merah tua yang tidak wajar.


Tubuh Chuyu seketika menegang, dan dia merasakan rasa sakit yang menusuk di sekujur tubuhnya!


Feng Zun melangkah dengan santai, ke arah wanita berambut putih itu dan dia berkata, “Aku menanyakan semua hal ini, hanya karena ingin tahu yang sebenarnya. Apakah kamu benar-benar berpikir, bahwa aku tidak bisa menangani roh pedang kecil sepertimu?"


Sosoknya yang tinggi tiba-tiba meledak dengan kekuatan yang mengejutkan, dan matanya yang dalam tetap tenang dan acuh tak acuh seperti biasanya.


Setiap nafas yang dia hembuskan, bahkan menjadi sangat berbeda dari sebelumnya, menyebabkan auranya menunjukkan seolah-olah dia bukan orang yang sama.


Pupil wanita berambut putih itu tiba-tiba menyusut.


Pada saat ini, di bidang penglihatannya,


Pemuda berjubah putih keemasan itu mengambil langkah ke arahnya dengan santai, namun seiring setiap langkah yang dia ambil, auranya semakin tinggi dan tinggi.

__ADS_1


Semakin dia mendekat, tekanan auranya yang semakin kuat dan tak terbatas, seolah-olah memberikan kesan, bahwa dia seperti makhluk abadi dari surga dengan kekuatan yang mampu menahan matahari, bulan, dan mengintimidasi seluruh alam keabadian.


Aura pedang mengesankan yang tak terlukiskan membebani tubuh dan jiwanya dengan kejam.


Dalam keadaan linglung, dia seperti melihat sebuah Pedang Dao Tertinggi yang sedang menuju ke arahnya. Pedang itu muncul entah dari mana, merobek kehampaan, menembus ruang dan waktu. Kekuatannya yang tak terbayangkan, sepertinya mampu menjungkirbalikkan langit dan bumi.


Di hadapan tebasan pedang yang mengerikan ini, dia merasa kecil dan tidak berarti seperti seekor semut. Bahkan dia tidak bisa memikirkan sebuah perlawanan, dia bahkan merasakan dorongan yang kuat, agar dia menjatuhkan dirinya ke tanah dan tunduk ...


Pedang qi seputih salju memancarkan cahaya merah samar saat melonjak keluar dari telapak tangannya, tetapi ketika berada di hadapan aura Feng Zun yang seperti makhluk abadi, itu tiba-tiba meraung, hancur dan lenyap begitu saja.


Segera setelah itu, tubuh halus wanita berambut putih itu bergetar hebat, dan wajahnya semakin memucat. 


Tatapannya menjadi kosong, ekspresinya sangat ketakutan, tak berdaya, dan diliputi keputusasaan.


"Berlutut."


Sebuah suara tenang bergema di dalam pikirannya.


Suara itu bergema seperti dentangan lonceng surga, dan menggelegar kejam seperti guntur.


Pada akhirnya, wanita berambut putih itu tidak bisa bertahan lebih lama lagi. 


Lututnya berdebam lemas ke tanah, diikuti oleh rambut putihnya yang turun seperti air terjun.


Feng Zun sekarang berdiri hanya tiga kaki darinya, kedua tangannya berada di belakang punggungnya.


Chuyu tercengang, matanya membelalak tak percaya dan pikirannya menjadi kosong. Eksistensi menakutkan seperti itu sebenarnya dibuat berlutut? Begitu saja?


Berlutut di depan lawan adalah cara kalah yang sangat memalukan.

__ADS_1


Terlebih lagi, dari awal hingga akhir, Feng Zun tidak sekali pun terlihat bergerak. 


Dia hanya mengandalkan auranya yang mengesankan, untuk memaksa wanita berambut putih itu jatuh ke tanah. 


__ADS_2