
Oh iya bapak tau nama kamu tadi kamu berbicara selalu menyebutkan nama nak kyara jawab pak sopir itu, kalau nama bapak Joko brama, sambil tersenyum ke arah kyara.
Di saat mereka tengah bercengkrama ibu yang punya kontrakan itu datang, selamat siang pak, saya yang punya kontrakan dan siapa yang akan mengontrak rumah ini, tanya ibu yang punya kontrakan itu.
Oh ibu yang punya kontrakan perkenalkan Bu nama saya Joko saya hanya supir taksi saya yang menghubungi ibu. Dan yang akan mengontrak rumah ibu adalah gadis kecil ini Bu jawab pak Joko dengan sopan.
Ibu yang punya kontrakan terkejut mendengar yang akan mengontrak rumahnya ada seorang gadis kecil, maaf sebelumnya pak perkenalkan juga nama saya ibu Rina Anjani dan kenapa seorang gadis kecil ini yang akan mengontrak rumah ini, kemana ayah dan ibu nya, kenapa mereka membiarkan seorang gadis kecil ini mengontrak di rumah ini sendirian.?
Maaf sebelum nya ibu jika saya menyela pembicaraan ibu dan bapak, perkenalkan nama saya kyara, saya dari kampung j, dan saya sudah tidak memiliki orang tua (dalam hati kyara berkata sebenarnya masih ada tapi sudah di buang dan di hapus dari keluarga) tujuan saya datang ke kota S adalah menuntut ilmu Bu saya ingin menjadi orang yang sukses, ijinkan saya mengontrak rumah ini Bu, saya mohon.
Ibu Rina merasa kasihan kepada kyara dan juga kaget teryata gadis ia ini sudah yatim piatu, dan ibu Rina langsung menyetujui jika kyara mengontrak rumah itu, baiklah nak tapi dalam satu tahun kamu harus membayar sewa kontrakan sebanyak satu juta apa kamu bisa membayarnya? Tanya ibu Rina.
__ADS_1
Bisa Bu, jawab kyara dengan dengan penuh semangat.
Baiklah mari kita masuk, apa pak joko juga akan masuk atau sudah ingin pergi tanya ibu Rina, dan ternyata pak Joko juga ingin masuk ke dalam rumah kontrakan jadi mereka bertiga masuk bersama, dan memang rumah tersebut sangatlah kecil, hanya ada satu kamar tidur, yang di dalamnya ada kamar mandi, dan tempat tidur hanya ukuran satu orang satu meja yang dan miliki tiga laci, satu kursi, dan dapur yang hanya untuk memasak di dalam dapur ada satu konfor listrik, dan bahan lainnya, sedangakan tidak ada ruang makan, dan ruangan tamu hanya ada satu meja dan tiga kursi saja.
Kyara memperhatikan setiap sudut rumah itu kyara merasa sangat senang, di dalam hati kyara dia bersyukur masih bisa mendapat tempat tinggal.
Ibu Rina bertanya kepada kyara, nak apa kamu mau tinggal di kontrakan ibu ini maaf jika banyak debu karna sudah lama semenjak di bangun tidak ada yang ingin tinggal di kontrakan ini karena sangat kecil.
Saya mau Bu tinggal di kontrakan ini saya malahan bersyukur karena punya rumah yang bisa berlindung dari teriknya matahari dan dingin nya angin malam, jawab kyara dengan tersenyum tulus kepada ibu Rina.
Baiklah pak Joko, tapi bisakah saya meminta nomor telvon bapak? Kyara menyalin nomor pak Joko dan menyimpan buku itu kembali di dalam tas, karena kyara tidak memiliki HP.
__ADS_1
Dan saat ini kyara sudah membayar uang kontrakan selama setahun, ibu Rina juga pamit untuk pulang ke rumah nya, kyara mulai membersihkan rumah kontrakan nya itu, karena kyara adalah anak yang sudah biasa mengerjakan pekerjaan rumah jadi dia tidak merasa lelah, selesai merapikan rumah kyara kembali membersihkan halaman depan rumah sampai belakang rumahnya ternyata halaman belakang dan depan rumah itu bisa kyara menanam bunga
Rempa- rempa dan sayuran, kyara merasa bersemangat karena kyara sudah tidak mendengar kata - kata yang menyakitkan yaitu anak tidak tau di utung anak pembawah sial dan sebagainya. Selesai membersihkan halaman rumah kontrakan nya, kyara membersihkan diri nya, dan kyara memasak makanan nya karena saat berbelanja di pasar tradisional tadi kyara sudah membeli bahan -bahan makanan pokok yang akan dia butuhkan jika dia mendapat kost atau kontrakan.
Selesai memasak kyara menyantap makanan nya, selesai kyara membersihkan piring kotornya dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Malam berganti pagi dengan tanda matahari mulai nampak lebih jelas, dan kyara mulai bangun dengan rutininas seperti biasa masuk kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi nya, kemudian keluar dan masuk di dapur membuat sarapan, karena hari ini kyara akan mengantarkan berkasnya ke sekolah elit tersebut, karena sebelumnya kyara sudah terdaftar sebagai siswa penerima beasiswa.
Selesai memasak dan sarapan kyara mandi dan menunggu taksi untuk ke sekolah sebab kyara tidak mengetahui letak sekolah tersebut, saat ada taksi kyara langsung naik dan menyebut kan tujuannya ke sekolah elit itu, dan sopir taksi mengantarkan kyara, dan lebih konyolnya teryata sekolah kyara adalah di belakang kontrakan kyara sekarang kyara tertawa di dalam hati ternya benar apa yg di katakan pe patah malu bertanya sesat di jalan.
Kyara membayar ongkos taksi dan masuk ke sekolah itu, di sekolah itu ternyata ada pak satpam dan kyara memohon agar dia bisa masuk kerena dia akan mengantarkan berkas nya untuk masuk disekolah itu, dan pak satpam menemani kyara ke ruangan kepala sekolah setelah itu pak satpam kembali ke tempatnya.
__ADS_1
Kyara merasa gugup karena dia akan mendaftarkan diri secara langsung kepada kepala sekolah, kyara mengetuk pintu dan masuk ke ruangan kepala sekolah, kyara di sambut baik oleh kepala sekolah dan apalagi kyara merupakan anak yang paling pintar dalam mengikuti ujian untuk mendapatkan beasiswa. Setelah selesai menyerahkan berkas - berkas tersebut kyara pulang ke kontrakan nya dengan berjalan kaki. Kyara sangat bersyukur karena kyara mendapat kontrakan yang dekat dengan sekolahnya tanpa dia harus membuang uang untuk ongkos naik taksi.
Saat sampai di rumah kontrakan nya kyara menuju dapur kyara mengambi biji cabai dan tomat yang akan dia tanam di belakang rumah kontrakan itu, selesai menanam cabai dan tomat, kyara kembali menghentikan yg taksi dan tujuan kyara sekarang yaitu ke tempat penjualan semua bibit sayur dan buah- buahan dan juga pupuk tentunya.