Perjalanan Hidup Kyara

Perjalanan Hidup Kyara
dirumah dan kota S 9


__ADS_3

Kyara berkata kenapa ayah dan ibu tidak bisa meluangkan waktu untuk ku hanya sebentar saja mengantarkan aku ke terminal bus, kenapa ayah dan ibu membedakan aku ana dan Rian, sedangkan aku anak kandung kalian dan mereka hanya anak pungut. Teriak kyara sambil menangis.


Plak


Plak


Suara tamparan yang begitu menggema di ruangan tersebut ya tamparan itu adalah tamparan dari ibu kyara dan ayah kyara, yang secara bergantian menampar kyara. Terlihat dari sudut bibir kyara mengeluarkan darah karena mendapatkan tamparan yang begitu kuat bahkan dari dua orang sekaligus.


Dan saat nya ana memainkan perannya seolah dia merasa begitu tersakiti dengan kata - kata kyara, ana yang meneteskan air mata palsunya itu dan berkata maafkan aku kyara jika kamu merasa bahwa aku sudah merampas kasih sayang dari ayah dan ibu mu, tapi kyara sungguh aku tidak memaksa untuk di pungut oleh ayah dan ibu, waktu itu aku hanya kelaparan dan aku hanya ingin makanan aku tidak ada niatan untuk di jadikan anak angkat oleh ayah dan ibu, aku cukup sadar diri aku memang hanya anak pungut hiks hiks hiks tangisan ana yang begitu memilukan untuk di dengar.


Rian hanya diam sambil merangkul ana, saat mendengar penuturan ana kemarahan ayah kyara tidak terkontrol lagi dan Bahkan dia dengan tega menampar kyara lagi dan berkata dasar kamu anak tidak tau di untung sudah di besarkan dan mulai malam ini kamu angkat kaki dari rumah ini dan kamu bukan lagi anak kami dan kamu akan kami coret dalam kartu keluarga. Cepat kamu pergi dari rumah ini sekarang juga


Dan kyara langsung melarikan diri nya ke kedalam kamar dan berkata di dalam hatinya baiklah ayah ibu aku akan pergi dari rumah yang bagai neraka ini, aku akan buktikan anak yang tidak tau di untung ini akan sukses.


Sementara ibu kyara memeluk ana dengan penuh kasih sayang dan menenangkan ana, ayah kyara juga memeluk ana dan Rian dia berkata Rian ana mulai sekarang hanya kalian anak kami dan kyara bukan lagi saudara kalian jika sampai kalian bertemu lagi dengan dia jangan kalian menyapanya anggap dia orang yang tidak di kenal kalian paham, tanya ayah kyara.

__ADS_1


Iya ayah jawab mereka serempak, dan ana masih dalam pelukan ibu kyara. Tapi didalam hati ana dia bersorak dengan gembira bahwa hanya dia anak perempuan di rumah itu tidak ada lagi kyara, dan ana juga berkata di dalam hati nya sekarang kyara sudah tidak ada, dan tunggu giliran kamu kakaku sayang sambil melihat Rian sekilas.


Sedangkan kyara dia menangis di kamar nya, kyara membawah keluar pakaiannya yang kyara sudah rapikan di dalam tas sekolah nya karena kyara hanya memiliki tas sekolah yang sudah usang itu kyara hanya bisa menjahit tas sekolah nya, dan kyara keluar dari kamar nya dan pergi dari rumah itu, kyara berjalan ke pangkalan ojek untuk mengantarkan kyara ke terminal bus, yang menuju kota S.


Sesampainya di terminal bus kyara langsung membayar biaya ojek dan menaiki bus yang tinggal menunggu dua penumpang saja, saat kyara masuk ke dalam bus kyara duduk di dekat jendela sambil memikirkan di mana kyara akan tinggal jika sudah berada di kota S nanti.


Tanpa terasa bus sudah berjalan dan perjalanan dari kampung kyara menuju kota S selama sebelas jam, dan sampai lah kyara di kota S. Karena perjalanan dari kampung kyara jam sembilan malam sampai di kota S jam 7 pagi.


Kyara turun dari bus soal bayaran bus di perjalanan dari kampung sudah di bayar jadi pas sampai kyara lngsung turun dari bus, kyara mengatakan di dalam hati selamat datang Kota S, semoga kyara mendapat kebahagiaan dan sukses di kota S, kyara naik kembali ke taksi dan meminta supir taksi untuk mengantarkan kyara ke pasar tradisional kota S, karena kyra berencana akan membeli pakaian, seragam, tas, dan sepatu yang layak kyara pakai untuk datang ke sekolah.


Sopir taksi tersebut merasa ane kenapa anak yang kelihatan begitu butuh kasih sayang orang dan bimbingan serta perlindungan dari orang tuanya malahan menanyakan tempas kos atau kontrakan dalam hati sopir tersebut apa anak ini lari dari rumah atau dia tersesat, wajah sopir tersebut sangat tampak kebingungan, dan kyara kembali bertanya, apa bapak tidak tau tempat kost dan kontrakan di kota ini??


Maaf sebelumnya nak kenapa menanyakan tempat kost dan kontrakan kenapa tidak tinggal dengan orang tua mu saja nak?


Maaf pak aku sudah tidak memiliki orang tua lagi kata kyara sambil menunduk dan mengingat kata yang keluar dari ayah nya bahwa dia bukan lagi anak mereka, jadi kyara tau sekarang dia sudah tidak memiliki keluarga lagi.

__ADS_1


Oh maafkan bapak nak, baiklah bapak akan antarkan kamu ke kontrakan yang murah yang hanya memiliki 1 kamar saja disitu hanya 1 juta per tahun. Kata pak sopir tersebut.


Baiklah pak dan terima kasih sebelumnya.


Sama - sama nak, jawab pak sopir itu, dan dalam hati pak sopir itu berkata kasihan sekali kamu nak harus tinggal sendirian dan kamu masih begitu kecil jika saja kehidupan bapak memungkinkan bapak akan membawah kamu ke rumah bapak.


Nak ayao kita turun di depan itu adalah rumah kontrakan yang bapak maksud, tunggu sebentar ya nak bapak akan menghubungi yang punya kontrakan, dan pak sopir tersebut menghubungi ibu kontrakan itu dan mengatakan bahwa dia membawah seseorang yang akan mengontrak rumah itu.


Nak kita akan tunggu sepuluh menit lagi ibu yang punya kontrakan akan segera datang, kata pak sopir dengan lembut kepada kyara.


Dan kyara menjawab terima kasih pak atas bantuannya jika suatu saat saya akan sukses saya akan membalas kebaikan bapak, jawab kyara dengan lembut.


Pak sopir itu hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatakan kyara, dia tidak mengharapkan kyara membalas dalam fikiran pak sopir itu mungkin setelah kamu sukses nak kamu sudah pasti melupakan bapak.


Pak nama bapak siapa, sedari tadi aku belum tau nama bapak, kalau nama saya kyara pak, tanya kyara sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2