
Setelah samapai kyara membeli bibit cabai, tomat, mentimun, jagung, ubi, singkong dan sebagainya, kemudian kyara juga menuju ke toko bunga di sana kyara membeli berbagai macam bunga yang akan kyara tanam di depan rumah kontrakan nya itu. Selesai berbelanja kyara pulang ke rumah nya dengan hati yang begitu bahagia karena semua yang dia inginkan hari ini bisa tercapai tak lupa kyara berdoa dan mengucap syukur atas kehidupan yang dia jalani saat ini.
Saat ini kyara membersihkan tubuhnya dan makan malam karena kyara ingin tidur dengan cepat agar besok hari kyara bisa menanam semua yang dia beli tadi, karena masih ada waktu seminggu untuk libur sebelum masuk sekolah menengah pertama,.
Matahari kembali nampak dan kyara sudah memasak dan makan, sekarang kyara akan menanam buah apel, buah manggis, buah rambutan, buah jambu air dan jambu biji, yang kyara sudah membeli bibitnya kemarin, selesai menanam buah kyara menanam bunga mawar, bunga melati, bunga lili, bunga anggrek, bunga daysi. Selesai menanam bunga kyara menuju halaman belakang dan menanam segala macam sayur - sayuran dan rempah - rempah karena asik menanam kyara sampai lupa belum makan siang sampai cacing perutnya berdemo kyara baru sadar ternyata belum makan siang.
Selesai makan siang kyara langsung istirahat, dan sore hari kyara bangun untuk mandi dan akan makan malam, kyara juga membaca buku setelah nya kyara tidur.
Kyara sudah bangun bangun makan dan mandi sekarang tujuan kyara adalah mencari tempat kerja agar dia bisa mendapatkan uang jika dia hanya mengandalkan uang yang dia pegang sewaktu- waktu pasti akan habis.
Setelah berjalan kyara melihat ada warung yang di jalan yang di depan sekolah kyara, dia melihat banyak yang makan di warung tersebut, dan kyara mencoba masuk, dan ternyara yang punya warung itu adalah ibu Rina yaitu ibu yang mempunyai rumah kontrakan nya kyara.
Ibu itu menyambut kyara dengan ramah, ada apa nak apa kamu mau makan di warung kecil ibu, tanya ibu Rina.
Tidak Bu kyara sudah makan, tapi kyara mau bertanya apa kyara bisa bekerja di warung ibu, tanya kyara sambil menunduk kepala nya.
__ADS_1
Sontak ibu Rina dan pak Ibrahim kaget, gadis kecil se usia kyara mau mencari pekerjaan, ibu Rina mengajak kyara untuk duduk, mari nak duduk di sini bersama bapak dan ibu, nak jika kamu ingin bekerja bapak dan ibu tidak bisa membayar mu seperti kamu kerja di rumah makan yang besar, palingan ibu dan bapak hanya bisa memberikan lima ratus ribu saja nak apa kamu keberatan.
Kyara kaget bukan main dia di terima dan bisa mendapat uang lima ratus ribu, kyara sangat senang, kyara langsung menjawab saya bersedih Bu, asalkan saya bisa bekerja, tapi maaf Bu mungkin mulai Minggu depan aku akan bekerja setelah pulang dari sekolah.
Tidak apa - apa nak, kamu malai minggu depan bekerja setelah pulang dari sekolah, jawab pak Ibrahim karena sudah tahu sedikit tentang kyara yang di beritahukan oleh ibu Rani yang mana kyara adalah anak yatim piatu.
Kyara mulai bekerja di warung makan Bu Rina dan pak Ibrahim, tak terasa waktu seminggu cepat berlalu, meskipun kyara bekerja tapi kyara tidak pernah lupa menyiram dan merawat tanamannya, dan sekrang tanamnya mulai tumbuh.
Kyara masuk sekolah menengah pertama dengan lancar, karena di sekolah tersebut sangat ketat tidak ada kasus buli membuli jika di dapatkan ada yang berani membuli akan di keluarkan dari sekolah itu.
Selesai berbelanja kyara menyimpan beras dan semua makannya, Bakan kyara membeli kulkas bekas agar bisa menyimpan makanan lebih lama. Waktu terus berlalu tak terasa kyara sudah naik ke kelas delapan atau naik ke kelas dua sekolah menengah pertama.
Kyara juga mendapat uang dari semua tanaman yang kyara tanam, mulai dari buah, sayur - sayuran, rempah- rempah bahkan bunga juga ada yang membeli. Kyara begitu sangat bersyukur bisa mendapat uang tambahan.
Skip
__ADS_1
Ke dua orang tua ana dan Rian mereka begitu memanjakan ana dan Rian mereka seolah lupa bahwa mereka memiliki anak kandung yang memang sudah mereka lupakan bahkan mereka hapus di dalam kartu keluarga, hati dab ingatan mereka. Karena sudah tidak ada kyara di rumah mereka membayar pembantu rumah tangga untuk membuat makanan dan membersihkan rumah mereka.
Skip
Waktu terus berlalu, detik berganti jam, jam berganti hari, hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun kini kyara memasuki ujian akhir di sekolah menengah pertama, setiap ada kegiatan atau lomba kyara pasti mendapat juara, dan yang menjadi wali nya kyara ada ibu Rina dan pak Ibrahim mereka mengganggap kyara seperti anak mereka sebeb ibu ruba dan pak Ibrahim setelah kecelakaan yang merenggut anak semata wayang mereka kandungan ibu Rina juga di angkat kerena bermasalah itu sebabnya mereka sudah tidak mendapat momongan.
Di ruangan kelas begitu tenang, tanpa ada suara karena anak - anak fokus untuk mengerjakan soal ujian, dan berharap agar mereka dapat lulus dalam ujian akhir itu dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau ke sekolah menengah atas.
Kyara mulai bekerja di warung makan ibu Rina dan pak Ibrahim kyara sangat cekatan dalam membantu ibu Rina saat membuat masakan membersihkan piring kotor sampai ibu Rina dan pak Ibrahim sangat kaget dengan kelincahan kyara anak gadis yang baru menginjak sekolah menengah pertama itu bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga tanpa mengeluh, kyara juga membantu pak Ibrahim melayani pada pelanggan dengan sopan dan ramah.
Setelah jam sembilan malam kyara akan pulang ke rumah kontrakan nya, tapi di tahan oleh pak ibrahim karena ada yang ingin di tanyakan nya kepada kyara, nak kyara bisakah kita bicara sebentar sebelum nak kyara pulang ke rumah kontrakan nya nak kyara?
Oh bisa pak, bapak ingin menanyakan apa soal kyara? Jawab kyara tersenyum lembut menghadap ke pak Ibrahim
Begini nak tadi bapak memperhatikan kamu sangat cekatan dalam membantu bapak dan ibu mengerjakan semua pekerjaan, apa nak kyara sudah bisa mengerjakan nya? Tanya pak ibrahim dengan hati - hati karena pak ibrahim takut menyinggung kyara.
__ADS_1