
ada apa ini mas, tanya ibu kyara yang menatap ayah kyara dan menatap kyara yang sedang menangis.
kyara sudah membuat ana menangis Bu, jawab ayah kyara dengan lembut
kenapa kamu membuat ana menangis tanya ibu kyara kepada kyara.
aku tidak membuat ana menangis Bu, jawab kyara sambil menunduk
masih mau berbohong kamu, tadi ayah mendengar ana menangis dan mengatakan kepada Rian kamu tidak memberikan pakaian yang ingin ana pakai. bentak ayah kyara
kenapa kamu tidak memberikan pakaian yang di inginkan ana kyara? bentak ibu kyara
ana mengambil piyama kesayangan kyara ayah ibu, tapi aku sudah memberikan pakaianku kepada ana, apakah aku tidak bisa melarang orang lain mengambil barang ku ayah ibu? tanya kyara sambil menangis
ayah dan ibu kyara terdiam sesaat sambil berpandangan, kyara cepat masuk ke kamar kamu kata ibu kyara
Dan kyara langsung masuk ke kamarnya dan menangis.
matahari mulai menampakan sinarnya dan kyara sudah bersiap ke sekolah hari ini kyara tidak memasak kyara langsung berangkat ke sekolah
tiba di sekolah kyara langsung menuju ke ruangan kepala sekolah dan mengatakan bahwa ayah dan ibu kyara mengizinkan ibu wali kelas kyara datang kerumah untuk mengajarkan kyara.
__ADS_1
di saat kyara keluar dari ruangan kepala sekolah kyara berpapasan dengan ayah kyara yang mengantarkan Rian dan ana untuk mendaftarkan mereka berdua sekolah.
kyara hanya melihat sekilas dan langsung pergi kyara tidak menatap ayahnya kyara hanya melihat tangan ana yang menggandeng tangan ayahnya.
ada rasa sesak di hati kyara melihat pemandangan itu namun kyara tidak menghiraukan perasaan nya kyara langsung memfokuskan fikiran nya untuk belajar agar mendapat nilai bagus dalam lomba cerdas cermat.
tak terasa waktu begitu cepat berlalu kyara belajar dengan ibu wali kelasnya sudah sebulan lamanya dan selama itu ayah dan i u kyara memperlakukan kyara dengan baik tapi hanya saat jika ada ibu wali kelas dirumah mereka saja dan saat ibu wali kelas akan pergi mereka mulai menyuruh kyara bekerja seperti biasa.
dan tiba saatnya kyara mengikuti lomba cerdas cermat, kyara sudah bersiap dari pagi sekali tapi kyara menyiapkan sarapan mereka selama itu juga ana tidak mengganggu kyara karena dia ingin ke dua orang tua kyara menyayanginya dan menunjukan bahwa dia anak yang berbakti dia juga sering ingin membantu kyara tapi selalu dilarang oleh kyara karena saat ana membantunya kyara akan di marahi oleh ayahnya.
saat di sekolah kyara sudah mengikuti lomba cerdas cermat dan kyara mendapat juara pertama dia sangat senang tapi dia juga sedih ayah dan ibu nya tidak memberikan ucapan selamat tapi mereka sibuk dengan ana dan Rian.
bukannya kyara tidak menyayangi ke dua orang tuanya tapi kyara sudah merasa putus asa jadi dia bertekad akan menjadi orang sukses agar bisa mencukupi kehidupannya.
hari berganti bulan dan bulan berganti tahun kehidupan kyara tetap layaknya pembantu di rumah nya sendiri. saat ini adalah hari kelulusan kyara, Rara , ana, dan Rian mereka semua lulus bersamaan yang paling menyakitkan adalah ke dua orang tua kyara memberikan kado dan hadiah hanya untuk ana dan Rian tidak ada untuk kyara.
saat sampai dirumah kyara mengatakan ingin melanjutkan sekolahnya di kota S begitu pun dengan Rian dan ana mereka ingin melanjutkan sekolah di kampung mereka, tapi yang paling membuat kyara adalah jawaban dari ke dua orang tua nya, kyara jika kamu sekolah di kota kamu bayar sendiri sekolah mu dan kehidupan mu di kota kamu sendiri yang biayai karena ayah dan ibu hanya akan membiayai kebutuhan ana dan rian.
baik ayah ibu kyara akan bekerja di kota agar bisa mencukupi kebutuhan kyara, dan kyara langsung meninggalkan ayah ibu ana dan Rian di ruangan tersebut.
tapi Rian mencoba berbicara kepada ayah dan ibu angkatnya, ayah ibu kenapa kyara tidak di biayai kebutuhan sekolah dan kehidupannya kenapa kyara harus bekerja sendiri, sedangkan kami ini hanya anak angkat tapi kami ibu dan ayah membiayai kebutuhan kami.
__ADS_1
kalian bukan anak angkat kami kalian itu anak kandung kami, kamu paham, jawab ayah kyara.
baik ayah ibu jawab Rian, dan Rian masuk ke dalam kamar tapi sebelum itu ana menarik Rian ke taman belakang rumah mereka ana berkata kenapa kakak menanyakan soal pembiayaan itu bagaimana kalau kita yang membiayai kebutuhan kita aku tidak mau bekerja kak aku tidak tau mau kerja apa, awas saja kalau kakak menanyakan soal itu lagi kepada ayah dan ibu ana mengancam Rian.
tapi ana kita ini hanya anak angkat sedangkan kyara adalah anak kandung ayah dan ibu tapi selama ini aku merasa sangat tidak enak kepada kyara dia seperti pembantu di rumahnya sendiri sedangkan kita seperti raja dan ratu, kakak merasa tidak adil jika ayah dan ibu hanya membiayai kita berdua sedangkan kyara harus berjuang sendirian.
kakak tidak perlu khawatir aku yakin pasti kyara bisa membiayai kehidupan kyara sendiri karena kyara dari kecil sudah bekerja beda lagi dengan aku dan kakak kita tidak pernah bekerja selama ini, kita hanya tau makan dan minum saja.
kamu benar kita memang beda dengan kyara kakak salut sama kyara dia merupakan gadis yang kuat selama ini kakak tidak pernah melihat dia menangis meskipun sering di bentak oleh ayah dan ibu.
kakak merasa bersalah sama kyara kerena sudah merampas kasih sayang ayah dan ibu kyara kata Rian.
kakak tidak perlu merasa bersalah kita tidak merampas kasih sayang ayah dan ibu kyara tapi mereka memang yang menyayangi kita selama ini pun kita tidak pernah mengganggu kyara, dalam hati ana padahal selama ini aku yang selalu membuat ayah dan ibu semakin membenci kyara, aku tidak ingin kasih sayang ayah dan ibu di ambil dari ku sama seperti kakak Rian yang mengambil kasih sayang ayah dan ibu.
aku akan membuat ayah dan ibu membenci kyara agar kasih sayang ayah dan ibu hanya untukku.
ayo kak kita ke kamar aku ingin mandi dan sebentar lagi kita akan makan malam aku tidak ingin ayah dan ibu menunggu kita, kata ana
baiklah mari kita kita ke kamar kakak juga ingin membersihkan badan kakak agar setelah itu baru kita akan makan bersama.
Rian dan ana mereka bersama memasuki rumah dan berjalan ke kamar mereka masing - masing
__ADS_1