
Terlihat seorang gadis terbaring di sebuah ruangan khusus sebuah rumah sakit di kota Jakarta. Gadis itu sudah kritis selama 2 bulan lebih, tetapi masih saja tidak ada tanda-tanda akan terbangun. Dia terbaring santai seperti sedang tertidur tanpa respon apapun. Beruntung ada seorang dokter cantik yang sudah berumur yang selalu setia merawatnya.
" Gimana keadaan gadis ini sus? apakah masih belum ada reaksi sadar dari kritisnya?" tanya dokter Ressa pada suster yang sedang bertugas saat itu.
" Belum dok, tapi kondisi nona ini sudah lebih baik dari sebelumnya." jawab suster.
" Syukurlah, semoga dia cepat kembali sadar dan segera pulih." pinta dokter Ressa dengan wajah sedih melihat kondisi gadis itu.
" kalau begitu saya permisi dok," izin suster pada dokter Ressa.
" Hmm silahkan! terimakasih sus!" balas dokter Ressa
" Sama-sama dok, kalau ada perlu, dokter panggil saya saja di sebelah" ucap suster yang dibalas anggukan oleh dokter Ressa.
Dokter Ressa seorang dokter bedah di Rumah Sakit yang tidak lain miliknya itu. Dia merupakan dokter yang ramah dan sopan pada semua orang. Walaupun dia pemilik Rumah Sakit, dia tidak pernah memandang rendah para bawahannya yang berkerja di rumah sakit miliknya. Tak heran jika semua orang di rumah sakit menyukai nya. Walaupun usia nya hampir setengah abad, tapi dia masih terlihat cantik dan awet muda. Dia juga istri dari seorang pengusaha terkaya di jakarta yaitu Hans permana. Dan dia juga memiliki seorang putra semata wayangnya yang sangat tampan yang juga seorang pengusaha sukses di bidang properti yaitu Kenzie Azzalio permana.
Dokter Ressa kini berjalan mendekati ranjang tempat gadis itu terbaring. Dia pun menarik kursi di samping ranjang kemudian duduk di samping gadis itu. Dokter Ressa terus memperhatikan gadis itu dengan seksama. Pandangan nya tertuju pada wajah sampai ujung kaki gadis itu yang terbalut perban semua.
" Sebenarnya darimana asal gadis ini? Kasihan sekali dia, apa yang sudah menimpa nya? Entah kenapa hati sangat sedih dan ingin sekali menolongnya, apakah ini refleks karena aku ingin sekali punya anak perempuan." gumam dokter Ressa dengan pikirannya yang berkecamuk, banyak sekali pertanyaan dibenaknya yang ingin ditanyakan pada gadis itu, kemudian meraih tangan mungil gadis itu dan mengelusnya lembut.
Tiba-tiba suatu pergerakan kecil mengejutkan dokter Ressa. Tangan gadis itu bergerak dan perlahan matanya pun mencoba melihat sekeliling ruangan. Dokter Ressa sumringah dan langsung memeriksa gadis itu.
" Kelihatannya kau sudah stabil nona, bagaimana perasaanmu? Apa ada yang sakit?" tanya dokter Ressa dengan wajah sumringah karena penantiannya selama ini telah membuahkan hasil.
" Aa,,,aku dimana ini? Aku kenapa dok?" tanya gadis itu dengan suara berat dan wajah kebingungan.
__ADS_1
" Kamu ada di rumah sakit nona. Kamu aman disini. Kamu sudah koma selama dua bulan lebih" jelas dokter Ressa pada gadis itu.
" Aku kenapa bisa ada di rumah sakit? Kenapa aku engga ingat apa-apa" gumam gadis itu sambil memegang kepalanya.
" Ada apa? Apa kamu merasakan sakit di kepala?" tanya dokter Ressa
Gadis itu hanya menggeleng-geleng kepala sambil memegang kepalanya tanpa merespon pertanyaan dokter Ressa.
" Mmm,, siapa namamu nona? Dimana kamu tinggal? Apa ada pihak keluarga yang bisa dihubungi" tanya dokter Ressa lagi
" Aku tidak tau, aku tidak ingat" lirih gadis itu
" Kamu jangan terlalu memaksa kan untuk mengingat dulu ya, pelan-pelan saja mungkin karena efek kamu koma 2 bulan ini, saya buka perban nya supaya kamu lebih leluasa" ucap dokter Ressa dengan senyuman manisnya.
Kini beberapa suster sudah memasuki ruangan tersebut membantu dokter Ressa membuka perban. Perlahan perban dibuka dari wajah dan tubuh gadis itu. Kemudian salah seorang suster menyerahkan sebuah cermin pada gadis itu.
" Deg " saat gadis itu melihat wajahnya entah mengapa rasanya begitu asing dan seperti bukan dirinya.
" Dokter, sebenarnya apa yang terjadi pada saya? Kenapa saya tidak ingat apa-apa? Dan kenapa wajah dan tubuh saya? " tanya gadis itu pada dokter Ressa
" Kamu saya temukan tergeletak ditepi pantai saat saya diundang ke sebuah pertemuan. Saat saya periksa ternyata kamu masih hidup dan banyak sekali luka bakar di tubuh dan wajah kamu. Hati kecil saya tergerak untuk menolong kamu, jadi saya bawa kamu kesini untuk bisa mendapatkan pertolongan. Kebetulan saya seorang dokter bedah jadi saya takut kamu shock ketika terbangun dengan kondisi seperti ini, karena saya berinisiatif untuk mengoperasi wajah kamu" jelas dokter Ressa panjang lebar
" Terimakasih dok, dokter sangat baik pada saya, saya tidak tau harus membalas nya bagaimana " Lirih gadis itu mendengar penjelasan dokter Ressa
" Tidak usah sungkan, saya senang membantu kamu, lihatlah ternyata kamu sangat cantik sekali" pinta dokter Ressa menghibur gadis itu.
__ADS_1
" Ah dokter juga sangat cantik, baik hati lagi" ucap gadis itu tersenyum malu-malu.
" Yasudah kamu istirahat ya, mungkin besok kalau kondisi kamu sudah stabil sudah bisa keluar dari rumah sakit, saya permisi dulu, kamu istirahat dan minum obat yang teratur ya agar kondisi kamu segera membaik seperti semula" ucap dokter Ressa lembut sambil mengusap pipi gadis itu.
" Baik dok, makasih banyak atas perhatian dokter" jawab gadis itu dengan menyungging kan senyum manis nya
" Hm sama-sama gadis manis" ucap dokter Ressa kemudian berlalu pergi.
Setelah keluar dari kamar rawat gadis itu, dokter Ressa menemui suster yang bertugas.
" Sus, tolong jaga gadis itu, apa saja keperluannya telpon saya, besok saya kembali kesini menjemput nya pulang" tegas dokter Ressa
"Baik dok" titah suster dengan menyunggingkan senyumnya
Dokter Ressa berlalu menuju parkiran rumah sakit. Disana dia sudah dijemput sopir pribadinya.
" Mari nyonya" pinta pak rudi sambil membuka pintu mobil
Mobil pun berlalu meninggalkan rumah sakit.
**Bersambung...
Happy reading all 🥰
Jangan lupa like, komen, dan vote yang agar author makin semangat up nya❤️🙏**
__ADS_1