PERJODOHAN TANPA CINTA DENGAN WANITA DINGIN

PERJODOHAN TANPA CINTA DENGAN WANITA DINGIN
Perasaan cinta yang tercipta kembali


__ADS_3

BAGIAN 5


Damian yang mendengar Elina mengiyakan ajakannya dia pun langsung berbalik seperti tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Hm kamu mengiyakannya?" Tanya Damian memastikan


"Hn."


Damian pun langsung terlihat senang mendengar jawaban Elina karena dia menerima ajakannya.


"Jam berapa acaranya?" Tanya Elina.


" Jam 9 malam, sejam lagi."


"Sudah siap-siap, saya juga mau siap-siap kamu nggak mungkin pergi dengan ku dengan seperti ini."


Elina pun berlalu pergi untuk bersiap-siap, setelah 20 menit Elina bersiap-siap ia pun keluar Damian yang sedang menunggu di buat kagum melihat penampilan Elina, Elina memakai gaun berwarna merah maroon yang sangat cantik dan elegan, make up yang ringan membuatnya makin cantik saja. Damian langsung memalingkan wajahnya yang merona melihat Elina.


"Ada apa?" Tanya Elina dengan heran melihat Damian yang memalingkan wajahnya tidak mau menatapnya.


"Tidak ada, ayo kita pergi."


Pesta


Mereka berdua telah sampai di sebuah gedung yang di adakan pesta, gedung yang besar dan mewah. Mereka masuk dan langsung di sambut oleh tuan pesta.


"Ehh bukan kah itu Damian dan Elina?" Ezi sahabat Damian yang melihat mereka berdua terheran ya pasalnya sahabat-sahabat Damian tahu bagaimana hubungan Damian dan Elina.


"Aku pikir mereka tidak akan datang." Ujar Vian yang melihat Damian, padahal siang tadi Damian sangat frustasi memikirkan acara malam ini.


Acara pun di mulai terlihat Damian sedang berbincang-bincang dengan rekan-rekan kerjanya dan teman-temannya, Elina pun sedang berbincang-bincang dengan wanita-wanita yang ada di pesta itu.


Musik pun dimainkan pasangan yang ada di acara itu langsung berdansa dengan romantis, Damian yang ingin mengajak Elina berdansa tapi di urungkan niatnya karena berpikir pasti Elina tidak mau di ajak berdansa olehnya.


"Tidak berdansa?" Tanya Vian yang melihat Damian hanya menatap Elina dari jauh.


"Sini berdansa denganku saja." Timpal Ezi yang langsung menarik tangan Damian untuk menari namun langsung di bogem mentah dari Damian.


"Kalau mau mengajaknya ya sana ajak saja." Ujar Vian yang mengerti dengan tatapan Damian yang selalu menatap Elina.


"Pasti dia tidak mau." Ucap Damian yang menghela nafasnya.


"Belum di coba belum tahu hasilnya." Ezi langsung mendorong Damian mendekat Elina.

__ADS_1


Elina hanya menatap dingin pada Damian.


"Ehh.. hehehe." Damian hanya tertawa canggung.


"Apa ya yang hehehe dasar goblok." Umpat Ezi yang melihat Damian dengan tingkah bodohnya.


Damian yang langsung menengok kebelakang menatap tajam Ezi.


"Fuufuu.." Ezi pun langsung mengalihkan pandangannya dengan berpura-pura bersiul.


"Pasti bonus mu di potong." Ujar Vian melihat Ezi.


"Itu salahnya tidak berani mengajak dansa Elina, payahh!" Ezi pun langsung berlalu pergi mengambil minuman di atas meja.


Damian yang canggung hanya diam tidak tahu mau berbuat apa.


"A anu." Damian memberikan diri untuk mengajak Elina berdansa.


"Ada apa?" Tanya Elina


"Mau berdansa?" Tawar Damian dengan ragu-ragu.


"Ayo." Bak tersambar petir hati Damian pun langsung berbunga-bunga, tidak menyangka Elina akan mau dia ajak berdansa olehnya.


Setelah selesai berdansa Damian yang ingin mengambil minuman untuk mereka berdua saat kembali Elina sudah tidak ada di dalam pesta tersebut, Damian mencari-cari namun tidak ada juga, ia menanyai teman-temannya tapi tidak ada juga yang melihat Elina di mana.


"Apa dia sudah pulang." Gumam Damian yang sedikit merasa khawatir.


Damian pergi ke atas balkon atap gedung mungkin Elina ada di sana dan ternyata benar Elina sedang berdiri menatap langit malam di balkon atap gedung itu, Damian pun mendekatinya.


Elina yang sadar dengan kedatangan Damian hanya diam.


"Aku pikir kamu sudah pulang, hehehe aku mencari mu kemana-mana ternyata ada di sini." Jelas Damian


Elina hanya diam tidak menanggapi perkataan Damian, dia hanya melanjutkan menatap langit malam, Damian yang melihat Elina hanya diam pun ikut diam dan melihat ke langit, langit malam yang cantik di taburi bintang-bintang dan rembulan malam yang terang. Cahaya rembulan malam memperlihatkan wajah Elina yang cantik yang membuat Damian kembali menatap wajah Elina dengan lekat.


Damian berencana untuk meminta maaf atas kejadian kemarin malam.


"Maaf." Nada suara Damian kecil dan lemah tetapi Elina masih bisa mendengarnya.


"Untuk apa?" Damian menundukkan kepalanya


"Kejadian kemarin malam." Jelas Damian.

__ADS_1


"Oh." Elina hanya ber oh ria yang membuat Damian tadinya merasa sedih kini sedikit kesal dengan Elina.


"Apa tidak ada kata yang lebih panjang dari itu." Batin Damian yang merasa kesal dengan kata-kata Elina.


"Damian." Panggil Elina yang masih belum mengalihkan pandangannya dari langit.


"Hmm." Damian mendongakkan wajahnya melihat Elina.


"Apa kamu mencintai ku?" Tanya Elina yang langsung membuat Damian terkejut.


"Memangnya kamu nggak sadar yah selama ini?" Jawab Damian dengan nanar


Elina hanya diam lagi tanpa berkata apapun.


"Yah aku sudah mencintai mu dari awal kita menikah." Lanjut Damian


"Mungkin saya hanya wanita yang egois dan gengsian yang tidak ingin mengakui apa yang saya rasa."


"Hmm" Damian hanya bergumam mendengar ucapan Elina.


"Yah saya mencintai mu Damian, hanya saja saya tidak ingin mengakuinya." Lanjut Elina yang lagi-lagi membuat terkejut bukan main dia tidak menyangka bahwa Elina akan mengungkapkan perasaannya.


Damian yang terkejut sekaligus senang dengan apa yang di ucapkan oleh Elina, langsung memeluknya, Elina yang biasanya jika di peluk Damian selalu menolak dan memberontak kini dia hanya diam tanpa berkata apa-apa. Elina menatap Damian dengan lekat dan Damian pun menatap Elina dengan lekat, dan terjadilah tatap menatap. *Wkwk apa nggak pegal itu mata*


"Ayo kita jalani kehidupan baru kita!" Ucap Damian yang di balas dengan anggukan Elina dan senyum manisnya yang tak pernah Elina perlihatkan pada lelaki mana pun, Damian pun menyunggingkan senyum bahagianya lalu ia mencium Elina dengan rasa sayang yang dalam.


Di balik keromantisan dua orang yang sedang jatuh cinta ada 2 orang yang sedang mengintip di balik pintu.


"Romantis sekali." Ujar Ezi dengan mata yang berbinar-binar.


"Akhirnya!" Ujar Vian melihat sahabatnya itu


Lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan dua insan yang masih memadu kasih mereka di bawah sinar rembulan.


Elina dan Damian pun kembali dari pesta, Damian yang malam itu di penuhi kebahagiaan membuka pintu mobil tempat Elina duduk dan menggendongnya ala bridal style dan membawanya ke kamar. *Yahhh kalian tahu lah apa yang terjadi oke kita skip aja*


2 Minggu kemudian


Kehidupan rumah tangga mereka berdua yang tadinya suram tanpa ada kata cinta kini telah di warnai dengan cinta dan kasih sayang.


Damian yang sedang sibuk berkutat dengan laptopnya di kejutkan dengan seorang wanita yang masuk di dalam ruangannya.


Wanita yang berambut blonde masuk ke ruangan Damian, yang membuat damian terkejut.

__ADS_1


Siapakah wanita itu, nantikan di episode selanjutnya.


__ADS_2