
BAGIAN 6
Damian yang terkejut melihat wanita yang datang ke dalam ruangannya.
"Mas Damian!!" Panggil wanita itu sambil berlari kecil pada Damian dan memeluknya.
Damian reflek langsung menolak pelukan wanita itu.
"Kamu kok gitu mas? Nggak rindu sama aku apa." Ujar wanita itu kesal dengan memasang wajah cemberutnya.
Tiba-tiba Vian dan Ezi datang ke dalam ruangan Damian.
"Kami sudah menghentikannya tapi dia tetap memaksa ingin bertemu dengan mu." Jelas Ezi
Mereka berdua menatap tak suka pada wanita blonde itu.
"Sudah lah, kalian keluar dulu." Damian menyuruhku teman-temannya keluar
Vian dan Ezi pun keluar dari ruangan Damian.
Vian dan Ezi terlihat sedikit panik melihat kedatangan wanita itu.
"Jangan sampai Elina tahu ini." Ujar Vian
Wanita blonde itu tampak sangat dekat dengan Damian ia melingkarkan tangannya di leher Damian yang langsung di tepis Damian, wanita itu cemberut dan mengerucutkan bibirnya.
"Mas apa kamu nggak rindu sama aku?" Tanyanya dengan nada kesal.
"Kenapa kamu kembali?" Tanya Damian yang tidak menghiraukan tatapan kesal wanita itu padanya.
"Memangnya kenapa kalau aku kembali, aku kan rindu pada mu." Terdengar suara wanita itu sedikit manja.
"Zea apa kau sadar dengan perbuatan mu setahun yang lalu!" Nada suara Damian meninggi dia kesal dengan wanita yang di hadapannya sekarang.
"Iya mas aku tahu aku yang salah tapi itukan dulu, sekarang kita mulai kembali lagi ya."
"Cih!, Aku tidak ingin memulai hubungan apa pun dengan mu, sekarang kamu keluar!"
"Tapi mas, kok kamu kaya gitu sih?"
"Jangan memaksaku berbuat kasar pada mu Zea!" Ujar Damian dengan nada datar.
"Baik-baik aku keluar sendiri, hmm aku dengar-dengar kamu sudah menikah ya."
"Memangnya ada apa?"
"Humm tidak ada, sayang sekali kan tapi itu bukan berarti apa-apa." Zea menyunggingkan senyum lalu pergi dari ruangan Damian.
"Ayo kita bermain sedikit mas Damian." Gumam Zea dengan senyum menyeringai berbalik keluar dari ruangan Damian.
Damian langsung duduk di kursi kerjanya mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
"Ck mengapa wanita itu kembali, sialan."
Vian yang melihat wanita itu telah keluar dari ruangan Damian.
"Hei Vian lama tidak bertemu." Sapa Zea yang hanya di cuekin oleh Vian.
"Cih sombong sekali kamu." Zea kesal karena tidak di hiraukan oleh Vian.
__ADS_1
Vian berbalik dan menatap tajam wanita itu
"Jangan berani-berani kamu merusak kebahagiaan Damian!." Vian menekankan kata-katanya pada wanita itu lalu ia berlalu pergi meninggalkan Zea, Zea hanya tersenyum menyeringai lagi mendengar ucapan Vian.
"Hum kita lihat saja nanti." Gumamnya sembari berjalan keluar.
Vian yang masuk ke dalam ruangan Damian ia melihat Damian duduk menundukkan wajahnya.
"Aku juga tidak tahu mengapa Zea kembali." Ujar Vian yang berjalan mendekati Damian.
"Apa yang sebenarnya wanita itu inginkan tahun lalu dia pergi meninggalkan ku tanpa alasan lalu sekarang dia kembali." Ujar Damian frustasi.
"Hah" Vian menghela nafas panjang "aku harap dia tidak melakukan sesuatu di luar dugaan kita dan kau Damian aku harap kau tidak tergoda lagi padanya."
"Hmm, tentu saja. Apa hari ini ada rapat?"
"Tidak ada."
"Aku akan pulang, aku ingin beristirahat." Damian merapikan meja kerja dan megambil jasnya lalu berjalan keluar yang di ikuti oleh Vian.
Setibanya Damian di apartemennya ia langsung masuk kamar mengganti pakaiannya ia melihat pakaian Elina ada dalam kamar.
"Apa Elina tidak ke restoran hari ini." Gumamnya
Damian lalu ke dapur ternyata Elina ada di dapur ia langsung memeluk Elina dari belakang dan membenamkan wajahnya di leher Elina, yang membuat Elina terkejut.
"Eh cepat sekali kamu pulang." Tanya Elina dengan heran.
"Aku merindukan istriku." Damian masih memeluk Elina dan sesekali ia mencium leher Elina yang membuat Elina melenguh.
"Ugh, Damian apa yang kamu lakukan aku sedang memasak."
Damian melepas pelukannya pada Elina dan menarik badan Elina menghadapnya.
"Eh untuk ku?".
Damian hanya mengangguk
"Wah cantik sekali, boleh aku pakai?"
"Tentu saja itukan kalung yang ku belikan untuk istri tercinta ku ini, sini aku yang memasangnya." Damian mengecup kening Elina dan memasangkan kalung di leher Elina.
"Cantik sekali."
"Sayang kita jalan-jalan yuk!" Ajak Damian yang langsung di setujui Elina.
Mereka berdua pun jalan-jalan mereka ke taman bermain Elina sangat senang Damian yang melihat Elina seceria itupun ikut senang.
"Ayo kita beli eskrim." Ajak Damian pada Elina
Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang sedang memantau mereka dari jauh.
"Oh jadi itu yah Elina." Gumam Zea
Zea menelpon seseorang
"Halo."
"Ya halo, ini siapa ya?" Tanya seseorang di seberang telepon.
__ADS_1
"Aku Zea, apa ini Dewi?"
"Ya saya Dewi." Jawab seseorang yang bernama Dewi yang sedang berbicara pada Zea
"Bisa kah kita bertemu, di kafe Lily malam ini."
"Hmm. Baik." Dewi menyetujuinya dan Zea langsung mematikan sambungan teleponnya, Zea pun berlalu pergi.
Malam hari
kafe Lily
Zea yang sedang duduk menunggu dewi sambil menikmati minumannya, Dewi pun datang.
"Kamu Zea?" Dewi yang datang langsung menanyai Zea untuk memastikan apa dia yang menelponnya siang tadi.
"Iya, kami Dewi kan?!"
"Iya." Jawab Dewi yang langsung di persilahkan Zea untuk duduk dan memesan minuman.
"Jadi apa yang membuat mu ingin bertemu dengan ku?" Tanya Dewi yang penasaran dengan maksud Zea mengajaknya bertemu.
"Yahh, ini." Zea menyerahkan selembar foto pada Dewi.
"Hmm, apa ini?" Dewi mengambil foto yang di berikan Zea.
"Kamu mengenal wanita yang ada di foto itukan."
"Ini Elina, memangnya apa dengan dia?" Tanya Dewi yang semakin penasaran.
"Apa kamu berteman dengannya?." Zea malah menanya balik Dewi, yang membuat Dewi semakin penasaran.
"Dulu saat masih kuliah aku memang berteman dengannya hanya saja setelah selesai kami kuliah hubungan kami jadi tidak bisa di katakan teman lagi, aku tidak suka dengannya dia selalu saja bisa melakukan apa yang aku inginkan." Jelas Dewi dengan kesal meningkat saat masa-masa masih berteman dengan Elina.
"Kenapa kamu tidak mengalahkannya?."
"Aku tidak bisa, aku tidak sehebat dia."
"Oh begitu, bagaimana kalau kita bekerja sama untuk melawannya." Tawar Zea pada Dewi.
"Hmm, apa kamu punya masalah dengan dia? Lalu apa untungnya aku bekerja sama dengan mu?."
"Yah aku punya masalah dengan dia, dia telah merebut kekasihku dan aku ingin merebut kembali kekasih ku hmm keuntungannya kamu bisa mengalahkan Elina dan aku bisa mengambil kembali apa yang harus jadi milik ku." Jelas Zea pada Dewi.
"Hmm, boleh juga baik aku terima tawaran mu." Dewi setuju dengan tawaran Zea.
"Oh iya, dengar-dengar kamu itu model ya?" Tanya Zea pada Dewi, Dewi seorang model di sebuah perusahaan yang lumayan terkenal.
"Hum iya, aku bekerja sebagai model."
"Bagaimana kalau kamu bekerja saja di perusahaan ku."
"Tetap sebagai model?"
"Yah kalau kamu mau."
"Iya aku mau." Dewi menerima tawaran Zea untuk bekerja di perusahaannya.
Dewi dan Zea pun menjadi kerabat dan bekerja sama untuk menjatuhkan Elina, Dewi dan Zea pun kembali Zea mengantar Dewi kembali kerumahnya.
__ADS_1
"Akan ku rebut kembali apa yang telah kau ambil Elina." Gumam Zea yang langsung pergi dari mengantar Dewi pulang.
Zea adalah mantan kekasih Damian, mereka menjalin hubungan selama 5 tahun dan setahun yang lalu dia pergi meninggalkan Damian tanpa alasan apapun dan sekarang ia pun datang kembali. Apa yang akan terjadi selanjutnya nantikan di episode berikutnya.