Permaisuri Yang Dingin

Permaisuri Yang Dingin
Ep.7 Tempat Latihan


__ADS_3

Maria pun pergi dari tokohnya menuju ketempat pelatihan,sampailah ia ketempat pelatihan dan langsung disambut oleh para penggawal tersebut.


“Selamat datang nona”Teriak pria yang berlari menuju maria.


“ia,apakah kalian semua sudah latihan”


“tentu sudah nona,kami latihan dengan keras agar dapat melindungi anda”


“baguslah”


“ia nona”


“baiklah aku datang kesini untuk melatih kalian jadi kalian harus benar-benar fokus melihatku jangan ada yang bermain main”ucap maria dengan mata yang tajam dan aura yang menyeramkan yang membuat orang ketakutan.


“baik nona”


“bagus lihat dan dengarkan semua penjelasanku”Aku akan memperjelaskan cara pelatihan taekwondo pada kalian.


“nona apa itu taekwondo”


“semacam bela diri ”


“oh begitu ia nona”


“untung aku dikehidupan dulu tau bela diri kalau tidak aku takkan hidup sampai sekarang”kata maria dalam batinnya.


“Baiklah kalian siap-siap dan dengarkan semuanya”


“baik nona”


Maria pun memulai semua penjelasannya dan juga ia memperaktekkan gerakannya sambil memperjelaskannya.


Teknik dasar taekwondo cukup banyak yang harus dipelajari dan dikuasai dan perlu diketahui pula bahwa latihan taekwondo meliputi sistem menyeluruh dari pukulan serta pertahanan dengan tangan namun secara umum sebenarnya tidak berfokus pada pergulatan.


Materi Latihan Teknik Taekwondo


Ada 3 materi dalam latihan taekwondo dan ini juga menjadi hal penting yang perlu diketahui oleh atlet pemula taekwondo:


Kyukpa. Teknik ini merupakan teknik pemecahan benda keras dan dalam melatihnya, kita memerlukan obyek benda mati, seperti genting, batu bata, atau paling tidak papan kayu di mana bisa ditendang, disabet, atau dipukul.


Poomsae. Teknik ini merupakan serangkaian jurus gerakan dasar pertahanan maupun serangan dengan melawan lawan yang dalam bentuk imajiner.


Kyoruki. Ini adalah latihan pertarungan di mana teknik gerakan dasar diaplikasikan. Dalam latihan ini, butuh 2 orang untuk melakukannya.


Setelah mengetahui materi latihan, berikut di bawah ini merupakan teknik-teknik yang bisa disimak dan dilatih dengan baik.


Kuda-kuda


Dalam olahraga taekwondo, jangan lupa akan adanya teknik kuda-kuda sebagai dasarnya untuk dikuasai para pemula. Tak hanya olahraga ini saja, setiap bela diri pun pasti mempunyai teknik awal seperti ini di mana fungsinya adalah untuk menjadi pondasi ketika melakukan penyerangan maupun pertahanan. Kuda-kuda yang baik juga akan menjadi kunci keseimbangan dan seperti di bawah inilah tekniknya:


Ap koobi – Ini adalah kuda-kuda langkah panjang di mana kita perlu membuka kaki selebar bahu dan menurunkan kaki depan sambil menahan berat badan. Dengan telapak kaki, bentuk posisi tegak lurus pada lutut supaya kita dapat agak melihat ujung kaki dari kaki depan. Untuk dapat melakukannya dengan sempurna, melatih gerakan kuda-kuda juga sangat penting meski kelihatannya sepele dan termasuk dalam hal. Jika kuda-kuda sudah baik, maka tak akan sulit untuk menjaga keseimbangan ketika bermain, apalagi saat bertanding dengan lawan sungguhan di arena turnamen.


Ap seogi – Ini adalah kuda-kuda langkah pendek di mana kaki diposisikan seperti melangkah dan pastikan jari kaki posisinya menghadap posisi yang sama dengan kedua kaki. Meski kelihatannya gampang, namun tanpa latihan yang benar, agak cukup sulit untuk menjaga keseimbangan pada teknik kuda-kuda satu ini. Sebagai dasar taekwondo, menguasai kuda-kuda adalah yang paling penting sebagai awal untuk Anda bisa bermain secara profesional.


Moa seogi – Ini adalah kuda-kuda dengan kaki berposisi rapat tubuh tegak menghadap ke depan secara lurus. Kuda-kuda ini juga kelihatan lebih mudah untuk dilakukan, namun sebenarnya berdiri dengan kaki rapat dan tubuh tegak cukup sulit.


Keseimbangan justru teruji ketika kita melakukan teknik ini karena berdiri dengan posisi kedua rapat dengan menghadap ke depan tak semua orang sanggup melakukannya secara stabil. Untuk bisa melakukannya dengan tepat, maka sering-seringlah berlatih moa seogi ini agar cepat bisa menghasilkan posisi kuda-kuda yang jauh lebih stabil dan keseimbangan pun tetap terjaga sebelum melakukan teknik gerakan lainnya.


Dwit koobi – Ini adalah kuda-kuda dengan membuka kedua kaki di mana kaki belakang posisinya harus ke arah samping dengan kaki depan berposisi lurus saja ke depan. Tumpuan berat tubuh pastikan diberikan pada bagian kaki belakang dengan kaki ditekuk agar lebih maksimal dalam posisi kuda-kuda ini.


Tak ketinggalan, tubuh juga perlu dan wajib untuk kita posisikan menghadap serong ke arah tengah sudut yang kaki depan dan belakang bentuk. Melatihnya secara rutin akan membuat gerakan kuda-kuda ini lebih baik


Joochoom seogi – Ini adalah kuda-kuda di mana kaki harus sejajar mengarah ke samping dengan posisi kedua ujung kaki lurus saja ke depan. Tekuk kaki sampai posisi tulang kering dan lutut tegak lurus.


Tumpuan berat badan ada pada kedua kaki dan posisi tubuh bisa tegak saja sambil lurus ke depan. Untuk tetap bisa menjaga keseimbangan seluruh tubuh ketika melakukannya, dibutuhkan latihan rutin.


Beom seogi – Ini adalah kuda-kuda dengan posisi kaki depan berada di belakang tapi menghadap lurus ke depan seperti langkah harimau. Tekuk kaki belakang supaya tumpuan berat badan ada pada kaki tersebut, sementara itu tekuklah kaki depan ke depan di mana pastikan ujung-ujung jari menyentuh lantai.


Ujung-ujung jari bagian kaki depan yang menyentuh lantai di sini artinya adalah seperti dalam posisi ketika kita berjinjit. Untuk menjaga keseimbangan juga masih tergolong sulit, namun bisa coba dilatih secara rutin.


Tendangan


Pada olahraga bela diri taekwondo, tentu saja gerakan menendang merupakan salah satu gerakan utama yang perlu untuk dipelajari dan dikuasai. Ada berbagai jenis tendangan mematikan di olahraga taekwondo dan jika ingin mempelajarinya, perlu untuk mengetahui dan mendapatkan bayangannya seperti berikut:


Dolke chagi – Gerakan tendangan ini perlu dilakukan dengan memutar tubuh ke belakang 360 derajat dan inilah yang kita juga sebut sebagai tendangan tornado.


Narae chagi – Gerakan tendangan ini adalah tendangan ganda yang bisa dilakukan ke saming dan secara langsung sebelum kaki lainnya turun menyentuh permukaan tanah.


Ap chagi – Gerakan tendangan ini perlu dilakukan ke arah depan di mana sasarannya adalah bagian kepala atau perut. Tendangan dilakukan memakai ujung depan telapak kaki.


Untuk gerakan tendangan ini biasanya kaki yang digunakan untuk menendang benar-benar harus bisa lurus dengan arah ke atas apabila targetnya adalah kepala. Luruskan juga kaki tepat ke depan jika memang target tendangan adalah bagian perut lawan kita.


Dwi hurigi – Gerakan tendangan ini dilakukan memutar ke belakang di mana gerakan kaki harus seperti mengait. Kepala atau leher adalah arah serangan dari gerakan tendangan ini.


Pada tendangan ini, gerakan mengait artinya kaki perlu sedikit dibelokkan ketika memutar ke belakang secara mulus. Perlu untuk melatih gerakan tendangan ini agar ketika melakukannya, langsung sekali jadi dan bisa langsung mengenai sasaran, baik itu leher atau kepala lawan.


Dwi chagi – Gerakan tendangan ini dilakukan ke arah belakang sambil lutut diangkat lalu dilanjutkan dengan kita menyentakkan kaki ke arah belakang. Kepala dan perut adalah sasarannya.


Mirip dengan dwi hurigi namun bedanya di sini adalah kaki yang digunakan menendang ke arah belakang harus ditekuk lebih dulu. Baru kemudian kaki disentakkan untuk menendang.


Yeop chagi – Gerakan tendangan ini dilakukan menyamping ke kanan atau kiri memakai pisau kaki di mana tubuh diposisikan menghadap ke samping.


Untuk gerakan ini, perlu untuk melatih keseimbangan juga karena posisi kaki penumpu berat badan juga harus dalam keadaan tegak lurus. Sedangkan untuk kaki yang digunakan menendang pun perlu menyamping ke kiri atau kanan tapi mengarah ke samping.


Dollyo chagi – Gerakan tendangan ini dilakukan ke samping dengan pinggang diputar maksimal. Kepala atau perut merupakan sasaran tendangan ini.


Tendangan ini memerlukan putaran dengan kekuatan maksimal dan ketika menendang pun harus secara tepat sehingga target sasaran bisa dikenai tanpa meleset, yakni bagian kepala atau perut lawan.


Neryo chagi/deol chagi – Gerakan tendangan ini dilakukan dengan cara mencangkul ke depan memakai tumit. Kepala adalah sasaran gerakan tendangan ini dan kita perlu mengangkat kaki setinggi mungkin sebelum kemudian dihempaskan seperti gerakan ketika sedang mencangkul.


Gerakan ini mungkin akan cukup membuat kehilangan keseimbangan saat menghempaskan kaki. Melatih gerakan ini dengan baik akan membuat gerakan sebelum, ketika dan setelah menghempaskan kaki bisa sempurna.


Pukulan


Bukan hanya tendangan saja yang menjadi andalan dalam taekwondo, tapi juga pukulannya. Untuk teknik pukulan taekwondo yang benar, berikut adalah jenis teknik yang bisa disimak:

__ADS_1


Yeop jireugi – Teknik gerakan pukulan ini adalah ke samping sambil tubuh posisinya menghadap ke depan secara lurus. Jireugi sendiri memiliki makna memukul, jadi intinya yeop pun memiliki arti ke samping sehingga memiliki istilah lain, yakni side punch.


Meski ke samping arah pukulan kita, sangat penting untuk menjaga supaya tubuh tetap menghadap lurus ke depan. Dalam gerakan ini, kepala pun ikut menghadap ke samping saat melakukan pukulan ke samping seperti yang ada pada contoh. Kaki juga perlu dibuka lebar selebar bahu lebih sedikit.


Eolgol jireugi – Teknik gerakan pukulan ini adalah mengarah ke atas di mana kepala adalah sasarannya.


Arae jireugi – Teknik gerakan pukulan ini adalah mengarah ke bawah di mana area vital lawanlah yang menjadi sasaran.


Momtong jireugi – Teknik gerakan pukulan ini adalah mengarah ke tengah di mana perut atau ulu hatilah yang menjadi sasaran.


Chi jireugi – Teknik gerakan pukulan ini adalah dari bawah ke atas di mana dagu adalah sasarannya dan mirip dengan gerakan uppercut. Jika menggunakan tangan kanan sebagai pemukulnya, maka tangan kiri harus ada di samping tubuh, ditekukkan sambil mengepal seperti biasa.


Kaki juga pastikan untuk terbuka namun dengan posisi depan dan belakang, yakni kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang dengan tumpuan berat tubuh ada pada kaki yang kiri. Tangan untuk memukul harus siap menghadap ke atas seperti gambar.


Pyojeok jireugi – Teknik gerakan pukulan ini sasarannya memakai tangan sendiri dimana intinya, tangan sendiri kita adalah bentuk imajinasi lawan kita. Oleh karena itulah, nama teknik gerakan pukulan ini juga disebut sebagai pukulan imajiner.


Sederhana saja alasannya, yaitu karena kita tak berlatih bersama teman yang menjadi lawan kita, melainkan karena kita harus membayangkan tangan sendiri sebagai lawan kita. Untuk memastikan gerakan detilnya, bisa langsung ditanyakan kepada pelatih taekwondo Anda agar mampu mencontohkan secara nyata dari pukulan ini.


Dollyeo jireugi – Teknik gerakan pukulan ini adalah dari depan menyamping dengan menyasar pada kepala lawan. Dalam melakukan pukulan ini, tangan kananlah yang menjadi aktif apabila hendak menggunakan tangan kanan untuk memukul.


Sementara itu, seperti pada gerakan pukulan lainnya, tangan kiri harus berada siap di samping pinggang dalam posisi ditekuk sekaligus juga sambil mengepalkan tangan tersebut. Perhatikan contoh gambar ini atau bila masih belum ada bayangan, lebih baik minta contohkan kepada pelatih taekwondo secara langsung agar Anda bisa melihat dan memraktikkannya secara benar untuk tiap gerakannya.


Digeutja jireugi – Teknik gerakan pukulan ini adalah menggunakan kedua tangan dan melakukan bentuk huruf C di mana satu tangan melakukan pukulan ke atas dan lainnya melakukan pukulan ke perut. Keduanya harus dengan posisi mengepal.


Untuk tangan melakukan pukulan ke atas, posisi telapak tangan pastikan menghadap ke arah bawah (ini untuk penggunaan tangan sebelah kanan). Sementara itu, untuk tangan yang melakukan pukulan di bawah atau perut, pastikan telapak tangan mengarah ke atas (ini untuk penggunaan tangan kiri).


Tangkisan/Makki


Dalam taekwondo juga tidak ketinggalan adanya teknik tangkisan atau yang beristilahkan makki. Berikut ini sedikit penjelasan tentang jenis-jenis teknik tangkisan untuk Anda bisa latih.


Arae makki – Gerakan tangkisan ini adalah ke bawah memakai kepalan. Dalam taekwondo tak hanya mementingkan bagaimana cara memukul dan menendang, melainkan juga menangkis pukulan lawan dari manapun arahnya. Untuk teknik ini, Anda bisa mengepalkan tangan untuk menangkis pukulan dari lawan apabila lawan menyerang bagian bawah. Ketika tangan kiri menangkis, tangan sebelah kanan ada di samping tubuh dengan posisi ditekuk dan dikepalkan.


Momtong an makki – Gerakan tangkisan ini adalah dari tengah ke dalam memakai bagian luar lengan bawah. Mirip memang dengan gerakan pukulan chi jireugi, hanya saja pada gerakan ini tujuannya adalah sebagai penangkis. Ketika lawan menyerang dari arah depan secara langsung dan lurus ke bagian dada atau perut atau leher Anda, maka jurus ini bisa dipergunakan untuk melindungi diri.


Eolgol makki – Gerakan tangkisan ini adalah ke atas dan sasaran utamanya adalah kepala. Jika lawan mencoba memukul pada daerah kepala, terutama di bagian kepala atas, maka secara sigap, teknik gerakan ini bisa dipergunakan demi menangkis serangan lawan tersebut. Kepalkan tangan sebelah kiri dan langsung bawa ke atas yang bisa menangkis serangan dari atas maupun samping kepala.


Hecho makki – Gerakan tangkisan satu ini adalah tangkisan ganda yang mengarah ke luar. Jadi ketika lawan berusaha untuk menyerang dari 2 arah (mungkin ada 2 lawan yang hendak menendang bagian samping atau bawah tubuh Anda), maka gerakan inilah yang paling pas untuk dipergunakan menangkisnya. Namun, pastikan bahwa kekuatan kedua tangan dalam kondisi penuh agar benar-benar bisa menangkis serangan lawan secara sempurna.


Batang son momtong an makki – Gerakan tangkisan ini adalah dari luar ke tengah di mana telapak tangan sebagai bantalan. Jadi bila sebelum-sebelumnya gerakan tangkisan adalah dengan tangan dikepal, kali ini pada teknik ini cukup berbeda.


Justru pada batang son momtong an makki, kita perlu melakukan gerakan tangkisan dengan menggunakan telapak tangan kita yang menjadi bantalan bagi serangan atau pukulan dari lawan. Namun untuk bagian tangan satunya (yang tidak untuk menangkis), tetap harus ada pada samping tubuh dalam kondisi mengepal.


Sonnal momtong makki – Gerakan tangkisan ini adalah dengan pisau tangan ke arah tengah. Jika lawan menyerang dengan memukul atau menendang ke arah depan atau tengah tubuh kita, maka gerakan ini bisa menangkisnya dengan baik. Asalkan kekuatan ada pada bagian pisau tangan, maka segala bentuk gerakan serangan dari lawan dapat ditangkis dengan maksimal.


Batang son arae makki – Gerakan tangkisan ini adalah mengarah ke bawah memakai telapak tangan.


Momtong bakkat makki – Gerakan tangkisan ini adalah tangkisan tengah yang mengarah ke luar dari dalam dengan memakai bagian dalam lengan bawah.


Untuk bagian kaki, tumpuan berat badan bisa pastikan untuk diberikan pada kaki sebelah kanan yang berada di belakang dengan menekuknya sedikit. Tubuh juga menjadi agak condong ke arah belakang karena posisi kaki kanan yang sedikit ditekuk tadi.


Sabetan dan Tusukan


Mungkin banyak dari kita tahu bahwa taekwondo adalah olahraga tentang memukul dan menendang saja, padahal teknik sabetan/chigi dan tusukan/chireugi juga banyak digunakan. Biasanya teknik ini dimanfaatkan dalam proses penyerangan pada area vital si lawan. Sebelum melatihnya, ketahui dulu jenis-jenisnya seperti di bawah ini:


Mureup dolyo chigi atau sabetan memakai lutut yang mengarah ke samping.


Ape son keut chireugi atau tusukan pada leher menggunakan 4 ujung jari.


An son keut chireugi atau tusukan satu jari yang mengarah ke mata.


Gawison keut chireugi atau tusukan dua jari yang mengarah ke mata.


Palkup dolyo chigi atau sabetan memutar menggunakan siku tangan. Gerakan ini dilakukan dengan kaki kiri sebagai penumpu berat badan dan perlu untuk ditekuk saat diposisikan ke depan. Sedangkan untuk kaki belakang atau kaki kanan, harus dalam posisi yang lurus.


Kondisi kedua tangan adalah seperti pada gerakan penghormatan ala kungfu, namun keduanya harus berada di depan dada dan bagian siku dimiringkan ke atas. Bagian siku inilah yang tujuannya menyabet atau menusuk ketika lawan mencoba menyerang dengan mendekati kita lebih dulu.


Jebi poom mok chigi atau sabetan yang dari luar ke dalam dengan tangkisan pisau angan ke arah atas di saat yang sama. Tangan yang digunakan sebagai pisau untuk menyabet adalah tangan sebelah kanan, sementara tangan sebelah kiri berada pada atas kepala kita.


Bagian kaki hampir mirip dengan teknik palkup dolyo chigi, namun kaki kanan yang ada di belakang perlu lebih direndahkan posisinya dan bagian kaki depan atau kaki kiri tak perlu terlalu banyak ditekuk.


Han sonnal mok chigi atau sabetan tunggal menggunakan pisau tangan. Sabetan tunggal artinya teknik sabetan hanya menggunakan satu tangan, dan pada umumnya yang digunakan adalah tangan sebelah kiri.


Sementara itu tangan sebelah kanan ada di sisi tubuh kita dan dalam keadaan tertekuk dan mengepal seperti biasa. Untuk bagian kaki tak perlu dibuka terlalu lebar, namun tetap kaki kiri harus lebih sedikit ke depan. Kedua kaki harus menghadap ke arah depan lurus dan sabetan pun demikian.


Pyeon son keut chireugi atau tusukan yang mengarah ke ulu hati dengan 4 ujung jari di mana posisi tangan vertikal.


Setelah maria memperjelaskannya dan semua mereka memahami semua instruksinya ia merasa lega,dikarenakan mereka semua paham tanpa harus diulangi lagi.Maria pun istirahat dan melanjutkan latihannya yaitu latihan berpedang Samurai.


“apa kalian masih sanggup untuk latihan”Teriak maria.


“masih nona”


“baiklah mari kita lanjut latihannya kita akan berlatih pedang jadi kalian ambil pedang kalian masing-masing.


“baik nona”


“ayo nona latih kami,kami sudah siap untuk melanjutnya”


“hmm bagus mari kita mulai ,kalian pethatikan setiap kata-kataku dan gerakanku.


“baik nona”


1.Perhatikan skenario pertarungan. Kewaspadaan terhadap situasi merupakan kunci untuk memenangkan pertarungan. Pikiran tidak hanya berfokus pada kesadaran bahwa Anda harus siap bertarung, tetapi juga memperhatikan lokasi di sekeliling Anda dengan cepat dan memikirkan cara untuk mengubah lokasi pertempuran menjadi hal yang menguntungkan. Jika tidak siap, Anda bisa diserang sebelum sempat menarik pedang. Perhatikan intuisi Anda karena mungkin itu bisa menyelamatkan hidup Anda.


Waspadai ancaman. Jika tidak memperhatikan penyerang, Anda berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Beberapa hal yang pelu diperhatikan di antaranya adalah perilaku yang aneh atau mencurigakan, situasi di sekitar Anda, dan bahkan "firasat" Anda sendiri.


Perhatikan situasi pertarungan. Bertarung melawan preman di gang yang gelap sangat berbeda dengan melakukan pertarungan di turnamen. Pertarungan di turnamen dikendalikan dan dilaksanakan berdasarkan peraturan atau kode etik. Ketika Anda diserang di jalanan (karena alasan tertentu), mungkin Anda akan bertarung untuk mempertahankan nyawa. Anda bisa melanggar peraturan dengan menerapkan taktik yang "tidak terhormat", misalnya dengan menendang, menyambitkan pasir ke mata lawan, atau melakukan tipuan.


2


Amati lingkungan pertarungan. Setiap pertarungan pedang pasti dilakukan di suatu tempat. Amati area pertarungan agar Anda bisa menerka kelemahan apa saja yang mungkin Anda miliki, dan hal-hal apa saja yang bisa Anda ubah menjadi sesuatu yang menguntungkan. Apabila Anda bisa mengatur siasat agar bisa menyerang dan/atau melindungi diri sendiri secara lebih efektif (misalnya dengan menyiapkan serangan secara tiba-tiba, menyudutkan lawan ke jalan buntu, berlindung di balik batu besar), mungkin Anda bisa menang. Beberapa elemen lingkungan yang dapat dimanfaatkan di antaranya:


Sinar matahari yang terang bisa membutakan mata jika berada di sudut yang tepat dengan tingkat ketajaman yang kuat. Paksa lawan Anda agar berada dalam posisi yang membuat matanya terkena sinar matahari sehingga Anda menjadi sulit dilihat.


Lingkungan yang gelap bisa membuat tubuh menjadi tidak kelihatan, baik Anda maupun lawan.

__ADS_1


Hutan memiliki banyak ruang untuk bersembunyi. Pepohonan bisa menyulitkan para petarung untuk membentuk pertahanan massal seperti "dinding dari perisai", atau melancarkan serangan dengan formasi seperti dalam medan perang.


Rintangan alami seperti tebing, laut, atau dinding bisa menghambat pergerakan dan menghalangi upaya untuk melarikan diri.


Petarung berpedang (terutama yang mengenakan zirah atau baju besi) biasanya tidak bisa menampilkan kemampuan terbaik di area lumpur, rawa, es, atau di salju yang tebal dan lunak.


Bertarung di medan perang harus dilakukan sebagai tim, bukan menonjolkan keterampilan individu. Anda akan bergantung pada orang di sekitar untuk bertahan hidup. Bertindak sendiri secara gegabah bisa berakibat fatal pada diri sendiri dan teman Anda.


Lingkungan di perkotaan biasanya berupa tempat yang tertutup, misalnya ruangan atau jalan.


3


Cabutlah pedang sebelum Anda mulai bertarung. Ayunan pedang dari orang yang terlatih hanya memerlukan waktu sepersekian detik. Jadi, jika Anda sudah menghunus pedang, waktu Anda tidak akan terbuang. Selain itu, pedang juga tidak akan berguna jika hanya tergantung di sarungnya.


Di sisi lain, apabila pedang Anda dirancang agar mudah dicabut dari sarungnya dengan cepat (dan Anda telah melatihnya), ini bisa menjadi serangan kejutan yang hebat. Tindakan ini juga dapat mengintimidasi lawan dengan menunjukkan bahwa Anda merupakan petarung yang sangat terlatih.


Ini sangat cocok untuk pedang Jepang yang bisa digunakan untuk menyerang sambil dicabut dari sarungnya. Gaya ini dinamakan iaido dan batto-jutsu.


4


Bersikaplah santai! Panik merupakan reaksi alami ketika seseorang bertarung menggunakan pedang. Akan tetapi, jika Anda tegang, pikiran akan lemah sehingga Anda tidak bisa bertindak dengan cepat, penuh kendali, atau dengan mental yang jernih. Ini bisa fatal. Dengan berlatih, Anda bisa belajar untuk berkonsentrasi dalam situasi yang berbahaya. Pikiran Anda akan belajar untuk berfokus pada apa yang sedang dihadapi.


5


Jagalah agar tubuh tetap seimbang sehingga Anda bisa menyerang dan menangkis tanpa terpukul. Selalu posisikan kaki selebar bahu, dan ketika bergerak, jagalah agar kaki tetap terentang. Jangan pernah memosisikan kedua kaki secara berdekatan. Gunakan genggaman pedang yang memudahkan Anda untuk menggerakkannya. Awasi gerakan lawan dan pelajari caranya bergerak ketika menyerang dan melancarkan serangan pembuka. Anda harus cepat. Ketika menangkis, jagalah agar pedang berada di dekat tubuh sehingga Anda tidak perlu merentangkan tangan untuk menangkis serangan. Cobalah untuk selalu melakukan serangan balik. Pergerakan dan penempatan kaki adalah kunci keseimbangan. Semakin sering telapak kaki menyentuh tanah, keseimbangan menjadi semakin baik sehingga kekuatan yang Anda salurkan dalam serangan menjadi lebih besar. Untuk menjaga keseimbangan, usahakan untuk bergerak dengan menggeser kaki, bukan mengangkat dan melangkahkannya. Memiringkan tubuh ke depan akan mengangkat tumit sehingga mengurangi keseimbangan di tanah. Berhati-hatilah dengan penempatan dan penggunaan kaki di setiap serangan karena ini bisa memberi peluang bagi lawan untuk menghantam Anda. Jagalah agar tubuh tetap lurus dengan dada dan tubuh mengarah ke depan sehingga keseimbangan akan tetap terjaga ketika Anda mengayunkan pedang. Ini juga memudahkan Anda untuk menghindari serangan lawan dengan gerakan tubuh yang sederhana. Jika tubuh menghadap ke samping, Anda akan terkunci karena hanya bisa menghindari serangan dalam satu arah.


6


Mulailah pertarungan dengan hati-hati. Jika Anda terlalu gegabah ketika menyerang, khususnya melawan petarung yang terlatih, mungkin dia hanya akan menunggu Anda untuk mengayunkan pedangnya. Dengan melakukan pertarungan secara hati-hati, Anda bisa menjaga kontrol dan fokus setiap saat. Ini juga memungkinkan Anda untuk membentuk pertahanan terbaik yang bisa dilakukan dengan hanya mengelakkan serangan lawan ke samping (atau menggeser kaki ke samping). Ini bisa menyelamatkan nyawa dan memungkinkan Anda untuk memenangkan pertarungan. Dodging (mengelak dengan menggerakkan tubuh ke belakang) sangat cocok untuk diterapkan di tempat terbuka maupun di dalam ruangan (jika Anda bisa melakukannya dengan cepat).


7


Miliki pertahanan yang kuat. Jika Anda tidak bisa menangkis atau mengelak satu kali saja, ini bisa berakibat fatal. Jadi, Anda harus melindungi diri dengan baik. Jagalah agar posisi pedang memungkinkan Anda untuk mengayunkannya dari bagian bawah tubuh ke arah atas kepala. Ini adalah posisi tengah, yang cocok untuk tingkat keterampilan apa pun. Ini memungkinkan Anda untuk merespons serangan lawan dengan kecepatan yang wajar, serta memberi banyak peluang untuk melancarkan serangan Anda sendiri.


8


Jagalah agar senjata Anda selalu siap. Pada umumnya, pedang harus direntangkan menjauh dari tubuh Anda dalam jarak yang nyaman dengan diarahkan ke tenggorokan atau mungkin mata lawan. Ini adalah gerakan untuk membidik sasaran. Ini berfungsi sebagai tangkisan terhadap serangan lawan (yang harus melewati pedang Anda terlebih dahulu). Posisi ini bisa sangat mengintimidasi, khususnya bagi lawan yang tidak berpengalaman.


9


Tekuk siku Anda dan posisikan di dekat tubuh. Petarung yang tidak berpengalaman cenderung merentangkan lengan agar lawan tidak bisa mendekat, tetapi tindakan ini bisa mengurangi kemampuan untuk menusuk dan menangkis serangan dengan cepat. Julurkan pedang ke arah lawan, tetapi bukan dengan merentangkan lengan.


10


Lakukan serangan pertama. Walaupun petarung yang terampil bisa bertempur secara terus-menerus dalam waktu yang lama, pertarungan pedang yang sebenarnya sering kali ditentukan oleh serangan pertama (biasanya diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 detik). Yakinlah dengan serangan Anda. Jika serangan pertama Anda meleset, lawan akan mengambil keuntungan dan mengakhiri pertarungan dengan serangan yang mematikan.


11


Temukan dan pertahankan jarak ideal berdasarkan keseimbangan antara jangkauan Anda dengan lawan. "Jangkauan" adalah senjatanya itu sendiri plus panjang ayunan pedang. Lengan panjang yang menggunakan pedang pendek memiliki jangkauan yang sama dengan lengan pendek yang menggunakan pedang panjang. Kenyamanan yang dirasakan bisa tergantung pada beberapa faktor: tinggi badan, panjang pedang, gaya pedang, dan gaya bertarung. Semua hal tersebut memengaruhi jarak yang tepat bagi Anda.


Jika "jangkauan" Anda lebih pendek, bergeraklah mendekat dan jagalah agar posisi Anda bisa menjangkau area pertahanan lawan. Jangan biarkan dia membuat Anda menjauh. Jika Anda terus mendekat, lawan yang memiliki jangkauan lebih panjang tidak akan mudah untuk mengayunkan pedang dengan baik, dan biasanya Anda bisa mengayunkan pedang secara lebih cepat daripada orang yang memiliki jangkauan lebih panjang.


Jagalah jarak dengan lawan apabila Anda menggunakan pedang yang lebih panjang. Pedang yang lebih panjang bisa membuat lawan tetap menjauh sehingga mengurangi kemungkinan untuk melakukan kontak.


Jika Anda memiliki jangkauan yang hampir sama, tempatkan diri Anda dalam posisi yang bisa menyerang ke depan hanya dengan satu langkah.


12


Usahakan untuk selalu tenang dan percaya diri. Sikap yang tenang bisa menentukan hasil pertarungan, sama seperti pedang, dan ini merupakan siasat yang efektif. Jika Anda merasa gugup atau ketakutan, lawan mungkin akan mengambil keuntungan dari kurangnya rasa percaya diri Anda dan akan memancing Anda untuk melakukan kesalahan yang fatal. Petarung yang baik cenderung membuat lawannya waspada, tidak tenang, dan ketakutan.


Anda memang harus tetap tenang, tetapi cobalah untuk menunjukkan agresivitas yang akan mengintimidasi lawan. Bahkan, Anda juga bisa berpura-pura merasa ketakutan, membuat lawan menertawakan Anda sehingga dia menjadi terlena dan melakukan kesalahan yang fatal.


Setiap kekuatan pasti memiliki kelemahan. Sebagai contoh, petarung bertubuh tinggi mungkin mempunyai jangkauan yang lebih panjang, tetapi dia mungkin memerlukan waktu yang lama untuk mengayunkan pedang. Tubuh yang tinggi juga tidak menguntungkan di area yang memiliki langit-langit rendah.


Setiap kelemahan juga memiliki kekuatan. Petarung yang tidak berpengalaman merupakan lawan yang sulit diprediksi.


13


Temukan alur pertempuran dan cobalah untuk mengendalikannya ketika pertarungan dimulai. Ini adalah kesimpulan dari artikel ini yang dirangkum dalam satu kalimat, yang merupakan hal yang sangat penting. Jika berhasil menemukan alur pertarungan dan mengendalikannya, Anda berpeluang besar untuk langsung mengakhiri pertarungan dengan gerakan yang mematikan. Konsep ini memang sulit dipahami, tetapi Anda bisa mencobanya lain kali ketika berlatih tanding dengan teman.


Temukan pola dan alur pertarungan dari satu gerakan ke gerakan berikutnya, dan cobalah mengendalikan lawan. Seorang petarung biasanya menyerang, bertahan, dan menerapkan taktik yang paling dikuasai dan nyaman baginya. Perlu waktu bertahun-tahun dan banyak latihan untuk mendapatkan kemampuan seperti ini. Jika Anda telah menguasainya, separuh pertarungan akan menjadi milik Anda.


14


Jangan berharap pertarungan akan berlangsung secara dramatis. Kebanyakan pertarungan pedang diselesaikan dengan serangan dan tangkisan yang sederhana, tepat waktu, dan tepat sasaran. Jurus pedang yang rumit dan menyilaukan biasanya hanya terjadi di film laga. Memang ada tujuan tertentu yang membuat seseorang perlu memamerkan manuver dalam situasi dan kesempatan yang tepat. Akan tetapi, tindakan ini bisa membuat Anda mengalami kekalahan yang memalukan, kecuali Anda memang seorang yang ahli. Sebagai contoh, jangan memutar tubuh dalam bentuk lingkaran. Ini mungkin terlihat indah di film, tetapi membuat pertahanan Anda menjadi terbuka untuk diserang.


Salah satu tujuan yang mungkin bermanfaat adalah: intimidasi. Memamerkan keterampilan bermain pedang kepada lawan yang tidak berpengalaman bisa merusak rasa percaya diri orang tersebut. Membuat lawan menjadi ragu dengan kemampuannya sendiri untuk bertarung merupakan kemenangan psikologis yang hebat.


Tujuan lain yang bagus adalah: mengalihkan perhatian lawan. Ketika lawan terkesima dengan keterampilan Anda menari dengan pedang, Anda bisa bersiap untuk melancarkan serangan ke area pertahanannya.


Advertisement


Tips


Latihan merupakan hal yang sangat penting. Apabila Anda berlatih dengan sangat keras, mungkin 10% dari ilmu yang Anda pelajari akan terlihat dalam pertarungan. Anda harus bisa bertindak berdasarkan naluri, tanpa harus membuang waktu untuk berpikir. Teknik dasar akan bekerja secara otomatis, dan inilah yang membuatnya dinamakan 'dasar'. Latih teknik dasar secara terus-menerus di sebagian besar waktu karena mungkin ini akan menjadi satu-satunya hal yang Anda miliki sebagai penolong. Biasanya Anda memerlukan waktu sekitar 2 bulan untuk mempelajari sebuah teknik secara penuh, tetapi teknik ini bisa hilang hanya dalam waktu 1 bulan.


Akurasi lebih penting daripada kekuatan.


Ingatlah bahwa setiap bagian pedang adalah senjata, termasuk ujungnya, bagian yang tajam, pelindung tangan, dan gagang. Tubuh Anda dan apa pun yang ada di sekeliling Anda juga bisa dijadikan senjata. Pertarungan pedang tidak akan dibatasi untuk menggunakan pedang saja. Gunakan benda apa saja agar Anda bisa menang.


Jika memungkinkan, cari tahu terlebih dahulu senjata yang akan digunakan lawan. Jika bertarung dengan lawan yang menggunakan pedang kecil yang cepat, jangan sampai penampilannya mengelabui Anda. Senjata ini mungkin memiliki kelenturan dalam tingkat sedang dan sangat baik untuk menembus pertahanan yang terbuka. Di sisi lain, Jika lawan menggunakan pedang besar yang berat, mungkin dia ingin mengakhiri pertarungan dengan satu atau dua serangan. Sebisa mungkin Anda harus menjauhkan tubuh dari lawan dan tunggu sampai dia kelelahan.


Perhatikan area di sekitar Anda dan manfaatkan hal itu untuk keuntungan Anda. Menyudutkan lawan ke suatu penghalang di belakangnya adalah tindakan yang berguna. Selain itu, posisi tubuh dengan membelakangi matahari bisa membuat lawan silau sehinga pertahanannya akan terbuka untuk diserang.


Akhirnya maria pun menyudahi latihannya dan menyuru semuanya istirahat.


“baiklah kalian beristirahatlah sementara aku akan kembali ke istana kalian teruslah berlatih,aku juga akan datang besok untuk melatih kalian lagi”


“baiklah nona kami siap kapan pun ada menyuruh kami berlatih”


“aku senang sangat senang dengan kegigihan kalian”Oh mana orang yang sudah ku pilih untuk menjadi pengawal bayanganku,kalian ikuti aku sekarang tapi kalian mengikuti dari jarak jauh apa kalian paham.


“paham nona”


“bagus ayok kita jalan”

__ADS_1


Maria pun pulang ke istana bersama penggawalnya bayangannya.Dan sampailah iya kebelakang kerajaan josron ia langsung melompat dan ikuti oleh penggawalnya.ia pun langsung menuju kekediamannya,sesampainnya disana maria memerintah satu penggawalnya untuk melihat selir rong ruli rencana apa yang akan dia jalankan.


__ADS_2