Permintaan Terakhir Ayah

Permintaan Terakhir Ayah
Sah


__ADS_3

" Saya terima nikah dan kawinnya Wulandari Anatasya Wijaksana binti Erwin Wijaksana dengan mas kawin dibayar tunai "


"Gimana saksi? Sah?"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah"


Keputusan berat yang harus aku ambil, akhirnya akupun melangkah dan mendekat ke arah sang suami, yaa suami sekarang aku bukanlah wanita single, sekarang aku adalah seorang istri dari laki laki yang entah siapa itu, aku pun tidak mengenal sosok lelaki itu. aku hanya tertunduk berat sekali mengangkat kepala , lalu aku pun raih tangan suamiku dan sang suamipun mencium kening ku.


.....


"Wulan sayang, sekarang tanggung jawabmu telah berganti ke suamimu, belajarlah mencintai suamimu ya nak, maafkan ibu dan ayah" Ibu memberikan pelukan perpisahan sebelum Wulan ikut dengan sang suami.


"Iya bu"


"Nak dave, Ayah titip Wulan ya jaga dia baik baik"


"Baik Ayah"


Dave? Akhirnya akupun memberanikan diri untuk melihat siapa lelaki itu, benar saja dia Dave Mahendra Putra tidak lain dan tidak bukan dialah seorang CEO sukses dinegeri kami, tapi tunggu dulu kenapa dia menikahiku? Bahkan sebelumnya kamipun tidak saling kenal.


"Sayang, sekarang kita pulang kerumah mamah yaa" seru ibu Nindi sang mertua


"Iya mah"


"Dave, ayo kita pulang"


"Iya mah"

__ADS_1


Entah apa yang sedangku fikirkan mataku hanya tertuju kejalan melihat pepohonan dan pemandangan tak biasa, haha iyaa pemandangan tak biasa karna sekarang disampingku ada Dave, tidak berani menatapnya lama lama karna takut membuat ia tidak nyaman, sesampainya dirumah akupun langsung ditarik oleh Dave langsung menuju kamar kami.


"Hari ini kita tinggal disini dulu besok baru pindah ke apartemenku"


"Iya, boleh aku bertanya?"


"Apa?" Cetusnya


"Kenapa kamu menikahiku? Bukan kah kamu sudah memiliki kekasih?"


"Ini adalah permintaan terakhir Ayahku sebelum meninggal untuk menikahi anak sahabat baiknya, yaa aku memang memiliki kekasih dan sampai sekarang ia masih menjadi kekasihku"


"Kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Dave


"Sudah"


"Baiklah kalau begitu jalani hidup kita masing masing , dan tidak boleh saling mengganggu"


"Noo.. kamu tau kan aku menikahimu karna ini permintaan terakhir ayahku, aku sudah menikahimu tapi bukan berarti kamu dan aku menjadi kita, oh iya dihadapan orangtua kita, kita harus layaknya seorang suami istri dan satu lagi hubunganmu dengan kekasihmu harus dirahasiakan jangan sampai orang tua kita tahu"


Degg..


Pernikahan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya harus begini, pernikahan macam apa ini?


...


"Mah, besok aku dan Wulan akan pindah ke apartemen" Dave


"Ko buru buru sayang? Besok jadwal kontrol mamah lho ke singapure"


"Oh iya Dave lupa mah, besok Dave hanya bisa anter mamah ke bandara saja" Jawab Dave

__ADS_1


"Iya gapapa sayang ,mamah nanti ditemani oleh bibimu saja yang tinggal disingapure"


"Baik mah"


"Wulan, besok mamah tinggal yaa sayang mamah titip Dave yaa , kalau dia nakal omelin saja yaa sayang" sambil mengelus tangan menantunya


"Hehehe iya mah"


"Memangnya aku anak kecil yang nakal mah?"


"Ya ya kamu memang sudah dewasa sayang, dan mamah berharap kamu belajar mencintai Wulan ya sayang"


"Hmm"


Setelah kepergian mamah Nindi, Dave dan Wulan pun pindah ke Apartemen, menyusuri jalan dalam keheningan tidak satu katapun keluar dari mulut mereka berdua , sampai di apartemen pun Dave hanya menunjukan kamar Wulan yang berada disamping kamar Dave .


"Hallo.."


"Wulan, kamu dimana? Kita perlu bicara!" suara berat itu dari seseorang dalam telpon


"Iyaa, temui aku ditaman dekat perpustakaan pusat kota"


Wulan pun bergegas mengambil tas dan outernya sebelum ia pergi. Sampai didepan pintu Wulan pun bertemu dengan Dave.


"Aku ingin pergi sebentar"


"Pergilah untuk apa kamu memberitahuku" cuek Dave


Diperjalanan menuju ke taman hati Wulan pun tidak karuan ,entah harus cerita dari mana ia pun tidak tau. Kekasih yang selama setahun ini menemani nya pun harus menelan kenyataan pahit bahwa ia dan Wulan tidak berjodoh.


"Joe"

__ADS_1


"Wulan"


__ADS_2