Permintaan Terakhir Ayah

Permintaan Terakhir Ayah
Eps.7


__ADS_3

"Hmmm... harum sekalii" mata Ririn pun terbuka dan mencari tahu dari mana sumber harum itu berada


"Kau masak apa Lan? Harum sekali sepertinya enak" tanya Ririn


"Kau ini membuatku kaget saja, aku membuat rendang dan capcay"


"Hmm.. Kayanya enak deh Lan"


"Sabar yaa, sebentar lagi matang kalau kau mau makan dimeja makan sudah ku buatkan nasi goreng bakso untukmu" tutur Wulan


"Kau tau saja kesukaanku adalah nasi goreng bakso Lan, tapi kau masak rendang dan capcay untuk siapa?" tanya Ririn


"Niatnya sebelum makan siang aku ingin ke kantor Mas Dave Rin, mau anter makan untuk makan siang dia" tutur Wulan


"Sosweet... Apa kau sudah memberi kabar Dave kalau kau ingin kesana?"


"Aku sudah kirim pesan, tapi belum dijawab mungkin dia sedang sibuk"


"Semangat Wulan" Ririn memegang pundak Wulan


"Iyaa.. Kau mau ikut denganku atau mau langsung ke kampus Rin?"


"Sebenarnya aku ingin ikut, cuma takut ganggu keromantisan kalian jadi aku langsung ke kampus saja"


"Baiklah"


.......


"Tuan, hari ini ada pertemuan dengan Pak Ridwan direstoran mega xx membahas pembangunan dikota xx sebelum jam makan siang dan dilanjutkan makan siang bersama" tutur Anna sekretarisnya


"Baik, apa ada lagi?" tanya Dave


"Tidak Tuan, sampai sore Tuan tidak ada jadwal lagi"


"Baik, kau boleh keluar"


"Baik tuan, saya permisi"


"Sayang.."


"Clau, kau sudah datang?"


"Aku merindukanmu" memeluk Dave


"Kau ini lucu sekali, baru saja kemarin bertemu masa sudah kangen lagi" tutur Dave sambil menggoyangkan hidung mancung Claudia


"Apa kau tidak merindukanku?"


"Sangat.. Aku sangat merindukanmu" Dave mencium kening Claudia


"Sayang.. nanti sore aku harus sudah berangkat ke Bali, apa kau bisa mengantar ku?" tanya Claudia


"Akan ku usahakan"


"Sayang.. bagaimana kabar mamah? Apa sudah ada kabar?" tanya Claudia


"Mamah baik" singkat Dave menuntun Claudia duduk di sofa


"Kapan kau akan mengenalkanku dengan mamahmu?"

__ADS_1


"Secepatnya sayang"


"Apa kau yakin mamahmu akan menyukaiku?"


"Kenapa tidak? Kau cantik, baik apa alasan mamahku tidak menyukaimu?" tanya Dave


"Entah aku hanya takut mamahmu tidak menyukaiku, karna selama kita bersama kau tidak pernah mengenalkanku pada mamahmu" memasang muka murung


"Sayang.. Kau tahu kan alasanku belum mengenalkanmu pada mamahku?"


"Karna Papahmu?"


"Iyaa.. Aku dan mamah sibuk untuk mencari cara untuk menyembuhkan Papah"


"Maafkan aku sayang" Claudia membelai pipi kekasihnya dan turun ke bibir sang kekasih


Mata mereka bertemu tangan Dave pun ikut menarik dagu Claudia dan melumatkan bibirnya ke bibir Claudia yang menurutnya sexy.


....


"Wah.. besar juga perusahaan suamimu ya Lan?"dengan penuh takjub dan memperhatikan keatas gedung pencakar itu


"Iyaa.. Kau hati hati dijalan ya Rin ,terimakasih sudah mengantarku ke sini" sambil membuka helm


Yaa.. Ririn dan Wulan melaju menggunakan motor matic milik Ririn, motor kesayangan yang selalu ia pakai kemanapun ia pergi.


"Kau seperti sama siapa saja, baiklah aku berangkat dulu yaa sampai jumpa di kampus" pamit Ririn


"Hati hati dijalan Rin, jangan ngebut"


"Iyaa"


"Pagi mba, saya mau nanya apa Mas Dave. hmmm maksud saya Tuan Dave sudah datang?"


"Tuan Dave sudah datang, apa sudah membuat janji sebelumnya?"


"Belum"


"Nona Wulan" Sapa Indra asisten Dave


"Iyaa, kau siapa ya?" tanya Wulan karna memang Wulan sebelumnya belum pernah bertemu


"Perkenalkan Nona saya Indra Asisten Tuan Dave, ada yang bisa saya bantu Nona?"


"Aku ingin bertemu Tuan Dave, apa Tuan Dave tidak sibuk?" tanya Wulan sambil memegang rantang yang ia bawa


"Tuan Dave ada diruangannya Nona, mari saya antar"


"Terimakasih"


Triiing suara lift terbuka


"Anna, Tuan Dave ada didalam?"


"Ada Tuan"


"Baiklah, silahkan masuk Nona"


"Terimaksih"

__ADS_1


Praaanngggg... Suara rantang yang jatuh ke lantai membuat kaget sepasang kekasih yang tengah berciuman dan membuat mereka mencari sumber suara dan menghentikan kegiatan mereka.


"Mas Dave" lirih Wulan


"Wulan" Panggil Dave kaget karna kedatangannya


"Siapa sayang?" tanya Claudia


Wulan pun segera membalikkan badannya dan membuka kembali pintu yang belum sepenuhnya tertutup. Wulan pun berlari menjauh, memegang sesak didadanya tangisnya sudah pecah sedari dia melihat suaminya tengah berciuman.


"Aaaaa... Kenapa? Kenapa sesakit ini Mas? kenapa sesakit ini mencintaimu?" tangis Wulan sejadinya ditaman


📞📞


"Hallo Rin?"


"Ada apa Lan? Kenapa suaramu seperti habis menangis?" tanya Ririn


"Bisakah kita bertemu dikosanmu?"


"Bisa, kau dimana?"


"Aku dijalan, tunggu aku disana"


"Iyaa"


....


"Aku harus pergi Clau" tutur Dave bergegas mencari Wulan


"Tidak, kau harus jelaskan siapa wanita tadi?" Claudia sambil menarik tangan Dave


"Nanti akan ku jelaskan"


"Dave... Sayang..."


Dave berlari mencari keberadaan Wulan rasa bersalah pun menyeruak dihati Dave.


Indra yang melihat Tuannya berlari tergesa gesa pun ikut mengejar dan bertanya pada Dave.


"Ada apa Tuan? Kenapa anda berlari?"


"Apa kau melihat Wulan?" tanya Dave


"Nona Wulan? Bukankah tadi masuk kedalam ruangan Tuan?"


"Kau tahu dia masuk ke ruanganku?"


"Iya saya yang mengantarkan Nona Wulan sampai depan pintu ruangan anda Tuan"


"Kenapa kau tidak memberitahuku terlebih dahulu? Kau tahu didalam sana ada Claudia dan sekarang Wulan kabur karna melihatku dengan Claudia" bentak Dave frustasi


"Maafkan saya tuan"


"Kau cari dimana Wulan sekarang dan kabariku secepatnya"


"Baik Tuan"


Aaaaaaahhhhhh.... Kenapa bodoh sekali kau Dave, kau terlalu terbuai dengan keindahan Claudia sampai lupa keberadaan Wulan juga disampingmu. Maafkan aku Wulan" Kacau Dave

__ADS_1


__ADS_2