Permintaan Terakhir Ayah

Permintaan Terakhir Ayah
Bertemu


__ADS_3

"Joe"


"Wulan"


Niat hati Joe ingin memeluk namun Wulan menolak, dan sedikit mundur kebelakang memberi jarak karna ia tau status barunya yang kini menjadi seorang istri. Keduanya pun duduk berdampingan dan Wulan pun memberikan jarak antara mereka.


"Aku tadi kerumah orangtua mu, kata mereka kamu sudah tidak tinggal disana lagi karna kamu sudah menikah, mereka bohong kan Wulan?" Cerca Joenathan Dirgantara


"Maaf Joe" Jawab ku sambil menundukkan pandangan


"Haha.. Maaf? Maaf katamu? Dimana janjimu akan bersamaku? Bahkan ketika aku pulang kesini pun kau sudah berubah statusmu?"


"Maafkan aku Joe, karna tidak bisa menepati janji"


"Kenapa Wulan? Kenapa kamu meninggalkanku dan menikah dengan suamimu? Apa kamu mencintainya? Apa sebenarnya kamu sudah tidak mencintaiku lagi?"


"A.. aku.. "


"Jawab Wulan!" sambil memegang pundak Wulan


"Aku mencintai suamiku Joe, maaf kita tidak bisa bersama lagi"


"Haha.. Cinta katamu? Secepat itukah kau berpaling?"


"Maaf Joe, aku tidak lama lama aku takut suamiku marah, aku harap kamu bisa menerima dan aku berdoa semoga kamu mendapatkan pengganti ku yang lebih baik" Jawab Wulan sambil berdiri meninggalkan Joe


"Wulan.. Wulan.." teriak Joenathan


Aaaahhhh... Kenapa ini terjadi Tuhan? Bahkan aku sudah berjanji dihadapan kedua orangtuaku dan diharapan-Mu, kumohon berikan kemudahan untukku, aku tidak ingin menyakitinya tapi inilah takdir yang tertulis untuk kita .


Wulan pun berlari terus berlari hingga ia terjatuh dan tanpa sadar hujan pun telah membasahi tubuhnya membasahi bumi , air mata yang keluar pun tertutupi oleh tetesan hujan yang membasahi, Wulan berjalan terus berjalan tanpa niatan untuk berteduh.


biarkan air mata ini ku bawa sendiri. Maafkan aku Joe


Badan Wulan yang sudah basah kuyub pun lalu mengetuk Apartemen Dave, aku lupa menanyakan berapa pin apartemen tersebut setelah diketuknya berkali kali tapi tidak ada jawaban. Wulan pun meraih ponsel namun sial ponselnya pun mati kehabisan baterai, akhirnya Wulan pun duduk didepan pintu apartemen sampai ia tertidur dalam posisi duduk.


"Wulan?"


"Wulan bangun.. kok kamu tidur diluar?"


"Tuan Dave"


"Wulan.. Badan kamu demam"


Dengan sigap Dave pun membawa Wulan masuk ke kamarnya, dengan ragu Dave pun membuka baju Wulan untuk mengganti pakaian Wulan yang basah karna hujan.


"Haduuh... Gimana ini ya? Kalau aku gak buka nanti dia makin sakit, tapi.. aaah sudahlah lagikan dia ini istriku" guman Dave


Degg..


Dengan buru buru Dave pun mengganti pakaian Wulan, ia pun hanya diam karna entah tidak ada tenaga untuk ia bergerak walaupun malu namun Wulan pun hanya pasrah.


"Lho Den Dave, sudah kembali ke apartemen?" Tanya si mbok art di apartemennya


" Tadi pagi mbok"


" Mana istrimu? Maaf yoo mbok gak bisa hadir pas Den Dave menikah"

__ADS_1


"Iya gapapa mbok, Wulan ada dikamarnya dia lagi demam mbok tadi kayanya habis kehujanan, oh iya aku titip Wulan ya mbok karna aku ada kerjaan dikota *** untuk dua minggu kedepan, mbokk tolong temenin dulu ya" pinta Dave


"Lho gak tidur sekamar toh?"


"Mbok.."


"Baiklah, hati hati yaa nanti si mbok yang urus Wulan"


"Makasih mbok, oh iya mbok aku titip kartu atm ini untuk Wulan ya"


"Iya"


....


"Non Wulan, makan dulu yuk nanti baru minum obatnya. Si mbok sudah buatin bubur"


"Iya mbok, terimakasih"


"Mbok tinggal dulu ya nanti kalau butuh sesuatu bisa panggil mbok"


"Iya mbok"


Merasa tubuhnya sudah membaik Wulan pun akhirnya keluar kamar karna merasa bosan dikamar terus, hendak menutup pintu kamar ia pun dikagetkan dengan kedatangan si mbok.


"Non..."


"Mbok, bikin kaget aja"


"Maaf yoo ... Oh iya Non Wulan ini ada kartu atm dari Den Dave, Den Dave tidak pulang kerumah untuk dua minggu kedepan karna ada kerjaan dikota *** "


"Iyaa.. gak usah risau ada si mbok"


....


"Iyaa Den,, Non Wulan sudah sembuh Den mungkin hari ini Non Wulan akan pergi ke kampusnya"


"Baik" sambil menutup telpon


"Siapa mbok? Tuan Dave ya?" tanya Wulan


"Ko Tuan Dave ? Mas Dave donk biar mesra”


"Mbokk.."


"Hehe iya tadi Den Dave telpon, menanyakan keadaan Non Wulan, memangnya Den Dave tidak nelpon Non Wulan?"


"Tidak mbok"


"Sabar ya Non Wulan, Den Dave itu sedikit cuek tapi dia sebenernya penyayang lho"


"Mbok tau dari mana? Sepertinya hubungan mbokk dan Tuan Dave cukup dekat ya?"


"Si mbokk sudah menganggap Den Dave seperti anak si mbokk sendiri, si mbokk juga sudah bekerja lama dari Den Dave masih kecil karna Nyonya Nindi sering bolak balik ke luar negri untuk kontrol jadi Den Dave selalu sama si mbokk"


"Oh, berarti si mbokk tau Tuan Dave punya kekasih?"


"Mas Dave" perintah si mbokk

__ADS_1


"Iyaa Mas Dave maksudnya mbokk"


"Non Claudia? Si mbokk mengenalnya tapi tidak terlalu dekat karna Non Claudia adalah seorang model jadi jarang bertemu. Tidak usah dipikirkan kan sekarang kamu istrinya Den Dave fokus saja pada Den Dave dan percaya padanya"


"Iya mbokk, yaudah aku berangkat ke kampus dulu ya mbokk"


"Hati hati Non Wulan"


Aaaa... Tidak terasa ternyata sudah seminggu meninggalkan kampus, kangen sih kalau tidak ke kampus tapi cukup dibuat pusing juga dengan pelajarannya. Hahaha sudah sudah aku harus fokus biar cepat lulus dan bisa cepet kerja.


"Wulan" teriak Ririn sahabat Wulan


"Ririn" sambil melambaikan tangan


"Kemana aja kok ngilang sih selama seminggu? Gak ngasih kabar lagi"


"Aku sakit Rin"


"Sakit apa? Ko kamu gak bilang ke aku sih?"


"Udah ah yuk ke kelas bentar lagi masuk nih"


"Lan, kamu tau gak denger denger nih yaa Bu Bella bakalan cuti melahirkan dan bakalan diganti sama dosen baru lho"


"Oh ya?" Jawabku cuek


"Iyaa"


"Dan katanya dosen kita itu cowok lho Lan, kira kira masih muda gak ya Lan?"


"Memangnya kenapa kalau masih muda?"


"Yaa kan bisa cuci mata gitu Lan" Dengan senyum dibibir Ririn


"Ahahah... ada ada saja kamu ini Rin, lalu bagaimana dengan Aldi?"


"Kenapa dengan Aldy? Dia akan tetap ada dihati ku Lan"


"Ya.. Yaa.. Yaa.. Baiklah ayoo kita ke kelas dan kita lihat siapa dosen baru kita hari ini, yang mampu membuat sahabatku penasaran"


"Ayoo Lan, udah gak sabar nih"


"Kalau dosennya tua aku ketawain yaa Rin" goda Wulan


"ihh.. Jangan gitu donk Lan Doa nya"


"Iya.. Iyaa "


Wulan dan Ririn pun berjalan menuju kelasnya sambil bercerita dan bergurau banyak hal yang ingin mereka utarakan tapi mereka pun akhirnya duduk dengan manis menunggu dosen baru yang akan datang ke kelas mereka.


setelah menunggu 10 menit akhirnya dosen yang ditunggu tunggu pun datang juga dengan ditemani oleh Bu Bella dosen yang akan cuti karna sebentar lagi akan melahirkan.


Pandangan Wulan dan teman teman nya pun seketika kedepan dan melihat siapa yang datang.


Degg...


Wulan seketika membeku.

__ADS_1


__ADS_2