
Malam itu alvin berada di kamar elena, mereka bercerita bersenda gurau bersama
bercerita mengenai impian² mereka dalam menghadapi nenek tua dan novi istri nya alvin.
apa kau akan berada disana semalaman? * teriak novi*
Oooh yeesss nak, Bom dari kamar sebelah sudah meledak
*elena menyimpan secarik kertas ke dalam box impian dari ayahnya*
Apakah itu semua catatan impian² dari ku.? *tanya alvin pada elena*
Iya ayah, suatu hari jika aku bisa tertidur maka aku akan memimpikan semua impian-impian ini.
Kau berjanji.?
yeess ayah, aku berjanji
Elena dan alvin ayah nya itu pun akhirnya berpelukan,
Nak jika suatu hari ada seorang pangeran yang bisa membuatnu tertidur maka aku juga akan tertidur * bisik alvin kepada elena*
*elena tersenyum*
Ayah apa kau tau, orang buta tidak bisa melihat mimpinya, mereka hanya bisa merasakannya.
Yayaya baik lah miss.. Ada lagi..? *tanya alvin dengan lembut*
hmmm ku rasa tidak ada, cukup itu saja untuk hari ini *jawab elena seolah menjadi seperti seorang guru pada ayahnya*
Baiklaaah.. Apa kelas nya sudah selesai *gurau alvin*
Ting..ting..ting..ting...ting.. *elena memperagakan seolah² sedang membunyikan bel sekolah*
Okee nona, terimakasih *alvin sembari berdiri dari duduknya*
ketika ia hendak berjalan
Ayah...ayo kita melarikan diri saja *ucap elena*
Naak sebenarnya ayah mau saja pergi dari sini, Suatu hari nanti kita akan pergi *alvin mengelus kepala elena*
Janji.?
Ayah berjanji
Alvin kemudian pergi menemui audia, ia mengelus-elus kepala audia yang sudah tertidur dengan nyenyak di kamarnya.
Sementara elena yang tidak pernah bisa tidur itu pun hanya membaca buku² dan melakukan hal-hal kecil lainnya.
.
.
Disisi lain adrian yang ternyata juga mengidap hal yang sama seperti elena, malam itu merasakan sangat jenuh, ia pun segera bergegas bersiap ingin berjalan² keluar menghirup udara segar menggunakan motor kesayangannya.
"tok..tok" erika.. *adrian mengetuk kamar teman satu team nya*
"tok..tok..tok" erika... *panggilnya lagi*
*ckleek* pintu kamar erika terbuka.
Ada apa.? *tanya erika*
Mana kunci motorku ? *pinta adrian*
Erika kembali masuk mengambil kunci motor milik adrian dan memberikannya.
kau tidak bisa tidur lagi..? *tanya erika*
Yaa seperti biasa, begitulah
Memangnya Kau mau kemana ?
Entah lah... Berkeliling mungkin
Di kegelapan seperti ini.??
Heii aku tidak takut pada kegelapan
WOO ! *Erika mengejutkan adrian*
Heeeii jangan lakukan itu, sudah sana kembali tidur.
*erika hanya tertawa melihat adrian*
.
.
Adrian berkeliling menggunakan motor kesayangan nya itu, tidak lupa juga dengan sebatang rokok yang selalu di hisapnya.
Dari kejauhan ia melihat seorang wanita yang hendak melompat dari atas tebing di dekat air terjun. Adrian memarkirkan motornya kemudian berlari ke arah wanita itu.
Heii... Heiii..berhenti.. Jangan melompat *teriak adrian*
*Byuuuuuuur*
wanita itu pun melompat ke bawah
Adrian mempercepat langkah nya, sesampainya di tepian air terjun itu, lekas membuka jaket yang ia kenakan dan kemudian
*Byuuuur*
adrian melompat,, berenang dengan cepat mengejar wanita itu.
Akuu segera sampai, heii jangan ke bawah bertahan lah *teriak adrian*
kemudian adrian meraih wanita itu dan memeluknya dari belakang,
__ADS_1
aah kau aman sekarang *ucap adrian*
adrian terkejut ketika melihat wajah wanita itu yang ternyata itu adalah elena.
Apa yang kau lakukan ? *tanya elena sedikit emosi*
Aku menyelamatkanmu..
Dari apa.???
Tenggelam.!
apa kau tidak tenggelam? *adrian bertanya*
Aku tidak tenggelam * elena tertawa*
Apa kau tidak memakai apapun sekarang.?
Memangnya kalau mau mandi harus pakai apa..? *jawab elena sambil menyemburkan air di wajah adrian*
.
.
elena.. Sorry *adrian meminta maaf pada elena ketika mereka sudah kembali berada di atas tebing.
Hmm ya ya..tidak apa apa *ucap elena pada adrian*
Boleh aku duduk disini.?
Ooh yaa tentu, duduk saja
Oke, terimakasih elena *sembari duduk di sebelah elena*
Heii elena, ayoolah siapa yang berenang di tengah malam seperti ini?
Aku..
Di tengah malam seperti ini, apa kau tidak kedinginan.? *adrian menatap elena*
Tubuh elena mengigil karena kedinginan, akan tetapi ia kuat menahan itu,
ia juga menggunakan jaket milik adrian untuk mengurangi rasa dingin di tubuhnya
Kau tau adrian, secangkir teh akan membuat ini sempurna
Haa tunggu sebentar *adrian menghalu seolah² ia sedang meracik teh lalu kemudian memberikannya kepada elena*
elena pun ikut menghalu seolah² ia sedang menyeruput secangkir teh panas sesungguhnya.
.
.
Elena.. Suara apa itu "memasang raut tegang"
ooooh dasar penakut.. hahaha ini dia.. *elena mengambil seekor katak yang ada di sebelah nya.
Siapa dia..? *tanya adrian*
Blue *jawab elena*
Mengapa blue elena.? Bukannya warna katak itu hijau
Ya suka² aku dong *jawab elena*
ya ya ya terserah kau saja
Oh iya elena, bagaimana bisa kau mandi di air terjun di tengah malam begini.??
Sebenarnya aku Insomnia *melihat ke arah adrian*
Apakah ada obatnya.?
Apa kau tidak tau insomnia itu apa.?? *tanya elena heran*
Hmmm.. Tidak.. Aku tidak tau *jawab adrian*
Aku tidak bisa tidur pada malam hari *ucap elena*
Apa yang kau bilang tadi..?
Aku tidak bisa tidur...
Bukan bukan..kata kata yang tadi.? *adrian memotong pembicaraan elena*
Malam.?
Bukan..bukan.. Yang sebelumnya lagi
Insomnia.? *elena meyakinkan*
Haa ya ya.. Itu itu.. Aku juga mengalaminya elena.
Diam ! *ucap elena tidak yakin*
Sumpah elena, aku tidak berbohong
Malam itu mereka asik bercerita tentang apa saja yang mereka lakukan ketika mereka tidak bisa tertidur.
.
.
Matahari pagi muncul perlahan menerangi dunia, elena berlari dengan cepat bergegas menuju ruang makan, ia terlambat karena ketika sampai di ruangan itu semua orang sudah berkumpul dan sudah siap dengan sarapan di depannya masing².
*Bagas berdiri memperkenalkan produk skincare terbarunya*
Kau dari mana ? *audia bertanya pada elena*
__ADS_1
Menemui Blue *jawab elena sembari memperlihatkan katak yang ia bawa*
*semua orang bersorak dan bertepuk tangan gembira ketika Bagas memperkenalkan produk barunya itu*
Kemudian datang Seorang pelayan membawa piring saji mewah yang tertutup untuk sarapan elena.
Terimakasih *ucap elena pada pelayan itu*
Sementara itu, audia yang berada di sebelah elena sibuk mengambil satu persatu cake yang ada di atas meja
tolong bantu aku ambilkan itu *pinta audia pada william si calon suami yang berada di sampingnya.
*william memberikan*
Terimakasih *ucap audia padanya*
Apa kau kelaparan sekali audia? *tanya william heran*
Tidak..kenapa.? Aku hanya ingin saja *audia menjawab dengan santai*
.
.
10.30 *ucap elena melihat liontin arloji nya*
ia melihat semua orang tengah sibuk menikmati sarapan.
*elena membuka penutup piring sarapan ny dan kaget melihat isi di atas liring tersebut*
*taaang*
dengan cepat dan kuat ia menutupnya kembali
Semua orang terkejut dan memandangi elena
jika ia menghancurkan itu maka ia harus menggantinya *ucap nenek emosi*
seorang anak kecil yang juga berada di meja itu mempersiapkan panah nya..
Heii siapa yang akan kau bidik nak..? *tanya ibu anak itu*
Nenek tua itu..
Ketika nenek tua itu sedang emosi, tiba-tiba adrian datang dari belakangnya.
Hmm... Selamat pagi semuanya *sapa adrian*
Nenek tua itu melihat adrian yang berdiri di sampingnya, ia selalu merasa terbang melayang ketika melihat ketampanan adrian.
Selamat pagi nek *adrian menyapa nenek itu*
Panggil aku dengan sebutan Oma cantik *pinta nenek itu pada adrian*
Huum.. Baiklah oma cantik, ini pizza kesukaan mu, kami menambahkan sedikit saus sambal di atasnya
Dan oh iya oma cantik, ini beberapa daftar acara untuk kedepannya *memperlihatkan kepada nenek itu*
Jika kau sudah memeriksanya, mengapa aku harus repot-repot memeriksanya juga.? *ucap nenek tua itu dengan nada manja*
Ooh jangan begitu oma cantik..ku mohon ini demi aku *ucap adrian geli*
Karena kau yang memintanya, baiklah aku akan memeriksanya *mengedipkan mata pada adrian*
Aah terimakasih oma cantik
.
.
Disaat Nenek tua itu sedang sibuk memeriksa dafta acara, adrian melirik ke arah elena,
elena dan adrian berbicara dengan menggunakan bahasa isyarat membahas isi di dalam penutup itu.
Audia melirik elena dan adrian dengan penuh senyum melihat mereka yang berbicara menggunakan isyarat itu.
Ada apa.? "tanya alvin pada adrian merasa curiga"
Ada apa tuan.?
Apa ada suatu berita yang tidak bisa di dengar.? Apa ada yang terjadi disini.?
Hmm. Aku tidak melakukan sesuatu apa pun tuan.
Lalu ada apa dengan bahasa tubuh mu *sambil melirik elena*
Apa.? Aku hanya bertanya pada oma cantik, apakah ia suka menari.? *adrian mengalihkan pembicaraan*
Oh yaa tentu.. Aku sangat suka menari *ucap nenek itu*
Aku juga harus menari *celetuk Bagas dari ujung sana*
Kau akan menari ? *tanya elena pada bagas*
Yaaa tentu saja, bibie dan aku adalah teman baik !
Bibie ?
Yaa justin bieber
*elena mengangguk* apakah justin bieber juga kerabatmu ?
Apa kau sudah gila..?
ooh sorry sorry *ucap elena*
Itu tentu saja, dia adalah keluargaku
Kau tahu ia selalu mengajakku menari setiap hari *ucap bagas ngasal*
__ADS_1