
Dulu Aku dan ibumu bertemu di sekolah penerbangan, Aku jatuh cinta saat pertama kali melihat nya,
ibumu adalah wanita cantik namun ia sangat cuek, ibumu selalu marah ketika aku kedapatan sedang menatapnya, tapi aku bukan lah pria lemah, pantang mundur dan selalu berusaha mendekatinya.. Alhasil dengan kerja keras dan jiwa pantang penyerah Aku pun akhirnya berhasil membuat ibumu juga jatuh cinta denganku saat itu.
kemudian aku mendapati kabar bahwa kakekmu meninggal dan ayah harus segera kembali untuk melanjutkan bisnis keluarga yang di amanatkan oleh kakek
Saat itu ayah tidak bisa membawa ibumu ikut serta, karena aku benar-benar takut dengan nenekmu. Kau tau sendirikan bagaimana garangnya nenekmu itu.
Ketika ayah sampai di rumah nenek
ternyata nenek memaksa ayah harus menikah bersama novi dan kau tau itu demi bisnis.
waktu ayah meninggalkan ibumu
ayah benar-benar tidak tau kalau ternyata ibumu sedang hamil
elenaa ibu mu tengah mengandung kau saat itu.
*wiliam menceritakan semuanya kepada elena*
Waaw ini keren sekalii ayah.. *ucap elena*
Aku anak tidak sah.
Elena.??
Iya ayah ini sungguh keren, aku anak tidak sah ya kan, ini bahkan lebih baik dari pada di adopsi
Elenaa.??
Sungguh ini keren sekali ayah..
hmmm sekarang aku mengerti mengapa selama ini aku selalu merasa ayah itu adalah ayah kandungku, tapi tidak seperti itu dengan istrinya ayah, benarkan..???
*alvin mengangguk membenarkan*
Elena merasa sangat bahagia dengan kebenaran yang di ucapkan ayah nya malam itu, tak henti-henti nya ia juga bertanya tentang sang ibu pada ayahnya. Bagaimana ibunya ? apakah ia mirip dengan ibunya dan masih banyak pertanyaan lainnya juga.
malam itu elena benar-benar menghabiskan waktunya berbagi cerita berasama sang ayah.
.
Satu hal yang tidak ayah mengerti sekarang, mengapa pria gila itu merahasiakan video itu.?
jika dia mau, dia bisa saja menyebarkannya kepada yang lain bukan.?
tapi dia tidak melakukan itu..
apa dia sudah merencanakan sesuatu.? *alvin bertanya tiba² dengan keheranan*
__ADS_1
Hmmm tidak tidak..
dia melakukan itu untuk melindungi ayah karena ia melindungiku..*jawab elena pada ayah nya*
hmm yaaa dia melindungi ayah karena ia melindungi ku.. karena ia juga mencintaiku *elena mengulangi jawabannnya*
Apa.??? *alvin keheranan*
oooh kau berhasil memecahkan masalah nya ayah..
Tidaak..aku tidak bilang seperti itu.
iyaaa ayah mengatakannya... Dia mencintaku ayah... *mengecup pipi ayahnya kemudian pergi meninggalkan sang ayah*
eleenaa..elenaaa...
Dia bukan pria yang baik *alvin berteriak*
.
.
Luuciiiiaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Adrian berteriak ketakutan ketika ia melihat ada jejak seperti darah pada cermin yang ada di kamar mandi
Luciaa datang kemudian melihat ke arah cermin, mencoba mencium dan mencicipi noda apa yang ada di cermin itu..
Seketika adrian merasa menjadi pria bodoh dan ia tau siapa dalang di balik semua itu.
seketika ia mendapatkan sebuah ide dan kemudian ia bergegas keluar mencari elena
elenaa... *panggil adrian dengan mulut nya yang masih ada busa pasta gigi*
eemmm yaa *jawab elena*
aku akan berkuda besok..
apa kau mau ikut.?*ajak adrian sembari melirik alvin*
oohh ya tentu..
kau yang akan menjemputku kan..??
Yaap... Pukul 05.30 wib
hanya kita berdua.. Okee
Yaaaa okee
__ADS_1
Alvin yang mendengarkan itu melirik adrian dengan melotot
"itu tidak berguna" * ucap alvin dengan mata yang masih melotot itu*
Heii paak... Kau juga selalu tidak melakukan hal yang berguna, kau juga melakukan hal yang menurutmu membahagiankanmu saja benarkan..? *adrian sengaja memancing emosi alvin*
.
.
Elena menceritakan kejadian barusan kepada audia, merekapun tertawa terbahak-bahak ketika membayangkan ekspresi sang ayah ketika adrian mengajak elena berkuda esok.
sementara itu alvin yang sudah berada di kamar nya pun langsung mengaktifkan alarm tepat pukul 05.30 pada jam beker yang ada di kamarnya, ia tersenyum puas dan merasa sangat bahagia karena ia akan mengacaukan rencana adrian yang akan mengajak elena berkuda besok.
.
.
.
Kriiiingg... Kriiiing...kriiiing...kriiiing...kriiiing
suara berisik pada jam kecil itu membuat adrian yang sudah bangun dan bersiap itu tertawa..
yaa suara alarm jam itu berasal dari kamar adrian bukan alvin, karena malam itu ketika alvin sudah tertidur pulas adrian menyelinap masuk ke kamar alvin dan mengambil jam beker yang sudah di siapkan alvin sebagai alarm nya semalam.
Dengan membawa seekor kuda adrian datang menjemput elena.
Apa kau sudah siap.? *tanya adrian saat melihat elena yang sudah menunggunya*
Yaaap tentuu..
let's goo.. *ajak elena*
Elena menaiki kuda itu bersama dengan adrian, mereka berkeliling menikmati udara segar dan rimbunnya pepohonan di sekitar.
hmm adrian.. Apa kau tau ayah pasti akan datang naik kuda juga nanti *ucap elena*
Oyaaa... Entah lah.. Ia hanya menyuruhku untuk membawamu berkuda tadi
Sementara itu alvin yang terbangun kesiangan itu berlari cepat keluar ingin menyusuli elena yang pasti sudah berkuda bersama adrian
Kring..kriing...Elenaaaaa.......
Kriing...kriing...Eleenaaaa....
Kriing...kriiing....Eleeenaaaaaa......
Alvin berteriak sambil mengayuh sepeda ontel tua mencari keberadaan elena yang pasti sudah pergi berkuda berdua bersama adrian..
__ADS_1
Harapan alvin berkuda bersama elena agar bisa mengacaukan rencana adrian itu tidak berjalan baik, karena ternyata adrian sudah lebih dulu menyingkirkan kuda-kuda yang lain dan menggantikan nya dengan sepeda ontel tua untuk di kenakan alvin saat hendak menyusuli mereka.